cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021" : 13 Documents clear
ANALISIS PREDIKSI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DENGAN PENDEKATAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DAN REGRESI LOGISTIK DI KOTA BALIKPAPAN Maharany Shandra Ayu Hapsary; Sawitri Subiyanto; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan dan perkembangan suatu kota menyebabkan terjadinya perubahan penggunaan lahan akibat dari meningkatnya kebutuhan lahan dan aktifitas penduduk dalam menjalankan kehidupan ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Sistem Informasi Geografi (SIG) dapat digunakan untuk memonitor dan memprediksi perubahan penggunaan lahan dengan menghubungkan faktor-faktor perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan di Kota Balikpapan periode tahun 2009-2019, memprediksi penggunaan lahan dengan model Artificial Neural Network (ANN) dan Regresi Logistik, serta menentukan kesesuaian penggunaan lahan hasil prediksi tahun 2029 dengan peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Balikpapan tahun 2012-2032. Data primer yang digunakan untuk penelitian adalah peta penggunaan lahan hasil klasifikasi terbimbing (supervised) dari citra Landsat 7 tahun 2009, citra SPOT 5 tahun 2014, dan citra SPOT 7 tahun 2019. Pemodelan perubahan penggunaan lahan dilakukan dengan menggunakan sebuah plugins yaitu MOLUSCE (Modules for Land Use Change Simulations) pada perangkat lunak QGIS. Variabel faktor pendorong perubahan yang digunakan berupa jarak ke jalan, jarak ke sungai, jarak ke permukiman dan kepadatan penduduk. Hasil penelitian menunjukkan perubahan penggunaan lahan Kota Balikpapan tahun 2009-2019 mengalami penurunan luas pada kebun campuran berkurang sebesar 3.499,69 Ha (6,85%) dan mangrove meningkat sebesar 2.515 Ha (4,92%). Pemodelan perubahaan penggunaan lahan dengan metode ANN memiliki nilai akurasi model yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode regresi logistik melalui validasi model antara peta prediksi penggunaan lahan dengan peta eksisting yang menghasilkan nilai indeks kappa sebesar 0,620 untuk model ANN dan 0,588 untuk model regresi logistik. Tingkat kesesuaian setelah dilakukan overlay antara peta prediksi penggunaan lahan tahun 2029 dengan model ANN dan Regresi Logistik terhadap peta RTRW dinyatakan cukup baik yaitu sebesar 44,25% dan 43,49%.
ANALISIS PENGARUH LIMPASAN SEDIMEN TERSUSPENSI TERHADAP PERUBAHAN KERAPATAN DAN LUAS HUTAN MANGROVE MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2A MULTITEMPORAL (STUDI KASUS : TELUK BENOA, BALI) I Komang Ary Sukma Putra; nurhadi Bashit; Yasser Wahyuddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTeluk Benoa merupakan teluk semi tertutup yang memiliki beberapa muara sungai dan hutan mangrove. Muara sungai tersebut akan memberikan sumbangan sedimen yang menimbulkan dampak positif bagi keberadaan mangrove. Sejak reklamasi di pulau Serangan dan pembuatan jalan tol laut Bali Mandara, banyak pohon mangrove ditebang dan tidak ditanami kembali sehingga sedimentasi tidak tertahan dan kembali ke sungai. Untuk itu perlu dilakukan pengawasan keberadaan sedimen dan pengaruhnya terhadap keberadaan mangrove. Pemanfaatan penginderaan jauh merupakan salah satu metode pendeteksi keberadaan sedimen TSS dan mangrove, memungkinkan analisis spasial secara ekonomis dan efisein. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui hubungan antara perubahan sedimen TSS dengan kerapatan dan luas mangrove di kawasan Teluk Benoa. Penelitian ini menerapkan identifikasi mangrove dan nilai konsentrasi TSS menggunakan citra satelit Sentinel-2A tahun 2016, 2018 dan 2020. Penentuan kerapatan memanfaatkan algoritma NDVI dan band Red Edge dengan algoritma mRE-SR. Luas mangrove memanfaatkan komposit band RGB 8, 11, 4. Metode klasifikasi menggunakan klasifikasi terbimbing dan untuk mengekstrasi kosentrasi TSS digunakan tiga algoritma yaitu algoritma Laili, NSMI dan C2RCC. Hasil penelitian menunjukkan algoritma C2RCC adalah algoritma yang mampu mendeteksi kandungan TSS dibandingkan dengan algoritma Laili dan NSMI dengan akurasi mencapai 51,39%. Algoritma kerapatan mangrove menghasilkan akurasi 82,81% dan 71,14%  serta klasifikasi terbimbing menghasilkan luasan mangrove sebesar 1022,91 ha, 1032,12 ha dan 1049,43 ha. Hasil uji korelasi antara TSS dengan kerapatan mangrove didapat bahwa hanya kelas kerapatan jarang saja yang memiliki korelasi dengan kelas kerapatan TSS. Hasil uji korelasi antara TSS dengan luas mangrove didapat bahwa tidak adanya hubungan antara kedua variabel tersebut.
ANALISIS FAKTOR AKSESBILITAS DAN LOKASI FASILITAS UMUM FASILITAS SOSIAL TERHADAP HARGA TANAH DI KELURAHAN CATURTUNGGAL, KABUPATEN SLEMAN Anggit Swarna Bumi; Sawitri Subiyanto; Yasser Wahyuddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKelurahan Caturtunggal merupakan daerah yang sangat kompleks dengan beragam aktivitasnya yang merupakan kawasan trans-sosial antara kawasan perkotaan dengan kawasan pedesaan. Dengan hal tersebut maka di kelurahan ini berkembang pesat berbagai komunitas, baik itu pedagang, pengusaha, para pebisnis, dan juga adanya mahasiswa yang beragam dari berbagai daerah yang mengeyam pendidikan di beberapa kampus di Caturtunggal. Berkembang pesatnya wilayah ini tentunya akan mempengaruhi peningkatan harga tanah di kawasan itu. Data harga tanah yang digunakan selama ini adalah data Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang berbasis bidang tetapi sering pada sebagian lokasi tidak sesuai dengan harga tanah pasar wajar. Perhitungan harga tanah berbasis bidang berdasarkan harga tanah pasar wajar dapat dilakukan dengan membuat simulasi model matematis berdasarkan interpolasi data harga pasar wajar dengan menggunakan proses regresi linier berganda berdasarkan variabel jarak pusat bidang tanah terhadap aksesbilitas, lokasi fasilitas umum, dan fasilitas sosial. Data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah peta blok PBB dan NJOP Kelurahan Caturtunggal yang diperoleh dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman tahun 2019. Dari hasil identifikasi menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 14.995 bidang tanah. Berdasarkan Rumus Slovin jumlah bidang tanah untuk permodelan menggunakan sebanyak minimal 201 sampel harga tanah pasar wajar. Metode yang digunakan berupa uji statistik regresi linier berganda untuk menentukan variabel yang paling berpengaruh terdapat 4 model. Diperoleh model ke empat adalah model terbaik dengan jumlah variabel sebanyak 13 buah diperoleh rata-rata variabel yang berpengaruh terhadap harga tanah pasar wajar dari koefisien R square sebesar 21,3 %. Proses yang dilakukan untuk memvalidasi model digunakan Uji T, uji asumsi klasik, dan koefisien model regresi linier berganda. Sebagai perbandingan harga bahwa dengan permodelan menggunakan NJOP diperoleh harga prediksi tertinggi Rp2.356.418, dan harga prediksi terendah Rp444.635, sementara itu untuk harga pasar wajar diperoleh harga prediksi tertinggi Rp28.881.570, dan harga prediksi terendah Rp1.574.537.
ANALISIS SIMULASI EVAKUASI BENCANA KEBAKARAN BERBASIS BUILDING INFORMATION MODEL (BIM) Farhan Ardianzaf Putra; Abdi Sukmono; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKStrategi evakuasi gedung merupakan salah satu elemen penting dalam keselamatan kebakaran gedung bertingkat. Salah satu strategi yang dapat membantu meminimalisir kerugian akibat bencana kebakaran yaitu pembuatan suatu model simulasi evakuasi bencana kebakaran dalam sebuah gedung. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui tingkat kelaikan jalur evakuasi yang ada di gedung Dekanat Baru Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dengan berbasis model simulasi. Pemodelan simulasi evakuasi dilakukan dengan memanfaatkan Building Infomation Model (BIM) gedung Dekanat Baru Fakultas Teknik. Pembentukan BIM dilakukan dengan menggunakan metode pengukuran Terrestrial Laser Scanner (TLS). Hasil akuisisi data dengan TLS diperoleh data point cloud untuk menghasilkan BIM dengan menggunakan aplikasi Autodesk Revit. BIM yang terbentuk dilakukan proses simulasi evakuasi bencana secara virtual dengan memanfatkan algoritma A* search algorithm. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan jarak maksimal jalur evakuasi pada gedung ini adalah 21,251 m pada lantai dasar; 17,290 m pada lantai 1; 17,718 m  pada lantai 2 dan 17,851 m pada lantai 3. Hasil simulasi evakuasi bencana terbagi menjadi 2 kasus, pada kasus pertama kondisi pintu keluar lantai dasar hingga 3 dalam kondisi tertutup sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu 96,3 detik dengan rata-rata proses evakuasi dalam waktu 47,6 detik. Kasus kedua, kondisi akses keluar gedung dalam keadaan terbuka sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu 89,8 detik dengan rata-rata proses evakuasi dalam waktu 44 detik. Hasil dari panjang jalur tersebut telah sesuai dengan regulasi yang berlaku, yang mana menurut PERMEN PU no. 26 tahun 2008 jarak tempuh maksimal pada gedung hunian pendidikan adalah 62 m.
PEMODELAN 3 (TIGA) DIMENSI BANGUNAN MENGGUNAKAN FOTO UDARA FORMAT KECIL (STUDI KASUS: FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS DIPONEGORO) Fitrah Trikusuma; Yudo Prasetyo; firman Hadi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKonsep model pemetaan kawasan dalam bentuk 3 dimensi merupakan rintisan pengembangan teknologi terkini dalam lingkup geospasial terutama pengembangan model sederhana Smart City. Sebuah konsep berurgensi tinggi dalam pengembangan situs kawasan seperti pelabuhan, kampus, dan lainnya yang melingkupi aspek fisik dan semantik. Rekonstruksi bangunan berjalan sejajar dengan teknologi survei dan pemetaan akan kebutuhan data kebumian yang dapat memberikan informasi spasial berupa posisi serta ruang yang mendekati dari keadaan di lapangan dan terus berkembang, sudah saatnya untuk mendalami langsung mengenai konsep rekonstruksi bangunan (Ma Z. dkk., 2017).Pemodelan bangunan 3 dimensi dalam penelitian ini menggunakan data foto udara format kecil berbasis metode computer-generated achitecture (CGA). Pengolahan terbagi menjadi 2 tahap, yakni tahap pengolahan foto udara dan tahap pemodelan 3 dimensi bangunan. Pengolahan foto udara dilakukan guna mendapatkan surface model seperti digital elevation model (DEM), digital terrain and building model (DTBM) dan orthomosaic sebagai peta dasar pembuatan footprint bangunan. Tahap selanjutnya adalah proses pemodelan bangunan 3D menggunakan metode CGA dengan algoritma building from footrint.Hasil pengolahan foto udara meliputi DEM, DTBM dan orthomosaic yang layak sesuai dengan kriteria dalam melakukan pemodelan menggunakan metode CGA. DEM yang dihasilkan dapat layak digunakan dengan capaian tingkat kelas I berdasarkan standar peta RBI, Orhtomosaic yang dihasilkan layak digunakan dengan capaian tingkat kelas I berdasarkan standar ASPRS, dan DTBM yang dihasilkan layak digunakan dengan membandingkan resolusi DTBM penelitian miliki Buyukdemircioglu dkk., 2018 dengan resolusi sebesar 12 cm. Hasil pemodelan 3 dimensi menggunakan metode CGA menghasilkan 92,12% dari 51 bangunan secara keseluruhan. Model bangunan 3 dimensi juga berhasil mencapai level of detail kelas 2.2 berdasarkan standar milik Biljecki dkk., 2016.
KAJIAN PENURUNAN MUKA TANAH MENGGUNAKAN DIFFERENTIAL INTERFEROMATRY SYNTHETIC APERTURE RADAR (DInSAR) DAN UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) (STUDI KASUS: WILAYAH PEMBANGUNAN JALAN TOL SEMARANG-DEMAK STA 17-22) Marissa Isabella Panggabean; Fauzi Janu Amarrohman; Yudo Prasetyo
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKecamatan Karangtengah merupakan salah satu kecamatan yang rentan terhadap peristiwa Penurunan Muka Tanah (PMT) akibat dari endapan aluvial muda yang mendominasi di Desa Batu, Kedunguter, Dukun, Karangsari,Grogol dan Pulosari. Terkait peristiwa penurunan muka tanah, di lokasi ini juga sedang dilakukan pembangunan jalan tol Semarang-Demak yang berada pada STA 17-22. Penelitian ini menggunakan metode DInSAR (Differential Interferrometry Synthetic Aperture Radar) dalam mendapatkan nilai penurunan muka tanah dan penggunaan UAV untuk mendapatkan informasi perubahan volumetrik dengan menggunakan data Digital Elevation Model (DEM) yang terjadi selama rentang waktu penelitian pada wilayah pembangunan jalan tol. Hasil dari pengolahan DInSAR pada bulan Agustus hingga Oktober menunjukkan bahwa penurunan muka tanah tertinggi terjadi pada STA 20 sebesar 7,1±2,4 cm/tahun memiliki luas daerah penurunan 11,09 ha yang berada di Desa Karangsari serta penurunan terendah sebesar 2,7±2,0 cm/tahun pada STA 18 dengan luas area penurunan 7,41 ha yang berada di Desa Dukun. Luas area yang mengalami penurunan muka tanah adalah 42,55 ha (74,3%) dari luasan total area pembangunan jalan tol STA 17-22. Perubahan volume yang terjadi pada tanggal 30 Agustus hingga 11 Oktober tahun 2020 di sepanjang wilayah pembangunan jalan tol mengalami kenaikan volume sebesar 92.824,42 m3 akibat penimbunan selama rentang waktu akuisisi foto. Secara visual, perubahan volumetrik yang cukup signifikan terjadi pada STA 20 yang mengalami pengurangan volume (cut) dimana perubahan elevasi DEM di STA 20 mencapai 1,43±0,14m pada area akses jalan.
ANALISIS PENGARUH NILAI KEKERUHAN AIR TERHADAP AKURASI SATELLITE DERIVED BATHYMETRY DENGAN ALGORITMA STUMPF (STUDI KASUS: PANTAI KARTINI, JAWA TENGAH) Muhammad Luthfi Ramadhan; Bandi Sasmito; firman Hadi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSattelite Derived Bathymetry (SDB) merupakan suatu metode di bidang penginderaan jauh yang digunakan untuk mendapatkan nilai kedalaman perairan dengan perhitungan suatu algoritma. Beberapa algoritma telah dikembangkan dalam upaya menghasilkan nilai kedalaman menggunakan metode SDB ini, salah satunya adalah algoritma Stumpf. Algoritma Stumpf memiliki prinsip penyederhanaan operasi hitungan dalam mengekstraksi nilai kedalaman air menggunakan perbandingan dua faktor reflektansi air pada band biru dan band hijau yang memiliki kemampuan tingkat penyerapan terhadap badan air yang berbeda. Prinsip tingkat penyerapan pada tiap band yang berbeda ini menghasilkan perbedaan rasio antar band yang akan mengalami perubahan ketika kedalaman berubah. Namun banyak faktor yang mengakibatkan kesalahan dalam proses pengolahan SDB ini salah satunya pengaruh sifat optis air berupa kekeruhan air. Penelitian ini menganalisis lebih lanjut tentang pengaruh nilai kekeruhan air terhadap akurasi yang dihasilkan dari pengolahan SDB menggunakan perhitungan algoritma Stumpf dengan sumber data citra Landsat-8 OLI/TIRS. Hasil dari pengolahan SDB tersebut kemudian dibandingkan dengan hasil pengolahan SDB yang telah ditambahkan dengan variabel kekeruhan air dari proses uji koefisien regresi terhadap nilai simpangan kedalaman dan nilai kekeruhan air. Pengolahan SDB dapat memetakan kedalaman perairan dengan rata-rata ketelitian (RMSE) yang dihasilkan sebesar 1,531 meter. Dengan menambahkan variabel kekeruhan air, hasil pengolahan SDB memiliki akurasi yang lebih baik dan dapat memetakan kedalaman perairan dengan rata-rata ketelitian (RMSE) yang dihasilkan sebesar 1,462 meter.
PENGEMBANGAN WEBGIS UNTUK INFORMASI KERENTANAN TERHADAP ANCAMAN BANJIR Frizani, Defanny Elsa; Nugraha, Arief Laila; Awwaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKecamatan Semarang Timur merupakan salah satu kecamatan di Kota Semarang yang termasuk dalam Bagian Wilayah Kota (BWK) I, yaitu wilayah dengan zona/kawasan perdagangan, permukiman, jasa pendidikan serta campuran. Hal ini menjadikan Kecamatan Semarang Timur memiliki pertumbuhan penduduk yang relatif padat. Pada saat musim penghujan, Kecamatan Semarang Timur tidak luput dari ancaman banjir. Karena kondisi wilayah kecamatan yang padat, kerugian dan kerusakan pada saat kejadian sangat rentan terjadi. Penelitian terkait pengembangan webgis untuk informasi kerentanan terhadap ancaman bencana banjir dapat digunakan dalam meminimalisir kerusakan/kerugian yang akan muncul dari bencana banjir. Penelitian ini memanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam menganalisis kajian kerentanan. Hasil analisis klasifikasi kerentanan terhadap bencana banjir di Kecamatan Semarang Timur yang mengacu pada Perka BNPB No.2 Tahun 2012 serta dilakukannya modifikasi pada beberapa parameter kerentanan, telah diperoleh tiga kelas yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Pengembangan aplikasi webgis untuk informasi kerentanan terhadap ancaman banjir ini menggunakan platform ArcGIS Online dan selanjutnya diberi nama Aplikasi Kesiapsiagaan Banjir. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur – fitur yang terdapat pada ArcGIS Online yang berfungsi sebagai penunjang aplikasi agar dapat memberikan informasi terkait kerentanan terhadap ancaman banjir sehingga lebih interaktif dan informatif sebagaimana tujuan dari pengembangan aplikasi ini sendiri. Pada aplikasi ini juga telah dilakukan uji program dan uji kegunaan.
VISUALISASI MODEL 3D KAMPUS DEPARTEMEN TENIK GEODESI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO Tistariawan, Adji Chandra; Nugraha, Arief Laila; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerkembanngan sistem informasi geografis (SIG) pada saat ini sudah berkembang dengan cepat. Muncul nya visualisasi 3D yang memungkinkan pengguna untuk melihat peta 3D yang dapat memudahkan pengguna dalam melihat menginterpretasikan tempat tersebut. Namun, model 3D berorientasi objek apabila divisualisasikan, maka model 3D hanya berbentuk satu kesatuan yang membatasi fungsi SIG dalam menyampaikan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model 3D Kampus Departemen Teknik Geodesi, rancang bangun 3D GIS. Maka dibutuhkannya metode Full level of Detail (FLoD’s) serta metode objek berorientasi entitas dalam pembuatan model 3D. Metode FLoD yang digunakan adalah kombinasi Outdoor Level of Detail 3 (OLoD3) dan Indoor Level of Detail 1 (ILoD1) untuk membangun model 3D menggunakan perangkat lunak SketchUp dan informasi yang dibangun ke dalam model 3D menggunakan perangkat lunak CityEngine. Hasil penelitian berupa model 3D yang telah dibangun baik luar ataupun dalam dapat divisualisasikan dengan baik dan sesuai metode FLoD dengan spesifikasi OLoD3 dan ILoD1 dan analisis uji geometri pada model 3D dengan hasil ketelitian ±0.016 m. Hasil uji geometri telah memenuhi pada standar akurasi relatif berupa panjang dimensi. Hasil rancang bangun model 3D yang telah dibangun dapat menunjukkan model 3D yang menampilkan informasi kepada pengguna, sehingga model 3D dapat diakses oleh pengguna adalah model 3D yang menampilkan informasi yang telah ditambahkan dengan metode objek berorientasi entitas.
ANALISIS PENENTUAN BATAS PENGELOLAAN WILAYAH LAUT PROVINSI BERCIRI KEPULAUAN DARI CITRA SENTINEL-1A (STUDI KASUS : PROVINSI KEP. BANGKA BELITUNG) Tri Astuti, Eka Dwi; Sabri, L.M; Awwaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUndang-Undang No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah merupakan undang-undang yang mengatur mengenai kewenangan suatu provinsi dalam pengelolaan sumber daya alam baik darat maupun laut. Jenis provinsi pada peraturan ini terbagi menjadi dua yaitu provinsi pada umumnya dan provinsi berciri kepulauan. Definisi provinsi berciri kepulauan adalah provinsi yang memiliki karakteristik secara geografis dengan wilayah lautan lebih luas dari daratan serta di dalamnya terdapat pulau-pulau yang membentuk gugusan pulau sehingga menjadi satu kesatuan geografis dan sosial budaya. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu yang berciri kepulauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknis penegasan provinsi berciri kepulauan serta luas wilayah pengelolaan wilayah laut dari data dasar yang digunakan. Penentuan batas pengelolaan wilayah laut dilakukan pada Peta RBI skala 1:50.000 dan pada Citra Sentinel-1A dengan metode kartometrik. Penarikan batas pada citra, perlu dilakukan proses ekstraksi garis pantai yang sebelumnya dilakukan pengkoreksian citra. Perhitungan luas wilayah dilakukan dengan dua system koordinat yaitu UTM (Universal Transverse Mercator) dan Lambert Cylindrical Equal Area. Penarikan batas menggunakan tiga garis pangkal yaitu garis pangkal normal, lurus dan kepulauan. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan luas wilayah laut Provinsi Bangka Belitung lebih besar dari wilayah daratnya. Perbandingan luas wilayah pada kedua data dengan sistem proyeksi Lambert Cylindrical Equal Area yaitu sebesar 0,09% untuk wilayah laut dan 0,02% untuk wilayah darat. Sementara itu, presentasi luas wilayah laut pada data Peta RBI 67,9% dan pada data Citra Sentinel-1A sebesar 67,6 % dari keseluruhan luas wilayah.

Page 1 of 2 | Total Record : 13


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue