cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6289661704102
Journal Mail Official
publikasi@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/inovisi/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Inovisi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 02169673     EISSN : -     DOI : -
INOVISI Jurnal Teknk Industri published by Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul. This journal is an open access, peer-reviewed, this journal dedicated to the publication of research in all aspects of regional dan urban planning scopes. Jurnal INOVISI is published two times a year and accepts original research articles featuring well-designed studies with clearly analyzed and logically interpreted results.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 01 (2012): INOVISI" : 5 Documents clear
Usulan Perbaikan Sistem Kerja Unit Pengantongan Pupuk Urea Pt. Pupuk Kujang Dengan Metode Rough Cut Capacity Planning (Rccp)
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 8, No 01 (2012): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakUnit Pengantongan Pupuk Urea merupakan unit yang bertugas untuk finishing proses pupuk yang telah diproduksi. Adapun proses kerja pada unit ini yaitu: pengisian pupuk ke kantong berukuran 50 kg, packaging, quality control berat dan jahitan, serta melakukan rework dan lain-lain. Dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin ketat, unit Pengantongan Pupuk Urea PT. Pupuk Kujang ingin melakukan penyesuaian kapasitas produksi yang optimal agar produksi dapat berjalan efektif dan efisien. Berdasarkan hasil pengolahan data, diketahui bahwa Unit Pengantongan Pupuk Urea memiliki ketersediaan kapasitas yang sangat besar  pada WC 1 sebesar 2126.25 Jam dan WC 2,3,4 sebesar 8505 Jam, sedangkan kapasitas yang dimilikinya dengan metode CPOF untuk WC 1 sebesar 131.73 Jam, WC 2 sebesar 8429.16 Jam, WC 3 sebesar 395.12 Jam dan WC 4 sebesar 4346.31 Jam. Selanjutnya dengan metode BOL ketersediaan yang di miliki untuk WC 1 sebesar 106.01 Jam, WC 2 sebesar 8347.5 Jam, WC 3 sebesar 371.01 Jam dan WC 4 sebesar 4346.01 Jam. Hal itu tentunya sangat tidak efektif dan efisien karena menimbulkan biaya produksi menjadi tinggi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil perbandingan antara kapasitas yang tersedia dengan kapasitas yang dibutuhkan pada setiap work center, didapat bahwa selisih perbandingan dengan metode CPOF per 6 bulan, yaitu: WC ke-1 sebesar  1994.52 jam, WC ke-2 sebesar 75.84 jam, WC ke-3 sebesar 1731.13 jam, dan WC ke-4 sebesar 2032.44 jam. Sedangkan dengan metode BOL, yaitu: WC ke-1 sebesar 2020.24  jam, WC ke-2 sebesar 157.5 jam, WC ke-3 sebesar 1755.24 jam, dan WC ke-4 sebesar 2032.74 jam. Usulan perbaikan yang dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan adalah WC ke-1 dan 3 menggunakan 1 orang, dan WC ke-4 menggunakan 3 orang. Usulan perbaikan yang dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan adalah metode perhitungan kapasitas menggunakan metode CPOF dikarenakan selisih perbandingan antara kebutuhan dan ketersediaan kapasitas pada metode CPOF lebih kecil daripada metode BOL.Kata Kunci : RCCP, Rough Cut Capacity Planning, Pengukuran Kapasitas, Optimalisasi Kapasitas.
Pengendalian Kualitas Beton Melalui Pengujian Kuat Tekan Dengan Metode Design Of Experiment (Doe)
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 8, No 01 (2012): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKualitas beton yang akan digunakan haruslah mempunyai standart kualitas yang telah ditetapkan, pada proyek PLTU Ampel Gading dimana beton digunakan sebagai pondasi  adalah tipe K-175 dengan standar kuat tekan sebesar 175 kg/cm2. Permasalahan yang timbul apakah semua beton pondasi yang disuplai memiliki kualitas yang standar ? Sifat-sifat beton keras yang penting adalah kekuatan karakteristik, kekuatan tekan, tegangan regangan, susut rangkak, reaksi terhadap temperatur, keawetan dan kekedapan terhadap air. Dari sifat-sifat tersebut yang terpenting dan berkaitan dengan kekuatan beton adalah kekuatan tekan. Pengujian kuat tekan dilakukan dengan menggunakan Hummer test.  Dalam hal ini kuat tekan beton merupakan gambaran mutu beton yang kaitannya dengan struktur beton, alasan lain kuat tekan beton merupakan parameter penting karena beton tahan terhadap tekanan daripada tarikan. Menggunakan Metode Design Of Eksperiment (DOE) dihasilkan bahwa Nilai kuat tekan beton lebih dipengaruhi oleh faktor penyiraman dan lama pengeringan. Rata-rata nilai kuat tekan beton sebesar 175,33. Ini berarti kualitas beton yang dihasilkan sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan.Kata kunci : kualitas, DOE, kuat tekan
Menurunkan Waktu Proses Machining Edm Untuk Elektroda Penembus Gagang Lifter Pada Mould Core Cover Inner Di Pt Astra Honda Motor Dengan Metoda Fmea
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 8, No 01 (2012): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDMD (Dies Manufacturing Division) adalah salah satu divisi di PT Astra Honda Motor, yang bertugas menyediakan sekaligus merawat cetakan mould dan dies casting. Pada tahun 2010 PT AHM meluncurkan sebuah produk sepeda motor tipe retro scooter matic dengan nama Scoopy. Pada pengerjaan mould pertama (dari dua mould yang akan dibuat) terjadi keterlambatan proses EDM pada mould bagian core untuk produk cover inner (salah satu bagian / part dari motor Scoopy). Untuk mengurangi kejadian serupa pada pengerjaan mould kedua maka dilakukan penelitian untuk masalah tersebut. Dari hasil analisa diketahui keterlambatan proses di EDM yang terbesar terjadi saat proses machining EDM dengan elektroda penembus gagang lifter. Dengan menggunakan metoda analisis FMEA (Failure Mode and Effect Analysis), diketahui penyebab keterlambatan proses machining tersebut dikarenakan offset yang diberikan kepada elektroda penembus gagang lifter tidak tepat (pada pengerjaan mould pertama elektroda diberikan offset 0,5 mm). Dari ujicoba offset didapatkan besaran offset yang tepat untuk mendapat waktu proses machining yang cepat adalah sebesar 0,3 mm. Hasil ujicoba ini kemudian diterapkan pada pembuatan mould kedua, dan hasilnya waktu proses machining EDM untuk elektroda penembus gagang lifter turun sebesar 42,34% dibandingkan dengan proses machining EDM pada mould pertama.      Kata kunci : machining EDM, mould, lifter, FMEA, elektroda, offset 
Menentukan Persediaan Optimal dengan Metode EOQ dan Stochastic di PT. Suka Sukses Sejati
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 8, No 01 (2012): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Suka Sukses Sejati adalah perusahaan distributor yang memperdagangkan produk-produk kosmetik. Di departemen logistik terjadi permasalahan pada persediaan barang yaitu banyaknya penumpukan barang digudang. Kondisi seperti ini perlu dilakukan kontrol persediaan sehingga tidak terjadi pemborosan akibat overstock dan overbudget. Penelitian ini mengusulkan kondisi persediaan yang optimal pada item Ja Hwa yang termasuk klasifikasi A (melalui klasifikasi ABC) yaitu item Day & Night Cream, Night Cream dan Day Cream. Kondisi optimal disini adalah kondisi kuantitas persediaan yang memiliki total cost terkecil, sedangkan metode yang digunakan untuk perhitungan adalah dengan EOQ (tanpa safety stock dan dengan safety stock) dan Stochastic. Dari hasil perhitungan tampak bahwa kondisi optimal didapat dengan metode EOQ tanpa safety stock dengan total cost masing-masing Rp 1.744.723.441,38 untuk Day & Night Cream, Rp 815.211.777,56 untuk Night Cream dan Rp 768.008.710,59 untuk Day CreamKata kunci: overstock, klasifikasi ABC, total cost
Strategi Pengembangan Agroindustri Kakao Berbasis Kelompok Tani Di Propinsi Sumatera Barat
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 8, No 01 (2012): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractWest Sumatrasince 2005 was declaredas a center for Indonesian cocoaat western portion. Various programs for the production and productivity of cocoa launched by the provincial government and the central government. Neither the form ofthe expansion of planting area and also the provision of quality seeds of cocoa. Almost allareasin West Sumatra suitable for the cultivation of cocoa, so the cocoa planting area covers almost all the districts in the province. Added acreage make significant increase of cocoa production in West Sumatra. Increased production, planning should be made to anticipate the marketing of cocoa production people. One way is to establish agro-based cocoa in West Sumatra province. This paper will discuss the selection of the center location sand their cocoa agro-based development strategy community. The selectionis based on the development strategy of the group with the intention that added value can come enjoyed by the group. The plan consists ofa medium-term strategy and along term target of total area and total production.Keywords: cocoa, strategicplans, MPE, AHP

Page 1 of 1 | Total Record : 5