cover
Contact Name
Erwan
Contact Email
penerbit.blb@gmail.com
Phone
+6285156221429
Journal Mail Official
penerbit.blb@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Business Park Kebon Jeruk Blok I No. 21, Jl. Meruya Ilir Raya No.88, Desa/Kelurahan Meruya Utara, Kec. Kembangan, Kota Adm. Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta Phone: 0851-5622-1429
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia (NERSI)
ISSN : -     EISSN : 31236340     DOI : https://doi.org/10.65307/nersi
Core Subject :
NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan secara berkala oleh PT Bukuloka Literasi Bangsa dan berafiliasi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Darmo. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan platform bagi peneliti, akademisi, dan praktisi keperawatan untuk mempublikasikan hasil penelitian dan inovasi di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini menerima artikel-artikel orisinal yang mencakup berbagai aspek keperawatan, termasuk perawatan pasien, manajemen keperawatan, keperawatan komunitas, keperawatan spesialis, serta pendidikan keperawatan. Semua naskah yang diterima akan melalui proses review sejawat untuk memastikan kualitas, keaslian, dan integritas ilmiah. Dengan komitmen terhadap pengembangan ilmu keperawatan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan praktik keperawatan di Indonesia. Fokus dan Ruang Lingkup NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia mencakup bidang kajian riset keperawatan yang meliputi berbagai topik, antara lain: - Keperawatan Medikal Bedah - Keperawatan Maternitas - Keperawatan Gawat Darurat - Keperawatan Anak - Keperawatan Lansia - Keperawatan Jiwa - Keperawatan Keluarga - Keperawatan Masyarakat - Manajemen Keperawatan - Terapi Komplementer - Kesehatan Masyarakat - Kesehatan Lingkungan yang mendukung tindakan keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Penerapan Common Cold Massage Therapy pada Anak Usia 2–5 Tahun dengan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Kasus ISPA di Ruang Candra Rumah Sakit Tk. II Prof. Dr. J. A. Latumeten Ambon Supriyanto; Syariefah H. Waliulu; Nur Azhari Rahma Rani
NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2026): NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/nersi.v1i3.200

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian pada anak usia di bawah lima tahun karena sistem kekebalan tubuh yang lemah. Obat-obatan saja belum cukup untuk mengatasi masalah fisik anak sehingga diperlukan terapi komplementer, salah satunya common cold massage therapy. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan mengetahui asuhan keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif dengan common cold massage therapy pada anak dengan ISPA di Ruang Candra Rumah Sakit Tk. II Prof. Dr. J. A. Latumeten Ambon. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada An. S dan An. E. Intervensi common cold massage therapy dilakukan selama 5–10 menit setiap tindakan selama 3 × 4 jam menggunakan standar operasional prosedur (SOP). Sebelum intervensi, kedua pasien mengalami sekresi tertahan, frekuensi napas 22 kali/menit, dan suara napas ronki. Setelah intervensi, frekuensi napas menurun menjadi 21 kali/menit, suara napas vesikuler, dan tidak terdapat suara napas tambahan. Penerapan common cold massage therapy dapat menurunkan gejala batuk dan mengurangi penumpukan sekret pada anak dengan ISPA. Kata kunci: bersihan jalan napas tidak efektif, common cold, ISPA
Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas tentang Postpartum Blues Mei Lestari Ika Widyyati; Elok Alfiah Mawardi; Atika Jatimi; Lailatul Izzah
NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2026): NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/nersi.v1i3.201

Abstract

Postpartum blues atau baby blues merupakan gangguan emosional ringan yang sering dialami ibu pada minggu pertama setelah persalinan, mencapai puncak pada hari ketiga hingga kelima pascapersalinan, dan dapat berlangsung hingga 14 hari. Pengetahuan ibu mengenai postpartum blues penting untuk meningkatkan kesadaran dalam mengenali gejala sejak dini sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat dan mencegah gangguan psikologis yang lebih berat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang postpartum blues di Rumah Sakit Sukma Wijaya Sampang. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan teknik total sampling. Populasi penelitian berjumlah 53 ibu nifas yang dirawat di Rumah Sakit Sukma Wijaya Sampang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai pengetahuan ibu tentang postpartum blues, kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Seluruh responden merupakan ibu rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 responden (17,0%) memiliki pengetahuan kurang, 40 responden (75,5%) memiliki pengetahuan cukup, dan 4 responden (7,5%) memiliki pengetahuan baik. Tingkat pengetahuan ibu nifas tentang postpartum blues sebagian besar berada pada kategori cukup. Hasil ini menunjukkan perlunya peningkatan edukasi kesehatan agar ibu nifas mampu mengenali tanda dan gejala secara dini serta melakukan pencegahan dan penanganan yang tepat. Kata kunci: postpartum blues, pengetahuan, ibu nifas, baby blues, kesehatan maternal
Hubungan Pola Nutrisi Dengan Gangguan Tidur Pada Pasien Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Kamoning Elok Alfiah Mawardi; Faridatul Istibsaroh; Atika Jatimi; Sukartini Apriliawati
NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2026): NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/nersi.v1i3.202

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah cukup atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif sehingga kadar glukosa darah meningkat. Peningkatan kadar glukosa darah dapat dipengaruhi oleh pola asupan nutrisi dan disertai gejala khas, salah satunya poliuria pada malam hari yang dapat mengganggu pola tidur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pola nutrisi dan gangguan pola tidur pada pasien diabetes melitus. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 48 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan skala Likert dengan pernyataan positif dan negatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian ditabulasi dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Analisis hipotesis menggunakan uji korelasi peringkat Spearman. Hasil uji menunjukkan nilai p < 0,001 (p < 0,05). Dengan demikian, terdapat hubungan antara pola nutrisi dan gangguan tidur pada pasien diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Kamoning. Kata kunci: diabetes melitus, gangguan tidur, pola nutrisi
Pengaruh Implementasi Buku Monitoring Balans Cairan Terhadap Penurunan Interdialytic Weight Gain (IDWG) Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Sukirno; Abdurrohman; Yusriani Saleh Baso
NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2026): NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/nersi.v1i3.204

Abstract

Peningkatan Interdialytic Weight Gain (IDWG) pada pasien gagal ginjal kronik dapat memperburuk kondisi pasien. Implementasi buku monitoring balans cairan merupakan bentuk pemantauan mandiri terhadap asupan dan keluaran cairan untuk menurunkan IDWG. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh implementasi buku monitoring balans cairan terhadap penurunan IDWG pada pasien gagal ginjal kronik. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest with control group design. Sampel terdiri atas 21 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis rutin, yaitu 10 pasien dalam kelompok intervensi dan 11 pasien dalam kelompok kontrol. Data dianalisis secara univariat serta menggunakan uji Wilcoxon dan uji Friedman. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,015, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil uji Friedman menunjukkan nilai p = 0,001, yang berarti terdapat perbedaan signifikan pada penurunan IDWG dari posttest pertama hingga kedelapan pada kedua kelompok. Disimpulkan bahwa implementasi buku monitoring balans cairan berpengaruh terhadap penurunan IDWG pada pasien gagal ginjal kronik. Kata kunci: balans cairan, gagal ginjal kronik, interdialytic weight gain
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Tangerang Fischa Awalin; Alief Putra Ardiansyah; Dinda Fuzi Audista; Uzlatul Farida
NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2026): NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/nersi.v1i3.205

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk pada tingkat pelayanan kesehatan primer. Salah satu pilar penanganan dan pengendalian diabetes melitus adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat meningkatkan kontrol glikemik dan mencegah terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 122 pasien diabetes melitus tipe 2. Variabel independen adalah aktivitas fisik, sedangkan variabel dependen adalah kadar glukosa darah sewaktu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aktivitas fisik dan hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden melakukan aktivitas fisik ringan, yaitu sebanyak 72 responden (59%), dan mengalami hiperglikemia, yaitu sebanyak 103 responden (84%). Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p = 0,001, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan kadar glukosa darah sewaktu. Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2. Tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi dan pendampingan mengenai aktivitas fisik yang dapat dilakukan oleh pasien diabetes melitus tipe 2. Kata kunci: aktivitas fisik, diabetes melitus tipe 2, kadar glukosa darah sewaktu

Page 2 of 2 | Total Record : 15