cover
Contact Name
Aditiameri
Contact Email
aditiameri65@yahoo.co.id
Phone
+6287804075290
Journal Mail Official
agrisia@borobudur.ac.id
Editorial Address
Gedung B Lantai 2 Fakultas Pertanian Universitas Borobudur Jl. Laksamana Malahayati No. 1 Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Agrisia: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Published by Universitas Borobudur
ISSN : -     EISSN : 26213443     DOI : https://doi.org/10.37721/agrisia.v17i1
Ruang lingkup jurnal ini mencakup berbagai aspek Pertanian, mulai dari Agroteknologi dan Agribisnis Agroteknologi: Agronomi, Ilmu Tanah, Pemuliaan Tanaman, Hama Penyakit Tanaman, Teknologi Pertanian dan Lingkungan Hidup, Hortikultura, Agroklimatologi, Proteksi Tanaman, Bioteknologi Pertanian, Paska Panen, Pertanian Berkelanjutan, Ekologi Pertanian, Inovasi Teknologi, serta Pengembangan Sistem Pertanian Modern. Agribisnis: Sosial Ekonomi Pertanian, Pemasaran, Manajemen Pertanian, Ekonomi Pertanian.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2019): Agrisia" : 5 Documents clear
ANALISIS PRODUKTIVITAS PENGGUNAAN TENAGA KERJA PADA USAHATANI KENTANG M. Noor Salim, Darwati Susilastuti dan Rini Setyowati
Agrisia: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 12 No. 1 (2019): Agrisia
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potato production in Indonesia is not yet optimal, influenced by many factors including the area of planting, the level of farmers' knowledge, the level of work expanse, working capital, the use of production facilities and their management. The purpose of this study was to determine the level of productivity of labor use in potato farming and to analyze the factors of production, namely the number of workers (out of work), age, education and duration of work on productivity of labor use.The study was conducted in Pangalengan Subdistrict, Bandung 2018. The number of samples was 30 potato farmers. Labor productivity is calculated based on the ratio between the amount of revenue and the amount of farmer's outflow. Data analysis with multiple linear regression. Optimizing the use of labor is calculated based on the elasticity of production, namely the ratio of the value of marginal products to labor costs.Simultaneously the amount of labor flow, age, education and length of work had a significant effect on the productivity of labor use with a contribution amount of 75.5%. Partially, the number of workers has a significant negative effect on the productivity of labor use, while age, education and length of work do not significantly affect the productivity of labor use.The optimization level of -9,589 <1, indicates that the use of labor in the study site is too much, so it is not optimal. The suggestion is that the use of labor needs to be recalculated, especially in the number of workers so that the maximum income of farmers. The need for job analysis in accordance with the stages of crop cultivation and the creation of networks within farmer groups or between farmer groups. Keywords: labor, age, education, length of work, outpouring productivity work, workforce optimization
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PDAM DAERAH TINGKAT II KABUPATEN BOGOR Ependi dan Suhikmat
Agrisia: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 12 No. 1 (2019): Agrisia
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dati II Kabupaten Bogor adalah perusahaan daerah yang bergerak dibidang jasa pelayanan air minum untuk kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja keuangan PDAM Dati II Kab. Bogor digunakan Pedoman Penilaian dan Pemantauan Kinerja Keuangan Perusahaan Daerah Air Minum berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No.690.900-327 tanggal 10 Mei 2005 dengan membandingkan sekelompok rasio keuangan seperti yang dikemukakan oleh James C. Van Home ( 1997: 155). Penilaian kinerja keuangan dan produktivitas PDAM Dati II Kabupaten Bogor dilakukan melalui analisa kinerja keuangan secara berkala, yang dikelompokkan menjadi : (1) Struktur Hutang : adalah gambaran kondisi keuangan PDAM yang dapat   menentukan   kemampuan   membayar   pinjaman   dengan memperhatikan Rasio Hutang terhadap Equity, Debt Coverage Ratio dan porsi pembayaran bunga terhadap pendapatan operasional (interest share of operating income).  (2) Efisiensi : adalah kemampuan PDAM didalam mengelola dan mengontrol seluruh pengeluaran dan pemasukan yang meliputi Pendapatan Operasional Air yang terjual, Perputaran Piutang/Tagihan, Pengeluaran Operasional Air Yang Didistribusikan, Working Ratio, Jumlah karyawan, kebocoran dan Current Ratio.  (3) Keuntungan : adalah kemampuan PDAM menghasilkan pendapatan dari operasional yang dapat dipergunakan untuk menutup biaya operasional dan pemeliharaan, investasi kembali serta pengembangan pengelolaan yang mencakup keuntungan, penjualan dan pengembalian Aktiva. Kata Kunci : Laporan Keuangan, Produktivitas, PDAM Dati II
Sistem Manajemen Mutu Pembuatan Ikan Asin Jambal Roti Sampai Dengan Pemasaran di Kabupaten Pangandaran ( Studi Kasus BUMD dan Nelayan di Kabupaten Pangandaran) Linda Firiyanti
Agrisia: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 12 No. 1 (2019): Agrisia
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menganalisis  besarnya  efisiensi  usaha  pengolahan  ikan  asin  di  Kabupaten  Pangandaran.  Menganalisis  besarnya  risiko  dalam usaha pengolahan ikan asin di Kabupaten Pangandaran.  Metode   dasar   penelitian   yang   digunakan   adalah   metode   deskriptif.   Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pangandaran. Pengambilan lokasi kecamatan dan kelurahan/desa  sampel  dilakukan  secara  purposive  sampling  yaitu  Kecamatan  Pangandaran  Selatan  dan  empat  kelurahan/desa  yaitu  Kelurahan  Pangandaran Kelurahan Bojong salawe Kelrahan Pananjung, Kelurahan  Pelabuhan Ratu,  dengan  alasan  daerah  tersebut  merupakan  sentra  usaha  pengolahan  ikan  asin  di  Kabupaten  Pangandaran.  Pengambilan  sampel  responden  dilakukan  secara  proporsional  sebanyak  30 orang. Jenis dan sumber data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan pencatatan. Hasil   penelitian   ini   menunjukkan   bahwa   biaya   total   rata-rata   usaha   pengolahan  ikan  asin  di  Kabupaten  Pangandaran  adalah  sebesar  Rp30.438.078,20  per  bulan.  Penerimaan  rata-rata  yang  diperoleh  sebesar  Rp33.216.666,67  per  bulan  sehingga   keuntungan   rata-rata   yang   diperoleh   produsen   ikan   asin   sebesar   Rp13.778.588,47 per bulan.        Usaha  pengolahan  ikan  asin  di  Kabupaten  Pangandaran  yang  dijalankan  selama  ini sudah efisien yang ditunjukkan dengan R/C ratio lebih dari satu yaitu sebesar 1,71,  yang  berarti  setiap  Rp  1,00  biaya  yang  dikeluarkan  dalam  kegiatan  usaha  pengolahan  ikan  asin  memberikan  penerimaan  sebesar  1,71  kali  dari  biaya  yang  telah  dikeluarkan.  Besarnya  nilai  koefisien  variasi  (CV)  usaha  pengolahan  ikan  asin di Kabupaten Cilacap sebesar 0,75 dengan nilai batas bawah keuntungan (L) sebesar minus Rp6.856.843,41. Hal ini berarti bahwa produsen ikan asin memiliki peluang  kerugian  dengan  jumlah  kerugian  yang  harus  ditanggung  produsen  sebesar minus Rp6.856.843,41.  Kata Kunci : Ikan Asin, Keuntungan, Efisiensi, Risiko
PENGARUH PASOKAN SIAP SAJI PRODUKSI TANAMAN HORTIKULTURA TERHADAP TINGKAT PENURUNAN SAMPAH ORGANIK DI WILAYAH JAKARTA TIMUR Nikmah Nikmah
Agrisia: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 12 No. 1 (2019): Agrisia
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil produk hortikultura antara lain sayuran dan buah-buahan, mengandung gizi terutama vitamin dan mineral yang dibutuhkan manusia setiap hari dalam keadaan segar.  Untuk mempertahankan keutuhan dan kesegarannya sampai ke tempat tujuan yang jauh, sayuran dalam pengangkutannya mulai dari petani sampai ke pasar-pasar tradisional di  DKI Jakarta masih menyertakan bagian tanaman sayur yang tidak dikonsumsi, antara lain bagian akar, batang dan daun pelindung, kulit dan tongkol jagung..   Keadaan demikian menimbulkan masalah, karena tangkai dan daun yang digunakan sebagai pelindung sayuran yang tidak terkonsumsi ini akan dibuang menjadi sampah organik, baik yang terbuang di pasar-pasar tradisional maupun di rumah tangga yang mengkonsumsi sayur-sayuran tersebut.  Sedangkan sampah organic yang tertimbun di kota-kota besar terutama di DKI Jakarta dengan jumlah 6.500 ton per hari sudah tidak tertampung di TPA.  Dari data survey terhadap terhadap bagian tanaman sayuran broccoli, kembang kol, jagung manis, katuk, bayam dan kangkung yang dibeli dari pasar menunjukkan, bahwa jumlah bagian terbuang in rata-rata sebesar 53,96 %  atau setara dengan 234,40 gram dengan asumsi kebutuhan sayur perkapita perhari menurut Ashari (1995) sebesar 200 gram per hari.  Dengan jumlah sampah organik sebesar 65% dari seluruh sampah (BPS, 2001), maka dari jumlah sampah 6.500 ton per hari (Bharuna, E 2012), jumlah sampah yang ditimbulkan oleh bagian tanaman yang diteliti sebesar .  Dengan demikian sampah organik yang ditimbulkan penduduk Jakarta  sama  dengan 2.836 ton per hari adalah bagian dari sampah sayuran yang diteliti.            Apabila sayuran dikemas sedemikian rupa sehingga bagian yang sayuran yang tidak dikonsumsi ditinggalkan di lahan petani, maka selain petani mendapatkan pupuk organik untuk lahan pertaniannya, jumlah sampah di DKI pun dapat diminimalir.  Kata Kunci : Sampah Organik, Tanaman Hortikultura, Produk Hortikultura
RESPON PENAWARAN JAGUNG (Zea mays) DI KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR Henita Fajar Oktavia
Agrisia: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 12 No. 1 (2019): Agrisia
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi respon areal jagung dan respon produktivitas jagung juga melihat bagaimana elastisitas penawaran jagung pada jangka pendek dan jangka panjang. Dari keempat variabel yang diteliti dan dilakukan pendugaan respon penawaran dengan pendekatan respon luas areal jagung yang signifikan hanya harga jagung 1 tahun sebelumnya dengan nilai 0,063. Dari kelima variabel yang diteliti dan dilakukan pendugaan respon penawaran dengan pendekatan respon produktivitas jagung, tidak ada satupun variabel yang signifikan. Nilai elastisitas untuk respon produktivitas tidak dihitung karena variabel harga jagung 1 tahun sebelumnya tidak signifikan terhadap produktivitas jagung. Maka, respon penawaran jagung di Kabupaten Malang hanya dilihat melalui nilai elastisitas luas areal. Hasil dari respon penawaran jagung pada jangka pendek lebih dari satu tetapi negatif, dapat diindikasikan telah terjadi perubahan harga yang berfluktuatif sehingga petani membuat keputusan mengenai peluang yang relatif kecil apabila akan melakukan penambahan areal jagung. Dilihat dari segi jangka panjang, dimana nilai elastisitas lebih dari 1 dengan nilai 2,72 seharusnya mengindikasikan harga jagung dapat membaik dengan adanya perbaikan dalam segi budidaya, bantuan dari pemerintah. Sehingga petani pada jangka panjang, dapat memutuskan untuk menanam jagung dalam kurun waktu yang lama dan keputusan tersebut dapat meningkatkan penawaran melalui peningkatan luas areal juga.Kata Kunci : Respon, Areal, Produktivitas, Penawaran, Jagung

Page 1 of 1 | Total Record : 5