cover
Contact Name
Erwan
Contact Email
penerbit.blb@gmail.com
Phone
+6285156221429
Journal Mail Official
penerbit.blb@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Business Park Kebon Jeruk Blok I No. 21, Jl. Meruya Ilir Raya No.88, Desa/Kelurahan Meruya Utara, Kec. Kembangan, Kota Adm. Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Praktik Kebidanan (BIDANA)
ISSN : -     EISSN : 31234208     DOI : -
Core Subject :
BIDANA: Jurnal Ilmu dan Praktik Kebidanan adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan secara berkala oleh PT Bukuloka Literasi Bangsa dan berafiliasi dengan Stikes Budi Mulia Sriwijaya. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan platform bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi kebidanan untuk mempublikasikan karya ilmiah berkualitas yang berkaitan dengan ilmu kebidanan, praktik klinis, serta kesehatan ibu dan anak. Jurnal ini menerima artikel-artikel orisinal yang membahas berbagai topik terkait kebidanan, termasuk asuhan kebidanan, kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, keluarga berencana, serta promosi kesehatan wanita. Seluruh naskah yang diterima akan melalui proses review sejawat untuk memastikan kualitas dan validitas ilmiah. Dengan komitmen terhadap kualitas dan integritas, BIDANA: Jurnal Ilmu dan Praktik Kebidanan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu kebidanan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Fokus dan Ruang Lingkup BIDANA: Jurnal Ilmu dan Praktik Kebidanan menyediakan wadah bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi untuk mempublikasikan artikel ilmiah yang berasal dari hasil penelitian atau inovasi dalam bidang kebidanan dan kesehatan, dengan fokus pada konteks Indonesia dan perspektif global. Ruang lingkup jurnal ini mencakup: 1. Kehamilan 2. Persalinan 3. Nifas 4. Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Prasekolah 5. Keluarga Berencana 6. Kesehatan Reproduksi 7. Kesehatan Remaja 8. Kesehatan Lansia 9. Kesehatan Ibu 10. Kesehatan Anak Jurnal ini bertujuan untuk menjadi sumber informasi ilmiah yang berkualitas, memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu kebidanan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Ny. "A" di Puskesmas Antang Perumnas Tahun 2025 Nirwana; Endang Sulistyowati; Jumriana Ibriani; Srimarda J. Rahim
BIDANA: Jurnal Ilmu dan Praktik Kebidanan Vol. 1 No. 3 (2026): BIDANA: Jurnal Ilmu dan Praktik Kebidanan
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/bidana.v1i3.196

Abstract

Continuity of Midwifery Care (CMC) is continuous midwifery care from pregnancy through family planning that aims to detect problems early and reduce maternal and infant mortality. This case study aimed to provide continuous midwifery care for Mrs. "A" G1P0A0 from pregnancy to family planning at Antang Perumnas Primary Health Center, using the Varney midwifery management approach and SOAP documentation accompanied by home visits, conducted from March to June 2025. Mrs. "A", aged 24, attended six antenatal visits with a fundal height of 32 cm, an estimated fetal weight of 3,100 grams, and normal laboratory findings. Labour was normal: first stage 8 hours, second stage 45 minutes, third stage 10 minutes, and fourth stage 2 hours. A male infant was born spontaneously on 9 May 2025 with an APGAR score of 8/10, weighing 3,200 grams and measuring 48 cm, without congenital abnormalities. The postpartum and neonatal periods were normal, and the mother chose a three-month injectable contraceptive. Continuity of Midwifery Care for Mrs. "A" was comprehensively implemented from pregnancy, childbirth, and the postpartum period through the newborn stage without complications. The CMC approach proved effective in monitoring and improving maternal and infant health while supporting the government programme to reduce maternal and infant mortality in Indonesia. Keywords: Continuity of Midwifery Care; family planning; newborn; normal childbirth; postpartum period; pregnancy
Efektivitas Pijat Marmet terhadap Pengeluaran ASI pada Ibu Menyusui dengan Bendungan ASI Maslan Pangaribuan; Farida Simanjuntak; Astuti Widia
BIDANA: Jurnal Ilmu dan Praktik Kebidanan Vol. 1 No. 3 (2026): BIDANA: Jurnal Ilmu dan Praktik Kebidanan
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/bidana.v1i3.219

Abstract

Breast engorgement during the postpartum period can impede milk removal and breastfeeding success. This study aimed to analyze changes in breast milk output after Marmet massage among breastfeeding mothers with breast engorgement. A pre-experimental study with a one-group pretest–posttest design involved 30 mothers selected through total sampling. Marmet massage was administered twice daily for approximately 15 minutes from postpartum day 3 to day 10. Breast milk output was measured before and after the intervention and analyzed using a paired t-test after the data were confirmed to be normally distributed. Mean breast milk output increased from 44.80 mL to 197.90 mL, with a mean difference of 153.10 mL. The analysis showed a significant difference (t = −51.057; p < 0.001). These findings indicate that Marmet massage was followed by increased breast milk output in the studied group. However, interpretation should consider the absence of a control group and other factors that may influence lactation.   Keywords: breast engorgement, breast milk output, breastfeeding mothers, Marmet massage
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kejadian Epilepsi pada Anak Layla Fadhilah Rangkuti; Yolanda Putri
BIDANA: Jurnal Ilmu dan Praktik Kebidanan Vol. 1 No. 3 (2026): BIDANA: Jurnal Ilmu dan Praktik Kebidanan
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/bidana.v1i3.233

Abstract

Epilepsi merupakan salah satu gangguan neurologis kronis yang paling umum terjadi pada anak, yang ditandai dengan kecenderungan mengalami kejang berulang tanpa provokasi. Insiden epilepsi tertinggi terjadi pada tahun pertama kehidupan, sedangkan prevalensinya dapat mencapai 1% pada populasi anak. Identifikasi faktor risiko sejak dini penting untuk mendukung tata laksana yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian epilepsi pada anak di RSU Inanta Kota Padangsidimpuan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan kasus-kontrol retrospektif yang dilaksanakan di Poliklinik Anak dan Ruang Rawat Inap Anak RSU Inanta. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien periode Januari 2024–Desember 2025. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat kejang neonatus (OR=6,21; 95% CI: 1,73-22,28; p=0,005) dan keterlambatan perkembangan (OR=3,82; 95% CI: 1,51-9,67; p=0,004) merupakan prediktor independen kejadian epilepsi pada anak. Deteksi dini dan pemantauan secara ketat terhadap anak dengan faktor risiko tersebut diperlukan untuk mendukung penatalaksanaan segera dan mengurangi risiko morbiditas jangka panjang. Kata kunci : anak, epilepsi, faktor risiko
Pengaruh Edukasi Berbasis Video terhadap Pengetahuan Ibu Hamil tentang Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) Nova Elok Mardliyana; Jasmine Putri Ndari Suharto; Irma Maya Puspita; Aryunani
BIDANA: Jurnal Ilmu dan Praktik Kebidanan Vol. 1 No. 3 (2026): BIDANA: Jurnal Ilmu dan Praktik Kebidanan
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/bidana.v1i3.234

Abstract

Komplikasi kehamilan, persalinan, dan nifas merupakan penyebab utama kematian ibu yang dapat dicegah melalui peningkatan pemahaman mengenai Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi berbasis video terhadap pengetahuan ibu hamil tentang P4K. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental nonequivalent control group design. Sebanyak 64 ibu hamil primigravida dipilih melalui simple random sampling dan dibagi menjadi kelompok kontrol yang memperoleh edukasi lisan standar puskesmas serta kelompok intervensi yang memperoleh edukasi berbasis video. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Wilcoxon serta Mann–Whitney. Setelah edukasi, 90,6% responden pada kelompok kontrol dan 100% responden pada kelompok intervensi mencapai kategori pengetahuan baik. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi pada kelompok intervensi. Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan pengetahuan pascaedukasi yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,002). Edukasi berbasis video lebih efektif daripada edukasi lisan standar puskesmas dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang P4K. Kata kunci: ibu hamil, pengetahuan, P4K, video
Luaran Neonatal pada Kehamilan dengan Komplikasi Preeklampsiadan Eklampsia: Literature Review Helmy Apreliasari; Risnawati
BIDANA: Jurnal Ilmu dan Praktik Kebidanan Vol. 1 No. 3 (2026): BIDANA: Jurnal Ilmu dan Praktik Kebidanan
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/bidana.v1i3.235

Abstract

Preeklampsia dan eklampsia merupakan komplikasi kehamilan serius yang berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas neonatal. Tinjauan literatur ini bertujuan menggambarkan luaran neonatal pada kehamilan dengan komplikasi preeklampsia dan eklampsia. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Consensus yang mencakup PubMed, Scopus, Semantic Scholar, dan sumber ilmiah lainnya. Sebanyak 929.319 artikel teridentifikasi menggunakan kata kunci terkait neonatal outcomes, preeclampsia, dan eclampsia. Sebanyak 22 artikel paling relevan dianalisis berdasarkan kualitas dan kesesuaian topik. Hasil kajian menunjukkan bahwa preeklampsia dan eklampsia berhubungan dengan peningkatan kejadian prematuritas, berat badan lahir rendah, restriksi pertumbuhan janin, asfiksia neonatorum, skor Apgar rendah, kebutuhan perawatan di NICU, lahir mati, dan kematian neonatal dini. Risiko luaran buruk lebih tinggi pada preeklampsia onset dini, preeklampsia berat, sindrom HELLP, dan eklampsia, terutama di fasilitas dengan sumber daya terbatas. Mekanisme utamanya adalah disfungsi plasenta dan gangguan perfusi uteroplasenta yang menyebabkan hipoksia janin, gangguan pertumbuhan, serta terminasi kehamilan sebelum cukup bulan. Deteksi dini, pemantauan antenatal, rujukan tepat waktu, intervensi obstetri yang sesuai, edukasi tanda bahaya, dan kesiapan fasilitas neonatal diperlukan untuk memperbaiki luaran bayi baru lahir. Kata kunci: berat badan lahir rendah, eklampsia, luaran neonatal, preeklampsia, prematuritas

Page 2 of 2 | Total Record : 15