cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015): April" : 16 Documents clear
ANALISA KEKUATAN STRUKTUR PONDASI MESIN DENGAN INTERAKSI TRUST BLOCK PADA KAPAL ROPAX 5000 GT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Bayu Adityo Nugroho; Imam Pujo Mulyatno; kiryanto kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.838 KB)

Abstract

Konstruksi struktur pondasi mesin pada kapal adalah salah satu struktur yang sangat penting, dikarenakan konstruksi ini menerima beban dari mesin itu sendiri serta gaya dorong kapal yang diteruskan dari thrust block sehingga mengakibatkan terjadinya tegangan pada pelat pelat bagian pondasi mesin tersebut. Kekuatan konstruksi pondasi mesin dianalisa dengan menggunakan Metode Elemen Hingga (MEH). Beban yang disimulasikan pada konstruksi pondasi mesin meliputi beban dari berat mesin utama sebesar 336.85 kN, H momen yaitu kondisi dimana mesin mendapat gaya searah dari sumbu Z sebesar 55 kN, X momen yaitu kondisi dimana mesin mendapat gaya yang berlawanan dan searah sumbu Z sebesar 43 kN, L momen yaitu kondisi dimana mesin mendapat gaya yang searah dari sumbu X sebesar 18 kN, serta daya dorong kapal sebesar 87.15 kN. Material yang digunakan adalah baja grade A-BKI ASTM A131, Grade AH36 dengan modulus elastisitas sebesar 200 GPa dan poisson ratio sebesar 0,29. Sedangkan rules yang digunakan adalah standart rules dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Dilakukan studi lapangan serta studi literatur untuk mendapatkan data-data yang diperlukan, kemudian melakukan pengolahan data yang dilanjutkan dengan pembuatan model, dalam hal ini pembuatan model dilakukan di salah satu program yang berbasis software elemen hingga. Struktur yang dianalisa dibagi dalam elemen-elemen yang lebih kecil (mesh) dalam jumlah yang berhingga dengan pemberian nilai kondisi batas struktur yang disimulasikan. Dengan simulasi pada metode elemen hingga dapat diketahui karakteristik dan letak tegangan maksimum sebuah struktur berdasarkan simulasi pembebanan. Dari hasil analisa didapatkan hasil tegangan von misses maksimum sebesar 96.2 N/mm2 pada node 36922 atau pada gading nomor 33 pada daerah kamar mesin akibat akumulasi dari thrust block. Hasil analisa yang didapatkan kemudian dibandingkan dengan perhitungan tegangan izin berdasarkan rules Biro Klasifikasi Indonesia yaitu sebesar 116.36 N/mm2, dimana hasil analisa yang didapat menggunakan program bantu berbasis metode elemen hingga masih dalam ketentuan dari rules Biro Klasifikasi Indonesia. Selain itu, tegangan von misses maksimum yang terjadi masih memenuhi standar faktor keamanan yang ditentukan Biro Klasifikasi Indonesia yaitu harus lebih dari 1, dimana nilai yang didapat yaitu sebesar 2.44. 
PERANCANGAN KAPAL GENERAL CARGO 3292 DWT RUTE PELAYARAN “JAKARTA-HONGKONG” Heri Triyanto; Berlian Arswendo Adietya; Samuel Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.926 KB)

Abstract

Kerjasama Perdagangan Antara Indonesia dan Hongkong telah terjalin cukup lama. Hongkong memandang Indonesia sebagai pasar potensial yang terus membesar. Hal tersebut karena Indonesia merupakan negara populasi terpadat di kawasan Asia Tenggara dan memiliki pertumbuhan kelas menengah cukup tinggi. bagi hongkong  Indonesia merupakan pasar yang potensial, dimana tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi, populasi besar, daya beli masyarakatnya meningkat pesat, begitu juga dengan  Indonesia  posisi Hongkong juga sangat strategis karena menjadi pintu gerbang memasuki pasar China. Dengan pengalaman puluhan tahun di bidang trade financing, logistik, dan jasa perkapalan(1). Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan kapal pembanding untuk menghasilkan ukuran utama kapal rancangan melalui perhitungan regresi linear. Kapal pembanding yang digunakan berjumlah  7 unit. Ukuran utama kapal rancangan diolah hingga menjadi model kapal yang siap untuk dianalisa. Selanjutnya model kapal rancangan dianalisa menggunakan perangkat lunak perancangan dengan bantuan komputer. Kapal rancangan menggunakan mesin penggerak dengan daya yang dihasilkan sebesar 2029,52 HP untuk mencapai dan mempertahankan kecepatan dinas sebesar 12 knot pada tahanan kapal sebesar 100,51 kN dan memiliki kisaran periode oleng antara 6,9576s/d 8,9147detik. Kapal rancangan memenuhi criteria stabilitas yang ditetapkan oleh IMO dengan code A.749(18).
ANALISA KEKUATAN TARIK DAN KOMPOSISI BAHAN PADUAN ALUMINIUM LIMBAH AC MOBIL DENGAN METODE METAL CASTING UNTUK BAHAN JENDELA KAPAL Indra Artanto; Sarjito Jokosisworo; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.009 KB)

Abstract

Kota Tegal merupakan pusat industri pengecoran logam. CV Setia Kawan salah satu perusahaan  pengecoran komponen kapal seperti side scuttle,front window dengan menggunakan limbah aluminium. Ketersediaan limbah aluminium menghambat proses produksi, sehingga perlu untuk menguji limbah aluminium baru dengan harga terjangkau dan diharapkan dapat memenuhi Biro Standardisasi Klasifikasi Indonesia ( BKI ) serta dapat menekan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas produk . Berdasarkan itu, tesis ini bertujuan untuk menguji kekuatan tarik dan komposisi bahan sebagai referensi CV . Setia Kawan Tegal. Hasil kekuatan tarik paduan aluminium siku dan aluminium limbah drier AC dengan empat variasi paduan yaitu 50% aluminium siku dan 50% aluminium limbah drier AC sampai variasi paduan 80% aluminium siku dan 20% aluminium drier AC tidak menunjukan perbedaan  kekuatan tarik yang signifikan sebesar 15,738 kg/mm2  sampai  14,305 kg/mm2 dan relatif sama baik serta memenuhi standar JIS H4000 seri 5005 sebesar 12-16 kg/mm2 . Hasil uji komposisi bahan paduan aluminium siku dengan aluminium limbah drier AC dengan empat variasi paduan yaitu 50% aluminium siku dengan 50% aluminium limbah drier AC sampai variasi paduan 80% aluminium siku dengan 20% aluminium drier AC tidak menunjukan perbedaan kadar aluminium yang signifikan sebesar 98,35% sampai 97,78% dan relatif sama baik serta memenuhi standar JIS H4000 seri 5005 kadar Al sebesar 98,2% sampai 96,9% dan BKI KI AW-6061 kadar Al sebesar 97,2% sampai 95,84%.
ANALISA KEKUATAN MODIFIKASI KONSTRUKSI GELADAK UTAMA KAPAL LCT VIP JAYA 893 GT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Abdul Aziz Romani; Imam Pujo Mulyatno; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.697 KB)

Abstract

PT. Victoria Internusa Perkasa Jakarta adalah perusahaan yang bergerak dibidang pelayaran, perusahaan ini memiliki beberapa kapal dengan tipe LCT (Landing Craft Tank), mereka menyewakan kapal-kapalnya untuk project cargo di seluruh indonesia. Oleh karena itu kapal yang dimilikinya harus mampu membawa muatan apapun yang akan diangkut oleh calon penyewa. Kapal LCT VIP JAYA ini di desain untuk mengangkut truk / alat-alat berat. Dengan tuntutan bahwa kapal ini harus mampu membawa muatan yang bermacam-macam maka tidak menutup kemungkinan bahwa nantinya kapal ini juga akan beralih fungsi sebagai kapal container. Dengan merubah muatan kapal dari truk/ alat-alat berat menjadi  container maka diperlukan beberapa perubahan atau modifikasi pada beberapa aspek yang sangat penting. Antara lain lain adalah perubahan pada bentuk konstruksi kapal terutama konstruksi pada geladak kapal yang dipengaruhi oleh beban maksimum. Setelah dilakukan beberapa perubahan tentunya perlu dianalisis ulang supaya memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan baik untuk kapal itu sendiri dan orang-orang yang ada di atasnya. Untuk perubahan kontruksi akan dilakukan perhitungan seperti yang terdapat pada rules BKI. Penambahan sistem disesuaikan dengan ruangan yang ada, analisis kontruksi dengan menggunakan metode elemen hingga dengan menggunakan alat bantu software Ansys. Dalam proses analisa ini dilakukan beberapa variasi pembebanan yaitu kondisi air tenang, kondisi sagging dan kondisi hogging dimana pembebanan menggunakan beban statis. Dari hasil analisa kekuatan kontruksi geladak  kapal didapatkan nilai tegangan maksimum sebesar  182,3 N/mm²  terjadi pada kondisi sagging main deck  modifikasi muatan container dan terdapat pada node 37145. Tegangan maksimum yang terjadi masih dibawah tegangan ijin dari BKI yaitu sebesar 186,8 N/mm², dan juga masih dalam batas aman material sebesar 235 N/mm². Jadi dapat dikatakan kondisi geladak utama kapal dalam kondisi aman. 
STUDI PERANCANGAN TONGKANG PENGANGKUT LIMBAH BATUBARA DI PLTU TANJUNG JATI B JEPARA Ferlyn Papalangi; Imam Pujo Mulyatno; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.198 KB)

Abstract

Industri  di bidang  batubara  mengalami  perkembangan  dan  kemajuan yang  sangat  signifikan sehingga secara tidak langsung  mampu  mendorong  pertumbuhan ekonomi  nasional  secara  menyeluruh  dan selalu  memberi  manfaat  baik  dalam  perluasan  tenaga  kerja  maupun  untuk kesejahteraan  masyarakat. Tetapi pada sektor pengolahan batubara, terutama di wilayah PLTU terdapat limbah yang berupa fly-ash,gypsum dan bottom ash. Limbah tersebut diangkut melalui jalur laut dengan menggunakan tongkang. Dalam penilitian ini, fungsi utama kapal tongkang yang akan dirancang harus memperhitungkan ukuran utama, rencana garis, rencana umum, stabilitas kapal dan analisis kekuatan kapal.  Setelah dari perhitungan dengan metode regresi di dapatkan ukuran utama LOA =106,68 m, B= 25,91 m, H= 5,5 m, T= 4,57 m, Cb = 0,89, DWT=9100 ton. Kemudian dilakukan analisa stabilitas pada kapal dengan menggunakan  software dan mendapatkan karakter stabilitas yang baik menurut standar IMO karena daerah di bawah kurva GZ pada sudut oleng tidak  melebihi  dari nilai minimum pada standar IMO, begitu juga dengan hasil analisa kekuatan yang mendapatkan hasil yang baik menurut rules ABS hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan  yield  strength σp = 175 Mpa tidak melebihi dari ketentuan ABS σabs = 225 Mpa.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN MATERIAL ISOTROPI DAN ORTHOTROPI PADA METODE ELEMEN HINGGA UNTUK ANALISA KEKUATAN KAPAL FIBERGLASS Daniel Sahala Putra Panggabean; Ahmad Fauzan Zakki; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.039 KB)

Abstract

Material komposit merupakan material yang terbentuk dari kombinasi antara dua atau lebih material pembentuknya melalui pencampuran yang tidak homogen, dimana sifat mekanik dari masing-masing material pembentuknya berbeda. Dewasa ini banyak FEM software yang membantu dalam menganalisa kekuatan struktur suatu bahan,termasuk penggunaan materialnya, menggunakan isotropi atau orthotropi. Dengan menggunakan program bantu FEM software untuk analisa nantinya kita dapat mengetahui kekuatan struktur dari komposit dengan menggunakan material isotropi atau orthotropi, dengan demikuan diharapkan dari analisa tersebut dapat diketahui detail dari material isotropi dan orthotropi.           Pada tugas akhir ini dilakukan analisa local stress yang terjadi pada struktur kedua metode penelitian tersebut dengan bantuan FEM software. Analisa yang digunakan adalah linier static analisys yang bertujuan untuk mengetahui kekuatan kapal setelah mengalami kondisi pembebanan, karakteristik dan letak tegangan terbesar yang terjadi pada model analisa.           Hasil perhitungan dengan bantuan program komputasi FEM software didapat data untuk beam stresses Maximum Combined, Isotropi didapatkan hasil max. 5,43 x 106  N/m2 , min. 1,95 x 103  N/m2 , Orthotropi didapatkan hasil max. 6,45 x 106 N/m2  , min. 2,35x 103N/m2,dengan nilai deformasi Isotropi 1,04 x 10-2 m atau 6,86 mm, orthotropi 1,36 x 12-2 m atau 13,6 mm.
ANALISA PENGARUH PENGGUNAAN CHINE PADA HAMBATAN KAPAL IKAN TIPE KATAMARAN Basir, Nadzirun Bin; Trimulyono, Andi; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.63 KB)

Abstract

Katamaran adalah tipe kapal laut multi lambung yang dapat mengakomodasi kebutuhan akan kecepatan, stabilitas dan kapasitas yang besar dalam sebuah kapal. Kapal dengan bentuk lambung yang baik akan berpengaruh terhadap hambatan yang ditimbulkan sehingga operasional kapal dan pergerakan kapal lebih baik pula.Perhitungan nilai hambatan kapal saat beroperasi juga penting karena berpengaruh terhadap besarnya kecepatan kapal yang di inginkan dan akhirnya berpengaruh pada nilai ekonomis suatu kapal saat beroperasi.Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  penggunaan chine pada lambung kapal dengan cara memodifikasi bentuk lambung rounded menjadi multi-chine.Bentuk lambung tersebut akan di bandingkan sehingga akan diperoleh perbedaan nilai hambatan tiap model lambung. Model lambung kapal  dibuat di software Rhinoceros setelah itu di export agar terbaca pada program Computational Fluid Dynamic, diharapkan pada akhir simulasi  di dapatkan hasil analisa CFD yang akan di bandingkan dengan metode Slender Body.Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan didapatkan nilai perbedaan hambatan kapal tiap bentuk lambung.Nilai hambatan total kapal terkecil terdapat pada lambung 3 chine sebesar 5,231 KN sedangkan nilai terbesar terdapat pada lambung rounded sebesar 5,931.Nilai hambatan viskos  kapal terkecil terdapat pada lambung rounded sebesar 1,269 KN sedangkan nilai terbesar terdapat pada lambung 3 chine sebesar 1,617 KN.Nilai hambatan gelombang kapal terkecil terdapat pada lambung 3 chine sebesar 3,614 KN sedangkan nilai terbesar terdapat pada lambung rounded sebesar 4,662 KN.
ANALISA SHEAR STRESS PADA STRUKTUR CINCIN KAPAL CRUDE OIL TANKER 6500 DWT BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA Andreas Ricardo Hasian Siagian; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.878 KB)

Abstract

Distribusi beban yang  tidak merata dan adanya tekanan  muatan serta tekanan air laut pada kapal menyebabkan terjadinya tegangan dan regangan  pada struktur kapal. Salah satu tegangan yang bekerja pada struktur misdsip kapal tersebut adalah tegangan geser. Analisa tegangan geser sangat penting dalam menentukan kuat tidaknya struktur konstruksi kapal. Analisa tegangan geser dilakukan dengan pemeriksaan pada konstruksi midship kapal karena pada bagian tersebut terdapat beban yang paling besar. Jika konstruksi midship kapal telah memenuhi persyaratan tegangan geser dalam klasifikasi, maka bagian konstruksi yang lain dapat dianggap juga telah memenuhi persyaratan tersebut. Hal ini pula yang mendasari penulis melakukan analisa tegangan geser pada kapal Crude Oil Tanker 6500 DWT. Untuk membantu penulis dalam menganalisa tegangan geser, penulis menggunakan alat bantu software berbasis metode elemen hingga dengan melakukan pemodelan 1 ruang muat dengan 4 kondisi pembebanan pada program MSC Patran dengan input pembebanan berdasarkan regulasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) 2013. Hasil Analisa tegangan geser dari MSC Nastran selanjutnya dibandingkan dengan batas ijin tegangan geser yang diberikan oleh regulasi BKI 2013. Dari Hasil running MSC Nastran 2012 didapatkan tegangan geser maksimum pada loading condition IV yang terdapat pada center girder dengan nilai sebesar 91,90 N/mm2 pada node @29498 dan allowable shear stress BKI 2013 adalah 100 N/mm2. Dari hasil analisa tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tegangan geser pada konstruksi midship kapal Crude Oil Tanker 6500 DWT masih memenuhi peryaratan klasifikasi BKI 2013.
STUDI PERANCANGAN KAPAL PENGANGKUT SAPI DAN PAKAN TERNAK 100 GT PENYEBERANGAN SAPUDI - SITUBONDO Kenna Sani Saefuddin; Deddy Chrismianto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.802 KB)

Abstract

Terbatasnya sarana pelabuhan pada pelabuhan kalbut situbondo dan pelabuhan gayam sapudi sehingga sapi dilempar dari atas kapal dan memaksa sapi untuk berenang ke pinnggir pantai. Kapal tradisional yang digunakan untuk membawa sapi pun tidak memperhatikan keselamatan sapi sehingga banyak sapi yang terluka karena ini dapat mengurangi harga jual sapi yang dapat merugikan para pemilik sapi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk merancang kapal ternak yang mengangkut sapi dan pakan ternak sebagai bentuk solusi alternatif dari permasalahan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan beberapa langkah dari desain, yang merupakan perhitungan dimensi utama kapal, membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik kapal, analisis stabilitas, dan olah gerak kapal. Perencanaan lambung yang dipilih adalah jenis Monohull. Dengan menggunakan metode perancangan perbandingan optimasi dari kapal pembanding, didapatkan ukuran utama kapal yaitu Lpp = 25,1 m, B=7,40 m, H=2,90 m, T=2,69 m. Dan untuk hasil perhitungan hidrostatik, kapal memiliki displacement sebesar 301,50 ton dengan coeffisien block (Cb) = 0,57 dan letak LCB = 0,47 m. Nilai resistance yang dialami kapal sebesar 7,87 kN dan power sebesar 75 hp.
ANALISA KEKUATAN FIX STINGER PADA S LAY BARGE UNTUK INSTALASI PERPIPAAN BAWAH LAUT Wildan Achmad Suryaningrat; Imam Pujo Mulyatno; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.3 KB)

Abstract

Metode penginstalan pipa bawah laut yang paling banyak digunakan saat ini adalah metode S Lay. Banyak digunakan karena eksplorasi minyak dan  gas saat ini masih berkisar pada laut dangkal yang mempunyai kedalaman dibawah 300 meter. Untuk mempertahankan bentuk pipa pada saat instalasi S Lay barge memerlukan struktur pendukung berupa konstruksi tiang – tiang  yang dilengkapi dengan roller disebut Stinger  yang terbuat dari material baja STPG 410. Tujuan utama Stinger adalah untuk mengatur lendutan pipa pada daerah overbend agar sesampainnya pipa pada dasar laut mempunyai derajat kedatangan yang aman sehingga mencegah terjadinya buckling. kedalaman laut yang semakin dalam berakibat  tegangan yang diterima stinger akan semakin besar, akibat beban pipa yang diterima oleh stinger.Oleh karena itu tugas akhir ini akan mengkaji kekuatan Fix Stinger SEA 004 yang dimiliki oleh McDermott Middle East dengan metode elemen hingga. Dan dari hasil analisa menunjukan bahwasannya Stinger masih mampu menginstal pipa berdiameter 3 meter, lebih besar dari ketentuan fabrikator yang mencapai 0,75 meter. Serta kdalaman laut hingga 400 meter lebih dari batas instalasi S Lay yang biasanya hanya sampai  kedalaman 300 meter. Dari hasil pengujian menunjukan bahwasannya variasi beban terbesar terjadi pada model IV dengan beban sebesar 289 N/mm2  pada node26. Dengan mengalami deformasi sebesar 20512 mm. Hasil tersebut  masihdinyatakan aman menurut rules ASTM A53 karena Yield Material baja STPG sebesar 360 N/mm2

Page 1 of 2 | Total Record : 16