cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana@uniku.ac.id
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien nomor 36A Cijoho Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : https://doi.org/10.25134/
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 2 (2019)" : 5 Documents clear
KONFLIK BATIN TOKOH PAK FAUZAN DAN PAK ISKANDAR DALAM NOVEL “KAMBING DAN HUJAN” (Telaah Psikologi Sastra) Ika Nur Dayana; Eggy Fajar Andalas
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 15 No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/rfynfr73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk konflik batin tokoh Pak Fauzan dan Pak Iskandar dalam novel “Kambing dan Hujan” karya Mahfud Ikhwan. Masalah pada penelitian ini adalah adanya konflik batin yang terjadi pada tokoh Pak Fauzan dan Pak Iskandar. Konflik batin tersebut mengakibatkan gangguan psikologis pada kedua tokoh tersebut. Untuk mengupas hal tersebut digunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Teori psikoanalisis digunakan sebagai pembedah konflik batin yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu novel “Kambing dan Hujan”, sedangkan data yang digunakan berupa dialog dan narasi dalam novel. Hasil penelitian ini berupa konflik batin antara lain: (1) Adanya pertentangan yang tidak sesuai keinginan. (2) Harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. (3) Kecemasan dalam menghadapi masalah.
PENGGALIAN NILAI-NILAI TRADISI SINGO ULUNG SEBAGAI RELEVANSI PEMBELAJARAN Septania Indri Winarni
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 15 No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/sd31nv51

Abstract

Menanamkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dalam lembaga pendidikan salah satunya melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia. Disinilah bertemu antara pendidikan dan kebudayaan lokal. Pembelajaran Bahasa digunakan untuk mengkomunikasikan kearifan lokal masyarakat setempat, salah satunya Bondowoso yaitu Singo Ulung. Pembelajaran yang efektif merupakan pembelajaran yang bersifat kontekstual. Pembelajaran kontekstual yaitu hal yang dipelajari oleh peserta didik sesuai dengan kondisi nyata yang dialami oleh peserta didik itu sendiri. Peserta didik akan mudah memahami pembelajaran ketika materi pembelajaran dikaitkan langsung dengan kehidupan nyata. Peserta didik tidak mengandai-andai suatu kejadian yang ada di dalam teks.
BAHAN AJAR MATAKULIAH BAHASA INDONESIA UNTUK JURUSAN ILMU HUKUM Suhardi
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 15 No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/4qreft31

Abstract

Artikel ini menguraikan tentang hasil penelitian analisis kebutuhan bahan ajar mata kuliah bahasa indonesi pada jurusan ilmu hukum. Penelitian ini merupakan penelitian kulitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengolahan data dilakukan dengan langkah, reduksi, klasifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar matakuliah bahasa indonesia jurusan ilmu hukum mencakup materi tentang (1) membaca dengan analisis untuk mengetahui gagasan atu ide-ide bacaan dan melakukan penilaian bahan bacaan, (3) mendeskripsikan suatu kejadian yang beraspek hukum dalam bentuk tertulis secara objektif, (4) menulis karya ilmiah, (5) menyimak, dan (6) berbicara ilmiah. Penelitian ini juga merekomendasikan penyesuaian silabus mata kuliah Bahasa Indonesia.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS X SMA Nurhesti Rahmadani; Ade Maruli Tua Dongoran; Rosmawati Harahap
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 15 No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/yrae7550

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah proses pengembangan bahan ajar teks eksposisi, efektivitas hasil pengembangan bahan ajar teks eksposisi dan kelayakan hasil validasi ahli pada siswa kelas X SMA Negeri 14 Medan Tahun Pembelajaran 2018-2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan bahan ajar teks eksposisi, efektivitas penggunaan bahan ajar teks eksposisi dan kelayakan hasil validasi ahli pada siswa kelas X SMA Negeri 14 Medan Tahun Pembelajaran 2018-2019. Penelitian ini menggunakan metode R&D. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 14 Medan. Penelitian ini menggunakan instrumen nontes dan instrumen tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar menulis teks eksposisi pada siswa kelas X SMA Negeri 14 Medan Tahun pembelajaran 2018-2019, dimana sebelum proses pengembangan bahan ajar menulis teks eksposisi berada pada kategori cukup dan kemudian meningkat menjadi baik setelah proses pengembangan bahan ajar menulis teks eksposisi di kelas X SMA Negeri 14 Medan Tahun Pembelajaran 2018-2019.
REPRESENTASI CERITA KARNADI ANEMER BANGKONG SEBAGAI IDENTITAS MASYARAKAT SUNDA Arip Hidayat
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 15 No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/tvsxsz38

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bentuk representasi, perubahan representasi, serta pandangan tentang representasi cerita Karnadi Anemer Bangkong. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif dengan teknik penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan dengan metode diakronis. Metode diakronis merupakan penelitian resepsi sastra yang dilakukan terhadap tanggapan-tanggapan pembaca dalam beberapa periode. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Rasiah Nu Goreng Patut serta karya-karya lain yang bercerita tentang Karnadi Anemer Bangkong dan karya lain yang erat hubungannya dengan Karnadi Anemer Bangkong dari sejak 1928 sampai dengan tahun 2017. Data dikelompokkan berdasarkan tahun kemunculannya. Dalam hal ini dipilih tiga data yaitu Madraji : Carita Pantun Modern karya Suyudi, Fiksimini Karnadi Kiwari karya Tia Baratawiria, dan naskah drama Barok (Tidak Bodoh Tapi Tidak Tahu Sebab Tidak Pernah) karya Aan Sugiantomas. Hasil penelitian cerita Rasiah Nu Garong Patut (Karnadi Anemer Bangkong) mengalami berbagai macam bentuk representasi. Bentuk representasi itu diantaranya naskah dan scenario film dan sinetron, pantun (cerita pantun), fiksimini, dan naskah drama. Perubahan representasi dari Karnadi dan Madraji adalah pada bentuk. Madraji dalam bentuk cerita pantun, sementara Karnadi dalam bentuk novel. Dari segi isi, keduanya bercerita tentang kaum bawah yang kemudian merefleksikan kritik pada kemiskinan yang ada pada zamannya masing-masing. Kritik sosial menjadi pesan penting pada karya keduanya. Tia Baratawiria merepresentasikan Karnadi berbeda dengan cerita aslinya. Karnadi dalam fiksi mini Tia Baratawiria dibalik seratus delapan puluh derajat. Tia memposisikan Karnadi sebagai orang kaya, yang pada akhirnya nyaris sama seperti keluarga Eulis Awang yang sombong. Tia hendak memberikan pesan, bahwa jika seandainya Karnadi kaya pun sifatnya tidak akan berubah menjadi baik. Watak dan kepribadian manusia dipengaruhi oleh harta. Aan Sugiantomas merepresentasikan tokoh Barok berbeda dengan Karnadi. Jika Karnadi buruk rupa, maka Barok tampan. Barok secara fisik dan kedudukan berbeda, namun tetap mewakili kaum bawah. Melalui Barok Aan menggugat simbol-simbol kebodohan yang dilekatkan pada diri Barok yang tidak sekolah. Secara alur naskah Barok sama dengan cerita Karnadi Anemer Bangkong.

Page 1 of 1 | Total Record : 5