cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6289661704102
Journal Mail Official
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul Jakarta
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Fisioterapi: Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 18584047     EISSN : 25283235     DOI : https://doi.org/10.47007/fisio.v22i2
Core Subject : Health, Science,
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi aims to spread conceptual thinking or ideas, review and the research findings obtained in the field of Physioterapy Science. This journal focuses on the issues of Physioterapy Science involving : Pediatric Neurology Musculoskeletal Cardio pulmonal Sport Geriatric
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2007)" : 5 Documents clear
Perbedaan Pengaruh Intervensi MWD dan TENS dengan MWD, TENS dan Traksi Leher Manual Terhadap Pengurangan Nyeri Kepala pada Cervical Headache
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v7i1.598

Abstract

Cervical headache adalah nyeri kepala akibat dari kontraksi atau ketegangan dari otot-otot kepala, leher dan bahu secara terus menerus karena kesalahan posisi sehingga menimbulkan spasme, iritasi intervertebral discus dan facet C0-C1,C1-C2,C2- C3, perlengketan pada trigger point. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh intervensi MWD dan TENS dengan MWD, TENS dan Traksi Leher Manual terhadap pengurangan nyeri kepala pada Cervical Headache. Penelitian dilaksanakan 2004 di RSAL. Dr Mintohardjo Jakarta. Metode penelitian bersifat quasi eksperimental untuk mengetahui efek suatu perlakuan pada sample penelitian. Disini ada perlakuan dan ada monitoring dari perubahan yang terjadi akibat perlakuan yang diberikan. Pengolahan data dan analisa data menggunakan program Statistical Program for Science (SPSS 12.0) dengan uji wilcoxon untuk mengetahui kemaknaan perlakuan. Sedangkan untuk mengetahui ada perbedaan kemaknaan antara perlakuan yang diberikan pada kelompok perlakuan I dengan kelompok perlakuan II digunakan uji mann-withney. Penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan gabungan intervensi MWD, TENS dan Traksi Leher Manual berpengaruh dalam menurunkan intensitas nyeri kepala pada cervical headache. Adapun hasil uji analisis nilai Verbal Rating Scale kelompok perlakuan II adalah nilai P value=0,004 (P<a, a=0,05), yang berarti Ada pengaruh pengurangan nyeri kepala pada cervical headache dengan menggunakan gabungan MWD, TENS dan Traksi Leher Manual Hasil uji analisis nilai Verbal Rating Scale kelompok I adalah nilai P value=0,004 (P<a,a=0,05), yang berarti ada pengaruh pengurangan nyeri kepala pada cervical headache dengan menggunakan intervensi MWD dan TENS saja. Berdasarkan grafik tampak penurunan nilai VRS kelompok perlakuan II lebih tajam dibandingkan dengan kelompok I. Dari uji mann-withney didapat nilai P value=0,000 (P<a,a=0,05), yang berarti ada perbedaan yang bermakna penurunan nyeri kepala antara kelompok perlakuan I dan kelompok perlakuan II.Kata Kunci: Trigger Point, Cervical Headache, Manual Traksi Leher
Manfaat Latihan Pembebanan (Weight Training) Terhadap Jarak Tempuh Tes Jalan Enam Menit pada Penderita Pasca Operasi Bedah Pintas Koroner Fase I
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v7i1.597

Abstract

Latar Belakang: Penyakit jantung membunuh orang sebanyak 17 juta setiap tahunnya, walaupun sebetulnya penyakit jantung yang mematikan tersebut dapat diterapi maupun dicegah (WHO, 2000). Salah satu terapi yang diberikan pada penderita penyakitjantung koroner adalah Operasi Bedah Pintas Koroner. Manfaat pemberian Terapi Latihan pada penderita pasca operasi bedah pintas koroner telah banyak dipublikasikan, namun demikian jenis latihan manakah yang dapat memberikan manfaat pada kelompok penderita tersebut masih diperlukan investigasi lebih lanjut. Tujuan: Untuk mengetahui manfaat latihan pembebanan terhadap jarak tempuh tes jalan enam menit pada penderita pasca operasi bedah pintas koroner fase I. Metode: Rancangan penelitian ini adalah two groups pre and post test design. Pada kelompok perlakukan, mereka mendapatkan terapi dasar sesuai dengan protokol dari rumah sakit (Latihan peregangan, latihan dengan menggunakan sepeda statik dan latihan jalan) ditambah dengan latihan pembebanan, sedang pada kelompok kontrol hanya mendapatkan terapi dasar saja. Analisa Data: Data dikumpulkan dari pengukuran jarak tempuh pada tes jalan enam menit, kemudian diolah dengan menggunakan SPSS  11 dan dilakukan analisa uji beda. Hasil: Jarak tempuh pada tes jalan enam menit menunjukkan adanya perbedaan antara sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan baik pada kelompok I (perlakuan) maupun kelompok II (kontrol), namun demikian rata-rata jarak tempuh pada tes jalan enam menit pada kelompok I lebih besar secara bermakna (p=0,002) dibandingkan dengan kelompok II. Kesimpulan: Pemberian penambahan latihan pembebanan pada terapi standar program rehabilitasi jantung fase I pada penderita pasca operasi bedah pintas koroner bermanfaat untuk meningkatkan jarak tempuh pada tes jalan enam menit.Kata Kunci: Latihan pembebanan, Pasca Operasi Bedah Pintas Koroner, Tes Jalan Enam Menit
Manfaat Back School Aktif Terhadap Pengurangan Nyeri Pinggang Mekanis (Studi Komparatif Antara Pemberian Back School Aktif, SWD dan US dengan Pemberian Back School Pasif, SWD dan US)
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v7i1.596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara penerapan Back School Aktif, Short Wave Diathermy dan Ultra Sound dengan Back School Pasif, Short Wave Diathermy dan Ultra Sound terhadap pengurangan nyeri pinggang mekanis. Sampel penelitian didapatkan dari Poliklinik Fisioterpi RSPAD Gatot Subroto Jakarta dengan jumlah sampel 20 orang baik laki-laki maupun perempuan, umur sampel antara 21- 50 tahun. Jumlah sampell dibagi 2 kelompok yaitu 10 orang pada kelompok perlakuan dengan intervensi Back School Aktif, Short Wave Diathermy dan Ultra Sound, dan 10 orang pada kelompok kontrol dengan intervensi Back School Pasif, Short Wave Diathermy dan Ultra Sound. Nyeri pinggang mekanis disebabkan oleh faktor mekanis atau kesalahan biomekanik saat mengangkat suatu barang/benda. Kondisi ini dapat disebabkan oleh strain/sprain, gangguan sendi facet dan discus. Nyeri pinggang mekanis umumnya terjadi injury pada serabul annulus fibrosus bagian dorsal dan ligament longitudinal posterior sehingga menimbulkan nyeri dan spasme pada otot-otot erector spine dan akibatnya menghambat gerakan fleksi lumbal. Dalam pemeriksan, umumnya timbul nyeri pada saat provokasi test fleksi lumbal, terasa nyeri dan tegang pada otot-otot erector spine. Dengan penerapan Back School Aktif, Short Wave Diathermy dan Ultra Sound memiliki efek terapeutik yaitu penurunan nyeri. Hal ini sesuai dengan hasil uji analisis hipotesis yang menunjukan bahwa nilai U hitung 0<U, yang berarti bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang sangat bermakna antara intervensi Back School Aktif, Short Wave Diathermy dan Ultra Sound dengan Back School Pasif, Short Wave Diathermy dan Ultra Sound. Dengan demikian, penerapan Back School Aktif, Short Wave Diathermy dan Ultra Sound sangat efektif dan optimal dalam menurunkan nyeri pinggang mekanis.Kata Kunci:  Back School, Nyeri pinggang, lumbal
Perbedaan Pengaruh Penambahan Exercise dalam Pencapaian Posisi Kepala yang Simetris Akibat Torticolis
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v7i1.595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan exercise dalam penangan kondisi torticollis terhadap pencapaian posisi kepala yang simetris akibat torticollis. Penelitian ini dilakukan terhadap pasien bayi yang mengalami torticollis yang melakukan berobat jalan di RS. ISLAM JAKARTA dan beberapa rumah sakit di Jakarta. Penelitian bersifat quasi eksperimen, dengan design penelitian dengan metode pre-post test design untuk melihat perbedaan panjang otot sternocleidomastoideus sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Pengolahan data dilakukan dengan uji Wilcoxcon untuk mencari pengaruh perbedaan pemberian intervensi pada masing-masing kelompok dan uji Mann-Whithney untuk mencari beda pengaruh pada kedua kelompok dengan menggunakan program SPSS 10,0. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penambahan exercise dalam penanganan pada kondisi torticollis memiliki pengaruh yang bermakna terhadap pencapaian posisi kepala yang simetris akibat torticollis. Dengan demikian exercise merupakan bentuk intervesi yang dilakukan dengan memberikan latihan yang bermakna dan bermanfaat bagi pasien bayi yang mengalami kondisi torticollis. Berdasarkan kesimpulan diatas diharapkan kepada orang tua yang memiliki bayi dengan kondisi torticollis diharapkan segera memeriksakan bayi sedini mungkin agar mendapatkan penangan fisioterapi terhadap pemberian intervensi exercise dapat diberikan sedini mungkin untuk mendapatkan suatu hasil yang maksimal.Kata Kunci: Torticollis, Sternocleidomastoideus, Exercise
Perbedaan Pengaruh Penambahan Teknik ffleurage pada Intervensi Short Wave Diathermy – Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation dan Latihan Stabilisasi Terhadap Pengurangan Nyeri Pinggang Bawah Akibat Akut Sprung Back
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v7i1.594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan teknik effleurage yang diberikan pada intervensi short wave diathermy, transcutaneus electrical nerve stimulation dan latihan stabilisasi terhadap pengurangan nyeri pinggang bawah akibat sprung back. Penelitian ini dilakukan di unit fisioterapi Rumah Sakit Islam Jakarta. Adapun jumlah pasien yang menjadi obyek penelitian adalah 20 orang pasien dengan keluhan nyeri pinggang bawah akibat sprung back, dengan kisaran umur antara 20-50 tahun. Penelitian yang dilakukan bersifat kuasi eksperimen untuk mempelajari fenomena sebab akibat dengan memberikan perlakuan pada obyek penelitian. Pasien dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang diberi intervensi dengan pemberian short wave diathermy, transcutaneus electrical nerve stimulation, latihan stabilisasi dan effleurage dan kelompok kontrol yang diberi intervensi dengan pemberian short wave diathermy, transcutaneus electrical nerve stimulation dan latihan stabilisasi. Untuk melihat perubahan tingkat nyeri digunakan pengukuran sebelum dan sesudah 6 kali intervensi dengan visual analogue scale. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan uji Wilxocon untuk mengetahui efek perlakuan terhadap obyek penelitian dan uji Mann-Whitney untuk melihat kondisi awal dan kondisi akhir dari dua kelompok dimana pada kondisi awal, tidak boleh terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok yang diteliti. Pengolahan dan analisa data ini menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS 11,0) untuk melihat efek perlakuan yang signifikan terhadap obyek penelitian. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa intervensi dengan short wave diathermy, transcutaneus electrical nerve stimulation, latihan stabilisasi dan effleurage pada kelompok perlakuan memberikan hasil lebih baik dari pada intervensi short wave diathermy, transcutaneus electrical nerve stimulation dan latihan stabilisasi, dalam mengurangi nyeri pinggang bawah akibat sprung back. Dengan demikian, teknik ini dapat digunakan sebagai salah satu metode fisioterapi dalam mengurangi nyeri pinggang bawah akibat sprung back. Kesimpulan di atas diharapkan dapat bermanfaat bagi fisioterapis baik pada institusi pelayanan maupun pada institusi pendidikan serta dapat menambah wawasan berfikir dalam mempelajari dan mengembangkan metode-metode pengobatan yang aman, efektif dan efisien seperti penerapan short wave diathermy, transcutaneus electrical nerve stimulation, latihan stabilisasi dan effleurage terhadap penurunan nyeri pinggang bawah akibat sprung back.Kata kunci :  Effleurage, Sprung Back, Latihan Stabilisasi

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 22, No 02 (2022): FISIOTERAPI: JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI Vol 22, No 01 (2022): FISIOTERAPI: JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI Vol 21, No 02 (2021): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 21, No 01 (2021): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 20, No 2 (2020): Fisioterapi: Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 20, No 1 (2020): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 19, No 2 (2019): FISIOTERAPI : JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI Vol 19, No 1 (2019): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 18, No 2 (2018): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 18, No 1 (2018): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 17, No 2 (2017): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 17, No 1 (2017): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 16, No 2 (2016): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 16, No 1 (2016): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 15, No 2 (2015): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 15, No 1 (2015): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 14, No 2 (2014): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 14, No 1 (2014): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 13, No 2 (2013): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 13, No 1 (2013): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 12, No 1 (2012): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 11, No 1 (2011): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 9, No 2 (2009): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) More Issue