cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017" : 42 Documents clear
ANALISA PERBANDINGAN PENGGUNAAN BEKISTING KONVENSIONAL, SEMI SISTEM, DAN SISTEM (PERI) PADA KOLOM GEDUNG BERTINGKAT Hario Surya Pratama; Rosaria Kristy Anggraeni; Arif Hidayat; Riqi Radian Khasani
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.986 KB)

Abstract

Bekisting merupakan suatu sarana pembantu untuk mencetak beton dengan ukuran, bentuk, ataupun posisi yang dikehendaki. Analisa yang dilakukan adalah membandingkan bekisting metode konvensional, semi sistem, dan sistem (PERI) pada kolom pekerjaan Proyek Pembangunan World Trade Center 3, Jakarta, Proyek Pembangunan Ruko Grand Kota Bintang, Bekasi dan Proyek Pembangunan Ruko Gajah Mada, Semarang terhadap biaya dan waktu. Analisa harga satuan pekerjaan bekisting mengacu pada harga material, alat, dan upah tenaga kerja tahun 2016. Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan tugas akhir ini adalah mengetahui jenis bekisting yang tepat untuk digunakan pada suatu pekerjaan bekisting kolom pada masing-masing proyek, ditinjau dari perbandingan waktu dan biaya pekerjaan bekisting. Setelah melakukan berbagai perhitungan mulai dari menganalisa harga satuan pekerjaan, menghitung luas permukaan kolom dan menghitung kapasitas produksi dari masing-masing proyek kemudian membuat rekomendasi skenario untuk mengambil keputusan yang menggabungkan dua metode bekisting agar menghasilkan biaya dan waktu yang efektif. Proyek World Trade Center 3, Jakarta jika mengutamakan segi biaya, pekerjaan bekisting lebih tepat menggunakan bekisting semi sistem. Jika mengutamakan segi waktu, pekerjaan bekisting sudah tepat menggunakan bekisting sistem (PERI) karena bekisting ini durasi pelaksanaannya paling cepat diantara bekisting lainnya. Proyek Ruko Grand Kota Bintang, Bekasi jika mengutamakan segi biaya, pekerjaan bekisting sudah tepat menggunakan bekisting semi sistem karena memiliki biaya pekerjaan yang paling murah diantara bekisting lainnya. Jika mengutamakan segi waktu, pekerjaan bekisting lebih tepat menggunakan bekisting sistem (PERI). Proyek Ruko Gajah Mada, Semarang jika mengutamakan segi biaya, pekerjaan bekisting lebih tepat menggunakan bekisting semi sistem. Jika mengutamakan segi waktu, pekerjaan bekisting lebih tepat menggunakan bekisting sistem (PERI).
PENGARUH PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI CANDI TERHADAP SUNGAI KREO DI KOTA SEMARANG DAN PENANGANANNYA Luluk Afidah; Nuring Nafisah; Hary Budieny
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.383 KB)

Abstract

PT IPU (Indo Permata Usahatama) selaku developer KIC (Kawasan Industri Candi) akan melakukan pengembangan perluasan wilayah pada KIC. Lokasi KIC terletak di antara dua sungai besar di Kota Semarang yaitu Sungai Bringin di sebelah barat dan Sungai Kreo di sebelah selatan. Pengembangan KIC menyebabkan beberapa dampak negatif, salah satunya dengan bertambahnya debit banjir. Dalam Tugas Akhir ini, disajikan hasil kajian pengaruh dari pengembangan KIC terhadap debit banjir di Sungai Kreo. Perhitungan debit banjir dilakukan dengan dua metode, yaitu metode Rasional dan HSS Gama 1. Penanganan dari dampak pengembangan kawasan industri tersebut direncanakan dengan membangun beberapa long storage pada sub DAS Kreo yang terkena dampak pengembangan, yaitu pada sub DAS 1, 2, dan 6. Untuk keperluan Tugas Akhir ini, perencanaan dilakukan pada long storage 1c, meliputi mercu (pelimpah) dan pintu air penguras. Dari perencanaan long storage ini diharapkan dapat menanggulangi dampak banjir yang bisa saja terjadi akibat dari pengembangan kawasan industri Candi  pada daerah Sungai Kreo Semarang. Dari analisis hidrologi didapat debit banjir rencana dengan periode 50 tahun sebesar 29,66 m3/s. Volume tampungan long storage didapat dengan mengurangkan debit sesudah dan sebelum pengembangan. Dari hasil perencanaaan didapatkan volume tampungan sebesar 5418 m3, elevasi dasar +77, elevasi mercu +80, tinggi mercu 3 meter, rencana anggaran biaya sebesar Rp 825,463,000.00 dalam waktu 34 minggu dengan menyertakan penjadwalan pekerjaan long storage.
PERENCANAAN DERMAGA PELABUHAN PERINTIS WINDESI KAB. KEPULAUAN YAPEN, PAPUA Riyan Aditya N; Ivan Kaleb S; Priyo Nugroho; Purwanto purwanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.894 KB)

Abstract

Windesi terletak di wilayah administratif Kabupaten Kepaulauan Yapen, Provinsi Papua. Permasalahan yang terjadi di Windesi adalah belum tersedianya akses transportasi laut yang memadai, sehingga menjadi masalah bagi kapal yang akan bersandar. Dermaga eksisting yang ada di Windesi terbuat dari kayu dan dalam kondisi rusak. Data yang diperlukan untuk perencanaan meliputi peta topografi, peta bathimetri, data angin, data kapal, data tanah, dan data pasang surut. Dasar perencanaan dermaga ini menggunakan data kapal terbesar yang akan bersandar di Pelabuhan Perintis Windesi, yaitu Kapal Papua Lima dengan bobot kapal sebesar 500 DWT. Kebutuhan wilayah perairan terdiri dari kolam putar yaitu 102 m, kedalaman kolam pelabuhan -4,00 LWL dan elevasi dermaga yaitu +3,00 LWL. Metodologi yang digunakan untuk perhitungan pasang surut adalah metode admiralty diperoleh nilai HHWL = 174,51 cm dan gelombang rencana kala ulang selama 50 tahun dengan H = 2,682 dan T = 8,77 detik. Dalam perencanaan struktur dermaga, digunakan program SAP 2000 dengan model 3D. Dermaga terdiri dari bangunan jetty head, trestle, dan causeway. Dimensi jetty head yaitu panjang 62 m dan lebar 6 m. Dimensi trestle yaitu panjang 194 m dan lebar 4 m. Dimensi causeway yaitu panjang 15 m dan lebar 4 m. Estimasi anggaran untuk pembangunan struktur jetty adalah sekitar Rp 48.580.000.000,00.
ANALISIS PENGGUNAAN METODE PENJADWALAN LINE OF BALANCE PADA PROYEK KONSTRUKSI REPETITIF (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN CANDILAND – SEMARANG) Muhammad Abrar Aulia; Aulia Hashemi Farisi; M.Agung Wibowo; Arif Hidayat
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.008 KB)

Abstract

Pemilihan metode penjadwalan proyek yang sesuai menjadi salah satu langkah guna memenuhi kebutuhan dalam pelaksanaan konstruksi. Proyek konstruksi yang memiliki pekerjaan yang berulang  atau repetitif membutuhkan supply tenaga kerja yang menerus dan terjadwalkan dengan baik, karena  pekerjaan proyek yang berulang tersebut harus mampu terus melakukan progress tanpa tertunda. Penjadwalan proyek yang umum digunakan di proyek konstruksi berupa barchart dan PDM belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Line of Balance (LoB) adalah metode penjadwalan proyek konstruksi berupa suatu garis yang mewakili satu jenis paket kegiatan berulang. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui mengapa LoB perlu diterapkan pada proyek repetitif serta kelebihan dan kekurangannya. Hasil analisa menunjukkan bahwa LOB cocok untuk diterapkan pada proyek repetitif karena mampu menjadwalkan pekerjaan berulang dan menganalisis kemungkinan terjadinya hambatan pada pelaksanaan konstruksi, walau tidak mampu menunjukkan logika ketergantungan antar pekerjaan.
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE KABUPATEN MAGELANG Linda Budi Lestari; Aniza Yula Mayang; Hary Budieny; Suseno Darsono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.033 KB)

Abstract

Permasalahan banjir atau genangan air di Kabupaten Magelang disebabkan buruknya sistem jaringan drainase terjadi di beberapa wilayah. Berdasarkan analisis kriteria penentuan skala prioritas dipilih Jalan Sarwo Edi Wibowo sebagai lokasi perencanaan. Kapasitas saluran yang tidak mampu menampung banjir dan inlet yang rusak atau bahkan tertutup oleh sampah adalah penyebab terjadinya banjir atau genangan pada lokasi tersebut. Data curah hujan harian pada stasiun hujan Magelang dianalisis untuk mendapatkan intensitas curah hujan rencana menggunakan metode Mononobe dan waktu konsentrasi metode Kirpich. Perhitungan debit rencana dimodelkan dengan bantuan program EPA SWMM 5.0 dengan periode ulang 5 tahun untuk saluran drainase perkotaan dan 25 tahun untuk saluran sungai. Besar debit rencana yang digunakan untuk perencanaan saluran sebesar 5,39 m3/detik dan 5,42 m3/detik pada saluran  kanan dan kiri Jalan Sarwo Edi Wibowo, untuk saluran yang menuju ke taman sebesar 2,42 m3/detik dan saluran Sungai Curi sebesar 18,02 m3/detik. Selanjutnya untuk menganalisis kapasitas saluran digunakan bantuan program HEC-RAS. Input data pada program HEC-RAS adalah dimensi saluran eksisting dan didapatkan hasil bahwa saluran eksisting tersebut tidak mampu menampung debit rencana. Kemudian dimensi saluran diperbesar hingga semua penampang saluran mampu menampung debit rencana. 
EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL DAN FLYOVER DI BUNDARAN KALIBANTENG Reza Eka Pradipta; Torang Purba; Y.I.Wicaksono YI.Wicaksono; Amelia k Idriastuti
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.438 KB)

Abstract

Bundaran Kalibanteng adalah salah satu simpul utama di Kota Semarang yang menghubungkan akses barat – timur – selatan dan dari bandara. Bundaran ini berada pada pertemuan enam ruas jalan, yaitu Jalan Yos Sudarso (Jalur Pantura), Jalan Sudirman, Jalan Pamularsih, Jalan Abdul Rahman Saleh, Jalan Siliwangi, dan Jalan Akses Bandara Ahmad Yani yang diatur oleh simpang bersinyal. Walaupun terdapat Flyover Kalibanteng, antrian kendaraan berat tetap terlihat terutama di Pendekat Siliwangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pergerakan di bundaran tahun 2016, evaluasi kinerja simpang bersinyal dan flyover di Bundaran Kalibanteng, beserta upaya peningkatan kinerjanya pada tahun 2018. Survei primer berupa traffic counting beserta pengamatan fase dan waktu siklus. Evaluasi kinerja simpang bersinyal dan flyover di Bundaran Kalibanteng dititikberatkan pada karakteristik pergerakan volume kendaraan berat mengingat bundaran ini merupakan bagian jalur kendaraan niaga Pulau Jawa. Kinerja simpang bersinyal eksisting (2016) diperlihatkan melalui nilai Derajat Kejenuhan (DS) dan tundaan dari masing-masing pendekatnya, sebagai berikut: Pendekat Sudirman dengan DS 0,80 dan tundaan 120,42 det/smp; Pendekat Pamularsih dengan DS 1,14 dan tundaan 395,53 det/smp; Pendekat Abd. Saleh dengan DS 0,37 dan tundaan 104,57 det/smp; Pendekat Siliwangi dengan DS 1,59 dan tundaan 1209,47 det/smp; Pendekat Bandara Ahmad Yani dengan DS 0,95 dan tundaan 146,89 det/smp; serta Pendekat Yos Sudarso dengan DS 0,48 dan tundaan 117,44 det/smp. Skenario penanganan yang diusulkan antara lain: (1) Optimasi waktu siklus dengan flyover eksisting; (2) Optimasi waktu siklus dengan flyover Siliwangi - Yos Sudarso dua arah; (3) Optimasi waktu siklus dengan flyover Siliwangi - Sudirman dua arah; dan (4) Optimasi waktu siklus dengan flyover Siliwangi - Yos Sudarso dan Siliwangi - Sudirman dua arah. Dengan mengakomodasi rencana pengalihan jalan akses bandara (2018), kinerja simpang saat penerapan skenario 1, ternyata didapat hasil bahwa pendekat Siliwangi dan Yos Sudarso memiliki nilai DS > 0,85. Untuk skenario 2, didapat hasil bahwa pendekat Siliwangi, Sudirman dan Yos Sudarso memiliki nilai DS > 0,85. Untuk skenario 3, didapat hasil bahwa pendekat Siliwangi, Pamularsih dan Yos Sudarso memiliki nilai DS > 0,85. Untuk skenario 4, ternyata tidak terdapat hasil pendekat dengan nilai DS > 0,85. Dari keempat skenario, skenario dengan kinerja terbaik adalah skenario 4, namun penerapan skenario ini membutuhkan kajian biaya dan desain teknis secara komprehensif.
ANALISA GEOTEKNIK BENDUNGAN GONGSENG TERHADAP KEAMANAN REMBESAN, STABILITAS LERENG, DAN BEBAN GEMPA Ali Imron; Dianah Sarah; Kresno Wikan Sabdono; Siti Hardiyati
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.365 KB)

Abstract

Bendungan Gongseng terletak di Bojonegoro, Jawa Timur. Bendungan ini direncanakan untuk kebutuhan irigasi seluas 6.169 Ha dan air baku 300 liter/detik. Mengingat pentinganya peran waduk tersebut, maka penulis melakukan studi analisa keamanan bendungan terhadap rembesan, stabilitas lereng, dan beban gempa. Hasil analisa penerimaan material menunjukan bahwa sampel lempung, pasir, dan batuan layak digunakan sebagai bahan timbunan. Justifikasi tersebut didasarkan pada hasil pengujian di Laboratorium Mekanika Tanah Undip dan data dari pihak konsultan perencana.  Pengujian tersebut meliputi:proctor, maximum-minimum density, triaxial UU, direct shear, contant, falling head, gradasi, dan soil properties. Berikutnya dilakukan pemodelan dengan menggunakan Plaxis 8.2 dan Geostudio 2007 menunjukkan keamanan baik pada stabilitas lereng terahadap beban normal, dan stabilitas terhadap beban gempa. Hanya saja, bendungan tidak aman terhadap bahaya rembesan sehingga perlu dilakukan perbaiakan berupa injeksi semen (grouting) pada batuan pondasi sepanjang as bendungan
ANALISIS EFEKTIVITAS JALUR LAMBAT PADA RUAS JALAN KALIGAWE SEMARANG Inke Sita Ratnasari; Briliano Mantriwi; Bagus Hario Setiadji; Bambang Riyanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.087 KB)

Abstract

Jalan Kaligawe Semarang merupakan salah satu Jalan Nasional terletak di Provinsi Jawa Tengah dan memiliki fungsi sebagai jalan arteri primer. Pada ruas Jalan Kaligawe KM 3+500 – KM 5+000 terdapat jalur lambat. Tujuan keberadaan jalur lambat pada ruas Jalan Kaligawe adalah untuk memperlancar arus lalu lintas dan meminimalisir tingkat fatalitas kecelakaan di jalur cepat. Maksud dari studi ini adalah untuk meninjau efektivitas keberadaan dari jalur lambat terhadap jalur cepat di ruas Jalan Kaligawe. Dari hasil analisis kecepatan sepeda motor, rata – rata kecepatan sepeda motor yang melintas di jalur lambat adalah 41,42 km/jam. Kinerja lalu lintas yang diukur menggunakan derajat kejenuhan (DS) menghasilkan nilai DS jalur lambat 0,769 dan jalur cepat 0,558. Perbandingan hasil analisis karakteristik kecelakaan di jalur lambat dan cepat dari tahun 2011 – 2015, menghasilkan total kecelakaan di jalur lambat 73 kecelakaan dan di jalur cepat 17 kecelakaan. Berdasarkan tingkat fatalitas kecelakaan, jalur lambat didominasi oleh fatalitas sedang 71,23% sedangkan jalur cepat didominasi oleh fatalitas ringan 59%. Hasil analisis lokasi rawan kecelakaan (black spot) di jalur lambat menggunakan pendekatan EAN (Equivalent Accident Number) dan Pendekatan Jarak diperoleh 3 lokasi rawan kecelakaan yaitu Segmen 7 (B-T), Segmen 11 (B-T) dan Segmen 9 (T-B). Rekomendasi yang disarankan adalah penambahan pita penggaduh (rumble strip), pembuatan marka zona selamat, pemeliharaan fasilitas jalan dan skema pemindahan bukaan separator. Berdasarkan hasil analisis parameter efektivitas keberadaan jalur lambat dapat disimpulkan bahwa jalur lambat telah efektif dalam memperlancar arus lalu lintas dan meminimalisir tingkat fatalitas kecelakaan di jalur cepat. Akan tetapi perlu ada perbaikan pada beberapa segmen jalan yang terindikasi sebagai lokasi rawan kecelakaan.
PERENCANAAN GEDUNG PASCASARJANA POLTEKES SEMARANG Rangga Maulana; Andika Yudha P; Nuroji Nuroji; Hardi Wibowo
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.302 KB)

Abstract

Struktur gedung pascasarjana poltekes didesain dengan mengacu pada SNI  03-2847-2002, SNI 03-1726-2012, SNI 03-1729-2015 dan PPIUG 1987. Metode dynamic respons spectrum digunakan dalam menganalisis gempa.Gaya gempa pada struktur direncanakan dengan menggunakan konfigurasi struktur sistem rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) karena struktur termasuk kedalam Kategori Desain Seismik tipe D. Sistem rangka berupa rangka yang tersusun dari balok dan kolom, dimana kolom dibuat lebih kuat dari balok (strong column weak beam). Untuk menghindari terjadinya kegagalan struktur pada pertemuan balok-kolom, maka sendi plastis direncanakan terjadi di balok sedangkan pada kolom sendi plastis hanya terjadi di kolom bagian atas pondasi.Program analisis struktur yang digunakan untuk membantu pemodelan struktur dan menghitung gaya dalam yang bekerja pada struktur adalah SAP 2000. Material yang digunakan yaitu beton f’c30 MPa, sedangkan untuk besi tulangan  fy 400 Mpa dan 240 Mpa. 
PERENCANAAN SISTEM POLDER TAMBAK LOROK SEMARANG UTARA Catur Ayu Wahyuningsih; Rizka Estiana; Suseno Darsono; Hari Nugroho
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.435 KB)

Abstract

Tambak Lorok adalah kawasan pesisir pantai di bagian utara Kota Semarang yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Permasalahan banjir dan rob yang sering terjadi menyebabkan potensi ekonomi, sosial, dan lingkungan di kawasan tersebut tidak dapat berkembang. Drainase sistem polder dianggap sebagai alternatif yang efektif dan efisien untuk menanggulangi permasalahan banjir dan rob di Tambak Lorok yang memiliki topografi landai. Selain untuk mengatasi banjir dan rob, perencanaan sistem polder bertujuan untuk memperbaiki lingkungan, kesehatan dan perekonomian masyarakat di kawasan tersebut. Perencanaan sistem polder ini meliputi perencanaan saluran drainase, kolam detensi, stasiun pompa, dan tanggul laut. Perhitungan debit banjir rencana menggunakan pemodelan EPA SWMM versi 5.1 untuk periode ulang 50 tahun dengan hasil sebesar 2,07 m3/detik. Perencanaan dimensi kolam detensi disesuaikan dengan kondisi eksisting yaitu seluas ± 5 hektar dengan kedalaman 1,6 m dan ketinggian air dijaga pada kedalaman 1 meter dari dasar kolam. Berdasarkan debit banjir rencana dan luas kolam detensi, sistem polder direncanakan menggunakan 3 buah pompa dengan kapasitas tiap pompa sebesar 0,6  m3/s. Perencanaan saluran drainase menggunakan debit di tiap junction yang telah dimodelkan dengan EPA SWMM versi 5.1 dan dicek menggunakan HEC-RAS versi 5.0.1. Perencanaan tanggul memperhitungkan tinggi pasang surut dengan Metode Admiralty, wave set up, wind set up, sea level rise, serta land subsidence  di Tambak Lorok dan  diperoleh ketinggian tanggul berada pada elevasi +3,30 m. Pembangunan sistem polder Tambak Lorok memerlukan biaya sebesar Rp. 394.949.374.000,00.