cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 3 (2011)" : 24 Documents clear
KARAKTERISASI SUMBERDAYA LAHAN DAN PEWILAYAHAN KOMODITAS UNGGULAN PERKEBUNAN DI PULAU BURU Mubekti Mubekti
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 3 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1353.725 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i3.1239

Abstract

Evaluasi karakter lahan dan pewilayahan komoditas perkebunan berdasarkan kesesuaian lahan telah dilakukan di Pulau Buru, dimana wilayah ini merupakan salahsatu pulau utama di Provinsi Maluku yang mempunyai potensi sumberdaya lahan yang tinggi. Namun demikian karakter lahan sangat bervariasi dari satu tempat ketempat lainnya karena adanya factor-faktor pembatas di dalamnya. Dalam metodologi dijelaskan secara singkat tentang evaluasi lahan, kesesuaian lahan dan pewilayahankomoditas perkebunan. Kemudian bahasan hasil studi di Pulau Buru disajikan meliputi penggunaan, karakter, dan kesesuaian lahan, serta pewilayahan komoditas perkebunan. Sebagian besar wilayah studi masih ditutupi oleh hutan, dan hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan sebagai lahan garapan. Dareah studi terdapat 5 fisiografi terbagi menjadi 15 unit lahan. Sebagian besar lahan masuk dalam katagori tidak sesuai (N), dan hanya sebagian kecil yang masuk katagori sesuai (S). Secara alami yang menjadi factor pembatas lahan adalah kemiringan curam, ketinggian tempat, kedalaman tanah yang dangkal, dan ketersediaan air. Total luasan lahan yang potensial untuk dikembangkansebagai lahan perkebunan adalah 187.902 hektar, dan sekitar 50 % dari lahan tersebut terletak di hutan yang dapat dikonversi.
ANALISA KEBIJAKAN PENATAAN RUANG UNTUK KAWASAN RAWAN TSUNAMI DI WILAYAH PESISIR CB Herman Edyanto
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 3 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1746.541 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i3.1240

Abstract

Penanganan pengaruh bahaya tsunami bagi masyarakat pedesaan pesisir sangat penting, dengan bertujuan untuk mengurangi atau meminimalkan dampak kerugianatau kerusakan yang disebabkan oleh musbah tsunami tersebut. Namun, efek bencana alam tersebut mungkin tidak terlalu sering dianalisis dan dipertimbangkan dalam beberapa proyek perencanaan tata ruang di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi dan data mengenai lokasi tersebut. Wilayah pesisir perlu dilindungi dari dampak tsunami dengan mempertimbangkan sejumlah besar orang tinggal disana dan kegiatan mereka. Adanya pembangunan dari program hutan mangrove oleh pemerintah yang lokal dan peningkatan perencanaan pesisir spasial akan membantu untuk meminimalkan bahaya seperti di pantai.
PERAN ADIPURA PADA PELAKSANAAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI INDONESIA Muhamad Ansorudin Sidik
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 3 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.431 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i3.1241

Abstract

Solid waste management is a system involving all subsystems of management such as institutional, law, financing, operational, and community participation. Waste law which shelters the solid waste management is the umbrella of all local regulation (Perda). But in fact, its implementation and aplication have not run well as expected. Using a simple analisys method from personal experience as an Adipura award appraiser, thewriter tried to reveal the strengths and weaknesses in waste management all this time. The result shows that local governments, in general, haven’t considered the wastemanagement subsystems integratedly in handling the municipal garbage. They usually see the problem partially, not as an integrated system which includes all the subsystems. Municipal waste management should not become a proses which is independent fromthe other subsystems. It is recommended that the head of regional government see the waste management.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI 4 VARIAN GANYONG (Canna edulis) TERHADAP INTENSITAS NAUNGAN DAN UMUR PANEN YANG BERBEDA Ning Wikan Utami; Diyono Diyono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 3 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.249 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i3.1242

Abstract

Ganyong merupakan tanaman yang sederhana dan potensial sebagai sumber karbohidrat, sehingga sangat layak untuk dikembangkan. Kandungan kabohidratganyong dibandingkan kandungankabohidrat lebih tinggi dari umbi kentang. Ganyong memiliki variasi morfologi yang luas dalam bentuk tanaman tinggi, warna daun, panjangdan lebar, warna dan bentuk ubi variasi kandungan kimia dalam umbi ganyong, sehingga diperlukan seleksi berdasarkan fenotipe untuk memperoleh varian dari ganyong dengan produktivitas tinggi. Ganyong adalah tanaman yang biasanya tumbuh pada daerahnaungan seperti di bawah pohon namun di sisi lain kemampuan pertumbuhannya belum diteliti . Penelitian respons pertumbuhan ganyong 4 varian dalam kondisi iklimmikro yang berbeda telah dilakukan di Laboratorium Macropropagation, Botani Divisi, CSC. Penelitian dilakukan dalam Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari3 faktor di mana faktor 1 adalah shading intensitas: 0% (tanpa naungan), 50% dan intensitas varian ganyong 70%), faktor 2 adalah ganyong varian (merah, pink, hijaudan putih) sedangkan faktor ke-3 adalah waktu panen (9 dan 11 bulan).Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap faktor yang merupakan bayangan intensitas, varian danwaktu panen berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi ganyong. Intensitas naungan terbaik adalah 50% yang secara signifikan berbeda dari 0% dan 70% intensitas naungan dalam hal jumlah tunas, berat segar dan berat kering daun dan berat batang, panjang umbi, bobot segar dan kering umbi. Putih varian dari ganyong prodused terpanjang ukuran umbi, bobot segar tertinggi daun dan batang, highst berat segar dan kering umbi dibandingkan dengan varian lain, bahkan dengan 11 bulan waktu panen mengakibatkan umbi tertinggi, berat kering tertinggi umbi, dibandingkan dengan 9 mounths panen. Kombinasi terbaik dari pengobatan adalah putih ganyong varian, 50% perlakuan yang diberikan adalah pada varian ganyong putih dengan intensitas.naungan 50% dan waktu perlu 9 bulan mengakibatkan produksi siknifikan seperti diameter umbi terbesar (4,8 cm), berat segar dan kering umbi highst dari 8454 g dan 1134 g / tanaman masing-masing. Kandungan kimia umbi dipengaruhi oleh varian dari ganyong dan waktu panen. Kandungan karbohidrat paling tinggi ditemukan pada9 waktu panen mounth, sedangkan kandungan serat, lemak dan protein paling tinggi ditemukan pada waktu panen 11 bulan.

Page 3 of 3 | Total Record : 24


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue