cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
+6281390576830
Journal Mail Official
jurnalbiologi@live.undip.ac.id
Editorial Address
Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Akademika Biologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26219824     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Akademika Biologi diterbitkan oleh Departemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Semarang. Jurnal ini sebagai media publikasi hasil karya ilmiah lulusan S1 Departemen Biologi. Jurnal Akademika Biologi menerima artikel-artikel yang berhubungan dengan bidang ilmu biologi.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No.3 Juli 2018" : 5 Documents clear
KUALITAS TELUR AYAM RAS SETELAH PENCELUPAN KE DALAM LARUTAN RUMPUT LAUT BERDASARKAN WAKTU PENYIMPANAN Fernanda Imansari; Muhammad Anwar Djaelani; Silvana Tana
Jurnal Akademika Biologi Vol. 7 No.3 Juli 2018
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.421 KB)

Abstract

Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang penting bagi tubuh. Harga telur relatif murah sehingga terjangkau. Telur juga mempunyai kadar gizi yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mempertahankan kualitas telur ayam ras (susut bobot telur, indeks kuning telur dan haugh unit) dengan perlakuan pencelupan telur ke dalam larutan rumput laut dalam waktu penyimpanan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan 27 butir telur ayam ras dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuannya yaitu P0: kontrol, PtR7: tanpa pencelupan disimpan 7 hari, PdR7: pencelupan ke dalam larutan rumput laut disimpan 7 hari, PtR14: tanpa pencelupan disimpan 14 hari, PdR14: pencelupan ke dalam larutan rumput laut disimpan 14 hari, PtR21: tanpa pencelupan disimpan 21 hari, PdR21: pencelupan ke dalam larutan rumput laut disimpan 21 hari, PtR28: tanpa pencelupan disimpan 28 hari, PdR28: pencelupan ke dalam larutan rumput laut disimpan 28 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel pengamatan yaitu susut bobot telur, indeks kuning telur, dan Haugh Unit. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA pada taraf signifikansi 5% dan uji lanjut dengan uji Duncan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pencelupan telur ke dalam larutan rumput laut mempunyai kualitas susut bobot telur, indeks kuning telur, dan haugh unit yang lebih tinggi nilainya dari pada tanpa pencelupan. Pencelupan dapat mempertahankan nilai susut bobot, indeks kuning telur, dan haugh unit telur. Kualitas telur ayam hanya mampu bertahan pada penyimpanan selama 14 hari dengan nilai IKT 0,32 dan nilai HU 72,95 dengan nilai susut bobot yang tidak terlalu tinggi yaitu 2,35%Kata Kunci : Telur, Larutan Rumput laut, Susut Bobot Telur, Indeks Kuning Telur, Haugh Unit
DISTRIBUSI DAN REGENERASI JAMUJU (Dacrycarpus imbricatus (Blume) de Laub) DI CAGAR ALAM GEBUGAN KABUPATEN SEMARANG Evananda Waskitaningtyas; Sri Utami; Erry Wiryani
Jurnal Akademika Biologi Vol. 7 No.3 Juli 2018
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.889 KB)

Abstract

Cagar Alam Gebugan merupakan salah satu hutan lindung yang masih memiliki habitat alami Dacrycarpus imbricatus. D. imbricatus memiliki potensial penghasil kayu yang banyak digunakan oleh masyarakat, sehingga jamuju banyak dieksploitasi yang menyebabkan jenis pohon ini sulit ditemukan di habitat alaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan regenerasi D. imbricatus, vegetasi di sekitar jamuju serta mengkaji faktor lingkungan abiotik dari habitat D. imbricatus. Metode yang digunakan untuk pengambilan jamuju dengan metode sistematik. Jumlah plot yang digunakan yaitu sebanyak 15 dengan luas masing-masing plot 10 m x 10 m. Masing-masing plot dihitung jumlah individu jamuju pada tingkat pohon, tingkat tiang, tingkat pancang dan tingkat semai. Vegetasi di sekitar jamuju untuk pohon dengan plot  10 m x 10 m ,semak dengan plot 5 m x 5 m dan herba dengan plot 1 m x 1 m. Data mengenai distribusi D. imbricatus diolah dengan menggunakan analisis distribusi poisson. Vegetasi sekitar jamuju dianalisis dengan metode Analisis Vegetasi. Hasil penelitian bahwa distribusi D. imbricatus adalah mengelompok. Regenerasi jamuju di Cagar Alam Gebugan berjalan kurang baik, hal ini ditunjukkan oleh kerapatan individu tingkat pohon (5 individu/0,15 ha= 33,3 ind/ha), tingkat tiang (tidak ditemukan), pancang (4 individu/ 0,15 ha= 26,6 ind/ha), dan semai (21 individu/ 0,15 ha= 140 ind/ha). Vegetasi di sekitar jamuju terdapat 11 jenis pohon dengan INP tertinggi adalah Castanopsis argentea, terdapat 5 jenis semak dengan INP tertinggi adalah Calliandra. sp dan terdapat 6 jenis herba dengan INP tertinggi adalah Orthosiphon aristatus. Faktor lingkungan jamuju ditemukan tumbuh pada ketinggian 1.050 m dpl, suhu 26,70C sampai 270C, kelembaban 53% sampai 61%, pH tanah 6,3 sampai 7.
Keanekaragaman Fitoplankton Pada Tambak Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) di Tireman Kabupaten Rembang Jawa Tengah Indah Riasih Umami; Riche Hariyati; Sri Utami
Jurnal Akademika Biologi Vol. 7 No.3 Juli 2018
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.713 KB)

Abstract

Budidaya udang Vaname (Litopenaeus vannamei) menjadi andalan komoditas peningkatan perekonomian petani tambak di Indonesia. Fitoplankton merupakan salah satu mikrorganisme yang dapat dijadikan pengukur produktivitas primer perairan karena fitoplankton mampu melakukan fotosintesi dan hasil dari fotosintesis berupa oksigen yang dapat dimanfaatkan oleh biota di dalam perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman fitoplankton dan kualitas perairan tambak. Metode pengambilan sampel fitoplankton dengan puporsive random sampling. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shanon Wiener (H’), indeks keseragaman (e), indeks dominansi (D), dan kelimpahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis fitoplankton berjumlah 14 jenis yang tergolong ke dalam kelas Bacillirophyceae 6 Chlorophyceae 2 jenis, Cyanophyceae 4 jenis, dan Dinophyceae 2 jenis. Jenis fitoplankton yang paling banyak ditemui selama penelitian yaitu Skletonema costatum pada stasiun 3 yang tergolong dari kelas Bacillirophyceae. Indeks Keanekaragaman (H’) berkisar antara 1,42 – 2,16. Nilai tersebut menggambarkan keanekaragaman jenis fitoplankton dalam tingkat sedang. Nilai indeks pemerataan (e) berkisar antara 0,59 – 0,98 yang menggambarkan jenis fitoplankton dinyatakan merata. Nilai indeks dominansi (D) berkisar antara 0,12 – 0,36 yang menggambarkan tidak ada jenis yang mendominasi. Kualitas perairan tambak udang Vaname berdasarkan DO, suhu, salinitas, pH, kecerahan, dan kandungan nitrat-fosfat masih baik digunakan untuk budidaya udang.
Kajian Etnobotani Tumbuhan yang Digunakan Pada Upacara Pernikahan Adat Jawa Di Sekitar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Titri Anggraini; Sri Utami; Murningsih Murningsih
Jurnal Akademika Biologi Vol. 7 No.3 Juli 2018
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.335 KB)

Abstract

Kajian etnobotani merupakan suatu ilmu yang mempelajari hubungan tumbuhan dengan suatu budaya masyarakat. Salah satu budaya Jawa yang masih dijaga dan sering dilaksanakan yaitu upacara pernikahan. Lembaga yang dapat dijadikan pusat kajian budaya Jawa adalah Keraton Surakarta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis tumbuhan yang digunakan dalam upacara pernikahan adat Jawa dan makna penggunaannya, tingkat pengetahuan etnobotani, nilai kepentingan tumbuhan, serta upaya penyediaan dan konservasi yang dilakukan oleh masyarakat sekitar Keraton Surakarta. Metode yang digunakan yaitu dengan observasi langsung, wawancara mendalam dengan 5 orang key persons, dan pemberian kuesioner kepada 92 responden. Hasilnya terdapat 47 spesies tumbuhan yang diketahui digunakan dalam upacara pernikahan adat Jawa, dengan makna dari penggunaaan tumbuhan tersebut sebagai pelengkap, simbol, harapan dan doa agar mendapatkan berkah dan kesejahteraan. Tumbuhan dengan nilai kepentingan paling tinggi terdapat pada kenanga (C. odorata Lam.), melati gambir (J. elongantum Ait.), melati (J. sambac Ait.), cempaka putih (M. alba D.C.), bunga sedap malam (P. tuberosa L.), mawar putih (R. alba L.), dan mawar merah (R. hibrida L.). Pengetahuan etnobotani masyarakat cukup baik namun belum terdapat upaya konservasi terhadap jenis tumbuhan yang digunakan pada upacara pernikahan adat Jawa.
Kemampuan Antagonisme Pseudomonas sp. dan Penicillium sp. Terhadap Cercospora nicotianae In Vitro Muhammad Bismar Iskandar putra; Susiana Purwantisari
Jurnal Akademika Biologi Vol. 7 No.3 Juli 2018
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.087 KB)

Abstract

Antagonisme merupakan mekanisme suatu mikroorganisme dalam melakukan penghambatan terhadap organisme lainnya. Mekanisme penghambatan ini dapat dilakukan dengan adanya produksi senyawa antibiotik untuk menghambat pertumbuhan organisme lainnya. Pada penelitian ini, pengujian kemampuan antagonisme memanfaatkan Pseudomonas sp. dan Penicillium sp. yang diujikan pada jamur patogen Cercospora nicotianae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antagonisme dari Pseudomonas sp. dan Penicillium sp. dalam mekanisme penghambatannya terhadap jamur patik Cercospora nicotianae. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu pengamatan mikroskopis bentuk morfologi hasil isolasi Cercospora nicotianae, pengamatan mikroskopis bentuk morfologi hasil isolasi Penicillium sp., inokulasi bakteri Pseudomonas sp., dan pengujian antagonisme Pseudomonas sp., Penicillium sp. terhadap Cercospora nicotianae. Hasil pengamatan secara mikroskopis pada isolasi Cercospora nicotianae memiliki morfologi konidia bersekat dan tidak berwarna, konidiofor meruncing pada bagian ujungnya. Pengamatan mikroskopis pada isolasi Penicillium sp. menunjukkan kenampakan mikroskopis seperti sapu, terdapat konidia, phialid, dan konidiofor, konidiumnya berbentuk rantai. Berdasarkan hasil penelitian ini, pertumbuhan miselium Cercospora nicotianae mulai terlihat pada masa inkubasi hari ke-3, sedangkan pada Penicillium sp. optimal pertumbuhannya terlihat pada masa inkubasi hari ke-7. Hasil pengujian antagonisme Pseudomonas sp. dan Penicillium sp. setelah diinkubasikan selama 4 hari pada media yang berisi jamur patogen Cercospora nicotianae menunjukkan pada Pseudomonas 1, persentase daya hambatnya 43,4% dan pada Pseudomonas 2, persentase daya hambatnya 43,4%. Pengujian pada Penicillium sp. 1 menunjukkan persentase daya hambat sebesar 58,6% dan Penicillium sp. 2 persentase daya hambatnya 60,8%. Hal ini menunjukkan bahwa Penicillium sp. memiliki kemampuan antagonisme yang lebih kuat dibandingkan Pseudomonas sp.    

Page 1 of 1 | Total Record : 5