Al Yasini: Jurnal Keislaman, Sosial, Hukum dan Pendidikan
Focus and Scope Al Yasini: Jurnal Keislaman, Sosial, Hukum dan Pendidikan adalah jurnal akses terbuka yang berdedikasi untuk mempublikasikan riset multidisiplin dan interdisipliner dengan fokus pada integrasi nilai-nilai keislaman, dinamika sosial, pembaruan hukum, dan inovasi pendidikan. Jurnal ini menyediakan platform bagi akademisi untuk mengeksplorasi isu-isu kontemporer melalui empat rumpun utama: 1. Keislaman (Islamic Studies) Fokus pada pemikiran, institusi, dan praktik keagamaan dalam konteks kontemporer: Ekonomi dan Filantropi Islam: Pengelolaan Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF), ekonomi syariah/etis, serta pemberdayaan ekonomi berbasis rumah tangga. Hukum Keagamaan dan Etika: Hukum keluarga, bioetika keagamaan, serta etika lingkungan (Ecotheology). Moderasi dan Pluralisme: Toleransi inklusif, dialog antariman, serta kajian radikalisme vs moderasi. Pendidikan dan Literasi Agama: Literasi skriptural, pendidikan moral-etik, serta integrasi sains dan agama. Sosiologi Agama: Institusi keagamaan, kepemimpinan agama, dan peran ritual sebagai kohesi sosial. 2. Sosial (Social Sciences) Fokus pada dinamika kemasyarakatan, pemberdayaan, dan inklusivitas: Inklusivitas dan Gender: Kajian jender, perlindungan anak, dan inklusi sosial bagi kelompok marginal. Pemberdayaan Masyarakat: Strategi pemberdayaan, peningkatan kesejahteraan sosial, serta resolusi konflik dan harmoni sosial. Sosiologi dan Antropologi: Analisis empiris terhadap perubahan perilaku sosial dan interaksi budaya dalam masyarakat Muslim. 3. Hukum (Law) Fokus pada studi hukum dengan pendekatan multidisipliner dan interseksional: Hukum Murni dan Normatif: Kajian terhadap teks hukum, perundang-undangan, dan teori hukum dasar. Hukum Sosial dan Empiris: Analisis implementasi hukum dalam realitas sosial masyarakat. Interseksi Hukum: Hukum Sosio-Pendidikan (Socio-Educational Law) dan Hukum Sosio-Religius (Socio-Religious Law). 4. Pendidikan (Education) Fokus pada inovasi pedagogi, kebijakan, dan teknologi dalam institusi pendidikan: Inovasi Pembelajaran: Kurikulum, strategi pengajaran, teknologi pendidikan, Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan, serta pedagogi digital dan hibrida. Jenjang Pendidikan: Kajian spesifik pada Pendidikan Dasar, Menengah, Tinggi, dan Pendidikan Luar Biasa. Manajemen dan Kebijakan: Kepemimpinan pendidikan, sosiologi pendidikan, manajemen sekolah/pesantren, serta metode penelitian pendidikan. Pendidikan Karakter dan Nilai: Pengembangan karakter, nilai-nilai moral, serta pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (Education for Sustainable Development). Profesionalisme Guru: Pelatihan guru (Teacher Training), asesmen pendidikan, dan pengembangan kompetensi pendidik.
Articles
4 Documents
Search results for
, issue
"vol 3 no 2 (2018)"
:
4 Documents
clear
Islam dan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam Perspektif Fathi Osman: Nurrida Dhestiana, M.Pd.I., Mahasiswi Program Doktor PBA UIN Malang
Nurrida Dhestiana
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Konsorsium Dosen Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55102/alyasini.v3i2.12
Dalam studi Islam, isu tentang HAM termasuk studi yang menuai pro dan kontra. Disatu sisi bahwa studi HAM adalah studi hyang muncul di Barat, sehingga sebagian pemikir islam menganggap bahwa pemikiran barat sarat dengan kepentingan kapitalisme dan westernisasi yang didalamnya terkandung muatan sekulerisasi yang mengancam eksistensi Islam. Sementara pemikir Islam moderat berpandangan bahwa masalah HAM adalah masalah Islam juga. Sebab, berbicara tentang HAM maka substansinya adalah membicarakan bagaimana memanusiakan manusia. HAM berbicara tentang keadilan, persamaan, tidak adanya diskriminasi antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. Terwujudnya perdamaian adalah tujuan HAM. Dan ini sebenarnya adalah salah satu ajaran Islam yang Rahmatan lil Alamin. sejatinya, substansi HAM bersifat Universal karena sifatnya sebagai pemberian Tuhan
Pemikiran Pendidikan K.H.A. Mustofa Bisri: Itsna Noor Laila, M.Pd., Prodi MPI STAI Al Yasini Pasuruan
Itsna Noor Laila
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Konsorsium Dosen Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55102/alyasini.v3i2.13
Dekadensi moral yang melanda hampir setiap lapisan masyarakat, mulai dari kalangan pelajar hingga kalangan pejabat, membuat system pendidikan diragukan keberadaannya. Pendidikan yang merupakan pembentuk karakter bangsa memerlukan pembaharuan secara konsisten dan terarah agar terlahir rumusan yang sesuai dengan tantangan zaman. Konsep pendidikan yang ideal banyak di rumuskan oleh banyak para tokoh dan praktisi pendidikan. Salah satunya adalah K.H.A. Mustofa Bisri. K.H Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) adalah pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin, Rembang. Mantan Rais PBNU ini dilahirkan di Rembang, 10 Agustus 1944. Nyantri di berbagai pesantren seperti Pesantren Lirboyo Kediri di bawah asuhan KH Marzuqi dan KH Mahrus Ali; Al Munawwar Krapyak Yogyakarta di bawah asuhan KH Ali Ma'shum dan KH Abdul Qadir; dan Universitas Al Azhar Cairo di samping di pesantren milik ayahnya sendiri, KH Bisri Mustofa, Raudlatuth Thalibin Rembang. K.H.A. Mustofa Bisri mengemukakan konsep pendidikan yang berlandaskan adagium al muhafadhah ‘ala al qadim al shalih wal akhdzu bi al jadid al ashlah (memelihara tradisi/ sesuatu yang lama yang baik dan mengambil tradisi / sesuatu yang baru yang lebih baik). Menurutnya, tradisi pendidikan pesantren adalah pondasi dalam melakukan pembaharuan, yang dapat didialogkan dengan pemikiran baru yang lebih ashlah dari manapun asalnya, baik dari kalangan Islam maupun dari kalangan luar Islam. Selain itu, agar perumusan konsep pendidikannnya dapat berdaya guna dengan baik maka K.H. A Mustofa Bisri juga menjadikan budaya lokal bangsa Indonesia sebagai pertimbangan dalam memproduk suatu gagasan.
MODEL PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL: Muhamad Ansori, M.Pd.I, IAI Al-Qodiri Jember
Muhamad Ansori
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Konsorsium Dosen Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55102/alyasini.v3i2.14
This article describe s the discourse of multicultural edu ca- tion, which some experts views as the best suited concept of education for Indonesia. This concept reflects the nature of the Indonesian nation as a multicultural country . But on the other hand, it raises disagreement among communities of Indonesia, known as a muslim majority country , to carry out multi cultural education as that it is not derived from the teachings of Islam. To meet the a descri ption on the development model of multi cultural educational from Islamic theology base, this research is conducted through library research where sources of data were taken from primary and se cundary data sources.
Telaah Pendekatan Linguistik dalam Buku “Metodologi Bibel Dalam Studi Al-Qur’an†(Sebuah Kajian Kritis): Wilda Rihlasyita, M.Pd.I, Prodi PBA STAI Al-Yasini Pasuruan
Wilda Rihlasyita
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Konsorsium Dosen Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55102/alyasini.v3i2.15
Sebagai seorang muslim, kita harus terus mengembangkan wawasan tentang hal-hal yang telah dilakukan orientalis terhadap Al-Qur’an. Sebagaimana tidak sedikit para teolog Kristen mengkaji Al-Qur’an secara mendalam. Sebagaimana fenomena yang terjadi, dewasa ini semakin banyak hujatan dan kritikan yang dipaparkan para sarjana Yahudi-Kristen terhadap Al-Qur’an. Hal ini bermula sejak abad 13 yang lalu dan terus bergema hingga saat ini. Salah satu buku yang secara garis besar memaparkan hujatan dan kritikan para sarjana Yahudi-Kristen terhadap Al-Qur’an berjudul “Metodologi Bibel dalam Studi Al-Qur’anâ€. Buku ini ditulis oleh seorang cendekiawan Muslim yang bernama Adnin Armas. Penulis akan memaparkan analisis secara kritis terhadap Pendekatan Linguistik yang digunakan dalam menyusunan buku ini.