cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana@uniku.ac.id
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien nomor 36A Cijoho Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : https://doi.org/10.25134/
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 21 No 1 (2025)" : 22 Documents clear
EKSPLORASI STILISTIKA PADA NOVEL-NOVEL KARYA ANDREA HIRATA Tifani Kautsar; Arip Hidayat; Ahmad Nasrullah Nasution
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/t2g6r037

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini merupakan kajian stilistika pada novel Edensor, Ayah, Sirkus Pohon, Buku Besar Peminum Kopi, dan Guru Aini karya Andrea Hirata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan stilistika pada unsur pemajasan, penyiasatan struktur, dan citraan dalam novel-novel tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Edensor, Buku Besar Peminum Kopi, dan Guru Aini, pemajasan didominasi oleh metafora karena kesamaan genre komedi, petualangan, dan inspiratif. Sementara itu, dalam novel Ayah dan Sirkus Pohon, pemajasan lebih banyak menggunakan personifikasi yang sesuai dengan genre keluarga dan romantis. Pada unsur penyiasatan struktur, hiperbola mendominasi novel Ayah, Buku Besar Peminum Kopi, dan Guru Aini, yang memiliki kesamaan genre keluarga dan perjalanan. Sebaliknya, repetisi lebih banyak digunakan dalam novel Edensor dan Sirkus Pohon yang bergenre romantis dan inspiratif. Unsur citraan dalam semua novel lebih didominasi oleh citraan visual dibandingkan auditif dan kinestetik. Penggunaan citraan visual ini memperkuat deskripsi lingkungan dan suasana hati tokoh, serta membantu pembaca dalam membayangkan skenario yang dihadirkan secara lebih jelas dan mendalam.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM KARANGAN SISWA SEKO-LAH DASAR KELAS III DI MAJALENGKA Ana Purwitasari
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/brsepm37

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kesalahan penggunaan bahasa dalam menulis karangan sederhana tentang keluarga yang ditugaskan pada siswa sekolah dasar. Adapun sampel penelitian mencakup siswa Kelas III Sekolah Dasar Negeri Sidamukti II di Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Sekolah Dasar Negeri Sidamukti II dipilih karena lokasi sekolah terletak di kecamatan yang berbatasan dengan kecamatan di Kabupaten Sumedang. Hal ini dapat mempengaruhi Bahasa Sunda sebagai bahasa ibu para siswa yang merupakan Bahasa Sunda Dialek Majalengka dan berbeda dari Bahasa Sunda Dialek Priangan yang dituturkan di Kabupaten Sumedang. Dengan demikian, keadaan ini berpengaruh pada penguasaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua para siswa. Hasil analisis disajikan berupa narasi dan tabel, sedangkan penganalisisan kesalahan didasari oleh teori Tarigan tentang kesalahan berbahasa. Berdasarkan proses analisis diperoleh hasil bahwa kesalahan yang ditemukan dalam bahasa tulis siswa Kelas III berupa kesalahan leksikal muncul dalam teks 17 siswa, kesalahan fonologis yang dilakukan oleh 18 siswa, kesalahan morfologis terdapat dalam karangan 23 siswa, dan kesalahan sintaksis ditemukan dalam narasi yang ditulis oleh 25 siswa. Jika diubah kedalam bentuk persen, maka disimpulkan bahwa kesalahan leksikal sebanyak 68%, kesalahan fonologis sejumlah 72%, kesalahan morfologis mencakup 92%, dan kesalahan sintaksis yang mencapai 100% atau meliputi keseluruhan instrumen penelitian yang diteliti. Selain itu, terdapat dua karangan yang tidak valid dikarenakan kesamaan struktur, diksi, dan penggunaan tanda baca yang mencapai 100%. Beberapa kesalahan yang dilakukan siswa dipengaruhi oleh bahasa ibu dan ketidaktahuan siswa tentang ragam bahasa baku dalam Bahasa Indonesia sebagai bahasa target dalam pengamatan ini.
VISI KOSMOPOLITANISME DALAM NOVEL PERJALANAN SELIMUT DEBU KARYA AGUSTINUS WIBOWO Hadi Prasetyo; Fajar Diana Safitri; Anggit Febrianto
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/96xqd613

Abstract

Di Indonesia, sastra perjalanan mengalami perkembangan yang cukup pesat dan banyak menjadi bahan kajian di dalam penelitian-penelitian sastra. Akan tetapi, dari berbagai penelitian terdahulu yang telah dilakukan, belum ada penelitian yang mencoba mengkaji karya sastra perjalanan menggunakan teori Debbie Lisle. Secara umum, teori yang dipakai dalam berbagai penelitian terdahulu ialah teori sastra perjalanan yang digagas oleh Carl Thompson. Adapun dalam penelitian ini, penulis akan mencoba menyelisik visi kosmopolitan dalam novel Selimut Debu karya Agustinus Wibowo menggunakan teori sastra perjalanan Debbie Lisle. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode studi pustaka, yaitu dengan pembacaan yang cermat dan menyeluruh terhadap satuan-satuan linguistik berupa dialog, monolog, dan narasi yang terdapat dalam novel Selimut Debu. Data yang sudah terkumpul kemudian akan dianalisis menggunakan Teori Sastra Perjalanan Debbie Lisle. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa novel Selimut Debu memuat beberapa ciri khas kosmopolitanisme, yaitu: pertama, novel ini menampilkan penerimaan terhadap perayaan perbedaan; kedua, Agustinus membingkai setiap pertemuan dengan cara yang konstruktif yang sering kali menampilkan sisi empati dan simpati; ketiga, Agustinus terus bergerak, berpindah dari satu ruang ke ruang lain untuk menunjukkan keunikan perbedaan yang ia temui dan setiap ruang yang ia singgahi menjadi sarana untuk merayakan perbedaan identitas; dan keempat, penonjolan tradisi budaya merupakan elemen yang penting dalam novel Selimut Debu.
WACANA RESISTENSI PEREMPUAN DALAM FILM LIKE & SHARE (2022): ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS Arif Rohman Hakim; Valentina Edellwiz Edwar; Ritma Fakhrunnisa; Atika Silma Nabila
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/30daw196

Abstract

Artikel ini menganalisis konstruksi wacana dalam film Like & Share yang disutradarai oleh Gina S. Noer. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan analisis wacana kritis Sara Mills sebagai kerangka berpikir teoritis. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa film Like & Share menghadirkan wacana resistensi perempuan atas nilai dan stereotip patriarki dalam masyarakat. Film Like & Share menghadirkan wacana resistensi dengan cara menghadirkan posisi subjek perempuan yang tersubordinasi oleh nilai patriarki. Selain itu bagian awal film tampak bersepakat dengan konsep male gaze baik pada tataran visual yang maupun dialog film. Visual film menekankan pada tubuh perempuan sedangkan dialog menghadirkan perspektif perempuan atas nilai-nilai patriarkal. Wacana resistensi kemudian dihadirkan melalui dampak nilai patriarki kepada perempuan dan dinamika relasi kuasa yang terjadi pada relasi personal tokoh Sara dan Lisa. Strategi tersebut dapat dinyatakan efektif dalam menghadirkan konsep kesetaraan gender pada pembaca. Selain menghadirkan wacana resistensi, Like & Share juga mengangkat wacana women support women yang dihadirkan melalui relasi tokoh Sara dan Lisa.
SUARA RELIGIUS NASIONALIS IJO-ABANG TOKOH BESUT PADA KESENIAN BESUTAN Yuli Ardila Nahla Firdaus; Sony Sukmawan
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/c2f8a143

Abstract

Besut merupakan tokoh utama dari kesenian Besutan, yang dijadikan Pemerintah Kabupaten Jombang sebagai ikon budaya. Penamaan Besut diambil dari akronim bahasa Jawa ‘mbeto maksut’ yang berarti ‘membawa maksud’. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ‘maksud’ berdasarkan pemaknaan simbolik eksistensi tokoh Besut menggunakan teori semiotika Peirce, untuk mengungkap ekspresi nilai religiusitas dan nasionalisme sebagai pantulan karakter ijo-abang masyarakat Jombang. Dengan begitu, latar belakang simbolisasi tokoh Besut sebagai ikon budaya dapat teridentifikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis deskriptif interpretatif, dengan data utama berupa tuturan (kata), gerak dan gestur, serta tata kostum tokoh Besut, yang mengandung nilai religius-nasionalis. Hasil analisis data menunjukkan bahwa simbolisasi tokoh Besut menjadi ikon budaya Jombang, didasarkan pada pemaknaan tanda-tanda yang mencerminkan karakter ijo-abang, yaitu dari dimensi-dimensi nilai religiusitas; (1) Religious belief (Kepercayaan), (2) Religious felling (Penghayatan), serta (3) Religious effect (Pengalaman dan Konsekuensi), dan aspek-aspek nilai nasionalisme; (1) cinta tanah air, (2) persatuan dan kesatuan, serta (3) berani dan tanggung jawab.
PENERAPAN METODE PENGAJARAN AUDIOVISUAL PADA PEMBELAJARAN TEKS MELALUI MODEL PjBL DI SEKOLAH Nadhifatur Rizqien; Gigit Mujianto
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/55jyys82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah dalam penerapan metode audiovisual dengan model pembelajaran yang berbasis proyek di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa sumber data sekunder, yakni berasal dari sebuah video praktik mengajar dari seorang guru yang sedang mengikuti kuliah profesi atau PPG. Hasil penelitian ini ditemukan dua bentuk ujaran terkait dengan penyajian media pembelajaran, dua ujaran penjelasan project yang dilakukan oleh guru, serta dua ujaran terkait dengan pengembangan dan pengarahan guru. Serta ditemukan hasil bahwa terdapat enam tahap pelaksanaan model pembelajaran project-based learning (PjBL) dalam pembelajaran. Tahap pertama yakni Penentuan pertanyaan dasar atau project. Tahap kedua Perencanaan desain project. Tahap ketiga Penyusunan jadwal project. Tahap keempat Penyelasaian project dengan monitoring. Tahap kelima Pengujian hasil project. Serta tahap keenam yakni Evaluasi. Pembelajaran dengan penerapan model PjBL memberikan manfaat kepada siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan memberikat tantangan pada siswa sehinggamereka memperoleh kepuasan dengan menemukan pengetahuan baru bagi dirinya sendiri.
MEMBANGUN RETORIKA GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING Windy Hamidha; Gigit Mujianto
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/m7tad083

Abstract

Penggunaan bahasa menjadi penting dalam berkomunikasi. Berbicara mengenai komunikasi maka retorika merupakan media yang sering digunakan oleh pembicara di depan banyak orang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ujaran retorika yang digunakan guru dalam pembelajaran di kelas dan penerapan metode problem based learning. Sumber data penelitian berasal dari channel youtube Irma Masruroh berupa vidio pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI di MA KH Syafi'i Pekalongan Jawa Tengah. Hasil retorika yang ditemukan terdiri dari 4 ujaran retorika logos, 2 ujaran retorika pathos, 3 ujaran retorika ethos, 2 ujaran retorika rhyme, 4 ujaran retorika anaphora, dan 3 ujaran retorika parison. Selain itu, dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan 5 fase dalam proses pembelajaran yaitu yaitu mengorientasikan siswa pada masalah, mengorganisasi siswa untuk mengeksplorasi masalah, membimbing dan mengarahkan siswa secara individu maupun kelompok dalam penyelesaian masalah, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
KETIDAKSETARAAN SOSIAL DALAM NOVEL RE: DAN PEREMPUAN KARYA MAMAN SUHERMAN Rika Apriliani; Insani Wahyu Mubarok; Dian Karina Rachmawati
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/zbfka059

Abstract

Bentuk ketidaksetaraan sosial bisa muncul dalam kehidupan masyarakat dalam misalnya ketimpangan ekonomi, perbedaan kelas sosial. Ketidaksetaraan sosial merupakan isu yang kompleks dan terus berkembang, menyentuh berbagai lapisan dan kelompok dalam masyarakat, termasuk pekerja seks. Novel Re: dan Perempuan menggambarkan berbagai sisi kehidupan perempuan, termasuk kekerasan, diskriminasi, dan perjuangan mereka untuk mencapai keadilan serta martabat yang sering terabaikan. Kisah dalam novel ini menarik untuk diteliti dari segi ketidaksetaraan sosialnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana bentuk ketidaksetaraan sosial digambarkan dalam novel Re: dan Perempuan karya Maman Suherman. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi bentuk-bentuk ketidaksetaraan sosial yang tecermin dalam novel Re: dan Perempuan karya Maman Suherman. Teori yang digunakan, yaitu marxisme tentang kelas-kelas sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dijabarkan secara deskriptif. Data peneltian berupa cuplikan-cuplikan yang ada pada novel Re: dan Perempuan, teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode baca dan catat. Hasil penelitian ini, novel Re: dan Perempuan ditemukan empat karakteristik ketidaksetraan sosial, yaitu kapitalisme, eksploitasi, ketidaksetaraan kelas, kesadaran sosial. Penelitian ini dapat diterapkan dalam dunia pendidikan untuk membangun kesadaran kritis siswa terhadap ketidaksetaraan sosial melalui sastra. Selain itu, materi dari penelitian ini dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran bahasa Indonesia, dan sosiologi guna menanamkan nilai-nilai sosial, pemikiran kritis, serta empati terhadap kelompok rentan.
`DINAMIKA KONFLIK DALAM STRUKTUR NARATIF PADA NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN Dea Restu Pramudita; Dzarna; Eka Nova Ali Vardani; Fitri Amalia
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/20mwsk17

Abstract

Penelitian ini membahas tentang dinamika konflik yang ada dalam struktur naratif pada novel Eka Kurniawan yang berjudul Cantik Itu Luka. Novel ini menggabungkan realisme magis dengan sejarah Indonesia, menggambarkan berbagai peristiwa sosial dan politik dalam kehidupan tokoh-tokohnya. Komponen utama cerita ini adalah konflik, baik internal maupun eksternal, yang menunjukkan pergulatan emosi dan moral para tokoh. Menurut Elok dkk. (2019) Emosi merupakan salah satu bentuk dari keadaan atau perasaan yang menggambarkan seseorang mengalami berbagai macam peristiwa. Untuk mempelajari pola konflik dan bagaimana konflik memengaruhi alur cerita, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naratif. Konflik internal, seperti trauma Dewi Ayu, memberikan kedalaman psikologis kepada karakter. Sebaliknya, konflik eksternal, seperti perseteruan Dewi Ayu dengan Komandan Kamp, menunjukkan perjuangan karakter terhadap kekuatan luar yang menindas. Selain itu, penelitian ini membahas bagaimana konflik dijelaskan melalui pendekatan naratif. Fokalisasi internal memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pikiran dan perasaan karakter, seperti yang terlihat dalam doa Dewi Ayu yang meminta anaknya dilahirkan dalam keadaan buruk untuk melindunginya dari kesulitan. Dinamika hubungan antar tokoh dan lingkungan sosial mereka juga digambarkan melalui pendekatan dialog langsung dan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur naratif novel menggabungkan konflik internal dan eksternal secara teratur, menciptakan alur cerita yang kompleks dan mendalam. Konflik internal, seperti dilema moral dan ketakutan tokoh, sering kali menentukan pemahaman tentang motivasi mereka. Konflik eksternal, di sisi lain, menghubungkan tokoh dengan masalah sosial dan politik yang lebih luas, memberikan konteks historis yang mendukung tema-tema novel. Oleh karena itu, Cantik Itu Luka mencerminkan sejarah, masyarakat, dan realitas sosial Indonesia. Penelitian ini juga membantu penelitian sastra, terutama tentang cara konflik dapat digunakan untuk membuat narasi yang kompleks. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa teknik naratif tidak hanya berfungsi sebagai cara untuk bercerita, tetapi juga sebagai cara untuk mengungkapkan dinamika sosial dan kedalaman psikologis yang memengaruhi tokoh. Penelitian ini menawarkan cara baru untuk melihat struktur naratif novel Indonesia..
PENERAPAN METODE PENGAJARAN SQ3R DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA SMP Belva Yulvia Doviani; Fitri Amilia; Yerry Mijianti; Dina Merdeka Citraningrum
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/w76xrq86

Abstract

Pada persiapan penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode pengajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas VII di SMPN 3 Ambulu. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya kemampuan siswa dalam memahami teks bacaan, yang disebabkan oleh kurangnya metode pembelajaran yang interaktif. Metode SQ3R dipilih karena pendekatannya yang sistematis dan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman membaca. Perencanaan penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes hasil belajar, baik pre-test maupun post-test. Penerapan metode ini juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan motivasi membaca. Dengan demikian, metode SQ3R dapat direkomendasikan sebagai strategi efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman di tingkat sekolah menengah pertama

Page 1 of 3 | Total Record : 22