cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015)" : 40 Documents clear
STUDI PEMETAAN BATIMETRI DAN ANALISIS KOMPONEN PASANG SURUT UNTUK PENENTUAN ALUR PELAYARAN DI PERAIRAN PULAU GENTING, KARIMUNJAWA Agusto, Dani; Nugroho, Denny; Satriadi, Alfi
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.689 KB)

Abstract

Pulau Genting merupakan pulau kecil di sebelah utara Kabupaten Jepara dan timur Pulau Karimunjawa. Mayoritas mata pencaharian penduduk setempat adalah nelayan yang biasa melakukan pelayaran di daerah perairan tersebut. Dalam melakukan pelayaran, penentuan alur pelayaran menjadi hal yang sangat penting, sebagai acuan dalam keselamatan pelayaran. Pemetaan batimetri dan analisis pasang surut merupakan parameter penting dalam proses penentuan alur pelayaran.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi kondisi batimetri Perairan Pulau Genting dan menganalisis komponen pasang surut di perairan tersebut. Informasi tersebut akan digunakan sebagai penentuan alur pelayaran yang aman dan dapat digunakan sebagai acuan dalam alur masuk dan keluar dermaga Pulau Genting maupun keselamatan pelayaran di Perairan Pulau Genting.Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 1 sampai 30 April 2014, dengan waktu pemeruman antara tanggal 1 sampai 3 April 2014 di Perairan Pulau Genting, Karimunjawa. Metode yang digunakan dalah metode kuantitatif.Hasil penelitian menunjukan Perairan Pulau Genting memiliki kedalaman perairan antara -0,5 sampai - 60 m. Perairan Pulau Genting memiliki tipe pasang surut condong harian tunggal (F=2,45), dimana nilai MSL 71,4 cm, HHWL 129,1 cm, LLWL 13,8 cm, MLWL 38,8 cm, dan MHWL 67 cm. Nilai kedalaman untuk alur dihitung dengan menggunakan LLWL sebagai titik acuan,dengan kedalaman perairan aman di depan dermaga yang dibutuhkan adalah 1,5 m untuk melayani draft kapal perikanan terbesar, dan harus memutar melewati Pulau Sambangan dan Pulau Seruni dan melalui daerah timur Pulau Genting untuk memasuki dermaga Pulau Genting.Kedalaman dangkal pada daerah sekitar pantai disebabkan adanya gugusan/benting karang di sekitar pulau tersebut.
Pengaruh Pasang Surut Terhadap Sebaran Genangan Banjir Rob di Kecamatan Semarang Utara Rachman, Rifki Kurnia; Ismunarti, Dwi Haryo; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1735.778 KB)

Abstract

Kota Semarang yang memiliki wilayah pesisir di bagian utara jelas sangat terkena dampak kenaikan muka laut. Dampak utama yang diakibatkan oleh kenaikan permukaan air laut adalah terjadinya banjir pasang. Kecamatan Semarang Utara merupakan salah satu tempat di Kota Semarang yang sering dilanda oleh banjir rob. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memberikan gambaran mengenai pengaruh pasang surut terhadap luas sebaran genangan rob yang terbentuk di Kecamatan Semarang Utara. Penelitian ini dilakukan dengan dua tahap, tahap pertama pada tanggal 13 Maret sampai 27 Maret 2014 dan tahap kedua pada tanggal 15 Juli 2014. Materi dalam penelitian ini terdiri dari data primer berupa data tinggi genangan banjir rob dan pasang surut selama 15 hari, sedangkan data sekunder berupa data pasang surut tahun 2013 dan data titik tinggi. Metode analisis yang digunakan adalah metode Admiralty, sedangkan peramalan pasang surut dilakukan menggunakan software Mike 21. Simulasi model genangan rob dibuat berdasarkan nilai HHWL tahunan yang dikoreksi dengan MSL tahunan. Berdasarkan metode Admiralty, menunjukkan bahwa tipe pasang surut di perairan Semarang adalah campuran condong ke harian ganda. Nilai muka air laut rata-rata (MSL) 59,9261 cm, muka air tinggi tertinggi (HHWL) 117,381 cm dan muka air rendah terendah (LLWL) 2,471 cm. Uji keseuaian model peramalan pasang surut didapatkan nilai Mean Relative Error (MRE) sebesar 13,076 %. Berdasarkan hasil simulasi model genangan rob, luas genangan banjir rob di Kecamatan Semarang Utara yang terjadi pada tahun 2014 mencapai 823,545 ha atau 70,991% dari luas wilayah Kecamatan Semarang Utara.
STUDI PERBANDINGAN SIMULASI MODEL FLOW MODEL FM DAN ADCIRC TERHADAP POLA ARUS PASUT PERAIRAN TELUK LEMBAR LOMBOK Mahardika, Renaning Wulan; Ismanto, Aris; Purwanto, Purwanto
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1189.03 KB)

Abstract

Penggunaan model sebagai solusi dalam penyelesaian masalah pemenuhan kebutuhan informasi pola arus dalam lingkup yang luas, guna kepentingan seperti tata letak pelabuhan, alur pelayaran, bangunan pantai dan pengelolaan lingkungan, menjadi kajian tersendiri dan menarik untuk dibahas. Banyak model matematis yang bisa menghasilkan model pola arus, namun masing-masing model meiliki metode penyelesaian perhitungan yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan nilai akurasi lokasi penelitian pada model Flow Model FM dan ADCIRC serta mengetahui pola arus di daerah penelitian ini berada di Perairan Teluk Lembar, dimana daerah ini dominasi arusnya adalah arus pasut. Lokasi ini sesuai dengan model yang akan dihasilkan yaitu model arus pasut. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif karena data berupa angka. Hasil pengolahan data arus pada 8-9 Mei 2014 di Perairan Teluk Lembar menunjukkan bahwa arus pada daerah penelitian adalah arus pasut dengan kecepatan maksimum 0,033 m/det ke arah Tenggara dan kecepatan minimum 0,019 m/det ke arah Barat laut. Sedangkan hasil pasang surut pada 2-17 Mei 2014 menunjukkan bahwa tipe pasang surut di daerah penelitian adalah pasang surut campuran condong harian ganda dengan nilai Formzahl 1,152. Hasil simulasi kedua model menunjukkan bahwa model Flow Model FM memiliki nilai akurasi untuk komponen u dan v yang lebih besar dibandingkan dengan model ADCIRC yaitu 79,05% dan 69,83% dengan 68,04% dan 62,52%. Sehingga model Flow Model FM lebih merepresentasikan pola arus di daerah penelitian.
PENGARUH ARUS TERHADAP PERSEBARAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN MOROSARI DEMAK Aramita, Gabriella Inez; Zainuri, Muhammad; Ismunarti, Dwi Haryo
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.451 KB)

Abstract

Perubahan fisis yang terjadi di Perairan Morosari, Demak mengakibatkan perubahan kondisi hidro-oseanografis seperti arus, dan pasang surut serta perubahan kondisi biologis yang ditandai dengan tingkat produktivitas perairan. Pengamatan mengenai fitoplankton yang mudah hanyut oleh arus sebagai biota indicator kesuburan perairan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui persebaran dan kelimpahan fitoplankton berdasarkan pola arus di Perairan Morosari, Demak. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan metode deskriptif, dan penentuan lokasi titik sampling dengan menggunakan metode purposive sampling. Sejumlah 8 stasiun ditetapkan berdasarkan pertimbangan bahwa bentuk lokasi yang menyerupai piramida terbalik dapat mewakili luasan wilayah perairan. Sampling dilaksanakan selama tiga kali dari bulan Maret dan April 2014. Data yang diamati berupa data arah dan kecepatan arus, dan kualitas perairan. Arus laut diamati berdasarkan metode Lagrange dengan menggunakan bola duga. Pengambilan sampel fitoplankton menggunakan plankton net bermata jaring 25µm yang ditarik secara horizontal sepanjang 100 m.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola arus yang yang dominan membentuk pola divergen ke arah barat laut dan barat daya. Kelimpahan fitoplankton tertinggi dicapai pada sampling pada tanggal 6 April 2014 sebesar 352 sel/m3 dan terendah dicapai pada sampling tanggal 9 Maret 2014 sebesar 9 sel/m3. Pola arus divergen menghasilkan persebaran fitoplankton yang membentuk pola mengelompok (clumped) pada Perairan Morosari, Demak.
STUDI POLA TRANSFORMASI GELOMBANG DI PERAIRAN KOTA TEGAL Huda, Ahmad Nur; Dwi Suryoputro, Agus Anugroho; Subardjo, Petrus
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.943 KB)

Abstract

Gelombang merupakan salah satu aspek oseanografi yang penting dalam merencanakan suatu bangunan pantai, penentuan tata letak (layout) pelabuhan, alur pelayaran, dan pengelolaan lingkungan laut. Gelombang menuju pantai akan mengalami transformasiyangberperanterhadap perubahantinggidanarahgelombangsertadistribusienergigelombang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui transformasi gelombang berupa efek pendangkalan, refraksi, dandifraksi di Perairan Kota Tegal. Penelitian ini dilaksanakan pada tangga l6 – 9Oktober 2013 di Kota Tegal. Data yang digunakan adalah data tinggi, periode gelombang, angin dan data batimetri.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Peramalan gelombang tiap musim diperoleh dari data angin dengan menggunakan metode SMB, sedangkan model transformasi gelombang menggunakan software CMS-Wave.Gelombang di Perairan Kota Tegal memiliki tipe gelombang laut transisi dengan tinggi gelombang signifikan 0,19meter dan periode gelombang signifikan1,71detik. Gelombang menjalar dari laut dalam menuju daratan mengalami transformasi. Refraksi terjadi pada seluruh skenario musim karena pengaruh perubahan kedalaman laut, gelombang dari laut dalam mengalami pembelokan ketika memasuki perairan dangkal dan berubah tegak lurus dengan kontur dasar laut. Difraksi terjadi ketika gelombang bertemu rintangan berupa jetty dan dibelokkan disekitar ujung rintangan. Efek pendangkalan terlihat pada skenario musim timur ketika arah datang gelombang berasal dari timur laut. Gelombang bertambah tinggi kemudian menurun lagi ketika kedalaman bertambah.
LAJU SEDIMEN MENGGUNAKAN METODE ISOTOP 210Pb DI MUARA JUNGKAT PONTIANAK KALIMANTAN BARAT Sa’adah, Nailis; Subardjo, Petrus; Atmodjo, Warsito; Ismail, M. Furqon Aziz
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.203 KB)

Abstract

Studi laju sedimen menggunakan isotop 210Pb di Muara Jungkat Pontianak merupakan salah satu teknik pengukuran laju sedimen yang mampu mendeteksi besarnya laju sedimen selama beberapa tahun yang lalu. Muara Jungkat terletak di Pontianak, Kalimantan Barat merupakan muara dari Sungai Kapuas Kecil yang berfungsi sebagai sarana transportasi. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan laju sedimen di Muara Jungkat Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisa secara kuantitatif. Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada 28 April – 4 Mei 2014 dengan metode coring. Analisa ukuran butir sedimen dilakukan di Laboratorium Geologi Laut P2O-LIPI. Analisa isotop 210Pb dilakukan dengan Alpha Spektrometer di BATAN. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata laju sedimen di Muara Jungkat sebesar 2,1093 cm/tahun dan di Sungai Kapuas Kecil sebesar 1,1747 cm/tahun. Laju sedimen di Muara Jungkat lebih besar daripada di Sungai Kapuas Kecil. 
PEMETAAN BATIMETRI PERAIRAN ANYER, BANTEN MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER SYSTEM (MBES) Catherinna, Maharanni; Subarjo, Petrus; Satriadi, Alfi
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Anyer, Banten merupakan salah satu perairan Indonesia yang berada di sebelah barat Pulau Jawa dan berbatasan langsung dengan Selat Sunda. Perairan Anyer akan dijadikan proyek awal rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda yang menghubungkan antara Pulau Jawa dan Sumatera. Perairan Anyer memerlukan adanya pengamatan mengenai kedalaman laut dan bentuk morfologinya sehingga dapat menunjang berbagai kegiatan di kawasan ini.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman laut (batimetri) dan analisis morfologi dasar di perairan Anyer. Kegiatan survey batimetri merupakan suatu kegiatan yang digunakan untuk mendapatkan hasil kedalaman. Untuk mendapatkan hasil kedalaman laut dilakukan metode pemeruman, yaitu penggunaan gelombang akustik untuk pengukuran bawah air dengan menggunakan alat multibeam echosounder. Hasil kedalaman laut kemudian dikoreksi dengan menggunakan data pasang surut dan datum vertikal. Dari data beda timggi dan kelerengan, diklasifikasikan berdasarkan klasifikasi morfologi van Zuidam yang dibagi menjadi 6, yaitu datar, landai, bergelombang, curam, sangat curam, dan terjal.Hasil penelitian ini diperoleh tipe perairan pasang surut Perairan Anyer, Banten adalah campuran condong ke harian ganda. Kedalaman perairan pada daerah penelitian berkisar antara 22 hingga 39 meter. Morfologi dasar laut pada daerah penelitian termasuk ke dalam kategori datar, landai, dan bergelombang dengan nilai kelerengan yaitu berkisar antara 0,25 % hingga 9,86 %.
DAMPAK KENAIKAN MUKA LAUT TERHADAP GENANGAN ROB DI KECAMATAN PADEMANGAN, JAKARTA UTARA Ramadhan, Pratiwi; Widada, Sugeng; Subardjo, Petrus
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jakarta berada di kawasan yang tersusun oleh endapan alluvial sehingga terjadi penurunan muka tanah akibat proses diagenesa dan eksploitasi air tanah yang berlebihan, di lain pihak terjadi kenaikan muka air laut sehingga membuat Jakarta rawan akan bencana banjir rob (tidal flood). Banjir air pasang merupakan suatu kejadian yang disebabkan oleh kenaikan muka air laut secara global. Adanya pasang naik dan pasang surut akan mempengaruhi kondisi genangan yang terjadi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengetahui distribusi banjir genangan (rob) yang diakibatkan oleh kenaikan muka air laut di wilayah Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Analisis harmonik pasang surut dilakukan menggunakan metode admiralty untuk mendapatkan konstanta harmonik pasang surut yang meliputi Amplitudo, M2, S2, K1, O1, N2, K2, P1, M4, MS4. Pendekatan Digital Elevation Model (DEM) dilakukan untuk menggambarkan kondisi topografi Jakarta saat ini. Luasan genangan yang terjadi pada bulan Mei tahun 2014 dengan nilai MSL sebesar 1,433 m adalah sebesar 6,672 km2, dengan rincian luas genangan di Kelurahan Ancol sebesar 5,023 km2 dan pada Kelurahan Pademangan Barat sebesar 1,649 km2.
STUDI KARAKTERISTIK DAN CO-RANGE PASANG SURUT DI TELUK LEMBAR LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT Nugroho, Adi; Ismunarti, Dwi Haryo; Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasang surut merupakan salah satu parameter oseanografi yang sangat berpengaruh di perairan. Pasang surut adalah fluktuasi muka air laut karena adanya gaya tarik benda-benda di langit, terutama matahari dan bulan terhadap massa air laut di bumi. Lokasi Pelabuhan Lembar berada di teluk menarik untuk dikaji mengenai karakteristik dan kondisi pasang surut, informasi mengenai pasang surut berguna untuk aktivitas pelabuhan. Penelitian dilaksanakan pada 1 Mei – 18 Mei 2014 di Perairan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data pasang surut sebagai data primer dan peta batimetri sebagai data sekunder. Sedangkan metode penelitian digunakan metode diskriptif dimana hasil penelitian dianalisa dan dimodelkan dengan software DHI Mike 21 dan ArcGis 10.1. Hasil penelitian menunjukkan tipe pasang surut Perairan Teluk Lembar adalah pasang surut campuran condong ke harian ganda (Mixed Tide Prevailling Semi diurnal) dengan nilai formzahl 1,1981. Nilai elevasi pasang surut MSL sebesar 1,27m, HHWL sebesar 2,19m dan LLWL sebesar 0,35m. Peta Co-range pasang surut berisi informasi sebaran amplitudo pasang surut, ketika pasang gelombang amplitudo bergerak menuju ke teluk dan ketika surut gelombang amplitudo pasang surut bergerak keluar teluk. Persebaran gelombang amplitudo pasang surut memiliki nilai yang relatif sama di setiap bagian teluk sehingga aktifitas pelabuhan tidak terganggu oleh gelombang amplitudo pasang yang tinggi.
STUDI KANDUNGAN KLOROFIL A DAN SUHU KAITANNYA DENGAN BIOMASSA IKAN TERUMBU KARANG DI KAWASAN KONSERVASI LAUT DAERAH (KKLD) KOFIAU-BOO, KABUPATEN RAJA AMPAT Riyanto, Arifismail Eko; Yusuf, Muh.; Wijayanti, Diah Permata
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Kabupaten Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang terdiri dari kurang lebih 610 buah pulau besar dan kecil yang memiliki potensi sumberdaya terutama terumbu karang. Keanekaragaman dan biodiversitas yang tinggi merupakan potensi bagi wilayah Raja Ampat yang perlu dikelola lebih baik agar memberikan dampak signifikan bagi kemakmuran masyarakat pesisir perairan Raja Ampat. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahuikandungan klorofil-a, dan suhu permukaan laut (SPL), mengetahui hubungan antara klorofil-a terhadap biomassa ikan karang di KKLD Kofiau – Boo , Raja Ampat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan keadaan lokasi secara jelas dengan data klorofil-a yang diperoleh dari citra MODIS, suhu dan biomassa ikan diambil secara insitu dari perairan Raja Ampat.Kandungan nilai klorofil-a berkisar antara 0,14 -  0,22, rata – rata nilai kandungan klorofil-a dari 16 lokasi sebesar 0,2 . suhu permukaan laut berkisar antara 28,16°C – 29,82°C. lokasi yang memiliki kandungan klorofil-a sebesar 0,2 mg/ memiliki nilai biomassa ikan jenis herbivora tinggi, sedangkan pada ikan jenis karnivora nilai biomassa ikan rendah. Lokasi yang memiliki kandungan klorofil-a dibawah 0,2 memiliki nilai biomassa ikan jenis herbivora rendah, sedangkan pada ikan jenis karnivora nilai biomassa ikan tinggi.

Page 2 of 4 | Total Record : 40