cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 4 (2024): Oktober" : 5 Documents clear
Optimalisasi Safety Cargo Operation pada Proses Loading Cargo Oil Product PT. Pertamina di Kapal MT. Dewi Sri Dhawala, Pakavy Aqshall; Yudo, Hartono; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oil products fall under the category of hazardous cargo that require special handling due to the potential risks of accidents such as overflow, which can cause pollution, leakage leading to fires, worker accidents due to lack of knowledge, and claims of delays during cargo loading that can harm both companies involved. Therefore, to prevent accidents that could cause significant losses to the company, it is necessary to optimize safety procedures for cargo operations. The objective of this study is to understand the process and obstacles during the oil cargo loading on MT Dewi Sri and to analyze the hazards and risks to both workers and the cargo, ensuring the process runs more optimally. Using the HIRARC Method and Likelihood and Severity Index Method in the oil product cargo loading process, it allows for hazard level analysis and helps reduce the risk of accidents and losses. Data collection techniques include in-depth interviews, surveys, documentation, and literature reviews. The results of this study show that in the oil cargo loading process on MT Dewi Sri, 6 out of 15 activities have potential hazards and risks. After analysis, it was found that 50% were classified as High Risk, and 50% were classified as Extreme Risk before risk control measures were implemented. After risk controls were applied, the percentage of risk decreased, with 83.3% classified as Moderate Risk, and 16.6% classified as Low Risk. The handling procedures for the cargo refer to the Manual Book in accordance with the ISM Code, minimizing the risks involved 
Analisis Perbandingan Penggunaan Nanopartikel Zinc Oxide (ZnO) Sebagai Campuran Coating Plat Baja SS 400 Terhadap Laju Korosi, Kekuatan Adhesi, dan Ketahanan Coating Fakhri, Alfian; Manik, Parlindungan; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan permasalahan yang banyak dijumpai khususnya pada konstruksi lambung kapal. Salah satu metode yang paling efektif dalam menahan laju korosi adalah coating. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penggunaan zinc oxide pada campuran cat epoxy dibandingkan dengan tanpa penggunaan zinc oxide pada baja ss 400 terhadap laju korosi, uji adhesi, dan impact. Metode yang digunakan pada peneltian ini adalah eksperimen dengan coating epoxy yang ditambahkan zinc oxide sebesar 5% berdasarkan massa mixing ratio cat, uji laju korosi dilakukan dengan elektrokimia, adhesi dengan portable adhesive tester dan pengujian ketahanan coating menggunakan metode drop weight. Penelitian ini menghasilkan nilai laju korosi terbaik pada coating dengan penggunaan nanopartikel zinc oxide dengan hasil 0,024357 mmpy dan coating epoxy tanpa penambahan zinc oxide menghasilkan nilai 0,038897 mmpy. Pengujian adhesi menghasilkan nilai terbaik pada coating dengan penambahan zinc oxide yang menghasilkan nilai rata – rata 17,37 MPa dan tanpa penggunaan oxide menghasilkan nilai rata – rata 15,45 MPa. Hasil pengujian ketahanan coating pada penelitian ini menghasilkan kedua coating mampu menahan pembebanan kejut yang diberikan pada saat pengujian 
Analisis Pengaruh Variasi Kuat Arus dan Normalizing pada Pengelasan FCAW Menggunakan Elektroda E81T-Ni1C terhadap Struktur Mikro dan Sifat Mekanis Material Baja ASTM A36 Irfan, Muhammad; Amiruddin, Wilma; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menganalisis kekuatan tarik, impak, dan struktur mikro pada pengelasan FCAW baja ASTM A36 dengan variasi arus dan perlakuan PWHT. Baja ASTM A36 adalah baja karbon rendah dengan kandungan karbon sekitar 0.25% yang banyak digunakan di berbagai industri termasuk perkapalan, namun dalam proses nya sering terjadi masalah struktural dan sifat mekanis karena perubahan suhu yang cepat dan distribusi panas yang tidak merata. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan PWHT dengan pendingin udara yang bertujuan untuk menghasilkan material yang kuat, lunak, ulet, dan menghilangkan tegangan sisa. Hasil penelitian menunjukkan tegangan tarik maksimum tertinggi pada 569.3 MPa dengan PWHT 850°C arus 125A, modulus elastisitas tertinggi 34.2 GPa dengan PWHT 850 arus 125A, serta pada kurva stress-strain didapatkan ductility terbesar yaitu 0.44 pada kondisi suhu 900℃ 175 A dan ductility terkecil yaitu 0.24 pada kondisi suhu 850℃ 125 A. Pengujian impak didapatkan spesimen dengan nilai ketangguhan impak tertinggi yakni oleh spesimen dengan perlakuan PWHT 900°C 125 A dengan nilai rata-rata 3.4 J/mm². Hal tersebut didukung pengamatan struktur mikrografi pada proses normalizing variasi arus 125A dan 175A serta suhu 800°C, 850°C, dan 900°C menunjukkan fasa ferrite dan fasa pearlit membentuk butiran kecil yang rapat dan teratur dibandingkan dengan tanpa PWHT dengan arus 125A dan 175A.
Analisis Pengaruh Ketebalan Coating Terhadap Laju Korosi Pada Baja ST42 Sebagai Material Daun Kemudi Pada Perairan Dengan Tingkat Salinitas Yang Bervariasi Sumintono, Heraldo Petra; Manik, Parlindungan; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan penyebab deformasi kualitas baja yang umum terjadi. Korosi ditimbulkan oleh ketidakcocokkan sifat baja dengan lingkungan sekitarnya. Faktor yang umum ditemui adalah kadar garam atau kadar salinitas dalam suatu perairan. Daun kemudi kapal sebagai salah satu komponen penting kapal yang bersinggungan langsung dengan air laut menjadi rentan akan korosi. Salah satu cara meningkatkan ketahanan baja ST 42 sebagai material utama daun kemudi kapal adalah pelapisan coating. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap laju korosi. Metode penelitian ini menggunakan material baja ST 42 menggunakan variasi ketebalan coating dengan ketebalan 75 μm, 250 μm, dan 350 μm serta kandungan salinitas yang digunakan adalah 33‰, 36‰, dan 39 ‰ dengan jenis cat yang digunakan adalah polyurethane, Hasil penelitian menunjukkan hasil laju korosi terendah terdapat pada spesimen dengan ketebalan coating 350 μm dengan kadar salinitas 33‰ dengan nilai 2,E-03 mmpy dan laju korosi tertinggi terdapat pada spesimen dengan ketebalan coating 75 μm dengan kadar salinitas 39‰ sebesar 1,E-01 mmpy. Hasil tersebut menyimpulkan pengaplikasian coating pada baja ST 42 dapat menurunkan laju korosi dan perbedaan kadar salinitas dapat mempengaruhi nilai laju korosi suatu material sehingga sangat cocok untuk diaplikasikan pada baja ST 42 sebagai material daun kemudi kapal.
Pengaruh Kuat Arus Listrik Dan Kecepatan Pengelasan SAW terhadap Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro pada Sambungan Baja SS 400 Nainggolan, Diontius; Manik, Parlindungan; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material Baja SS 400 sering digunakan dalam dunia perkapalan karena memiliki tingkat kekerasan yang tinggi karena mengandung sedikit karbon. Pengelasan SAW sering digunakan dalam industri perkapalan karena memberikan hasil akhir yang halus pada objek, dan juga karena produktivitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan nilai kekuatan tarik dan struktur mikro pengelasan SAW pada baja SS 400 setelah proses pengujan dengan bentuk spesimen berdasarkan standar ASTM dan perlakuan kuat arus 300 A, 325 A, 350 A dan kecepatan las 20 m/h, 25 m/h, dan 30 m/h. Penelitian ini menunjukkan bahwa spesimen dengan arus 350 A dan kecepatan las 20 m/h memiliki nilai tegangan tarik tertinggi yaitu sebesar 519 MPa, regangan tarik 28,9 % dan modulus elastisitas 47,97 GPa, spesimen dengan kuat arus 300 A dan kecepatan las 30 m/h memiliki nilai tegangan tarik terendah yaitu sebesar 399 MPa, regangan tarik 19,1 %, dan modulus elastisitas 55,23 GPa. Pada spesimen kuat arus 350 A dan kecepatan las 20 m/h memiliki struktur mikro yang lebih baik daripada spesimen lainnya. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah hasil lasan terbaik terdapat pada baja SS 400 dengan pengelasan SAW menggunakan kuat arus 350 A dan kecepatan las 20 m/h.

Page 1 of 1 | Total Record : 5