cover
Contact Name
Fatqu Rizki
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6285642100292
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
Perum. Bumi Pucanggading, Jln. Watunganten 1 No 1-6, Kelurahan Batursari, Mranggen , Kab. Demak, Provinsi Jawa Tengah, 59567
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Klinik: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 2809235X     EISSN : 28092090     DOI : 10.55606
Core Subject : Health,
Klinik: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan diterbitkan 3 (tiga) kali dalam satu tahun yaitu Edisi Januari, Mei, dan September. Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan menyajikan hasil penelitian dan tinjauan pustaka sehingga jurnal ini bermanfaat bagi dokter, pengambil kebijakan, tenaga kesehatan, dosen serta mahasiswa yang tertarik dengan publikasi ilmiah terkait Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Articles 429 Documents
STUDI KASUS : ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny.E MASA KEHAMILAN TRIMESTER III, PERSALINAN, NIFAS, NEONATUS DAN KELUARGA BERENCANA
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2022): September: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v1i3.589

Abstract

This report is a comprehensive midwifery care carried out at the Maos Health Center in 2022 for Mrs. “E” G2P1A0 35 weeks 5 days of pregnancy which was carried out from January to March from the third trimester of pregnancy, maternity, postpartum, newborn and family planning services. The documented Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are indicators to see the welfare of a nation in determining optimal health status (Prawiroharjo, 2016). The number of maternal deaths in Indonesia in 2020 increased by 8.92% from the previous year, which was 4,221 to 4,627 people. One of the efforts made in reducing maternal and infant mortality is increasing quality antenatal care, with the aim of alleviating these morbidity and mortality rates. This report is a comprehensive midwifery care carried out at the Maos Health Center on Ny. “E” G2P1A0 The gestational age of 35 weeks 5 days was carried out from January to March from the third trimester of pregnancy, postpartum, postpartum, neonate and family planning services that were documented with the application of varney management and SOAP documentation. Based on the observations of this Final Project, no gaps were found between theory and practice during the implementation of comprehensive midwifery care provided from the initial visit to the last visit.
ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny.D MASA KEHAMILAN TRIMESTER III, PERSALINAN, NIFAS, NEONATUS DAN KELUARGA BERENCANA DI PUSKESMAS SAMPANG
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2022): September: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v1i3.595

Abstract

Kehamilan, persalinan, Bayi Baru Lahir, Nifas dan Keluarga Berencana bertujuan untuk memberikan pelayanan secara continuity of care untuk mencegah terjadinya komplikasi. Asuhan kebidanan diberikan kepada Ny.D mulai Januari sampai Maret. Metode asuhan kebidanan pada laporan tugas akhir ini menggunakan manajemen kebidanan berdasarkan 7 langkah varney dan SOAP pada Ny.D dari usia kehamilan 39+1 minggu sampai memutuskan untuk menggunakan KB Implant pada Nifas hari kedua. Asuhan kehamilan dilakukan kunjungan antenatal sebanyak 1 kali selama kehamilan. Pada trimester III dengan keluhan sering kenceng-kenceng yang merupakan kontraksi palsu dan ibu sudah tahu bahwa itu merupakan kontraksi palsu, sehingga selama kehamilan Ny.D dalam keadaan baik dan normal. Asuhan persalinan tanggal 24 Januari 2022 Ny.D bersalin secara normal, ditolong oleh bidan dan sesuai dengan APN, bayi lahir spontan belakang kepala, jenis kelamin Perempuan, BBL: 3100 gram, PB: 48 cm. Asuhan masa nifas pada Ny.D berjalan lancar dan tidak ada komplikasi pada ibu dan bayinya juga. Pada ibu dan bayi sudah diberikan KIE selama proses asuhan dan pada masa nifas ibu sudah memutuskan untuk menggunakan KB Implant pada hari kedua masa nifas. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan pada Ny.D diharapkan Ny.D dapat menerapkan KIE yang telah diberikan selama diberikannya asuhan sehingga kondisi ibu dan bayi tidak mengalami komplikasi.
KORELASI STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK BALITA
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022): Mei: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v1i2.622

Abstract

Perkembangan motorik harus diperhatikan karena merupakan awal dari kecerdasan dan emosional anak. Perkembangan motorik kasar membutuhkan nutrisi atau makanan agar bisa menghasilkan gerakan yang terkoordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak. Metode yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 44 anak yang berusia 1-24 bulan yang dibawa oleh ibu atau pengasuh keposyandu dengan keadaan sehat fisik maupun mental. Teknik pengambilan sampelnya adalah total sampling dengan jumlah 44 anak. Dengan analisa uji statistik Kendall’s tau. Hasil penelitian diperoleh 84,2% dengan perkembangan motorik kasar normal dan 43,2% dengan status gizi baik. Hasil uji statistik korelasi kendall’s tau sebesar 0,427 dengan nilai signifikansi sebesar 0,002. Nilai kendall’s tau kemudian dilanjutkan dengan uji Z secara manual dengan hasil Z hitung > dari Z tabel (4,08 > 1,960) maka dapat dinyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak usia 1-24 bulan di Posyandu Dwi Rahayu 3. Oleh karena itu disarankan kepada ibu-ibu yang mempunyai balita terutama usia 1-24 bulan untuk meningkatkan perawatan dan pemberian makanan yang bergizi pada anaknya supaya setatus gizi anak baik sehingga perkembangan motorik anak juga baik.
Tinjauan Kepuasan Pasien BPJS Terhadap Pelayanan Petugas Pendaftaran Rawat Jalan Di Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2022): September: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v1i3.623

Abstract

kepuasan pasien adalah suatu fase perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja pelayanan kesehatan yang didapat setelah pasien membandingkan dengan apa yang dirasakan. Pasien akan merasa puas jika kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama atau melebihi harapan. Dampak dari kepuasan pasien yang rendah terhadap pelayanan di pendaftaran rawat jalan yaitu dapat menyebabkan pasien tidak akan kembali berobat ke puskesmas dan menyebabkan pengunjung puskesmas berkurang. Peneliti akan melakukan penelitian dengan pasien dibagian pendaftaran rawat jalan di puskesmas kecamatan kepulauan seribu utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan petugas pendaftaran rawat jalan di puskesmas kecamatan kepulauan seribu utara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan model pengambilan sampel accidental sampling, dengan cara menyebarkan angket kepada 97 responden yang diukur pada 5 dimensi mutu pelayanan yaitu bukti fisik (tangibles), kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), asuransi (assurance), dan empati (empathy). Dari penelitian tersebut diketahui bahwa persentase kepuasan untuk dimensi bukti fisik (tangibles) 84,5%, kehandalan (reliability) 85,6%, ketanggapan (responsiveness) 78,4%, asuransi (assurance) 74,2%, dan empati (empathy) 80,4%. Dengan demikian diketahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan petugas pendaftaran rawat jalan di Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara sebesar 86,6% dan yang menyatakan tidak puas sebesar 13,4%. Berdasarkan dari hasil tingkat kepuasan yang diperoleh belum mencapai standar pelayanan minimal puskesmas yang telah dititipkan oleh menteri kesehatan yaitu ≥90%. Diharapkan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan khususnya di tempat pendaftaran pasien rawat jalan.
Laporan Kasus: Seorang Penderita dengan Kecurigaan Rabies
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2022): September: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v1i3.628

Abstract

Rabies is a zoonotic disease that can attack the central nervous system and can be fatal because it can cause death. Rabies is caused by an RNA virus of the genus Lyssavirus in the family Rhabdoviridae and can be transmitted to humans through contact with infected animals, particularly bites and scratches. Most cases (98%) were caused by dog bites and the rest by other animals such as monkeys and cats. This disease has a very poor prognosis, but can be prevented by vaccination. Rabies virus is a neurotrophic virus that can infect humans and cause fatal encephalitis. The purpose of this paper is to provide information on rabies cases, prevention, early symptoms to watch out for, and emergency management. A 45-year-old man has clinical encephalitis with suspected viral EC with suspected rabies dd/non-specific viral dd bacterial. Patients complain of not being able to swallow and afraid of water, restlessness, hypersalivation, patients are sensitive to sound, shortness of breath, difficulty swallowing, fear of wind, patients want to bite and hydrophobia, aerophobia and hypersalivation. Therapy in cases of rabies is to provide supportive care and isolation treatment. The prognosis for rabies patients is generally poor, because mortality can reach 100% after the rabies virus reaches the central nervous system, death from respiratory/cardiac arrest most often occurs within 2-3 days after the onset of rabies symptoms. After being bitten by an animal suspected of being rabid, cleaning the wound, administering VAR and SAR is an effective preventive measure against the transmission of the rabies virus.
KORELASI ANTARA PARITAS DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM PRIMER
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022): Mei: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v1i2.646

Abstract

This study aims to determine the correlation between parity and the incidence of primary postpartum hemorrhage. The research design used is a cross-sectional correlation design. This study was conducted at the Public Health Center (Puskesmas) in Pulau Untung Jawa Village, Kepulauan Seribu Selatan District, DKI Jakarta in 2021. The population in this study was mothers who experienced postpartum hemorrhage (500 ml/more) at gestational age ≥ 20 weeks in the first 24 hours after delivery. The sampling technique used in this study was saturated sampling. The data were analyzed using the Chi-squared test. From the results of the study, it was found that 29 cases of primary postpartum hemorrhage occurred. Most incidences of primary postpartum hemorrhage occurred at a high parity level (more than 1) as many as 20 cases (68.97%). After analyzing the data using the Chi-squared test based on dk = 1 and α = 0.05, the Chi-square table = 3.48 while the calculated Chi-square count = 4.16. The conclusion is obtained by comparing X² count with X² table, it is found that X² count is > X² table, which means that there is a correlation between parity and the incidence of primary postpartum hemorrhage. It means that women with high parity have a greater risk of experiencing primary postpartum hemorrhage. With the high incidence of primary postpartum hemorrhage at high parity, it is hoped that healthcare facilities can provide more intensive services. Preventive measures should be started since women are pregnant by doing good antenatal care, providing information about the occurrence of primary postpartum hemorrhage and paying attention to predisposing factors or history of primary postpartum hemorrhage.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTU TUNGGU PELAYANAN DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD LUWUK BANGGAI PADA MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN 2021
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): Januari: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v1i1.678

Abstract

Waiting time is the time used by patients to get outpatient service from the place of registration to getting doctor medical check up. Patient waiting time is one component has the potential cause dissatifaction. Purpose of this study was to look at the factors affect waiting time for service in outpatient instaations during covid-19 pandemic RSUD Luwuk Banggai. This study used a quantitative method with a cross sectional study design. Data collection used a questionnare. Sampel in this study were patients in the outpatients installations RSUD Luwuk Banggai. Total of 85 people. Data analysis used chi-Square test Indicate registration administration has effecton waiting time for service in outpatient installation (p value 0,000 < 0,05). Facilities and infrastructure affect affect patient waiting time from registering to receiving doctor service for 64,82 minutes. Registration administration, human resources and infrastructure have an affect on patient waiting time and patient waiting time in outpatient instalation service not in accordinate with established standard be appointed because medical record still manual and doctor slow in conducting medical check up. Expected the hospital used medical records based on SMIRS and increase the number of doctors.
KEBO LEAF ETHANOL EXTRACT (Euphorbia hirta L.) ANTI-INFLAMMATORY EFFECTS IN FEMALE WHITE RATS DETERMINED USING ARTIFICIAL UDEMA METHOD
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022): Mei: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v1i2.683

Abstract

An ordinary protective reaction to tissue damage brought on by physical trauma, chemical agents, or harmful microbiological agents is inflammation. The kebo excerpt plant has significant amounts of flavonoids, which have anti-inflammatory and antioxidant properties. This study used the artificial udema method to determine the anti-inflammatory effects of Kebo Petikan leaves (Euphorbia hirta L.) ethanol extract in female white rats. This study applied a subcutaneous 1% carrageenine inducer as an anti-inflammatory drug on the soles of rats' feet. Following the injection of the test material at doses of 26 mg, 52 mg, and 104 mg, a decrease in volume was the metric that was observed. The results of the study showed the anti-inflammatory effect of ethanol extract of kebo petikan leaves at a dose of 26 mg/5ml had a strength of 32.3%, a dose of 52 mg/5ml had a strength of 78.48 %, and a dose of 104 mg/5ml had a strength of 91.46% compared to drugs.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN ASI ESKLUSIF
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022): Mei: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v1i2.713

Abstract

Kondisi sehat dapat dicapai dengan merubah perilaku yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan yang sehat di rumah tangga, sekolah, dan tempat kerja. Standar pelayanan minimum (SPM) di Indonesia untuk ASI eksklusif 80%. Akan tetapi, berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Indonesia mulai tahun 2010 sampai 2013 menunjukkan rendahnya cakupan ASI eksklusif hingga pada tahun 2013 angka tersebut hanya mencapai 15,30%. Pemberian Air susu ibu (ASI) oleh ibu menyusui memerlukan dukungan dari orang terdekat, seperti anggota keluarga, teman, saudara, dan rekan kerja. Keluarga dalam hal ini suami atau orang tua dianggap sebagai pihak yang paling mampu memberikan pengaruh kepada ibu untuk memaksimalkan pemberian ASI eksklusif. Dukungan atau support dari orang lain atau orang terdekat, sangatlah berperan dalam sukses tidaknya menyusui. Semakin besar dukungan yang didapatkan untuk terus menyusui maka akan semakin besar pula kemampuan untuk dapat bertahan terus untuk menyusui. Tujuan : untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI Esklusif di Dusun Jati Sukoharjo. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode korelasi. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive sampling. Analisa data menggunakan uji Spearman-Rho. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ASI dalam adanya dukungan dan ada sebanyak 21 responden (65,5%) dan yang tidak esklusif sebanyak 11 responden (34,4%). Hasil penelitian diperoleh nilai probabilitas (p) =0,000 dengan nilai Korelasi Rank Spearman = -0,856 yang berarti bahwa keeratan dukungan keluarga dalam pemberian ASI Esklusif sangat kuat. Kesimpulan : terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI Esklusif.
GAMBARAN PENGETAHUAN RISIKO JATUH DAN KEPATUHAN PERAWAT TENTANG MANAJEMEN RISIKO JATUH
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022): Mei: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v1i2.717

Abstract

Latar Belakang : Masih ditemukannya pasien jatuh selama perawatan, data yang diperoleh dari rumah sakit ditemukan 10 insiden pada Januari-Oktober 2021. Tujuan: Mengetahui kepatuhan perawat tentang manajemen risiko jatuh di ruang rawat inap RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Metode penelitian: Penelitian deskriptif. Populasi 20 dengan sampel 20 menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil: Pengetahuan responden tentang risiko jatuh dengan kepatuhan manajemen resiko jatuh dewasa diketahui bahwa perawat yang memiliki tingkat pengetahuan baik yang patuh sebanyak 12 orang (85,7%), perawat dengan pengetahuan baik yang tidak patuh sebanyak 2 orang (14,3%). Perawat dengan pengetahuan kurang yang patuh sebanyak 2 orang (33,3%), dan perawat dengan pengetahuan kurang yang tidak patuh sebanyak 4 orang (66,7%). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan baik yang patuh sebanyak 12 orang (85,7%), perawat dengan pengetahuan baik yang tidak patuh sebanyak 2 orang (14,3%). Perawat dengan pengetahuan kurang yang patuh sebanyak 2 orang (33,3%), dan perawat dengan pengetahuan kurang yang tidak patuh sebanyak 4 orang (66,7%).

Page 3 of 43 | Total Record : 429