cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2020): April" : 8 Documents clear
Pengaruh Salinitas Air Laut Terhadap Laju Korosi Baja SS 400 pada Kapal Reka Purnawati; Sarjito Jokosisworo; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.181 KB)

Abstract

Baja merupakan komponen plat utama untuk badan maupun lambung kapal. Baja SS 400 merupakan jenis baja karbon rendah dengan kandungan karbon sebesar 0,20%, silicon 0,14% dan mangan sebesar 0,29%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap laju korosi pada baja SS 400 dengan media air laut yang diperoleh dari air laut wilayah Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, dan Jepara. Penelitian ini menggunakan metode kehilangan berat yaitu metode ketahanan korosi dengan cara mencelupkan seluruh permukaan spesimen dan menghitung hilang masa selama penelitian berlangsung. Jumlah spesimen yang digunakan pada penelitian ini adalah 16 buah yang dibagi kedalam 4 kelompok air laut (Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, dan Jepara). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Diponegoro dan Laboratorium Bahan Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada dengan menggunakan variabel manipulasi air laut sebagai media korosif yang diambil dari 4 wilayah yang berbeda yaitu Bantul,  Gunung Kidul, Kulonprogo, dan Jepara , massa spesimen yang berkurang selama penelitian berlangsung adalah variabel respon dan variabel kontrolnya adalah dimensi spesimen uji berbentuk silinder dengan dimensi diameter 14 mm dan ketebalan 3 mm, lamanya perendaman 3 minggu dan volume air laut sebesar 1 liter (ASTM G31-72). Hasil pengujian korosi dari baja SS 400 untuk wilayah Bantul dengan salinitas 23.700 ppm laju korosi = 0,170366435 mmpy, Gunung Kidul dengan salinitas 22.750 ppm laju korosi = 0,128687728 mmpy, Kulonprogo dengan salinitas 23.200 ppm laju korosi = 0,131457914 mmpy dan Jepara dengan salinitas 17.800 laju korosi = 0,102496879 mmpy.
Analisa Pengaruh Perancangan Penggelaran Pipa Oleh Kapal Terhadap Estimasi Durasi Proyek Pemasangan Pipa Penyalur Bawah Laut Andriyanto, Fajar; Mulyatno, Imam Pujo; Chrismianto, Deddy
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.5 KB)

Abstract

Variabel penting estimasi durasi proyek adalah schedule dan penggunaan alat. Penyebaran kapal merupakan pengunaan kapal – kapal dalam proyek lepas pantai dan implementasi penggunaan alat. Penerapan aktivitasnya tidak terdapat pada schedule proyek pemasangan pipa penyalur bawah laut PHE38P ke PPP milik PHE WMO, sehingga berpotensi terjadi kesalahan estimasi. Survey proyek oleh Project Management Institute (PMI) menunjukkan bahwa keberhasilan proyek hanya 51% dengan penyebab kurang akuratnya waktu pengerjaan sebesar 26%. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penggunaan kapal pada kegiatan penggelaran pipa terhadap estimasi durasi proyek. Pemecahan masalah dengan kalkulasi kemampuan kapal, merancang jadwal proyek, membandingkan estimasi dengan aktual, dan analisa produktivitas. Hasil didapatkan bahwa dengan kemampuan kapal awal mengalami penurunan produktivitas untuk alat dan pekerja sebesar 20.51% dan 3.13% dengan peningkatan durasi 31 hari ke 39 hari dan 31 hari ke 32 hari. Dikarenakan mengalami penurunan produktivitas, maka dilakukan analisa estimasi kemampuan kapal baru untuk peningkatan produktivitas dan didapat peningkatan sebesar 10.71% pada produktivitas alat dan pekerja, dengan penurunan durasi 31 hari ke 28 hari. Hasil tersebut membuktikan jika penerapan penyebaran kapal terutama kemampuan kapal pada proyek pemasangan pipa bawah laut memberikan pengaruh berupa perubahan durasi proyek. Selain itu, hasil juga memberikan pertimbangan beberapa aktivitas kerja yang akan berisiko memperlambat proyek.
Analisa Teknis dan Ekonomis Perbedaan Layout Deck pada Kapal Trawl Terhadap Waktu Bongkar Muat Ikan Rinovia Dika Anggoro; Wilma Amiruddin; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.861 KB)

Abstract

Tata letak perlengkapan di atas kapal akan berpengaruh secara teknis dan ekonomis, hal ini berlaku pada jenis kapal Trawl. Geladak pada sebuah kapal berpengaruh secara langsung terhadap performa stabilitas dan perubahan titik berat karena perbedaan penempatan peralatan tangkap. Layout geladak juga mempengaruhi keselamatan & lama waktu bagi abk saat proses pembongkaran ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan tata letak perlengkapan terhadap stabilitas kapal dan pengaruhnya terhadap lama waktu bongkar muat kapal terhadap biaya tambat serta nilai investasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan software dengan memberikan perlakuan berupa simulasi peletakan perlengkapan kapal dalam beberapa posisi dengan tinjauan teori stabilitas kapal sedangkan nilai ekonomisnya akan ditinjau berdasarkan proses lama waktu pembongkaran ikan dengan kelayakan investasi menggunakan kriteria analisa biaya pendekatan NPV (net present value), IRR (internal rate of return) dan PP (Payback Period). Berdasarkan hasil penelitian ini stabilitas kapal II lebih baik dibandingkan stabilitas kapal I dengan nilai momen tertinggi 261,18 Ton.m dengan nilai GZ tertinggi 1,445 m sedangkan tingkat keefisien lama waktu bongkar muat kapal I lebih unggul di bandingkan kapal II dengan lama waktu bongkar mencapai 3  jam. Hasil nilai investasi ekonomis kedua kapal menunjukkan kapal I mempunyai nilai kelayakan investasi yang menguntungkan dengan perolehan perhitungan NPV sebesar 1,756,118,805, nilai IRR sebesar 25,88% dan nilai PP 2,91 tahun.  
Rekayasa Desain Bangunan Atas Kapal Katamaran Bermaterial Plastik HDPE dan Pengaruhnya Terhadap Performance Kapal M. Haris Fikri Sulthoni; Wilma Amiruddin; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.7 KB)

Abstract

Bangunan atas kapal adalah salah satu bagian yang umum ada pada struktur kapal dalam bentuk bangunan yang utuh. Hal ini juga dapat meningkatkan nilai jual ekonomis kapal. Rekayasa desain bangunan atas kapal akan berpengaruh terhadap karakteristik teknik kapal, antara lain hambatan dan stabilitas. Perbedaan bentuk bangunan atas kapal akan mengindikasikan perubahan besar pada hambatan kapal terutama pada hambatan angin, serta stabilitas yang berbeda sehinngga penulis ingin menganalisa performance kapal akibat efek perekayasaan desain bangunan atas kapal. Analisa dilakukan dengan pembuatan model rekayasa tiga desain, untuk melihat desain yang paling baik. Kemudian, analisa performance kapal diketahui dengan bantuan software Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk analisa hambatan angin dan software system komputasi untuk analisa stabilitas kapal. Dari ketiga variasi desain bangunan atas kapal, nilai hambatan terendah terdapat pada model tiga dan mengalami kenaikan pada hambatan total kapal sebesar 0,045% dari hambatan sebelumnya dengan nilai sebesar 1,244 kN. Untuk nilai stabilitas paling baik didapatkan pada model 2 dan 3 dengan nilai GZ maksimal sebesar 1,279 m untuk kondisi kapal kosong dan pada kapal kondisi penuh didapatkan pada model 1 dengan nilai GZ maksimal sebesar 1,255m.
Analisa Teknis Dan Ekonomis Perbedaan Layout Deck Kapal Purse Seine Terhadap Waktu Bongkar Muat Ikan Arrizal Abdul Wahid; Wilma Amiruddin; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.15 KB)

Abstract

Tata letak perlengkapan di atas kapal akan berpengaruh secara teknis dan ekonomis, hal ini berlaku pada jenis kapal Purse Seine. Layout geladak berpengaruh secara langsung terhadap kecepatan pada proses pembongkaran ikan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh perbedaan tata letak perlengkapan terhadap stabilitas kapal dan pengaruhnya terhadap bongkar muat. Kecepatan bongkar muat tersebut akan berpengaruh terhadap biaya tambat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah memberikan perlakuan berupa simulasi peletakan perlengkapan kapal dalam beberapa posisi dengan tinjauan teori stabilitas kapal sedangkan nilai ekonomisnya akan ditinjau berdasarkan kriteria analisa biaya yaitu kriteria  NPV (net present value), IRR (internal rate of return) dan PP (Payback Period). Hasil teknis menunjukkan bahwa stabilitas didapatkan hasil nilai GZ pada kapal A lebih besar dari GZ kapal B. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan waktu efektif bongkar muat antara kapal A dan kapal B sebesar 30 menit dengan  perbedaan efisiensi kurang lebih 1% indicator kelayakan ekonomis menunjukkan kapal A nilai NPV 12% 4,437,981,220 NPV 25% - 345,512,453, IRR 23,5%, PB 4,3 tahun dan kapal B NPV 12% 6,713,894,250 NPV 30% -211,510,276, IRR 29,4%, PB 3,7 tahun.
Studi Perhitungan Respon Struktur Pondasi Mesin Kapal Penyeberangan 1000 GT Akibat Pembebanan Statis Febby Ari Saputro; Hartono Yudo; Imam Pujo Mulyanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.993 KB)

Abstract

Sistem konstruksi menjadi salah satu perhatian utama dalam mendesain sebuah kapal, karena sistem konstruksi merupakan bagian terpenting yang berfungsi menjamin keselamatan awak kapal, penumpang dan muatan yang diangkut. Struktur pondasi mesin menjadi perhatian bagi penulis karena struktur tersebut harus menopang beban mesin induk dan menahan berbagai macam gaya yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan nilai tegangan dan defleksi maksimum pada kapal penyeberangan 1000 GT yang memiliki 2 mesin induk, serta membandingkan apabila ketebalan pelat dan profil menggunakan tebal minimum sesuai rules BKI. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode elemen hingga dan rules yang digunakan yaitu Biro Klasifikasi Indonesia. Validasi dilakukan pada model dengan menggunakan perhitungan defleksi mekanika teknik dan didapatkan nilai error sebesar 3,41 %. Pada peniltian ini terdapat lima jenis beban yang akan diinputkan, yaitu beban gaya akibat berat mesin 48510 N dan gearbox 15876 N, beban momen dari torsi mesin induk 4550 Nm, beban gaya dorong akibat pengaruh dari thrust block 100293 N, serta tekanan hidrostatis kapal sebesar 0,025 Mpa, sehingga diasumsikan terdapat tiga jenis kondisi, yaitu kondisi ketika kapal berlabuh, kondisi ketika kapal berlayar dan kondisi ketika kapal sedang manuver, didapatkan tegangan maksimum terjadi pada kondisi ketika kapal sedang manuver sebesar 60,708 Mpa dan nilai deflkesi sebesar 0,877 mm, dan juga didapatkan tegangan maksimum pada struktur yang telah divariasi ketebalannya terjadi pada kondisi III sebesar 111,449 Mpa dan nilai defleksi sebesar 1,381 mm, serta faktor keamanan terkecil 3,8 untuk model struktur sesuai dengan gambar konstruksi berdasarkan material yang digunakan dan 2,1 untuk struktur yang telah divariasi ketebalannya.berdasarkan material yang digunakan.
Optimalisasi Repair Schedule SPOB. Prosper Three 3537 DWT Dengan Critical Path Method Guna Antisipasi Keterlambatan Proyek Astrid Aisya Rahmi; Imam Pujo Mulyatno; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.356 KB)

Abstract

Proyek kapal SPOB. Prosper Three pada reparasi kali ini merupakan proyek reparasi khusus yaitu modifikasi ruang muat. Pekerjaan ini perlu perhatian khusus karena dikerjakan dari awal hingga akhir yang jika mengalami keterlambatan maka menyebabkan keterlambatan total proyek sehingga tidak sesuai dengan kontrak. Data utama yang dibutuhkan dalam penelitian ini berupa master schedule proyek, repair list, kebutuhan tenaga kerja. Langkah awal yang dilakukan ialah analisis pekerjaan yang termasuk ke repir list kapal SPOB. Prosper Three. Lalu penentuan predecessor pekerjaan dan pembuatan network diagram dengan menggunakan metode Critical Path Method dan Software Microsoft Project 2013, pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan diagram network planning, aktivitas sensitif dan jalur kritis proyek, serta penghitungan produktifitas sumber daya terhadap proyek reparasi kapal SPOB. Prosper Three. Hasil crashing menunjukan pengurangan durasi selama 6 hari, dari durasi kontrak 30 hari menjadi 24 hari untuk mendapatkan schedule yang optimal. Pada proyek reparasi kapal SPOB. Prosper Three di PT. Yasa Wahana Tirta Samudera dihasilkan analisis berupa produktifitas manpower sebesar 23 kg/mandays dengan penambahan tenaga kerja sebanyak 51 orang dari 39 orang pada perencanaan dan penambahan jam kerja lembur selama 3 jam.  Adanya penambahan tenaga kerja dan jam kerja lembur menghasilkan penambahan biaya sebesar 1% dan 35 %. Untuk itu dapat dilihat bahwa pengurangan durasi dengan penambahan  tenaga kerja lebih efisien dari penambahan jam lembur dan penjadwalan durasi lebih optimal.
Implementasi Perbandingan Critical Chain Project Management dengan Critical Path Method Repowering Kapal MV. Sinar Ambon Sudarminto, Tri Astuti; Mulyatno, Imam Pujo; Budi santosa, Ari Wibawa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.163 KB)

Abstract

Repowering kapal merupakan penggantian mesin induk kapal. Kegiatan kapal ini memakan waktu yang cukup lama karena melihat kondisi kapasitas galangan serta minimnya pengalaman terhadap proyek tersebut sehingga perlu adanya perencanaan penjadwalan. Metode Critical Path Method (CPM) paling sering digunakan sebagai analisa penjadwalan proyek. Namun kenyataan yang terjadi di lapangan, perencanaan menggunakan CPM ataupun metode lain dinilai kurang efisien karena menambahkan buffer time yang menyebabkan durasi proyek bertambah. Sesuai dengan masalah tersebut, telah berkembang metode baru untuk merencanakan penjadwalan yaitu Critical Chain Project Management (CCPM). CCPM adalah metode penjadwalan baru yang dapat menjadi alternatif solusi baru dari permasalahan tersebut. Metode ini ditempuh dengan cara menghilangkan multitasking, student syndrome, parkinson’s law serta memberi buffer di akhir proyek. Pada tugas akhir ini dilakukan perbandingan durasi hasil penerapan metode CCPM dengan metode CPM pada studi kasus perbaikan kapal di PT. YWTS. Penjadwalan awal proyek menggunakan metode tradisional berupa gantt chart yang kemudian di-breakdown lebih detail dan lengkap dengan hubungan antar aktivitasnya ke dalam bentuk CPM, dan kemudian akan dibandingkan dengan durasi hasil dari penjadwalan CCPM yang telah menghilangkan multitasking, menghilangkan Safety time pada tiap aktivitas dan memberi buffer dalam pengerjaannya. Berdasarkan hasil analisa, bahwa durasi CCPM lebih cepat 11,5 hari dibandingkan dengan CPM.

Page 1 of 1 | Total Record : 8