cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015): April" : 16 Documents clear
ANALISA PENGARUH VARIASI KECEPATAN TERHADAP TEKANAN, KECEPATAN ALIRAN FLUIDA DAN NILAI HAMBATAN TOTAL PADA KAPAL KRISO 3600 TEU MENGGUNAKAN CFD Cahyo Dwi Yantoro; Untung Budiarto; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.085 KB)

Abstract

Dalam operasinya di laut, kapal harus memiliki nilai ekonomis. Aliran fluida ketika kapal bergerak akan mengalir menuju buritan dan membentuk arus. Mengacu pada aliran fluida yang terjadi, perhitungan nilai hambatan total kapal saat kapal beroperasi menjadi penting karena berpengaruh terhadap aliran fluida yang ditimbulkan serta besarnya kecepatan kapal. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tekanan, kecepatan aliran fluida dan besarnya nilai hambatan kapal yang terjadi dengan menggunakan program computational fluid dynamic (CFD). Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal menggunakan model 3D serta dilakukan perhitungan kecepatan aliran fluida dan besarnya tekanan pada kondisi pembebanan kapal design loading dan ballast loading. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan didapatkan kontur kecepatan aliran fluida, tekanan dan hambatan total untuk kondisi pembebanan kapal design loading dan ballast loading. Pada kondisi pembebanan kapal design loading, nilai hambatan total sebesar 2598.85 KN. Sedangkan pada kondisi pembebanan kapal ballast loading, nilai hambatan total sebesar 1783.11 KN. Pada variasi froude number yang telah dilakukan, nilai kecepatan aliran fluida terbesar dan nilai tekanan terkecil pada sarat dibelakang propeller-boss dan +/- 0.8R terjadi pada station -0.169, baik pada kapal kondisi design loading maupun ballast loading.
ANALISA FATIGUE KONTRUKSI CAR DECK KAPAL MOTOR ZAISAN STAR 411 DWT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Moh. Resi Trimulya S; Imam Pujo Mulyatno; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.121 KB)

Abstract

Vehicle vessel dalah kapal yang dioperasikan untuk menghubungkan 2(dua) Pelabuhan yang dipisahkan  oleh Selat. Pada Vehicle vessel memiliki. Car deck adalah komponen struktur konstruksi yang vital karena fungsi untuk muatan kendaraan dengan menopang beban di atasnya. Analisa fatigue digunakan untuk meninjau daerah hotsport strees yang rawan terjadi crak pada suatu material. Hasil analisa fatigue diambil nilai stress terbesar dan diambil nilai siklus terpendek pada setiap variasi pembebanan. Pada penelitian ini menggunakan bantuan soft ware MSC Nastran Patran yang dipergunakan untuk membantu memperoleh hasil tegangan dan demage dari suaru konstruksi car deck. Pada proses awal pemodelan mengunakan MSC Patran untuk selanjutnya dilakukan messhing untuk membagi bidang konstruksi car deck menjadi elemen-elemen yang lebih kecil setelah  prose messhing pemberian variasi  pembebanan setiap kondisi adapun kondisi muatan penuh, kondisi Shagging, dan kondisi Hogging. Setelah Proses Running diperoleh hasil stress. Kondisi full loads didapatkan nilai strees sebesar  118 Mpa, siklus sebanyak 0,98 x108 memiliki umur 25,47 tahun. Kondisi shagging  didapat nilai stress sebesar 190 Mpa, siklus sebesar 0,77x108 memiliki umur 20,10 tahun.Kondisi Hogging didapat nilai strees sebesar 173 Mpa, siklus sebesar 0,86 x108 memiliki umur 22,34 tahun.
ANALISIS OPTIMASI PENENTUAN KAPASITAS DAYA GENERATOR PADA KAPAL KM. SINABUNG Purba, Rolan Haris Ben Imanuel; Hadi, Eko Sasmito; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.506 KB)

Abstract

Kapal KM. SINABUNG merupakan kapal penumpang yang memiliki 4 buah generator. Untuk  membangkitkan  daya  yang dibutuhkan pada kapal KM. SINABUNG maka generator set yang terpasangharus mampu beroperasi secara optimal dan efisien. Akan tetapi dalam pembagian beban pada setiap generator set kurang optimal danefisien.Sehinggakonsumsibahanbakar generator menjadilebihboros. Pada penentuan kapasitas daya generator, peneliti  melakukan beberapa tahap dalam proses mencari hasil yang optimum. Pertama, menghitung kapasitas peralatan yaitu dengan menghitung nilai faktor beban peralatan. Kedua, mencari jumlah beban dalam setiap kondisi operasional kapal pada saat sandar, manuver dan berlayar. Ketiga, mencari nilai faktor beban dari variasi generator yang digunakan dengan menggunakan simulasi metode dynamic programming untuk mendapatkan beban serta bahan bakar yang efisien. Hasil perhitungan jumlah beban dalam setiap kondisi adalah 633,64 kW pada saat sandar, 899,53 kW pada saat manuver, serta 678,72 kW pada saat berlayar. Metode dynamic programming diterapkan pada kapal KM. Sinabung pada simulasi pelayaran dari Tanjung Perak – Tanjung Priok – Kijang dan kembali ke Tanjung Perak. Konsumsi bahan bakar yang efisien adalah sebesar 7349,41 liter yaitu dengan mengoperasikan generator 1 & generator 3.
DESAIN SISTEM PENGGADINGAN PADA STRUKTUR RING STIFFENED PRESSURE HULL Sabaruddin, Alan Tigana; Zakki, Ahmad Fauzan; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.475 KB)

Abstract

Trend yang berkembang dalam perancangan kapal selam menunjukkan adanya kebutuhan untuk tingkat kedalaman yang semakin meningkat untuk sektor industri ataupun militer. Pressure hull pada umumnya memiliki konstruksi baja tebal berkekuatan tinggi dengan struktur yang kompleks dan sanggup menerima tekanan tinggi. Desainer harus mengetahui karakter tekuk (buckling) dari pressure hull dan tekanan kritis yang diterima oleh struktur. Penelitian menganalisa pressure hull dengan variasi sistem penggadingan, ketebalan pelat yang digunakan 30 mm dan ukuran profil T yang digunakan. Pembuatan model dikerjakan di software FEM, dan buckling analysis akan dilakukan menggunakan software. Berdasarkan hasil analisa pressure hull kapal selam dengan menggunakan konstruksi ring stiffened  maka buckling load factor paling kritis adalah 0,84057. Kedalaman maksimum yang bisa dicapai oleh pressure hull model 1 adalah 126,0855 m, sedangkan pressure hull model 2 adalah 171,106 m dan pressure hull model 3 adalah 129,561 m.
ANALISA UNDERWATER THRUSTER PADA REMOTELY OPERATED VEHIICLE (ROV) DENGAN METODE CFD Zaenal Abidin; Deddy Chrismianto; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.408 KB)

Abstract

Perancangan dan pembuatan robot bawah air tentunya membutuhkan banyak komponen untuk mendukung demi peningkatan oprasi kerja robot bawah air tersebut untuk melakukan berbagai macam misi yang di lakukan dibawah air. Thruster merupakan salahsatu komponen utama sebagai alat gerak pendorong dalam operasi kerja robot bawah air tersebut.Penelitian ini dibuat tiga macam desain dan analisa Thruster untuk ROV yaitu model jenis Ducted Fan, model jenis B5 75 Series Outlen Kaplan dan Kaplan Ka5 75 series kemudian akan dikomparasikan perencanaan desain sesuai dengan spesifikasi thruster  yang telah dibuat sebagai komponen propulsi pada robot bawah air tersebut. Perbedaan model thruster mengindikasikan perubahan gaya thrust yang berbeda sehingga penulis disini ingin menganalisa effect masing-masing model terhadap thrust yang dihasilkan sehingga dapat diketahui model dengan efisiensi paling optimal dengan bantuan paket program Computer Aided Design (CAD) serta Computational Fluid Dynamics (CFD).Dalam penganalisaan yang dilakukan menggunakan software CFD ANSYS CFX 15.0 menunjukkan dari masing-masing model thruster yang di analisa, terjadi perubahan bentuk aliran fluida, yang berpengaruh pula terhadap nilai thrust yang dihasilkan. Dari ketiga variasi model tersebut, terlihat nilai Thrust terbesar terjadi pada tipe Thruster B5 75 Outline Kaplan Series yaitu sebesar 25.848 N terjadi peningkatan sebesar 3.2713 % dari Kaplan series.
Analisa Teknis & Ekonomis Perancangan Sistem Pencegahan Korosi Pada Lambung Kapal, Dengan Variasi Sistem Pencegahan Menggunakan ICCP (Impressed Current Cathodic Protection) Dibandingkan dengan SACP (Sacrificial Anode Cathodic Protection) Benny Syahputra; Sarjito Joko Sisworo; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.945 KB)

Abstract

Perlindungan badan kapal terhadap korosi dengan menggunakan metode perlindungan katodik pada prinsipnya adalah sel elektrokimia untuk mengendalikan korosi dengan mengkonsentrasikan reaksi oksigen pada sel galvanik dan menekan korosi pada katoda dalam sel yang sama. Pada proteksi katodik, logam yang akan dilindungi dijadikan katoda dan reaksi oksidasi terjadi di anoda. Ada dua macam proteksi katodik yaitu Sacrificial Anode Cathodic Protection (SACP) dan Impressed Current Cathodic Protection (ICCP). Dilakukannya penelitian tentang analisa teknis & ekonomis perancangan sistem pencegahan korosi pada lambung kapal, dengan variasi sistem pencegahan menggunakan ICCP dibandingkan dengan SACP, kedua sistem dibandingkan dalam jangka 20 tahun, dari segi teknis dengan menggunakan perbandingan perhitungan sesuai standar DnV, yang dibandingkan dari tahap desain, tahap instalasi, dan maintenance, dari segi ekonomis perbandingan dibedakan dari tahap pengadaan komponen-komponen sistem, tahap instalasi, dan tahap maintenance. Data perbandingan diperoleh dengan perhitungan sesuai standar, studi literatur, diskusi dan interview. Hasil perhitungan perbandingan yang diperkirakan selama 20 tahun, dari segi teknis kedua sistem memenuhi standar yang berdasar pada sistem perhitungan standar DnV B-401, sedangkan dari segi ekonomis, biaya untuk sistem ICCP sebesar Rp. 203.605.000,00 dan sistem SACP sebesar Rp. 526.770.000,00, sehingga lebih ekonomis menggunakan sistem ICCP sebesar Rp 323.165.000,00 atau 38,65% dari biaya untuk sistem SACP

Page 2 of 2 | Total Record : 16