cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012" : 19 Documents clear
ANALISIS TERJEMAHAN CERITA ANAK DALAM BUKU BILINGUAL BERJUDUL “MASARASENANI DAN MATAHARI” DAN “MASARASENANI AND THE SUN” OLEH MURTI BUNANTA Vidyasari, Farah
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.381 KB)

Abstract

Indonesian students have to learn the English language because the language is an international language. Translation is one of the many ways to learn a foreign  language as what Newmark said. Therefore, the writer wants to write translation as a topic of this research. The writer uses bilingual book entitled “Masarasenani and The Sun” by Murti Bunanta. The purpose of this research is to analyze method related with translation process in that book and to analyze form and meaning shifts that may happen in the translation process in that book. To reach the aim the writer uses descriptive and qualitative method. There are 59 sentences in that book and all of the sentences are used as the population of this research. The results of this research show that the most frequent method used by the author is free translation. Then, although there are some meaning shifts happen they do not really change the whole message of the text. In addition, the form shift which often occurs a shift from simple sentences to complex sentences. After analyzing the form and meaning shift, on the whole, the message in the translation text is equivalent to the original text.
PARTICULARIZED CONVERSATIONAL IMPLICATURE IN TV SERIES “NCIS: SEASON 2” Kaloeti, Ade Kristianus
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.428 KB)

Abstract

Dalam berkomunikasi, penutur terkadang menyampaikan maksudnya secara tidak langsung melalui tuturannya dalam suatu percakapan untuk tujuan tertentu. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menganalisa bagaimana seorang investigator menyampaikan maksudnya secara implisit melalui tuturan saat menginterogasi tersangka, saksi, dan korban. Penulis memilih serial televisi ‘NCIS: Season 2’ produksi CBS untuk dianalisa. Penulis berfokus kepada makna dari tuturan implisit tokoh utama Leroy Jethro Gibbs, seorang agen federal NCIS, dan alasan ia menggunakan tuturan implisit tersebut pada saat menginterogasi. Penulis menggunakan teori particularized conversational implicature dan speech act theory untuk menganalisis permasalahan tersebut. Penulis membatasi ruang lingkup analisa pada data tuturan tokoh utama yang mengandung particularized conversational implicature pada saat menginterogasi. Data tersebut diambil dari serial TV ‘NCIS: Season 2’. Penulis menggunakan teori Sudaryanto yaitu metode Simak Bebas Libat Cakap untuk pengambilan data. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode padan dan metode agih. Hasil analisis menunjukkan tuturan implisit yang sering digunakan oleh tokoh utama pada saat menginterogasi bermakna penolakan, ketidakpercayaan, dan kecurigaan. Motivasi penggunaan implikatur adalah usahanya untuk memecahkan kasus dan menjaga kredibilitas investigasi.
ANALYSIS OF INDONESIAN AFFIXES IN ENGLISH WORDS FOUND IN MOBILE GUIDE EDITION: 54-59 Khotimah, Khusnul
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.58 KB)

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting didalam kehidupan kita. Seiring berkembangnya jaman bahasa juga menjadi salah satu alat komunikasi untuk semua masyarakat dari berbagai belahan dunia. Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang bisa kita gunakan untuk berkomunikasi dengan masyarakat dari berbagai belahan dunia. Penggunaan bahasa Inggris yang meluas inilah yang menyebabkan terjadinya proses affiksasi antara bahasa Inggris dengan imbuhan bahasa Indonesia. Penelitian ini mengkaji mengenai kata-kata yang terdapat didalam majalah Mobile Guide edisi 54-59. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses affiksasi yang terjadi pada kosakata bahasa Inggris yang mendapat imbuhan bahasa Indonesia yang terdapat di majalah Mobile Guide edisi 54-59. Selain itu penulis juga ingin mendeskripsikan terjadinya perubahan kelas kata pada proses affiksasi yang terjadi pada kosakata bahasa Inggris yang mendapat imbuhan bahasa Indonesia. Teori yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah teori affiksasi yang dikemukakan oleh beberapa pakar linguistic seperti, Katamba (1993), O’Grady dan Guzman (1996), Harimurti (2007), dan Ramelan (1992). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu penulis mengidentifikasi kata-kata bahasa Inggris yang mengalami proses afiksasi dengan imbuhan bahasa Indonesia. Sumber data yang diteliti merupakan sebuah teks tertulis, maka penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan Simak Bebas Libat Cakap. Metode analisis data yang digunakan penulis adalah metode agih dan perluas. Penulis menemukan ada 182 kata bahasa Inggris yang mengalami proses afiksasi dengan imbuhan bahasa Indonesia yang terdapat pada majalah Mobile Guide edisi 54-59. 101 kata diantaranya merupakan prefiksasi proses, 43 merupakan sufiksasi proses, dan 38 lainya merupakan konfiksasi proses. Dari analisis yang telah dilakukan, penulis menarik kesimpulan bahwa kosa kata bahasa Inggris yang mengalami proses afiksasi dengan imbuhan bahasa Indonesia terjadi pada tiga jenis imbuhan bahasa Indonesia, yaitu: prefiks, sufiks dan konfiks. Adapun perubahan kelas kata yang sering terjadi adalah dari kata kerja menjadi kata benda ataupun kata sifat maupun sebaliknya.
CODE MIXING IN C’EST LA VIE NOVEL Siskawati, Nurul
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.652 KB)

Abstract

Campur kode adalah penggunaan dua bahasa atau lebih oleh penutur dalam suatu tuturan. Campur kode dapat terjadi pada masyarakat atau penutur yang bilingual. Bilingual adalah sebuah kondisi dimana masyarakat atau penutur telah terbiasa dapat menggunakan dua bahasa atau lebih dalam tuturannya. Karena banyak ditemukannya penutur yang bilingual pada saat ini, banyak pula hasil karya para penulis yang menggunakan fenomena campur kode ini di dalam karya mereka. Dalam penelitian ini, penulis meneliti fenomena campur kode pada novel C’est La Vie karya Fanny Hartanti. Penulis membatasi penelitiannya hanya pada tiga tokoh utama di novel ini, yaitu, Amara, Ayu, dan Karina. Karena ketiga tokoh ini berasal dari latar belakang budaya dan pendidikan yang berbeda maka mereka menggunakan fenomena campur kode tersebut untuk saling berkomunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis campur kode dan faktor yang mendorong tiga tokoh utama tersebut menggunakan campur kode dalam interaksi mereka. Dalam penelitiannya, penulis menggunakan metode Simak Bebas Libat Cakap dimana penulis tidak terlibat langsung dalam percakapan tokoh di dalam novel dan teknik catat dimana penulis mencatat percakapan tokoh yang terdapat fenomena campur kode di dalamnya. Untuk analisis data, penulis menggunakan metode deskriptif-kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan terjadinya peristiwa campur kode yg meliputi jenis campur kode dan faktor yang mendukung terjadinya campur kode. Dalam novel ini, semua tokoh utamanya menggunakan bahasa Indonesia. Selain menggunakan bahasa utama tersebut, mereka juga menggunakan bahasa Jawa, Sunda, and Betawi serta mereka sering juga mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris dan sedikit Perancis. Dari hasil penelitian, penulis menemukan enam wujud campur kode yang terjadi dalam pernyataan dan percakapan di dalam novel ini, yaitu, word insertion, phrase insertion, repetition insertion, idiom insertion, dan baster insertion. Terdapat pula dua jenis campur kode, yaitu, campur kode ke dalam dan campur kode keluar. Sedangkan faktor yang mendorong para tokoh tersebut menggunakan campur kode adalah berasal dari dalam dan luar. Faktor yang berasal dari dalam antara lain, low frequency words, pernicious homonymy, dan synonym. Sedangkan faktor yang berasal dari luar antara lain, the development and knowledge of a new culture, social value, dan oversight.
FIGURES OF SPEECH IN FOOTBALL MATCH REPORTS Susanti, Fenty Ida
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.752 KB)

Abstract

Dalam penulisan sebuah berita laporan sepakbola, wartawan sering menggunakan bahasa kiasan, sebagai salah satu strategi untuk menggambarkan kembali jalannya pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan dan mendeskripsikan gaya bahasa yang banyak digunakan dalam berita laporan pertandingan sepakbola. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, karena mendeskripsikankan gaya bahasa yang terdapat dalam berita laporan pertandingan sepakbola. Peneliti menggunakan teknik Simak Bebas Libat Cakap dalam mengumpulkan data karena data yang berkaitan dengan penelitian ini berasal dari empat surat kabar online: The Daily Mail, The Telegraph, The Daily Mirror, dan The Guardian. Dengan menggunakan purposive sampling, penulis memilih delapan berita laporan pertandingan sepakbola yang banyak mengandung bahasa kiasan. Metode agih digunakan sebagai metode analisisa data untuk mengidentifikasi dan menjelaskan penggunaan gaya bahasa dalam laporan pertandingan sepak bola. Dari hasil analisa, penulis menemukan bahwa jenis gaya bahasa yang terdapat dalam laporan pertandingan sepakbola adalah simile, metafora, personifikasi, kiasan, eponim, sinekdok, metonimi, antonomasia, ironi, dan pun. Jenis gaya bahasa yang sering digunakan oleh penulis berita laporan sepakbola adalah metafora. Gaya bahasa banyak digunakan oleh wartawan untuk membuat berita laporan sepakbola menjadi lebih menarik, dan untuk membangkitkan emosi pembaca. Penggunaan gaya bahasa dalam berita laporan pertandingan sepakbola dapat dikategorikan menjadi dua fungsi utama, yaitu: menggambarkan interaksi antara pemain atau tim dan mendeskripsikan interpretasi wartawan terhadap peristiwa yang terjadi dalam pertandingan tersebut.
CLIPPING ANALYSIS OF ENGLISH WORDS IN THE HELLO MAGAZINE JUNE-DECEMBER 2009 Angelia, Intan
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.585 KB)

Abstract

Bahasa berperan penting bagi kehidupan manusia dalam kegiatan berkomunikasi baik secara lisan ataupun tertulis. Salah satu bentuk komunikasi tertulis adalah melalui majalah. Dengan membaca majalah, kita bisa mendapatkan banyak pengetahuan baik yang berkaitan dengan unsur materi ataupun bahasa yang digunakan pada majalah tersebut. Salah satunya adalah tentang kata dan proses pembentukannya. Salah satu proses pembentukan kata yang cukup populer dalam bahasa Inggris adalah Clipping. Penulis tertarik mengangkat topik ini karena penelitian tentang clipping secara khusus masih jarang ditemukan dan informasi yang diberikan sangat minim. Tujuan penyusunan skripsi ini adalah mendeskripsikan jenis clipping yang ada pada majalah Hello edisi Juni – Desember 2009, menjelaskan proses pembentukan kata dan alasan terbentukanya clipping tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang menunjukkan bahwa data yang dianalisis berupa kata, bukan angka. Sumber data yang diteliti merupakan data utama yang berasal dari majalah Hello, yaitu kata-kata yang mengalami proses clipping. Oleh karena itu, penulis menggunakan metode dokumentasi dan simak bebas libat cakap, serta tekhnik catat dalam mengumpulkan data. Data yang diperoleh sebanyak 38 sehingga penulis menggunakan total sampling karena data yang didapat kurang dari 100. Untuk menganalisis data, penulis menggunakan metode agih dengan tekhnik perluas dan bagi unsur langsung. Berdasarkan hasil penelitian, dari ke 38 kata yang ditemukan terdapat 4 kata yang mengalami proses fore clipping, 32 kata back clipping, 1 kata combination clipping, 7 kata clipping with a little spelling change, 5 kata name clipping, dan 1 kata mixed clipping. Penulis tidak menemukan kata yang mengalami proses clipping plus. Dari data tersebut, ada beberapa kata yang mengalami lebih dari 1 proses, seperti back clipping + clipping with a little spelling change dan back clipping + name clipping + clipping with a little spelling change. Dalam proses pembentukannya, clipping tidak mempunyai aturan khusus. Hanya saja, kita harus bisa menghindari penggunaan kata yang sama agar tidak menimbulkan kerancuan dengan kata lain yang memiliki perbedaan arti. Jika kata tersebut terdapat imbuhan, kita menggunakan root-nya untuk dijadikan sebagai kata clipping. Beberapa kata yang ada terbentuk dengan alasan karena bisa membuat suasana menjadi informal, lebih enak didengar dan mudah diucapkan, dan juga untuk menunjukkan ketepatan arti yang sesuai dengan kata yang dimaksud.
ABSURDISME DAN SIMBOL DALAM DRAMA THE SANDBOX KARYA EDWARD ALBEE Putri, Anindya
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.471 KB)

Abstract

Absurdisme adalah istilah filosofis mengenai suatu genre drama modern yang merombak sistematis drama tradisional. Drama absurd adalah drama yang sarat akan kemustahilan, keanehan, kesedihan, kepedihan, kelamnya kehidupan, kekosongan atas aktor yang memainkan perannya, serta kehampaan makna akan panggungnya. The Sandbox merupakan drama absurd yang ditulis oleh Edward Albee. Penulis telah menanalisis dan menjabarkan tujuan penelitian dalam studi ini. Seperti drama pada umumnya drama ini memiliki unsur-unsur penunjang seperti unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik yang terdapat di dalamnya adalah tema, alur, setting, tokoh, sub teks/arahan panggung, dan simbol-sombol. Tema yang biasa di usung dalam drama absurd adalah absurditas, kejahatan dan kekerasan, dominasi, matrealisme, bahasa, kegagalan dalam berkomunikasi, kenihilan dalam hidup, kegagalan dan ketidakpedulian, kesepian dan isolasi dan ketidakberadaan Tuhan. Alur dalam drama absurd pada umunya tidak beraturan. Dalam drama absurd ini, alurnya dapat di analisis sesuai aturannya baik di awal, tengah, dan akhir. Meskipun tetap menggunakan pakem drama absurd dimana tak beralur.
DAMPAK REVOLUSI INDUSTRI YANG TERCERMIN DALAM PUISI THE MAN HE KILLED KARYA THOMAS HARDY Wijayanti, Bernita
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.529 KB)

Abstract

Poem is a kind of an artistic work; a work with extraordinary language, extraordinary meaning and multi-unpredictable. The Man He Killed was a poem which was written by Thomas Hardy in 1902. The purpose of research is to discuss condition and situation of the society in Industry of Revolution. The methods used were library research, struktural approach and sosiology approach. By applying the method of library research the writer tried to collect some information and other important document supporting the prosses of analysis. The structural approach used to reveal some intrinsic element of the poem with the idea inside of the poem. On the other hand, sociology approach used to see the description of the revolution Industry. The results of the analysis indicate that there are relationship between “ The Man He Killed” and the characteristic of War and impact of Revolution Industry. By this poem, Hardy wanted to share his feeling by criticizing the government.
MORPHOLOGICAL AND SYNTACTICAL ANALYSIS OF SLEEP TALKING (A Case Study of Words and Sentences Produced by Three Sleep Talkers) Fitriana, Ima
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.228 KB)

Abstract

Bahasa adalah salah satu alat yang digunakan oleh dua orang atau lebih untuk mempermudah mereka dalam berkomunikasi. Pada umumnya seseorangmemproduksi bahasa dalam keadaan sadar karena orang yang berbahasa mempunyai tujuan ketika mereka mengucapkan suatu ujaran. Meskipun demikian,ada juga bahasa yang diproduksi dalam keadaan tidak sadar. Pada dasarnya,seseorang yang mengigau hanya mempresentasikan apa yang ada di dalam pikirannya dengan memunculkan kembali memori yang tersimpan melalui prosesproses tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa daya pikir manusia selalu bekerja setiap waktu. Ketika seseorang mengigau belum sepenuhnya kehilangan kesadaran, karena masih terhubung dengan dunia luar meskipun tingkat kesadarannya hanya sekitar 20%. Dengan demikian, orang yang sedang mengigau dapat memproduksi ujaran sama seperti ketika dia sedang dalam kondisi 100% sadar berbahasa.Tujuan dari penelitian ini adalah meneliti ucapan yang dihasilkan oleh objek penelitian untuk memaparkan satuan bahasa apa saja yang dapat dihasilkan oleh orang yang sedang dalam kondisi tidak sadar berbahasa lalu menjelaskannya melalui proses morfologi dan sintaksis untuk menunjukkan bahwa ujaran yang diproduksi oleh pengigau ternyata dapat dianalisa secara gramatikal.Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis ujaran yang dihasilkan oleh objek penelitian ketika mereka sedang mengigau. Selain itu penulis juga menggunakan metode agih yang diikuti dengan metodesimak, teknik simak bebas libat cakap, teknik catat, metode cakap, dan teknik pancing untuk mengumpulkan data.Sebagai hasil penelitian penulis memaparkan penemuan dan hasil analisisnya berdasarkan proses morpfologi dan sintaksis. Penulis menemukan bahwa seperti orang pada umumnya, bentuk ujaran yang dihasilkan oleh orang yang sedang mengigau ternyata berfariasi, seperti: kata, frase, klausa, dan kalimat.

Page 2 of 2 | Total Record : 19