cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013" : 25 Documents clear
Book Report of Dogs and Goddesses by Jennifer Crusie, Anne Stuart and Lani Diane Rich Asyari, Syirulla
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.189 KB)

Abstract

Penulisan tugas akhir “Resensi dari Dogs and Goddesses karya Jennifer Crusie, Anne Stuart dan Lani Diane Rich” bertujuan untuk memberikan sedikit ulasan tentang karya tulis dari ke tiga pengarang. Penulis memutuskan untuk membedah novel Dogs and Goddesses  karena karya sastra ini merupakan karya sastra dari tiga pengarang yang mempunyai berbagai penghargaan atas karya mereka masing-masing. Sebuah novel pastinya mempunyai kekurangan maupun kelebihan, hal tersebut dapat dilihat dari segi pemilihan warna pada sampul hingga isi cerita dalam novel tersebut. Resensi ini bertujuan untuk mengulas kelemahan-kelemahan ataupun kelebihan-kelebihan yang ada pada novel tersebut. Kelebihan-kelebihan dari novel tersebut adalah sampul yanh menarik, tokoh yang kuat, tema yang sangat baik, dan gaya penulisan. Sedangkan kelemahan-kelemahannya adalah penggunaan istilah asing tanpa penjelasan, kemunculan dari terlalu banyak tokoh, penggambaran dari banyaknya hubungan seksual dan senjata yang biasa.  Melalui resensi ini, pembaca dapat memahami sekilas tentang isi dari isi cerita, kelebihan dan kekurangan dari novel tersebut dan mengetahui sedikit tentang ke tiga pengarang tersebut beserta dengan karya-karya mereka.
THE PROCESS OF WORD FORMATION AND PHRASE STRUCTURE OF ANDROID APPLICATION NAMES Handayani, Heny
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.138 KB)

Abstract

Android is an operating system for mobile device, such as smartphones and tablet computers that was developed by Google. In this era, android is a popular operating system that is searched by people because of necessary of information. The process and structure of android application names are interesting to be analyzed since they have different structure of words in general. The purpose research is to describe and explain which word formation processes and phrase structure that are commonly used in Android Application Names. In this research, the writer used descriptive qualitative method. The technique to process the data is Teknik Bagi Unsur Langsung. The writer found 100 android application names in android phone with 10 word formation processes that form those; they are 39 words compounding, 21 words multiple processes, 9 words which was formed acronym and initialization, 9 words back formation, 7 words conversion, 5 words clipping, 3 words blending, 3 words borrowing, 3 words inflection, and also 1 word which was formed derivation. Based on the phrase structure, the writer 84 words noun phrase, 15 words verb phrase, and 1 word infinitival phrase. The result shows that noun phrase is frequent phrases that can be found in the android phone.
Power Abuse of Police Department in Law Enforcement toward Criminal Suspects in the Highest Crime Area as reflected on Brooklyn’s Finest Film Latifasari, Annisa Dyah
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.038 KB)

Abstract

Objek kajian dari skripsi ini merupakan sebuah film produksi Overture dan Millennium Film yang berjudul Brooklyn’s Finest. Film ini disutradarai oleh Antoine Fuqua. Film bergenre drama action ini mengangkat tema tentang penyalahgunaan kekuasaan dan ketidakadilan yang terjadi pada masyarakat yang bermukim di daerah yang memiliki tingkat kriminalitas tertinggi. Daerah tersebut bernama Proyek BK dan mayoritas penduduknya adalah Afrika Amerika. Kejahatan dan ketidakadilan yang ditampilkan dalam film ini dilakukan oleh penegak hukum yaitu departemen kepolisian. Baik departemen kepolisian ataupun petugas secara individual melakukan tindak kejahatan terhadap tersangka kriminal. Dalam proses menganalisis film tersebut penulis menggunakan metode studi pustaka dengan melalui pendekatan sosiologi. Secara lebih detil, penulis menggunakan hukum tertulis yang berlaku di Amerika dan tugas-tugas departemen kepolosian sebagai pedoman untuk menilai bentuk-bentuk kejahatan yang terjadi pada tersangka kriminal. Ketidakadilan dan penyalahgunaan yang dilakukan oleh departemen kepolisian tidak hanya dilakukan terhadap masyarakat kulit hitam tetapi juga kulit putih. Penyalahgunaan kekuasaan ini terjadi karena dilatarbelakingi oleh beberapa alasan. Ada beberapa petugas polisi korup yang membunuh dan mencuri dari warga dan tersangka kejahatan. Sedangkan departemen kepolisian berusaha untuk mengubah fakta-fakta yang terjadi di lapangan demi menjaga nama baik kepolisian. Departemen kepolisian yang bertugas sebagai penegak hukum seharusnya memperbaiki sistem yang ada dan tidak melakukan penyalahgunaan kekuasaan terhadap tersangka kejahatan karena mereka juga manusia dan berhak menerima pengadialan yang adil serta perlindungan hak-hak asasi manusia.
THE USE OF FIGURATIVE LANGUAGE IN “THE DEVIL WEARS PRADA” FILM Fitri, Khonita Nur
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.186 KB)

Abstract

Skripsi berjudul “The Use of Figurative Language in The Devil Wears Prada film” ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis gaya bahasa apa saja yang dipakai dalam film The Devil Wears Prada, gaya bahasa apa yang sering dipakai dalam film ini dan arti gaya bahasa berkaitan dengan situasi pada saat ujaran itu diucapkan. Teori yang digunakan yaitu prinsip kerjasama dari Grice (1975) dalam Gibbs Jr (1994). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan kualitatif karena skripsi ini menggambarkan suatu fenomena bahasa dan hasil analisis disampaikan dengan kata-kata. Data yang menjadi objek penelitian ini adalah DVD film The Devil Wears Prada dan transkrip film tersebut. Penulis menggunakan metode simak bebas libat cakap dan teknik catat dalam mengumpulkan data. Kemudian dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode padan referensial dengan menggunakan purposive dan random sampling. Dalam menyajikan hasil analisis data, penulis menggunakan metode informal. Dari hasil analisis data, penulis menemukan 123 buah gaya bahasa dalam film yang terdiri dari: ironi, hiperbola, sinekdok, metafora, paradoks, oksmoron, litotes, metonimi, klimaks, eufemisme,dan pertanyaan retorik. Jenis gaya bahasa yang paling banyak dipakai adalah metonimi (33.33%) dan yang paling sedikit digunakan adalah paradoks (0.81%), oksimoron (0.81%) dan pertanyaan retorikal (0.81%). Mereka menggunakan bahasa kiasan untuk menyampaikan emosi mereka, membujuk pendengar agar menyetujui opini pembicara, menegaskan opini pembicara, menunjukan kepribadian pembicara dan membuat komunikasi lebih singkat dan komunikatif. Keyword : figurative language, film, maxim
AMERICAN INDIVIDUALISM OF TIM THOMAS IN SEVEN POUNDS MOVIE BY GABRIELE MUCCINO Hidayati, Fitrotul
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.941 KB)

Abstract

Individualisme Amerika sudah ada di Amerika sejak negara Amerika ditemukan, dan sudah menjadi ciri khas negara tersebut. Maka dari itu penulis bermaksud untuk menganalisis individualisme Amerika melalui karakter Tim Thomas dalam film “Seven Pounds” karya Gabriele Muccino. Penulis akan menganalisis individualisme yang di jalani oleh Tim untuk bertanggung jawab atas kesalahannya di masa lalu, sesuai dengan kehendaknya sendiri. Individualisme yang dijalankan Tim Thomas mencakup nilai-nilai individualisme Amerika yaitu self-Autonomy, dan self-responsibility. Penulis juga akan membahas kehidupan sosial Tim Thomas berhubungan dengan individualisme yang dijalani oleh Tim Thomas dalam menghadapi sahabatnya Dan Morris dan juga saudaranya Ben Thomas yang tidak setuju dengan keputusan tersebut. Dalam metode penelitian, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan. Dan untuk metode pendekatan penulis menggunakan metode pendekatan eksponensial untuk membahas unsur intrinsik, dan teori tentang Individualisme Amerika dalam menganalisis aspek intrinsik. Dalam pembahasan, penulis menggabungkan analisis intrinsik dan ekstrinsik. Sumber-sumber yang digunakan dalam metode kepustakaan adalah buku, jurnal, dan juga sumber-sumber yang di dapat melalui situs internet. Dalam membahas unsur intrinsik, penulis menggabungkan elemen eksponensial (Karakter, Latar, dan konflik) dan unsur sinematografi, yang bertujuan untuk memberikan pembahasan yang sistematik dari unsur eksponensial dan disertakan oleh bukti dari unsur cinematografi. Dan untuk unsur ektrinsiknya penulis menggunakan teori individualisme Amerika milik Robert N Bellah, Setelah menganalis Karakter Tim Thomas, penulis menemukan bahwa Tim berkomitmen untuk menebus kesalahannya di masa lalu yang menyebabkan tujuh orang meninggal dunia, dengan mengambil keputusan yang menurutnya benar (self-autonomy), Tim sangatlah bertanggung jawab atas pengambilan keputusannya tersebut, dalam mencari tujuh kandidat, serta bertanggung jawab penuh dalam pencapaian keinginannya tersebut (self-responsibility) Tim sangat tahu akan keputusannya dan tetap berinteraksi dengan sangat baik dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya, dalam hal ini Tim bisa mencapai nilai-nilai individualismenya yaitu, Tim bisa menopang kehidupan pribadinya, dan juga kehidupannya dengan masyarakat.
Identifying Indonesian Meanings of Civil Engineering Terms through the Analysis of Word Formation Process Kusumawati, Ratri Nurinda
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.467 KB)

Abstract

Perkembangan aspek bahasa merupakan salah satu hal yang menandai kemajuan zaman. Bahasa merupakan alat komunikasi manusia yang terangkai dari kalimat-kalimat dimana kalimat merupakan rangkaian dari kata-kata. Perkembangan aspek bahasa ditunjukkan oleh banyaknya kata baru yang terbentuk yang diperoleh dari berbagai aspek dimana salah satunya berasal dari bidang teknik sipil. Kata-kata baru ini umumnya berupa istilah yang dapat berasal dari berbagai bahasa. Selanjutnya, merupakan tugas para penerjemah untuk menerjemahkan istilah-istilah yang berasal dari berbagai bahasa tersebut agar dapat dipergunakan oleh para insinyur teknik sipil yang belum tentu menguasai banyak bahasa. Oleh karena itu, melalui penelitian ini, penulis bertujuan untuk mengidentifikasi istilah-istilah teknik sipil berbahasa inggris pada bab 9 dalam modul Mastering Different Fields of Civil Engineering Works dengan analisis pembentukan kata sehingga diperoleh suatu metode penerjemahan, khususnya dalam menerjemahkan istilah-istilah dalam bidang teknik sipil. Dalam penelitian ini, penulis menerapkan beberapa teori dari dua pendekatan Linguistik, Morfologi dan Semantik, untuk menganalisis data. Dari pendekatan Morfologi, penulis menerapkan teori tentang morpheme, root, base, stem, affix dan word formation dari Nida (1949), Katamba (1993), dan O’Grady and Guzman (1996). Kemudian, dari pendekatan Semantik, penulis menerapkan teori tentang naming, concept, referent dan sense relation dari Palmer (1981) dan Chaer (1994). Selanjutnya, sebagai hasil dari analisis yang telah dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa sebagian besar istilah dibentuk melalui proses derivasi dan sebagian lainnya dibentuk melalui proses endocentric compounding dan proses konversi. Selain itu, penulis memeroleh bahwa pelekatan akhiran –ing dan –ed pada verb dapat membentuk kata baru melalui proses derivasi karena pelekatan akhiran –ing merubah kelas kata verb menjadi adjective atau noun dan pelekatan akhiran –ed merubah kelas kata verb menjadi adjective.
POLITENESS STRATEGY OF DIRECTIVE UTTERANCES PRODUCED BY THE TEACHERS OF JEMEMA ISLAMIC SCHOOL SEMARANG Hardita, Winda
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.779 KB)

Abstract

Bahasa yang dimengerti ataupun yang digunakan anak masih sederhana, misalnya bahasa balita yang baru mulai sekolah, maka dari itu, orang dewasa harus pintar memilih dan merangkai kata dalam berkomunikasi dengan anak, terutama dalam memberikan perintah, agar anak dapat memahaminya sehingga ia dapat melaksanakan apa yang diperintahkan. Berdasarkan fenomena tersebut, penulis mengadakan penelitian yang berkaitan dengan penggunaan strategi kesopanan guru-guru pra-sekolah di Jemema Islamic School Semarang dalam memproduksi tuturan yang mengandung perintah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis kalimat perintah yang digunakan tiga guru terhadap murid pra-sekolah Jemema Islamic School Semarang berdasarkan Klasifikasi Vanderveken serta menganalisis strategi kesopanan yang ada di dalamnya dengan menggunakan teori “Politeness Strategy” dari Brown and Levinson, kemudian penulis menganalisis faktor-faktor dan dimensi sosial yang melandasi adanya strategi kesopanan tersebut dengan menggunakan teori dari Janet Holmes.
LARRY CROWNE’S OPTIMISM IN ACHIEVING HIGHER EDUCATION FOR A BETTER LIFE ON LARRY CROWNE’S FILM SCRIPT NUR A’ISYAH, AZIZAH PUSPAKURNIA
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.481 KB)

Abstract

Optimisme merupakan kecerdasan emosional untuk mencapai keberhasilan. Dalam mencapai kehidupan yang lebih baik diperlukan optimism dari dalam diri manusia itu sendiri. Hal tersebut dapat ditemukan dalam skrip film Larry Crowne. Peneliti merasa tertarik dalam meneliti lebih dalam mengetahui bagaimana sikap optimisme yang dimiliki oleh tokoh utama untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Untuk mendapatkan hasil yang baik, penulis menggunakan dua metode penelitian yaitu metode penelitian dengan studi pustaka serta metode pendekatan psikologi umum dan eksponensial. Dalam skrip film tersebut digambarkan secara jelas bagaimana tokoh utama membangun sikap optimis serta semangat yang luar biasa untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Tokoh utama berusaha keras untuk mendapatkan pekerjaan lagi sambil melanjutkan kuliahnya. Dengan semangatnya yang luar biasa, ia berhasil mendapatkan pekerjaan dan berhasil menyelesaikan kuliahnya dengan sangat baik. Dengan demikian, ia dapat menyelesaikan segala masalah-masalah yang dihadapinya. Kata Kunci : Larry Crowne- Optimisme – Semangat- Mencapai keberhasilan
Book Review of Philippa Gregory’s The Boleyn Inheritance Reswari, Ardana
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.456 KB)

Abstract

The Boleyn Inheritance adalah salah satu novel bestseller karya Phillippa Gregory. Novel ini diadaptasi berdasarkan kisah nyata kerajaan Inggris pada jaman Tudor. The Boleyn Inheritance bercerita tentang tiga wanita bangsawan yang hidup pada masa pemerintahan Raja Henry VIII. Seorang raja yang terkenal pada masa dinasti Tudor karena kebijakan politik serta kehidupan pribadinya yang fenomenal. Raja Henry VIII adalah raja Inggris yang pernah memiliki enam ratu, dua diantaranya meninggal karena dihukum mati oleh raja Henry VIII sendiri. Novel ini tidak hanya bercerita tentang kehidupan pribadi raja Henry VIII tetapi juga bercerita tentang kebijakan politik, hukum, kebudayaan serta fenomena-fenomena yang terjadi pada masa pemerintahan raja Henry VIII. The Boleyn Inheritance juga banyak menyinggung serta mengangkat isu tentang hak perempuan serta hubungannya dengan dominasi laki-laki. Dalam final project ini penulis berusaha menganalisis novel ini dengan memaparkan kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam buku ini melalui unsur-unsur intrinstik yang ada dalam novel ini seperti tema, alur cerita, setting, karakter serta gaya penulisan sehingga dapat menjadi referensi sebelum membacanya.
ANALISIS KARAKTER IAN CURTIS DALAM FILM CONTROL KARYA ANTON CORBIJN Nugraha, Purna Cipta
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film Control talks about a band from England, Joy Division. It visualizes the band rise and process in musicality in the late 1970s. The film also puts the vocalist, Ian Curtis, as the main character. The purpose of this study is to analyze how the character, setting, and conflict build the visualization of Ian Curtis and how the internal and external conflicts affect the vocalist’s decision in the film Control directed by Anton Corbijn. Library research is conducted in this study, and the analysis employs an objective approach to discuss the intrinsic elements including character, setting, and conflict in the film. The study shows that Ian is depressed by many conflicts, some of which are the results of his own action. The position of Ian as the father and husband is not well fulfilled because of his duty in the band and this makes him feel guilty. His superego opposes his id when he has an affair with another woman as an escape from his burden. He keeps on questioning himself about what to do and what to decide. His epileptic condition is also a problem that makes his conflicts more complicated. As a result, Ian’s death instinct lead him to commit suicide and put an end to the unsolved problem.

Page 1 of 3 | Total Record : 25