cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6289661704102
Journal Mail Official
publikasi@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/inovisi/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Inovisi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 02169673     EISSN : -     DOI : -
INOVISI Jurnal Teknk Industri published by Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul. This journal is an open access, peer-reviewed, this journal dedicated to the publication of research in all aspects of regional dan urban planning scopes. Jurnal INOVISI is published two times a year and accepts original research articles featuring well-designed studies with clearly analyzed and logically interpreted results.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2016): JURNAL INOVISI" : 5 Documents clear
USULAN RANCANGAN TATA LETAK LINI PRODUKSI DI PT. AGUNG SURYA LANGGENG MAKMUR
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 12, No 1 (2016): JURNAL INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT. Agung Surya Langgeng Makmur merupakan salah satu perusahaan manufaktur di Indonesia yang memproduksi metal roof dan memasang produk jadi hasil fabrikasi tersebut sesuai dengan permintaan pelanggan (cladding manufacturing). Perancangan tata letak yang baik pada lini produksi akan meningkatkan produktivitas perusahaan melalui peningkatan keselamatan kerja, penurunan biaya material handling, peningkatan kenyamanan bekerja, dan peningkatan efektifitas aliran produksi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui ketersediaan ruangan lantai produksi, mengetahui proses produksi atap baja, mengetahui spesifikasi mesin-mesin pembuatan atap baja dan merancang tata letak lini produksi di PT. Agung Surya Langgeng Makmur. Perancangan tata letak lini produksi dilakukan dengan menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC) dan Activity Relationship Diagram (ARD). Berdasarkan ARC dan ARD diperoleh keterkaitan hubungan antara mesin cutting dengan mesin bending. Sebaliknya mesin eagle roof tidak mempunyai keterkaitan dengan mesin lainnya. Namun untuk memudahkan dan mempercepat proses pengerjaan maka mesin eagle roof dan mesin cutting harus didekatkan pada area material. Sedangkan mesin bending dan mesin eagle roof harus didekatkan pada area produk jadi agar mempermudah proses penyimpanan. Kata kunci: Rancangan Tata Letak Fasilitas, ARC, ARD AbstractPT. Agung Surya Langgeng Makmur is one of the manufacturing company in Indonesia, which produces metal roof and install the finished products resulting from fabrication according to customer's request (cladding manufacturing). Designing a fine layout on the production line will increase the company's productivity through enhanced safety, reduce material handling costs, increase comfort, and increase the effectiveness of work flow production. This study is aimed to determine the availability of the production room floor, know the production process of steel roof, know the specifications of the machines manufacturing steel roof, and design the layout of production lines in the PT. Agung Surya Langgeng Makmur. Designing the layout of production lines were calculated using Activity Relationship Chart (ARC) and Activity Relationship Diagram (ARD). Based on the ARC and ARD, inter-relationship between the cutting machine and bending machine was obtained. On the contrary, the eagle roof machine does not have inter-relationship with other machines. However to help facilitate and quicken the work process, then the eagle roof machine and cutting machine, it must be appoximated within the material area. Mean while bending machine and eagle roof machine must be palced close to the product area so it will make the storage process easier. Keyword : Layout plan facility, ARC, ARD
ANALISA PEMAKAIAN LAMPU LED TERHADAP ENERGI DAN EFISIENSI BIAYA DI PT. TOTAL BANGUN PERSADA TBK
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 12, No 1 (2016): JURNAL INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenerangan sangat penting dalam berbagai aktifitas di perkantoran, sehingga menjadi dominan dalam tinjauan pemakaian energi listrik diperusahaan. Permasalahan penerangan timbul pada saat jumlah orang dalam ruangan berbeda dengan kapasitas yangseharusnya (lebih sedikit atau lebih banyak) terutama padasaat kondisisepi. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya pemborosan energi listrik. Pemborosan energi listrik ini sudah menjadi perhatian khusus, karena tingginya biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk penerangan. Analisis Break Event Poit (BEP) dan Return On Investmen (ROI) dilakukan untuk mengkaji perubahan listrik Fluorecency dengan lampu LED, kemudian dilakukan analisis pengaruh dan dampaknya dengan perubahan jenis lampu LED di perusahaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat penghematan energy yang signifikan dan penghematan biaya perusahaan. Nilai efisiensi dan ekonomis yang didapat dari penggunaan lampu LED adalah Rp 84.144.416,6 dengan titik impas atau Break Event Point (BEP) berada pada tahun 1,63 tahun atau kurang lebih 1 tahun. Dan nilai ROI sebesar 52.59%. Kata kunci: Listrik fluorecency, LED, BEP, ROI, efisiensi
USULAN PERBAIKAN TATA LETAK LANTAI PRODUKSI UNTUK MEMENUHI PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI PADA DIVISI FLEXIBLE PACKAGING DI PT CIPTA KEMAS ABADI TANGERANG
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 12, No 1 (2016): JURNAL INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerkembangan dunia industri sekarang ini dihadapkan pada pasar yang sangat luas dan persaingan yang ketat. PT Cipta Kemas Abadi merupakan industri Packaging Manufacturer (pabrik pembuat kemasan) dengan lingkup produksi Indofood Group dan Non Indofood Group. Kecenderungan permintaan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, maka pihak perusahaan berencana akan melakukan peningkatan kapasitas untuk memenuhi permintaan tersebut. Pada saat ini lokasi beberapa mesin tidak dalam lini produksi yang berdekatan dan rencana peningkatan kapasitas produksi memungkinkan terjadinya penambahan area untuk mesin, operator, material dan sarana lain. Hasil peramalan menggunakan metode Regresi Linear dengan bantuan Software Win QSB diketahui kapasitas produksi pada bulan Januari 2009 sebesar 4,817,338 meter untuk jenis produk metalize dan 18,569,878 meter untuk jenis produk non metalize. Akibat peningkatan kapasitas tersebut diperlukan perhitungan terhadap jumlah mesin untuk memenuhi kapasitas tersebut, dari hasil perhitungan diperoleh untuk mesin printing dibutuhkan 6 unit dari 5 unit yang ada sekarang, untuk laminasi dengan total mesin 8 unit yang awalnya 6 unit dioperasikan normal dan 2 unit cadangan setelah dilakukan perhitungan menjadi 7 unit yang dioperasikan dan 1 unit cadangan. Mesin Slitter perlu dilakukan penambahan 2 unit menjadi 19 unit dari 17 unit mesin yang ada sekarang. Setelah dilakukan pengolahan data dengan metode ARC, ARD, MHPS dan MHES diperoleh penurunan jarak tempuh untuk jenis produk Metalize dari 431.24 meter menjadi 340.99 meter dengan waktu tempuh awal 26.16 menit/ frekuensi menjadi 25.44 menit/ frekuensi, sedangkan untuk jenis produk Non Metalize dari 430.99 meter menjadi 349.71 meter dengan waktu tempuh awal 27.09 menit/ frekuensi menjadi 26.56 menit/ frekuensi. Kata kunci: Metode euclidean, activity relationship Chart (ARC), area relationship diagram (ARD), relay out tata letak lantai produksi.
PERANCANGAN KONDISI PERSEDIAAN OPTIMAL UNTUK PRODUK PIPA DI CV. MITRA MANUNGGAL PERKASA
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 12, No 1 (2016): JURNAL INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDi era saat ini tingkat persaingan antar distributor yang tinggi menyebabkan setiap distributor berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik. Pelayanan terbaik dapat diberikan jika ada perencanaan persediaan yang optimal. Persediaan CV. MITRA MANUNGGAL PERKASA merupakan salah satu distributor yang memasarkan produk pipa pvc, oleh karena itu CV. MITRA MANUNGGAL PERKASA ingin persediaannya dapat direncanakan dengan optimal agar tidak ada permasalahan dalam memenuhi permintaan pelanggan. Klasifikasi ABC digunakan untuk menentukan pipa yang mempengaruhi 70% dari total biaya persediaan material atau biaya pengadaan pipa perusahaan di produk top request (15 produk terbanyak yang dibutuhkan) sehingga diperoleh produk pipa merk WAVIN ( jenis AW ½, D 3, AW ¾, AW 1 ¼, AW 1) dan pipa merk TM (jenis AW 4, D 3) yang direncanakan persediaannya terlebih dahulu. Untuk meramalkan permintaan bulan Januari sampai bulan Juni 2008 digunakan data tahun 2006 dan 2007. Dengan menggunakan data hasil peramalan 2008 selama 6 bulan dengan metode EOQ dapat dibandingkan dengan total cost yang perusahaan lakukan selama enam bulan tersebut dalam mengelola persediaaan. Dari perbandingan total cost tersebut, perusahaan dapat mengetahui jika perusahaan memakai metode EOQ untuk mengoptimalkan persediaannya maka perusahaaan dapat menghemat sebesar Rp. 6.768.000,86 untuk pipa merk WAVIN jenis AW ½, Rp.775.015,45 untuk pipa merk WAVIN jenis D 3, Rp.462.651,32 untuk pipa merk WAVIN jenis AW ¾, Rp.14.440.652,26 untuk pipa merk WAVIN jenis AW 1¼, Rp.13.503.678 untuk pipa merk WAVIN jenis AW 1, Rp.13.503.678,32 untuk pipa merk TM jenis AW 4, dan Rp.21.367.273,47 untuk pipa merk TM jenis D 3. Kata kunci: Sistem persediaan, klasifikasi ABC, metode EOQ, total cost.
KAJIAN IMPLEMENTASI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DENGAN METODE TRAFFIC LIGHT SYSTEM DI PT.SULINDAFIN
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 12, No 1 (2016): JURNAL INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to determine the level of mapping at traffic light system based on the level of accident and the application of implementation communication K3 and to identify the high level of accidents on departments (groups) which has the highest level of accidents and also to compare the safety score calculation by mapping at traffic light system. The methodology that used in this research is safety score calculation, traffic light system and cause and effect diagram. As the result, known that the mapping on the table of traffic light system obtained the result of implementation level K3 program at PT.SULINDAFIN is on level three (caution cataegories). Meanwhile, departments (groups) which has the highest level of accidents in 2013 until 2015 is department of utility (Bintang Timur).  For the calculation of safety score in 2013-2014, obtained +0,4827 per 1 million human work hours and in 2014-2015 obtained -0,4126 per 1 million human work hours. Both of those scores are in the limit +2,00 until ‒2,00 which explained that the implementation program of K3 doesn’t change or in constant condition. It is proved by the mapping on the traffic light system table which shown the implementation program of K3 is on level three(caution). Keywords: Implementation of K3, healthy and safety work, safety score, traffic light system AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan level pemetaan pada traffic light system berdasarkan tingkat kecelakaan dan penerapan implementasi komunikasi K3 dan mengidentifikasi penyebab tingginya tingkat kecelakaan pada departemen (gugus) yang memiliki tingkat kecelakaan tertinggi serta membandingkan perhitungan safety score dengan pemetaan pada traffic light system. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan safety score,traffic light system dan cause and effect diagram. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pemetaan pada tabel traffic light system didapatkan hasil level implementasi program K3 di PT.SULINDAFIN berada pada level 3 (hati-hati). Sedangkan departemen (gugus) yang memiliki tingkat kecelakaan tertinggi selama tahun 2013 sampai 2015 adalah departemen Utility (Bintang Timur). Untuk perhitungan safety score pada tahun 2013-2014, didapatkan hasil sebesar +0,4827 per satu juta jam kerja manusia dan pada tahun 2014-2015 diperoleh nilai safety score sebesar -0,4126 per satu juta jam kerja manusia. Kedua nilai tersebut berada pada batas +2,00 s/d ‒2,00 yang menunjukkan bahwa implementasi program K3 tidak mengalami perubahan atau masih dalam kondisi tetap. Hal ini dibuktikan dengan pemetaan pada tabel traffic light system yang menunjukkan implementasi program K3 berada pada level 3 (hati-hati). Kata kunci: Implementasi K3, kesehatan dan keselamatan kerja, safety score, traffic light system 

Page 1 of 1 | Total Record : 5