cover
Contact Name
Nurdin Amin
Contact Email
nurdin.amin@ar-raniry.ac.id
Phone
+6285207161847
Journal Mail Official
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Editorial Office Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2nd Floor Jln. Syech Abdur Rauf Banda Aceh 23111, Aceh, Indonesia
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Share
ISSN : 25490648     EISSN : 20896239     DOI : 10.22373/share
Core Subject :
Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam a peer reviewed, double-blind journal published by the Faculty of Islamic Economics and Business at Universitas Islam Negeri Ar-Raniry in Banda Aceh, Indonesia. SHARE publishes research and concept papers pertaining to the field of Islamic economics and finance in open-access format, allowing users to freely access and download the articles under the CC BY SA license. SHARE has been a CrossRef Member since 2017, which means that each paper published by the journal will have a unique DOI number.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Does Digital Waqf Intention Lead to Actual Use? Evidence from West Java Auni Alifah Sukirman; Indri Yuliafitri; Nabela Hapsari
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 15 No. 1 (2026): IN PROGRESS
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.0045

Abstract

Digital waqf has emerged as a transformative innovation in Islamic philanthropy, linking traditional endowment practices with contemporary digital technology; however, despite Indonesia’s estimated annual cash waqf potential of IDR 180 trillion, less than 2% has been realized due to limited public literacy and participation. This study aims to examine the determinants of digital waqf adoption by applying the Technology Acceptance Model (TAM), with particular attention to perceived usefulness, perceived ease of use, and waqf literacy in shaping behavioral intention and actual use. Data were collected from 271 Muslim respondents in West Java and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings indicate that perceived ease of use significantly influences both perceived usefulness and behavioral intention, while waqf literacy also positively affects intention. In contrast, perceived usefulness does not show a significant effect on behavioral intention, suggesting that ease, understanding, and cognitive-religious awareness play a more prominent role than functional benefits in encouraging participation. Behavioral intention is confirmed as a strong predictor of actual use, highlighting its role as a critical link between awareness and real engagement in digital waqf activities. These results extend the TAM framework by incorporating waqf literacy as a cognitive-religious factor relevant to philanthropic technology adoption. Practically, the study suggests that waqf institutions should prioritize user-friendly platform design, expand literacy initiatives, and strengthen trust through transparency and accessibility to convert intention into sustained participation. ABSTRAK - Apakah Niat Berwakaf Digital Mempengaruhi Penggunaan Aktual? Bukti dari Jawa Barat. Wakaf digital hadir sebagai inovasi penting dalam filantropi Islam yang menghubungkan praktik wakaf tradisional dengan teknologi digital modern. Namun demikian, dari potensi wakaf uang nasional yang diperkirakan mencapai Rp180 triliun per tahun, realisasinya masih di bawah 2% akibat rendahnya literasi dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi wakaf digital dengan menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM), khususnya persepsi kemanfaatan, persepsi kemudahan penggunaan, dan literasi wakaf dalam membentuk niat berperilaku serta penggunaan aktual. Data diperoleh dari 271 responden Muslim di Jawa Barat dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan berpengaruh signifikan terhadap persepsi kemanfaatan dan niat berperilaku, sementara literasi wakaf juga memberikan pengaruh positif terhadap niat. Sebaliknya, persepsi kemanfaatan tidak berpengaruh signifikan terhadap niat, yang mengindikasikan bahwa faktor kemudahan, pemahaman, dan kesadaran kognitif-religius lebih dominan dibandingkan manfaat fungsional dalam mendorong partisipasi. Niat berperilaku terbukti sebagai prediktor utama penggunaan aktual, yang menegaskan perannya sebagai penghubung antara kesadaran dan tindakan nyata dalam wakaf digital. Temuan ini memperluas TAM dengan memasukkan literasi wakaf sebagai dimensi kognitif-religius yang relevan dalam adopsi teknologi filantropi. Secara praktis, lembaga wakaf perlu mengutamakan desain platform yang mudah digunakan, memperluas program literasi, serta meningkatkan kepercayaan melalui transparansi dan aksesibilitas guna mendorong partisipasi berkelanjutan.
Islamic Philanthropy and SDGs: Evidence from Zakat Institutions in North Sumatra, Indonesia Prawira, Indra; Soemitra, Andri; Nasution, Yenni Samri Juliati
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 15 No. 1 (2026): IN PROGRESS
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.0046

Abstract

Islamic philanthropy has increasingly been recognized as a strategic instrument for advancing inclusive and sustainable development, particularly through zakat management aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs). This study examines the integration of zakat institutions with SDG implementation in North Sumatra, Indonesia, with a focus on SDG 1 (No Poverty), SDG 2 (Zero Hunger), and SDG 3 (Good Health and Well-being). The research aims to formulate a strategic model of Islamic philanthropy that strengthens the contribution of zakat institutions to sustainable development. A qualitative research design was employed using the Analytic Network Process (ANP) to identify and prioritize strategic elements within zakat governance and implementation. Data were collected through in-depth interviews, observations, documentation, and ANP-based pairwise comparisons involving regulators, practitioners, and academics. The findings indicate that zakat possesses significant potential to support sustainable development; however, its effectiveness remains constrained by weak institutional governance, limited human resource capacity, inadequate digital infrastructure, fragmented coordination, and low public trust in formal zakat institutions. The study identifies five strategic domains requiring improvement: governance, program relevance, inter-institutional coordination, economic sustainability, and public awareness. The ANP results further reveal three major priorities for institutional strengthening, namely enhancing supervisory functions, expanding public education regarding institutional zakat, and empowering mustahik through vocational and spiritual development programs. These findings highlight the importance of institutional reform, digital transformation, and empowerment-oriented zakat management in positioning Islamic philanthropy as a sustainable socio-economic development mechanism. ABSTRAK - Filantropi Islam dan SDGs: Bukti dari Lembaga Zakat di Sumatera Utara, Indonesia. Filantropi Islam semakin diakui sebagai instrumen strategis dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya melalui pengelolaan zakat yang terintegrasi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penelitian ini menganalisis integrasi lembaga zakat dengan implementasi SDGs di Sumatera Utara, Indonesia, dengan fokus pada SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Tujuan utamanya adalah merumuskan model strategis filantropi Islam yang mampu memperkuat kontribusi lembaga zakat terhadap pencapaian pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analytic Network Process (ANP) untuk mengidentifikasi serta memprioritaskan elemen-elemen strategis dalam tata kelola dan implementasi zakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, serta perbandingan berpasangan berbasis ANP yang melibatkan regulator, praktisi, dan akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat memiliki potensi signifikan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, namun efektivitasnya masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, antara lain lemahnya tata kelola kelembagaan, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, infrastruktur digital yang belum optimal, kurangnya koordinasi antarlembaga, serta rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga zakat formal. Penelitian ini mengidentifikasi lima area strategis yang perlu diperkuat, yaitu tata kelola, relevansi program, koordinasi kelembagaan, keberlanjutan ekonomi, dan peningkatan kesadaran publik. Temuan ANP juga menegaskan tiga prioritas utama dalam penguatan kelembagaan, yakni peningkatan fungsi pengawasan, perluasan edukasi publik terkait zakat kelembagaan, serta pemberdayaan mustahik melalui pengembangan keterampilan dan pembinaan spiritual. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan pentingnya reformasi kelembagaan, transformasi digital, dan penguatan pendekatan pemberdayaan agar filantropi Islam dapat berperan optimal sebagai instrumen pembangunan sosial-ekonomi yang berkelanjutan.

Page 2 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2026 2026