cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016" : 17 Documents clear
PENGARUH RASIO DIAMETER DAN PANJANG TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS BATANG SILINDRIS DARI SEKAM PADI Moh Farid Fakhrudduja; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.087 KB)

Abstract

Polymer Matrix Composites(PMC) merupakan jenis material komposit dengan matrik polimer. Pada penelitian ini untuk merekayasa dan menganalisa bagaimana jika sekam padi digunakan sebagai bahan subtitusi serbuk kayu namun untuk pembuatan profil batang silindris. Material yang digunakan sekam padi dengan ukuran mesh 35 dan lem PVAc dengan komposisi 70%:30%. Kemudian profil batang tersebut divariasikan panjang 12 cm, 16 cm, 20 cm dan diameter 3 cm. Kedua bahan yang telah dicampur diberikan perilaku penekanan secara secara continue dengan kecepatan 50 mm/min tanpa adanya kejutan (shock) dengan rasio penekanan 1/3 dari panjang awalnya menggunakan mesin universal testing machine (UTM), setelah tercapai panjang yang diinginkan lalu ditahan selama 15 menit. Setelah ditahan kemudian dikeringkan dengan suhu ruangan sampai didapatkan berat yang sama. Analisis sifat fisis dan mekanis menggunakan mesin universal testing machine (UTM), hasil analisis berupa uji densitas, uji tekan dan uji bending.
MISALIGNMENT KOPLING DENGAN ANALISIS SINYAL GETARAN KONDISI STEADY STATE MENGGUNAKAN METODE REVERSE Deni Dwi Darmawan; Achmad Widodo; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.416 KB)

Abstract

Diantara mesin – mesin yang ada, mesin rotasi merupakan salah satu yang banyak digunakan pada pabrik–pabrik industri karena kuat, handal, perawatannya mudah dan efisiensi. Bila terjadi kerusakan pada mesin sehingga mesin berhenti bekerja, yang biasa disebut shutdown, proses produksi akan terhenti. Karena permintaan terus meningkat, kerugian finansial yang tinggi akan terjadi karena penundaan tersebut. Sekitar 70% dari penyebab kerusakan mesin rotasi dikarenakan misalignment, yang dapat menyebabkan gaya yang berlebihan pada bearing, sehingga menyebabkan kerusakan bearing sebelum waktunya. Satu hal lain yang sangat berpengaruh pada getaran yaitu penggunaan kopling pada mesin rotasi. Dari masalah ini, penelitian tentang misalignment dilakukan dengan variasi kopling love joy, roda gigi, dan beam untuk menganalisis karakteristik sinyal spektrum getaran kerusakan mesin rotasi karena misalignment. Untuk mengatasi misalignment, proses alignment dilakukan dengan menggunakan dial indikator dan seperangkat alat tes lainya.Data sinyal getaran diambil pada kondisi misalignment dan kondisi alignment dengan kecepatan putar poros 1800 rpm. Kerusakan misalignment memiliki karakteristik yang terlihat pada sinyal getaran tinggi pada frekuensi 1x, 2x dan 3x amplitudonya tinggi. Pada kopling jaw amplitudo tertinggi pada frekuensi  yaitu sebesar 0,5105 in/s, pada kopling roda gigi frekuensi tertinggi pada frekuensi amplitudo sebesar 0,03769 in/s, sedangkan pada kopling beam frekuensi tertinggi pada frekuensi amplitudo sebesar 0,04664 in/s. Pada penelitian ini masing – masing kopling memiliki karakteristik dalam pendeteksian dengan sinyal getaran dan diketahui bahwa penggunaan kopling yang paling sedikit menibulkan getaran yaitu kopling beam.
ANALISA REMAINING LIFE PADA HIGH SPEED DIESEL OIL STORAGE TANK ASTM A283 GRADE C DENGAN MENGGUNAKAN PENGUKURAN ULTRASONIC THICKNESS Hocky Adiatmika; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.298 KB)

Abstract

Storage tank merupakan bagian penting dari industri pembangkit listrik. Umumnya storage tank terbuat dari baja. Baja merupakan bahan yang sangat rentan terhadap korosi. Korosi pada storage tank merupakan kerusakan material  logam, yang merupakan hasil dari reaksi kimia atau elektrokimia dengan lingkungannya. Proses korosi dipercepat oleh faktor luar meliputi interaksi tangki dengan komponen yang saling berhubungan, kondisi lingkungan korosif, dan arus listrik liar. Seiring dengan berjalannya waktu, korosi yang tidak terkendali dapat melemahkan atau menghancurkan komponen dari sistem tangki. Kondisi ini kemungkinan akan menimbulkan lubang atau mungkin kegagalan struktural tangki. Akibat kegagalan tangki menyebabkan pelepasan produk yang disimpan ke lingkungan. Metode pengujian penelitian dilakukan dua metode. Metode pertama adalah dengan melakukan pengamatan visual pada storage tank yang akan diuji. Metode kedua adalah melakukan pengujian dengan alat ultrasonic thickness pada storage tank dengan ketentuan 8 titik pengujian pada setiap course storage tank. Data hasil pengujian digunakan untuk menentukan corrotion rate, dan remaining life pada titik-titik pengujian storage tank pada setiap course. Hasil pengujian dan perhitungan, didapat bahwa corrotion rate tertinggi pada storage tank terdapat pada course 1 di section 2700 dengan nilai 0,05409 mm/tahun, dan corrotion rate  terendah terdapat pada course 6 di section 1350 dengan nilai corrotion rate 0,0277 mm/tahun. Sedangkan untuk nilai remaining life tertinggi terdapat pada course 6 di section 900 dengan perkiraan remaining life 659,3 tahun, dan yang terendah terdapat pada course 1 di section 1350 dengan perkiraan remaining life 43,13  tahun
PENGEMBANGAN EQUIVALENT PLATE MODEL UNTUK ANALISA DINAMIS PADA STRUKTUR PLATE-LIKE WING DENGAN MATERIAL KOMPOSIT Reni Reni; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1524.664 KB)

Abstract

Analisa getaran bebas dilakukan pada struktur sayap pesawat udara yang dibuat menggunakan material komposit. Equivalent plate model dengan first-order shear deformation theory berdasarkan metode Reissner-Mindlin digunakan untuk mendapatkan nilai frekuensi pribadi dan modus getar dari struktur sayap pesawat udara tersebut. Struktur sayap pesawat udara ini dimodelkan dalam bentuk plate-like wing dengan material komposit. Laminat yang simetris diberikan struktur plate-like wing ini. Persamaan gerak diturunkan dari Persamaan Lagrange untuk getaran bebas. Validasi dilakukan pada hasil analisa terhadap data yang ada pada literatur. Hasil validasi menunjukkan kecocokan antara hasil analisa yang dilakukan terhadap data pada literatur
PERANCANGAN DAN ANALISIS TEGANGAN SISTEM PERPIPAAN AUXILIARY STEAM PADA COMBINED CYCLE POWER PLANT Muchammad Akbar Ghozali; Djoeli Satrijo; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.481 KB)

Abstract

Pada combined cycle power plant terdapat berbagai jalur pipa yang memiliki fungsi berbeda-beda. Salah satunya adalah sistem perpipaan auxiliary steam yang berfungsi sebagai steam seal turbin dan proses desalinasi air laut dimana fluida berupa uap didapat dari main pipe (high and low pressure) dan auxiliary boiler. Perancangan sistem perpipaan yang dilakukan dengan melakukan perhitungan terhadap komponen sistem perpipaan berdasarkan standar ASME B31.1 Power Piping. Hasil perhitungan diinput kedalam Software Caesar II untuk mendapatkan tegangan code agar mengetahui rasio tegangan dimana tegangan tertinggi berada dibawah tegangan yang diizinkan. Analisis tegangan menggunakan Software Ansys berdasarkan intensitas tegangan maksimum terhadap tegangan luluhnya. Hasil analisis tegangan code tertinggi menggunakan Software Caesar, didapatkan nilai tegangan sustain sebesar 16.245,5 kPa dibandingkan tegangan yang diizinkan sebesar 117.900 kPa dengan rasio 13,8 %. Tegangan occasional sebesar 26.970,6 kPa dibandingkan tegangan yang diizinkan sebesar 135.585,4 kPa dengan rasio 19,9 %. Tegangan Displacement sebesar 54.053,5 kPa dibandingkan tegangan yang diizinkan sebesar 279.120,6 kPa dengan rasio 19,4 %. Hasil analisis tegangan code ini akan menghasilkan nilai intensitas tegangan maksimum berdasarkan teori kegagalan. Nilai intensitas tegangan maksimum pada Software Ansys akibat tekanan internal sebesar 69.092 kPa, akibat beban sustain sebesar 125.590 kPa, akibat beban occasional sebesar 108.500 kPa, dan akibat beban operasional 146.720 kPa. Nilai intensitas tegangan maksimum akan dibandingkan dengan tegangan luluhnya yaitu 241.316,50 kPa dan harus berada dibawah tegangan luluhnya.
ANALISIS CFD DISTRIBUSI TEMPERATUR DAN KELEMBABAN RELATIF PADA PROSES DEHUMIDIFIKASI SAMPLE HOUSE DENGAN KONSENTRASI LIQUID DESSICANT 60% DAN SUHU LIQUID DESSICANT 10°C Ratrya Putra Hunadika; Eflita Yohana; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.761 KB)

Abstract

Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mengontrol kelembaban udara di dalam ruangan, salah satunya dengan sistem dehumidifikasi. Dengan memanfaatkan liquid desiccant berupa CaCl2, nilai kelembaban relatif dapat ditekan sesuai dengan variabel yang sudah ditentukan. Untuk mengetahui distribusi temperatur dan kelembaban relatif dalam ruangan diperlukan simulasi numerik menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD). Model ruangan yang digunakan dalam eksperimen (L = 1500 mm, W = 1000 mm, H = 1000 mm, HCave = 500mm) digunakan untuk mengetahui kemampuan liquid desiccant dalam menurunkan kelembaban. Pengujian dilakukan di pagi hari pukul 08.00 dengan konsentrasi liquid desiccant sebesar 60%, serta dimensi nozzel 0,2 mm, suhu liquid dessicant 10°C dan debit udara masuk ruangan dijaga 2,35 m3/min. Sensor DHT 11 dipasang pada lima sisi, atap, dinding, lantai, inlet, outlet, yang berfungsi untuk mencatat perubahan kelembaban dan temperatur selama pengujian berlangsung. Pada kondisi normal tanpa menyalakan alat dehumidifier, sensor mencatat temperatur rata-rata di dalam ruangan sebesar 29,9°C dan RH 58,9%. Simulasi dilakukan menggunakan software CFD Solidworks Flow Simulation 2014. Hasil simulasi menunjukkan bahwa distribusi temperatur dan kelembaban relatif di dalam ruangan dengan konsentrasi liquid desiccant 60% mengalami penurunan kelembaban relatif yang rendah, yakni RH rata-rata sebesar 52,13% dengan diikuti kenaikan temperatur udara sebesar 31,65°C
ANALISA CORROTION RATE DAN REMAINING LIFE PADA HIGH SPEED DIESEL SHELL STORAGE TANK DENGAN MENGGUNAKAN PENGUKURAN NON DESTRCTIVE TESTING Bintang Satria Hartadi; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.387 KB)

Abstract

Storage tank menjadi bagian yang penting dalam suatu proses industri kimia karena tidak hanya menjadi tempat penyimpanan bahan baku bagi produk tetapi juga menjaga kelancaran ketersediaan produk dan bahan baku serta dapat menjaga produk dari kontaminan. Pada umumnya produk yang terdapat pada industri kimia berupa liquid atau gas, namun tidak tertutup kemungkinan juga dalam bentuk padatan (solid). Korosi adalah kerusakan material, biasanya logam, yang hasil dari reaksi kimia atau elektrokimia dengan lingkungannya. Seiring waktu, korosi tidak terkendali dapat melemahkan atau menghancurkan komponen dari sistem tangki, sehingga lubang atau mungkin kegagalan struktural, dan pelepasan produk disimpan ke lingkungan. Metode pengujian yang dilakukan pada Tugas Akhir ini yaitu dengan dua metode, metode pertama adalah dengan melakukan pengamatan visual pada storage tank yang akan diuji., dan metode kedua yaitu melakukan pengujian dengan alat ultrasonic thickness pada storage tank dengan ketentuan 8 titik pengujian pada setiap course storage tank. Dari data hasil pengujian digunakan untuk menentukan laju korosi, dan umur pakai pada titik-titik pengujian storage tank pada setiap coursenya. Dari hasil pengujian dan perhitungan, didapat bahwa laju korosi tertinggi pada storage tank terdapat pada course 1 di section 135° dengan nilai laju korosi 0,05136 mm/tahun, dan laju korosi  terendah terdapat pada course 6 di section 90° dan 315° dengan nilai laju korosi 0,00909 mm/tahun. Sedangkan untuk nilai umur pakai tertinggi terdapat pada course 6 di section 90° dengan perkiraan umur pakai 659,3 tahun, dan yang terendah terdapat pada course 1 di section 135° dengan perkiraan umur pakai 46,01 tahun
BALANCING ROTOR DENGAN ANALISIS SINYAL GETARAN DALAM KONDISI STEADY STATE Try Hadmoko; Achmad Widodo; Djoeli Satrijo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.306 KB)

Abstract

Rotor merupakan alat mekanik yang bergerak secara berputar. Tidak ada rotor yang sempurna seimbang (balanced) dan selalu ada massa tidak seimbang (unbalanced) pada sistem rotor. Hal ini dapat terjadi karena berbagai sebab, misalnya bahan yang tidak homogen saat proses produksi, dan desain.yang tak simetris. Apabila keadaan unbalance pada rotor tidak dideteksi pada tahap permulaan akan mengakibatkan kerusakan struktur, hilangnya energi, dan berkurangnya umur pemakaian. Perlu adanya proses balancing untuk mengurangi gaya yang disebabkan oleh ketidakseimbangan rotor. Sedikitnya balancing rotor dibagi menjadi dua jenis yaitu single plane dan two-plane balancing. Dari masalah inilah penelitian tentang balancing rotor dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik sinyal getaran sebelum dan setelah balancing serta membandingkan sinyal getaran antara sebelum dengan setelah proses balancing. Penelitian ini menggunakan seperangkat test Machine Fault Simulator (MFS). Dari hasil penelitian sinyal getaran single plane dan two-plane sebelum balancing dapat menunjukan karakteristik sinyal getaran dalam bentuk domain frekuensi dengan amplitudo yang relatif tinggi pada frekuensi 1x rpm, kemudian diikuti amplitudo yang lebih kecil pada harmonik 2x rpm dan seterusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses balancing rotor pada single plane dan two plane menurunkan amplitudo pada frekuensi 1x rpm dengan nilai penurunan rata-rata sebesar 80%. Dari hasil pengukuran didapatkan perbandingan sinyal getaran antara sebelum dengan setelah balancing yaitu terlihat amplitudo pada frekuensi 1x rpm sebelum balancing lebih tinggi daripada setelah balancing
PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR SILIKON (Si) PADA SHAFT PROPELLER BERBAHAN DASAR Al-Mg-Si Ajeng Fitria Satriani; Athanasius Priharyoto Bayuseno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.991 KB)

Abstract

Aluminium dan paduannya merupakan logam non ferrous yang cukup luas penggunaanya. Shaft propeller merupakan salah satu bagian terpenting dari instalasi penggerak kapal. HPDC (High Pressure Die Casting) merupakan salah satu metode dalam proses pengecoran. Heat treatment dilakukan untuk memperbaiki sifat mekanis dengan proses precipitation hardening . Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data nilai porositas, kekuatan tarik, kekerasan, dan struktur mikro sehingga dapat dibandingkan sifat mekanis antara produk chassis dengan penambahan unsur Magnesium (Mg) dan tanpa penambahan unsur Magnesium (Mg). Dalam penelitian ini, HPDC dilakukan pada tekanan konstan 7 MPa dan variasi penambahan unsur Magnesium (Mg) 0 wt%, 10 wt%, 11wt%, dan 12 wt%. Penambahan unsur magnesium dilakukan melaui proses stirring selama 5 menit dengan kecepatan 65 rpm dengan temperatur penuangan 750oC. Uji porositas dilakukan dengan menggunakan hukum Archimedes yaitu menimbang massa basah dan kering spesimen uji. Uji tarik menggunakan Universal Testing Machine, uji kekerasan menggunakan metode Rockwell dengan skala B, dan uji struktur mikro menggunakan mikroskop optik dengan perbesaran 200X. Hasil pengujian porositas menunjukkan bahwa porositas semakin menurun, pada variasi 0% Mg porositas sebesar 7,85%, pada variasi 11% Mg sebesar 4,96%, dan pada variasi 12% Mg sebesar 3,75%. Kekerasan meningkat seiring dengan penambahan unsur Mg. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa kekerasan meningkat, pada variasi 0% Mg sebesar 62,71 HRB, pada variasi 10% Mg sebesar 70,90 HRB,  pada variasi 11% sebesar 71,95 HRB dan pada variasi 12% Mg sebesar 78,90 HRB. Hal ini terjadi karena solidifikasi terjadi lebih cepat sehingga presipitat tumbuh dengan sempurna yang menyebabkan material memiliki jarak antar butir kristal lebih rapat sehingga sulit terjadi dislokasi pada butir.
ANALISIS MISALIGNMENT KOPLING PADA MESIN ROTARY MENGGUNAKAN SINYAL GETARAN STEADY STATE DENGAN METODE RIM AND FACE Iman Agus Raharjo; Achmad Widodo; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.586 KB)

Abstract

Diantara mesin – mesin yang ada, mesin rotasi merupakan salah satu yang banyak digunakan pada pabrik–pabrik industri karena kuat, handal, perawatannya mudah dan efisiensi. Bila terjadi kerusakan pada mesin sehingga mesin berhenti bekerja, yang biasa disebut shutdown, proses produksi akan terhenti. Karena permintaan terus meningkat, kerugian finansial yang tinggi akan terjadi karena penundaan tersebut. Sekitar 70% dari penyebab kerusakan mesin rotasi dikarenakan misalignment, yang dapat menyebabkan gaya yang berlebihan pada bearing, sehingga menyebabkan kerusakan bearing sebelum waktunya. Satu hal lain yang sangat berpengaruh pada getaran yaitu penggunaan kopling pada mesin rotasi. Dari masalah ini, penelitian tentang misalignment dilakukan dengan variasi kopling love joy, roda gigi, dan beam untuk menganalisis karakteristik sinyal spektrum getaran kerusakan mesin rotasi karena misalignment. Untuk mengatasi misalignment, proses alignment dilakukan dengan menggunakan dial indikator dan seperangkat alat tes lainya dengan metode face dan rim. Data sinyal getaran diambil pada kondisi misalignment dan kondisi alignment dengan kecepatan putar poros 1200 dan 1800 rpm. Kerusakan misalignment memiliki karakteristik yang terlihat pada sinyal getaran tinggi pada frekuensi 1x, 2x dan 3x amplitudonya tinggi. Pada kopling love joy amplitudo tertinggi pada frekuensi 3x yaitu sebesar 0,5204 in/s, pada kopling roda gigi frekuensi tertinggi pada frekuensi 3x amplitudo sebesar 0,03639 in/s, sedangkan pada kopling beam frekuensi tertinggi pada frekuensi 1x amplitudo sebesar 0,02525 in/s. Pada penelitian ini masing – masing kopling memiliki karakteristik dalam pendeteksian dengan sinyal getaran dan diketahui bahwa penggunaan kopling yang paling sedikit menibulkan getaran yaitu kopling beam.

Page 1 of 2 | Total Record : 17


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue