cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2024): April" : 35 Documents clear
Analisa Shop Level Planning dengan Precedence Diagram Method pada Dua Unit Reparasi Kapal Hasibuan, Evi Aisah; Mulyatno, Imam Pujo; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa shop level planning diperlukan untuk mengetahui tingkat produktivitas pada setiap bengkel berdasarkan repair list, urutan pekerjaan dan dihitung berdasarkan jalur kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menggabungkan  dua repair list pada  kapal X dan kapal Y sehingga diperoleh penjadwalan baru dengan alternatif penambahan waktu kerja dan tenaga kerja menggunakan shop level planning dan precedence diagram method dengan mempertimbangkan keadaan fasilitas, peralatan galangan. Hasil analisis penelitian ini menghasilkan 18 lintasan kritis dan memperoleh  percepatan durasi proyek  lebih optimal  dengan alternatif penambahan jam kerja selama 4 jam  dan penambahan tenaga kerja dengan persentase 30%, mengakibatkan penambahan tenaga kerja 44 orang atau 30%, lebih banyak  dari tenaga kerja awal dan pada kedua alternatif ini menghasilkan durasi dibawah normal yaitu dari 28 hari menjadi 13 hari atau sebesar 54%, lebih cepat dari durasi normal dengan produktivitas 403,79 kg/ hari, dan dihasilkan analisa nilai berupa produktivitas disetiap bengkel yaitu bengkel replating menghasilkan produktivitas sebesar 101,53 kg/ hari orang, bengkel sandblasting dan pengecatan menghasilkan produktivitas  sebesar 131,99 /hari orang, sedangkan bengkel perpipaan menghasilkan produktivitas  sebesar 68,14 kg / hari orang. Berdasarkan hasil perhitungan utilitas galangan sudah mencukupi dengan kebutuhan galangan  yaitu trafo las SMAW 105 kg/unit hari, trafo las GTAW 4,037 kg/ unit hari, mesin NC cutting 2632 kg/unit hari, mesin bending pipa 554 kg/unit hari, mesin pemotong 2148 kg/unit hari, pompa cat 478 /unit hari, compressor sandblasting 717 /unit hari.
Pengaruh Variasi Suhu PWHT Normalizing Pada Instalasi I Bracket Pasca Pengelasan FCAW Alqarni.M, Ways; Budiarto, Untung; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengelasan konstruksi kapal material tidak hanya satu jenis saja bahkan ada dua material yang berbeda di sambungkan. Baja grade A termasuk golongan baja low carbon yang sering digunakan dalam konstruksi kapal, Cast iron juga menjadi salah satu solusi untuk konstruksi bagian dalam bentuk yang rumit. Pada pasca pengelasan material terdapat tegangan-tegangan sisa di daerah sekitar heat affeacted zone (HAZ). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan panas dalam penyembungan baja grade A dengan cast iron pada pengelasan Flux Cored Arc Welding (FCAW). Metode yang digunakan dengan melakukan pemanasan material dengan suhu 550°C, 650°C dan 700°C kemudian dilakukan pengujian ultrasonik dan uji fracture. Hasil pengujian utrasonik spesimen dengan Post Weld Heat Treatment (PWHT) 550°C, 650°C, dan 700°C ada indikasi cacat las, setalah di uji dengan metode fracture didapatkan porosity pada hasil pengelasan. Hasil pengujian yang tanpa PWHT terdapapat slag inclution. Dari hasil penelitian ini dapat di ambil kesimpulan bahwa perlakuan panas atau PWHT tidak dapat mempengaruhi atau menghilangkan cacat pengelasan yang terjadi. 
Analisis Pengaruh Variasi Arus Las Terhadap Laju Korosi dan Kekuatan Tarik Pengelasan Dissimilar Baja ASTM A36 dan Stainless SS304 Mubarak, Farhan; Budiarto, Untung; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja, khususnya baja ASTM A36 dan stainless  SS304 sangat umum digunakan dalam berbagai sektor industri karena kegunaannya yang beragam. Dengan menggunakan pengelasan dissimilar, penyambungan kedua material dengan logam dasar berbeda ini dapat dilakukan. Namun dengan pengelasan dua logam dasar yang berbeda, tentunya akan ada perubahan sifat mekanik dan yang terjadi di hasil pengelasan tersebut. Proses pengelasan juga dapat menjadi salah satu faktor penting dalam terjadinya korosi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai yang paling optimal terhadap kekuatan tarik dan laju korosi pada sambungan pengelasan dissimilar antara baja ASTM A36 dan satinless steel SS304 yang disambungkan menggunakan metode pengelasan SMAW dengan variasi intensitas arus listrik 90A, 100A, dan 110A. Pada penelitian ini nilai laju korosi terbesar terjadi pada spesimen dengan arus 90A dengan nilai 0,689 mm/year (fair), pada arus 100A dengan nilai 0,129 mm/year (good), dan terkecil pada arus 110A dengan nilai 0,089 mm/year (excellent) . Pada pengujian ini diperoleh hasil uji tarik terbaik pada spesimen dengan variasi arus 110A dengan nilai tegangan dan regangan tarik serta modulus elastisitas sebesar 631,74 MPa, 4,6% dan 101,7 GPa. Dapat disimpulkan pada penelitian ini arus pengelasan paling baik adalah 110A dengan nilai tegangan dan regangan tarik serta modulus elastisitas paling optimal dan laju korosi yang baik.
Analisis Penanganan Arus Peti Kemas Terhadap Kemungkinan Terjadinya Dwelling Time di Terminal Ocean Going¸ PT IPC Terminal Peti Kemas Tanjung Priok 2 Susatyo, Fadhly Aldilas; Amiruddin, Wilma; Trimulyono, Andi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dwelling time adalah waktu yang dihitung mulai dari suatu petikemas dibongkar muat dari kapal sampai petikemas tersebut meninggalkan terminal pelabuhan melalui pintu utama. Keterlambatan dwelling time dapat merugikan banyak pihak, baik dari pihak importir maupun pihak eksportir. Faktor yang menghambat proses dwelling time adalah arus peti kemas yang tinggi, kurangnya fasilitas dan optimalisasi alat bongkar muat, dan lamanya proses administrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari solusi terbaik dengan beberapa skenario untuk mengantisipasi dan mengurangi dwelling time di PT IPC Terminal Peti Kemas Tanjung Priok 2. Metode yang digunakan adalah forecasting, response surface method, dan sistem antrian dengan aplikasi winqsb. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, peningkatan kinerja alat QCC menjadi 27 box/jam, peningkatan kinerja RTGC menjadi 19 box/jam, peningkatan kinerja HT menjadi 5 box/jam, dan penambahan fasilitas HT sebanyak 4 unit berhasil menurunkan presentase keterlambatan dwelling time sebesar 20.49% hingga 26.29% di masa mendatang.
Analisis Tubrukan Pada Haluan Kapal Mt. Kuang 6500 Dwt Terhadap Jetty Dengan Dan Tanpa Fender Hidayatullah, Yusuf; Zakki, Ahmad Fauzan; Samuel, Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melakukan simulasi tubrukan haluan kapal MT.Kuang 6500 DWT terhadap jetty dengan dan tanpa fender. Penelitian menggunakan metode elemen hingga dengan software Abaqus 6.14 yang bertujuan mengkaji tingkat kerusakan kapal saat mengalami tubrukan terhadap jetty. Jurnal ini hanya menunjukkan variasi dalam kecepatan 3 knot serta sudut kedatangan kapal 90o dan 45o terhadap jetty. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kerusakan pada lambung kapal menjadi lebih kecil dengan pengaplikasian fender. Tubrukan tidak dilengkapi fender menghasilkan strain sebesar 0,2 untuk sudut 90o dan 0,1 untuk sudut 45o sedangkan tubrukan dilengkapi fender hanya menghasilkan strain yang lebih kecil senilai 0,17 dan 0,07 secara beruntun. Pada kontak tubrukan 3 m diatas lunas, strain yang dihasilkan berturut-turut 0,2 dan 0,12 serta 0,17 dan 0,1. Patah pelat hanya terjadi pada sudut 90o terhadap jetty tanpa fender. Tubrukan tanpa fender mengalami tingkat kerusakan lebih besar, namun demikian tingkat kerusakan berupa robekan pelat hanya terjadi pada area sekitar linggi haluan kapal dan tidak mencapai area sekat haluan. Hal ini memungkinkan kapal tetap dalam keadaan mengapung meskipun area fore peak tank mengalami kebocoran
PERENCANAAN KAPAL CONTAINER 12500 DWT UNTUK RUTE PELAYARAN SURABAYA - BANJARMASIN Prabaswara, Alvian Dharmala; Kiryanto, Kiryanto; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal kontainer sangat penting digunakan dalam melakukan kegiatan ekspor impor dikarenakan dapat mengangkut barang secara efisien dan hemat biaya dibandingkan mengirim melalui pesawat terbang. Surabaya, kota pelabuhan utama dan pusat industri, mengandalkan ekspor produk seperti tekstil dan barang elektronik, sementara Banjarmasin, pusat industri pertambangan, minyak bumi, dan energi, bergantung pada ekspor batu bara, minyak, dan gas alam. Memahami komoditas dan aktivitas ekonomi kedua kota ini penting dalam perencanaan operasional kapal kontainer melintasi rute pelayaran Surabaya-Banjarmasin. Pengembangan kapal kontainer yang efisien dan mampu mengangkut berbagai macam komoditas antara kedua kota ini mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan meningkatkan daya saing sektor perdagangan maritim Indonesia. Untuk pemodelan kapal menggunakan software Auto Cad, Maxsurf, dan 3ds Max. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu LOA = 140.13 m, LWL = 136.72 m, LPP = 132.73 m , B = 23.36 m, H = 11.45 m, T = 8.46 m, Vs = 17.29 knot.
ANALISA EVAKUASI PENUMPANG DENGAN METODE PENDEKATAN SIMULASI BERDASARKAN ATURAN IMO MSC.1/CIRC.1533 PADA KAPAL PENYEBRANGAN PENUMPANG 5000 GT Farrand, Joshua; Mulyatno, Imam Pujo; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data KNKT jumlah kecelakaaan kapal penumpang sejak tahun 2019 sampai 2021 berjumlah 55 kasus kecelakaan. Kasus kecelakaan tersebut mengakibatkan 199 orang meninggal dunia dan 70 orang mengalami luka luka. Maka diperlukan evaluasi penanganan evakuasi penumpang dan awak kapal. Penelitian kali ini membahas waktu evakuasi pada kondisi kebakaran di geladak kendaraan serta dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini dilakukan pada kapal KM. Dharma Kencana I dengan menggunakan metode simulasi kebakaran. Dari hasil simulasi memberikan dampak dari kebakaran yaitu menimbulkan gas beracun, jarak pandang yang minim, dan nilai laju pelepasan panas pada kisaran 1000 kW. Penelitian ini menghasilkan waktu evakuasi kasus 1; 22,90 menit, untuk kasus 2; 22,68 menit, kasus 3; 23,97 menit dan kasus 4; 23,43 menit dengan eror pada setiap kasusnya kurang dari 5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menghasilkan waktu evakuasi di setiap kasusnya kurang dari 60 menit sesuai dengan standard performance IMO MSC. 1/Circ. 1533.
Analisis Efektifitas Material Handling Re-Layout Galangan Kapal Di PT Samudra Marine Indonesia 1 Departemen New Building Dengan Metode Blocplan Dewangga, Andresito Ignacia; Sisworo, Sarjito Jokos; Budi Santosa, Ari Wibawa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galangan kapal memerlukan jangkauan yang efektif dan waktu Material Handling untuk mengembangkan industri perkapalan, perusahaan galangan kapal di Indonesia dapat meningkatkan proses produksi kapal karena kondisi lautan dan aktivitas perkapalan yang ada di negara tersebut. Untuk mencapai tujuan produksi dan keuntungan bagi pihak galangan kapal dan pemilik kapal, proses kerja yang efektif diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh layout galangan alternatif dengan nilai efisiensi yang maksimal dan investasi lahan yang minimal. Galangan dalam penelitian ini adalah PT. Samudra Marine Indonesia 1. Penelitian ini menggunakan metode Blocplan Algorithm. Berdasarkan hasil perhitungan, dihasilkan alternative layout PT. Samudra Marine Indonesia 1 yang menyimpulkan alternative layout memiliki jarak dan waktu material handling lebih singkat dan efisien. Alternative layout memiliki perubahan jarak Rectilinear dari Material Handling Facility – Bonded Area menjadi 125,5 m atau berubah sebesar 25,03% dengan waktu menjadi 4 menit berubah sebesar 20%, jarak Rectilinear dari Material Handling Facility – Workshop 2 menjadi 124,8 m atau berubah sebesar 42,85% dengan waktu menjadi 4 menit atau berubah sebesar 42,85%. Serta pada total jarak tempuh Material Handling berubah menjadi 846.3 m perubahan sebesar 33,97%. Perubahan layout PT. Samudra Marine Indonesia 1 menghasilkan biaya modal investasi lahan pada alternative layout sebesar Rp 174.250.000.000 dengan luas area produksi sebesar 8,7 Ha. Biaya modal investasi lahan yang lebih rendah ini dapat membuat BEP atau ROI yang lebih cepat.
Analisa Penerapan Metode Time Cost Trade Off Dalam Optimasi Proyek Reparasi MT Poka Jo Wijaya, Stefanus Victorino Candra; Yudo, Hartono; Mulyatno, Imam Pujo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Time Cost Trade Off merupakan metode yang digunakan untuk melakukan percepatan penyelesaian suatu proyek dengan penambahan biaya yang optimum. Metode ini menghasilkan analisa dari percepatan jadwal proyek yang dapat dilakukan dengan penambahan sumber daya, perlengkapan, jam lembur, dll. Proses percepatan dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara waktu, biaya dan kualitas pekerjaan. Namun, tidak menutup kemungkinan sebuah proyek tetap dapat mengalami keterlambatan seperti proyek reparasi kapal MT Poka Jo yang disebabkan oleh keterlambatan material. Pelaksanaan penelitian dimaksudkan untuk mempersingkat waktu penyelesaian proyek dengan memperhatikan perubahan biaya proyek. Time Cost Trade Off method dengan alternatif penambahan jam lembur serta tenaga kerja pada lintasan kritis dapat digunakan untuk menanggulangi keterlambatan. Hasil analisa pada penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan Time Cost Trade Off method dengan alternatif penambahan jam lembur selama 1 jam serta tenaga kerja sebanyak 11% merupakan opsi yang paling optimal karena dapat memperecepat durasi proyek sebanyak 15 hari yang semulanya 65 hari, dan pengurangan biaya sebanyak Rp 1.441.500 dari biaya awal proyek.
Analisa Pengaruh Flettner Rotor Terhadap Hambatan Total Kapal Tanker 6500 DWT Dengan Metode CFD Hamdani, Lantip Adhi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wind energy adalah teknologi yang memiliki potensi jangka panjang karena menerapkan green house gas (GSG) dalam menurunkan gas emisi seperti semua sector transportasi, industri perkapalan juga fokus dalam pengurangan gas emisi. Contoh inovasi dalam pengurangan gas emisi adalah pemasangan flettner rotor pada kapal tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hambatan total kapal setelah penambahan flettner rotor pada kapal tanker MT. Kuang 6500 DWT. Variasi pada penelitian ini kecepatan angin 5, 10, dan 20 m/s, perputaran rotasi flettner rotor pada 300, 600, 900 dan 1200 RPM dan ukuran dimensi flettner rotor D = 5 meter H = 15, 20, 25 meter. Hasil analisa menunjukkan drag force dan lift force semakin besar jika kecepatan angin (m/s) dan tinggi flettner rotor. Drag force paling tinggi sebesar 108056 N dan Lift force paling tinggi sebesar 306902 N pada D = 5 meter H = 25 meter kecepatan angin 20 m/s RPM 1200. Hasil analisa menunjukkan thrust semakin besar jika kecepatan angin (m/s) dan tinggi flettner rotor. Pada kecepatan angin 5 dan 10 m/s dapat mengurangi hambatan saat diterapkan, sedangkan kecepatan 20 m/s thrust yang dihasilkan lebih besar daripada hambatan kapal tanpa flettner rotor sehingga kurang cocok jika diterapkan

Page 2 of 4 | Total Record : 35