cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2022): Januari" : 6 Documents clear
Analisa 2nd Generation Intact Stability Criteria fenomena Parametric Rolling pada Kapal Tanker di Wilayah Perairan Indonesia Aldino Ihsan; Deddy Chrismianto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 1 (2022): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IS-Code 2008 dirancang dengan data penelitian yang berumur sudah lebih dari 50 tahun. Data kecelakaan terbaru menunjukkan banyaknya kelemahan rules tersebut, diantaranya tidak dapat mendeteksi fenomena kegagalan seperti parametric rolling. 2nd Generation Intact Stability criteria (SGISc) adalah rules baru yang tengah dikembangkan oleh IMO untuk menggantikan IS-Code 2008. Pada saat penulisan, SGISc bersifat disarankan untuk digunakan, untuk memperoleh data pendukung selama proses finalisasi oleh IMO. Data penelitian yang mengaplikasikan rules ini di perairan Indonesia masih sangat minim, sedangkan untuk penelitian diluar Indonesia sudah banyak. Sehingga pada tugas akhir ini penulis bertujuan untuk menerapkan aturan baru tersebut pada kapal yang berada di perairan Indonesia, lebih tepatnya pada kapal tanker 6500 LTDW dan 17500 LTDW. Berdasarkan penelitian, kedua kapal lolos untuk level 1 dengan nilai ∆GM/GM < 0,17 untuk kedua kapal. Pada level 2, kedua kapal memenuhi kriteria dimana nilai 1st check C1 dan second check C2 < 0.06, ini terjadi pada semua kondisi permuatan. Level 2 merupakan penentu akhir dari SGISc fenomena parametric rolling. Apabila kapal memenuhi kriteria level 2 ini, maka kapal dianggap tidak rentan terhadap fenomena kegagalan parametric rolling.
Analisis Pengaruh Variasi Sudut Kampuh Double V Pada Sambungan Las SMAW (Shield Metal Arc Welding) Baja St 37 Terhadap Kekuatan Tarik, Tekuk dan Impact Gilas Dwi Maylano; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 1 (2022): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 37 merupakan material yang banyak digunakan dalam proses manufaktur, terlebih pada pembangunan kapal. Banyaknya jenis baja menunjukkan variasi bahan yang bisa digunakan sebagai pilihan material lambung kapal salah satunya baja ST 37. Pengelasan SMAW, kampuh double v-butt joint dengan variasi sudut dilakukan dalam penelitian ini. Kemudian dilakukan uji Tarik dengan standar ASTM E8, uji tekuk dengan standar ASTM E19014, uji impak dengan standar ASTM E23 sebagai metode dalam penelitian. Melalui pengujian didapatkan nilai rata rata tegangan tarik paling besar yaitu 492.35 N/mm² pada sudut 60°. Tegangan tekuk didapatkan nilai rata rata paling besar 934.80 N/mm² pada sudut 50°. Kekuatan impak didapatkan nilai rata rata paling besar yaitu 2.79 J/mm² untuk sudut 50°. Setelah dilakukan pengujian, dapat disimpulkan bahwa baja ST 37 memenuhi standar minimal yang ditetapkan oleh BKI dan bisa digunakan sebagai material lambung kapal.
Analisa Teknis Kapal Ikan Tradisional 75 GT Tipe Batang M. Nafis Setiawan; Ari Wibawa Budi Santosa; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 1 (2022): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal ikan kayu tradisional daerah Batang pada umumnya dibangun menggunakan pengetahuan secara turun temurun sehingga memungkinkan terjadinya beberapa perbedaan karakteristik teknis dalam tinjauan akademiknya. Pada penelitian ini dilakukan analisis teknis terhadap kapal ikan kayu tradisional berukuran 75 GT yang telah eksis di daerah Batang. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis teknis berupa analisis hambatan, stabilitas serta olah gerak kapal untuk mengetahui karakteristik kapal ikan yang dianalisis. Hasil penelitian membuktikan bahwa kapal ikan kayu tradisional 75 GT yang dianalisis memiliki hambatan total sebesar 17,7 kN pada kecepatan 11 knot, stabilitas yang dianalisis berdasarkan empat kondisi dinyatakan telah sesuai dengan kriteria IMO, dan untuk olah gerak kapal yang dianalisis menggunakan kriteria Tello telah memenuhi seluruh kriteria kecuali deck wetness kapal. Kemiringan terbesar terjadi pada rolling dengan nilai 4,05 deg, dan nilai probabilitas deck wetness terbesar terjadi pada gelombang 1,25 meter dan sudut masuk 90° dengan nilai 0,508.
Studi Analisis Investasi dan Olah Gerak Kapal Pariwisata di Waduk Kedung Ombo Boyolali Zaki Maulana Iqbal; Imam Pujo Mulyatno; Ocid Mursid
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 1 (2022): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Kedung Ombo merupakan salah satu waduk yang menjadi tujuan wisata terkemuka di daerah Jawa Tengah. Salah satu wisata utama yang ditawarkan adalah wisata air berupa kapal wisata yang berkeliling daerah waduk tersebut. Baru-baru ini terjadi peristiwa yang menyebabkan tenggelamnya sebuah kapal di Waduk Kedung Ombo dikarenakan penumpang serentak bergeser kehaluan untuk berebut foto selfie. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan studi analisis terhadap kapal wisata pada waduk Kedung Ombo untuk mengetahui kelayakan kapal dalam beroperasi. Kapal wisata yang dianalisis memiliki LOA 8.7 m, lebar 1.75 m, sarat 0.5 m, tinggi 0.9 m dan kecepatan 11.43 knot. Kapal ini dianalisa hambatannya menggunakan metode Van Oomertsen dan memiliki hambatan total sebesar 5.8 kN. Kemudian analisa stabilitas dilakukan dengan berdasarkan 3 kondisi muatan serta untuk analisa olah gerak dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap nilai RMS vertical acceleratioan at FP, pitching, rolling pada tinggi gelombang 0.5 m dengan sudut heading 45°, 90°,135°, dan 180°. Tinjauan stabilitas dan olah gerak yang diakukan pada penelitian kapal wisata ini telah memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditentukan oleh International Maritim Organization. Selanjutnya kapal ini dihitung Break event Point dan diketahui balik modal 9 bulan 22 hari setelah kapal beroperasi secara normal.
Studi Perancangan Dan Analisa Olah Gerak Kapal Trailing Suction Hopper Dredger Untuk Reklamasi Teluk Jakarta Priscilla Wilhelmina Yohana; Andi Trimulyono; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 1 (2022): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reklamasi merupakan usaha memperluas tanah (pertanian) dengan memanfaatkan daerah yang semula tidak berguna (misalnya dengan cara menguruk daerah rawa-rawa. Biasanya reklamasi dilakukan dengan menggunakan alat bantu excavator maupun kapal keruk dengan berbagai variasi. Kapal keruk yang akan dirancang adalah Trailling Suction Hopper Dredger, dimana kapal ini merupakan kapal keruk yang memiliki kapasitas berlayar penuh yang digunakan untuk memelihara saluran air yang dapat dilalui, memperdalam kanal maritim yang terancam menjadi endapan lumpur, untuk membangun tanah baru di tempat lain atau untuk menggantikan pasir yang terkikis oleh badai atau gelombang pantai. Hal ini dikarenakan oleh pompa dan mesin yang besar dan kuat yang mampu menyedot pasir, tanah liat, lumpur dan kerikil.Kapal ini juga dirancang agar dapat menghemat waktu dan uang sehingga kapal ini dirancang dengan Panjang LOA 130,92 m, LPP 126 m, LWL 130,441 m, B 18 m, T 6 m, Cb 0,76 dan kecepatan 12,5 knot. Kapal ini dianalisis stabilitas dengan bedasarkan 5 kondisi muatan serta untuk analisis olah gerak dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap nilai RMS vertical acceleration at FP, pitching dan rolling pada tinggi gelombang 0,5 m, 1,5 m dan 2,5 m dengan sudut heading 0, 45, 90, 135 dan 90. Perhitungan stabilitas serta olah gerak pada model kapal yang dirancang telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan.
Analisa Kekuatan Pada Hasil Pengelasan Bawah Air Baja SS400 Dengan Bahan Elektroda Darat LB52 AWS E7016 Terbungkus Selotip Permadi, Andy Setya; Budi Santosa, Ari Wibawa; Mulyatno, Imam Pujo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 1 (2022): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan bawah air atau biasa di sebut Underwater Welding merupakan salah satu metode pengelasan yang do kembangkan untuk memenuhi kebutuhan industri maritime terutama indusri perkapalan dan konstruksi lepas pantai. Pada saat ini teknik pengelasan bawah air masih di kategorikan sebagai salah satu metode pengelasan yang mahal baik dari alat kerja, bahan kerja,  serta tenaga kerja berkompetensi pengelasan bawah air, sehingga guna mensiasati biaya produksi yang mahal para kontraktor memodifikasi elektroda bawah air (Broco Underwater) menggunakan elektroda darat  LB 52 AWS E7016 yang terbungkus selotip. Tujuan penelitian ini adalah guna menguji kelayakan dari hasil pengelasan bawah air baja SS400 menggunakan elektroda LB 52 AWS E7016 terbungkus selotip. Dengan menggunakan metode penelitian langsung, penelitian ini menunjukan dari uji kekerasan menggunakan metode Uji Impak dan Analisa Struktur material menggunakan foto mikrografi. Dari haisl pengujian Impak ektroda LB 52 AWS E7016 layak di gunakan sebagai pengganti elektroda khusus bawah air (Broco Underwater). Dengan hasil harga impak rata-rata sebesar 1.214 (J/mm2) dan untuk elektroda khusus bawah air (Broco Underwater) sebesar 0.354 (J/mm2), Serta pada pengujian mikrografi di dapati struktur mikro pada hasil pengelasan bawah air menggunakan elektroda LB 52 AWS E7016 dan elektroda Broco Underwater di dominasi dengan struktur pearlite (daerah gelap) yang memiliki kecederungan sidat keras namun getas, perbedaan yang di dapati adalah pada daerah hasil pengelasan menggunakan elektroda LB 52 AWS E7016 susunan struktur pearlite terlihat lebih kasar di bandingkan elektroda Broco Underwater sehingga nilai kekerasannya lebih besar.

Page 1 of 1 | Total Record : 6