Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 20, No 2: November 2016"
:
10 Documents
clear
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI METODE STORY TELLING UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR
Nurwida, Martin
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 2: November 2016
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.59 KB)
|
DOI: 10.21831/jig cope.v20i2.13038
Keterampilan berbicara adalah suatu kemampuan mengucapkan atau melafalkan sesuatu gagasan yang ada pada diri individu yang melibatkan aspek pelafalan,kosakata, dan struktur. Tujuan dari berbicara adalah untuk mengungkapkan sesuatugagasan atau perasaan yang ada pada diri individu yang didapat dari hasil menyimak sesuatu materi atau bahan ajar. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa adalah metode storytelling atau bercerita. Bercerita merupakan kegiatan yang menyenangkan dan merangsang imajinasi siswa. Bercerita dapat mengembangkan kemampuan berbahasa mereka dan membantu mendalami karakteristik dalam cerita serta memperluas pemahaman mereka
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISTEM POLITIK DI INDONESIA MELALUI METODE CARAUSAL PADA SISWA KELAS X4 SMA NEGERI 1 YOGYAKARTA
Trisna Widyana
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 2: November 2016
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (844.112 KB)
|
DOI: 10.21831/jig cope.v20i2.13045
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi metode carausal dalam meningkatkan prestasi belajar materi Sistem Politik di Indonesia pada siswa kelas X4 SMA Negeri 1 Yogyakarta.Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mix methods) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sumber data dalam penelitian berasal dari siswa. Proses pengambilan data dalam penelitian melalui observasi, dan tes prestasi belajar. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis data kualitatif dengan mengacu pada model interaktif. Analisis data kuantitatif dengan mengacu pada teknik skor dari prestasi belajar.Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi metode pembelajarancarausal dapat meningkatan prestasi belajar siswa. Pada siklus I prestasi belajar banyak yang belum tuntas KKM-nya. Dari hasil post-test menunjukkan bahwa siswa yang pada pre-test belum memenuhi KKM, setelah diterapkan metode ini secara optimal dapat memenuhi KKM. Selain itu, skor siswa-siswi tersebut dikategorikan cukup sampai dengan amat baik. Kategori cukup sebanyak 11 siswa, kategori baik sebanyak 18 siswa, dan kategori amat baik sebanyak 6 siswa. Rerata skor pada siklus 1 hanya sebesar 57,5 menjadi 85 pada siklus 2. Dengan demikian, rerata prestasibelajar siswa mengalami peningkatan sebesar 27.5 dan seluruh siswa sebanyak 35 anak telah memenuhi KKM. Selain itu, sikap dan perilaku siswa menunjukkan santun dan partisipatif dalam diskusi kelas
OPTIMALISASI SUPERVISI AKADEMIK BERBASIS EVALUASI DIRI GURU (EDG) SECARA KOLABORATIF MELALUI PEER OBSERVATION PADA SEKOLAH BINAAN DI KOTA YOGYAKARTA
Reni Herawati
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 2: November 2016
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (818.745 KB)
|
DOI: 10.21831/jig cope.v20i2.13040
This school action research was aimed at optimizing the implementation of academic supervision based on collaborative self evaluation through peerobservation at SMA Negeri 10 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 6 Yogyakarta,dan SMA Sultan Agung Yogyakarta. It was done in two cycles through four steps: (1) planning, (2) acting, (3) observing, and (4) reflecting. The Data collection was conducted through questionnaires, observation, interviews, and documentation. The data was analyzed by using triangulation analysis. To gain the meaning of research success, the success indicator was decided by the level of teacher professionalism in implementing peer observation from 2 (two) dimensions: 1. teacher’s perception towards supervision, and 2. teacher’s competency. The analysis result gave the proof that peer observation resulted positive contribution for enhancing teacher’s professionalism measured by the betterment of teacher perception toward supervision: (1) Teachers felt comfortable; (2) Teachers were more motivated to decide the steps in improving learning activity; (3) Teachers felt as subjects not objects; (4) Teachers were participated in planning; (5) Teachers were participatedin analysis the result of supervision; (6) Teachers became open minded andmotivated; (7) Learning quality was improved; (8) Collegiality among teacher was well-built. Implementation of peer observation also gave significant improvement of teacher’s professionalism measured by four indicators: know how to do, can do, will do, and will grow with the result as follows: (1) ‘know how to do’ aspect resulted 33.3% increase from 66.7% became 100%; (2) ‘can do’ aspect resulted 58.3% increase from 33.3% to 92.7%; (3) ‘will do’ aspect gave good contribution as much as 36.1% from 59.7% to 95.8%; (4) Finally, ‘will grow’ aspect showed an 50% increasing from 44.4% to 91.4%. To sum up, the implementation of peer observation gained significant impact to omptimize the academic supervision
PERANAN ORANG TUA TERHADAP ANAK DALAM MENONTON TELEVISI YANG BERMANFAAT BAGI PERKEMBANGAN MORAL ANAK
Sri Wahyuni
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 2: November 2016
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.854 KB)
|
DOI: 10.21831/jig cope.v20i2.13046
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan/mengillustrasikan televisi yang ditonton oleh anak dirumah atau ditempat lain, pendapat orang tua terhadap acara televisi yang ditonton oleh anak, cara orang tua dalam memberikan bimbingan pada anak nya saat menonton televisi untuk perkembangan moral, hambatan orang tua untuk mengatasi hambatan orang tua dalam membimbing anaknya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriftif. Data penelitian yang berupa dokumentasi dan hasil wawancara dengan beberapa informasi orang tua anak. Hasilnya adalah deskrisi mengenai pengaruh televisi terhadap perkembangan moral anak
PEMBELAJARAN MEMBACA DENGAN PENDEKATAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI SISWA DI SEKOLAH DASAR
Riska Gantari
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 2: November 2016
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.685 KB)
|
DOI: 10.21831/jig cope.v20i2.13041
Membaca dan menulis (literasi) merupakan salah satu aktivitas penting yang mempengaruhi tingkat keberhasilan di sekolah maupun masyarakat. Berdasarkan hasil beberapa data disimpulkan bahwa kemampuan membaca siswa Indonesia masih rendah. Pada kenyataannya, literasi menjadi tolok ukur keberhasilan seseorang di masyarakat. Kemampuan siswa dalam hal literasi harus dikembangkan di sekolah-ekolah dasar sebelum melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Salah satu cara untuk mengembangkan budaya literasi dengan pembelajaran membaca dengan menggunakan pendekatan proses. Kegiatan membaca dapat diajarkan kepada anak dengan pendekatan proses yang meliputi beberapa tahapan membaca, yaitu tahapan persiapan membaca, kegiatan membaca, tahap merespon, tahap mengeksplor bacaan dan tahapan memperdalam interpretasi. Dengan pembelajaran membaca dengan pendekatan proses, kemampuan membaca siswa sekolah dasar akan meningkat dan budaya literasi terbangun baik pada anak sejak usia dini.
ACTIVE SHARING KNOWLEDGE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN GURU-GURU MATEMATIKA SMA/SMK BINAAN MELALUI PENDAMPINGAN DI KULON PROGO
- Giyarsih
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 2: November 2016
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1010.057 KB)
|
DOI: 10.21831/jig cope.v20i2.13047
Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan upaya pemecahan masalah yang ditemukan dalam supervisi akademik terhadap guru-guru Matematika disekolah binaan, menjelaskan langkah-langkah pemecahan masalah yang ditempuh pengawas disekolah binaan, dan menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran guru-guru Matematika di sekolah Binaan.Penelitian ini dilaksanakan pada sekolah binaan dengan objek guru-guru Matematika SMA/SMK di Kabupaten Kulon Progo sejumlah sepuluh orang. Strategi peningkatan kualitas pelaksanaan pembelajaran Matematikaadalah melalui treatmen pendampingan pembelajaran Active Sharing Knowledge antara lain tahap perencanaan,tahap treatmen pembelajaran Active Sharing Knowledge,prosedur pembelajaran Active Sharing Knowledge, danpengelolaan kelas.Berdasar hasil pendampingan terhadap sepuluh orang guru matematika binaan, penulis menyimpulkan bahwa guru-guru Matematika di Kabupaten Kulon Progo ternyata masih sangat memerlukan pendampingan dari pengawas khususnya mengenai pelaksanaan proses pembelajaran inovatif, masih perlu adanya motivasi pengawas terhadap guru Matematika, metode Active Sharing Knowledge dapat mengoptimalkan keaktifan guru dan siswa dari awal hingga akhir pembelajaran, meningkatkan kualitas proses pembelajaran, aktivitas siswa, penguasaan konsep, dan keterampilan guru dalam proses pembelajaran. Adapun besaran peningkatan tersebut sebagai berikut ini. Kualitas pembelajaran guru-guru Matematika dengan Active Sharing Knowledge sebesar 5%.Besarnya peningkatankeaktifan siswa mencapai 46%, sedangkan peningkatan penguasaan konsepMatematika mencapai 14%. Diperoleh refleksi positif dari hasil pendampinganpelaksanaan pembelajaran guru-guru Matematika dengan Active Sharing Knowledge sebesar 84% menyatakan setuju dan sangat setuju
MENUMBUHKAN BUDAYA MENULIS MELALUI JURNAL DENGAN PENDEKATAN PETA PIKIRAN BAGI SISWA SD
Henni Sofie Astuti
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 2: November 2016
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (446.854 KB)
|
DOI: 10.21831/jig cope.v20i2.13042
Sekolah diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia dengan kualitas tinggi yang memiliki kemampuan bekerja sama, berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis dan kreatif), terampil, memahami berbagai budaya, kemampuan komunikasi yang tinggi, dan mampu belajar sepanjang hayat. Berpikir tingkat tinggi, khususnya berpikir kreatif (creative thinking) merupakan kecakapan yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Namun kecakapan berpikir ini belum pernah dipelajari khususnya bagi siswa di sekolah. Salah satu strategi untuk melatih kecakapan berpikir kreatifsiswa di sekolah adalah dengan membuat peta pikiran (mind map) terhadap materi pelajaran yang sedang dipelajarinya. Dengan membuat peta pikiran siswa dilatih untuk berimajinasi, berkreasi, mengorgasisasikan materi pelajaran, dan memicu ide-ide orisinil atau baru yang berbeda dari yang telah ada. Dari peta pikiran tersebut, siswa dapat mengembangkan tema yang sudah ada menjadi sebuah tulisan. Menulis yang dianggap oleh sebagian siswa hal yang sulit akan menjadi mudah dengan jurnal. Jurnal yang ditulis ada enam macam yaitu jurnal pribadi, jurnal dialog, jurnal catatan, reading logs, learning logs, dan simulated journal. Dengan penggunaan peta pikiran dalam menulis jurnal, budaya menulis pada siswa sekolah dasar diharapkan meningkat
PENGGUNAAN METODE MAKE A MATCH DALAM PEMBELAJARAN IPS TENTANG LINGKUNGAN ALAM DAN BUATAN
Utami, Risa Adilah
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 2: November 2016
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.886 KB)
|
DOI: 10.21831/jig cope.v20i2.13048
Guru harus kreatif menggunakan berbagai metode belajar yang dapat menggairahkan siswa untuk belajar. Sejak sekolah dasar siswa harus mulaidigemarkan untuk belajar pengetahuan sosial, termasuk tentang lingkungan alam dan buatan. Salah satu metode yang tepat adalah make a match. Metode ini dapat dapat meningkatkan aktivitas dan motivasi belajar siswa. Mtode ini menyenangkan karena ada unsur permainan dan efektif sebagai sarana melatih keberanian siswa untuk mengkomunikasikan kepada siswa lain. Metode ini juga melatih kedisiplinan siswa untuk menyelesaikan tugas pada waktu yang tepat, dan melatih kerjasama antarsiswa untuk tidak membeda-bedakan lawan jenis, dan dapat diterapkan disemua mata pelajaran dan semua kelas
STRATEGI KWL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA DI SEKOLAH DASAR
- Erfin
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 2: November 2016
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jig cope.v20i2.13043
Perkembangan minat baca sekarang ini sangatlah rendah. Banyak faktor yang mempengaruhi kurangnya minat anak dalam membaca sehingga kemampuan membacanya pun sangat rendah. Siswa hanya mampu membaca tetapi tidak mengetahui inti dari bacaan yang dibacanya. Dalam pembelajaran membaca seringkali seorang pendidik mengalami kesulitan dalam menentukan strategi yang tepat untuk diterapkan guna meningkatkan kemampuan membaca pada siswa. Tujuan penulisan makalah ini adalah membantu guru khususnya guru SD dalam menentukansuatu strategi pembelajaran yang cocok digunakan dalam meningkatkan kemampuan membaca. Hasilnya ialah strategi KWL (Know Want to Learn) merupakan salah satu strategi yang tepat untuk pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca. Strategi tersebut terdiri dari tiga langkah yaitu menggali latar belakang pengetahuan siswa dengan cara brainstorming, kemudian menentukan hal-hal yang ingin diketahui dengan merumuskan pertanyaan yang berkaitan dengan teks yang akan dibaca, dan yang terakhir menentukan hal-hal yang telah dipelajari dengan caramenjawab pertanyaan yang telah mereka rumuskan pada langkah sebelumnya
MENINGKATKAN MINAT DAN KOMPETENSI SISWA PADA MATA PELAJARAN KOMPUTER AKUNTANSI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW: STUDI TINDAKAN KELAS PADA SISWA KELAS XI AKUNTANSI SMK NEGERI I DEPOK
Sovia, Siti
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 2: November 2016
Publisher : LPPM UNY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jig cope.v20i2.13044
Penelitian tindakan kelas ini,yang dilakukan melalui pembelajaran kooperatif model jigsaw yang telah dimodifikasi dan didesain menggunakan siklus dua putaran – Siklus I dan Siklus II, bertujuan untuk meningkatkan minat dan kompetensi siswa pada matapelajaran Komputer Akuntansi. Penelitian yang dilakukan pada semester I tahun pelajaran 2014/2015 ini melibatkan 31 siswa kelas XI Akuntansi SMK Negeri I Depok Sleman yang sedang mengambil mata pelajaran Komputer Akuntansi sebagai subjek penelitian. Dari hasil tes minat dan motivasi belajar yang dilakukan sebelum dan sesudah penelitian, dan perbandingan antara nilai UTS dan UAS semester I tahun pelajaran 2014/2015 untuk mata pelajaran Komputer Akuntansidiperoleh kesimpulan bahwa metode pembelajaran kooperatif model jigsaw dapat digunakan untuk meningkatkan minat belajar dan kompetensisiswa khususnya pada mata pelajaran Komputer Akuntansi dengan tingkat efektivitas mencapai 81.58% jauh lebih tinggi dibandingkan pendapat Newmann Thompson (1978) yang mengatakan bahwa tingkat efektivitas penggunaan model jigsaw hanya 17%