cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SulukIndo
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012" : 13 Documents clear
SERAT PETHIKAN PUSTAKARAJA PURWA TRANSLITERASI, ANALISIS STRUKTUR, DAN PEMAHAMAN ESTETIK Laksananto, Muhammad Shidiq
SULUK INDO Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.451 KB)

Abstract

ABSTRAKSkripsi ini berjudul Serat Pethikan Pustakaraja Purwa: Transliterasi, Analisis Struktur, danPemahaman Estetik. Naskah Serat Pethikan Pustakaraja Purwa (selanjutnya disingkatSPPP) merupakan karya sastra lama yang berbentuk tembang, naskah tulis tangan (carik),yang ditulis pada tahun 1900, berbahasa Jawa, dan beraksara Jawa. Naskah ini merupakankoleksi Yayasan Sastra Surakarta yang terdaftar dalam katalog Naskah-Naskah Jawa Jilid I. Penelitian naskah SPPP bertujuan untuk mendiskripsikan suntingan teks dalambentuk transliterasi dan terjemahan serta melakukan analisis teks. Oleh karena itu, untukmendapatkan suntingan teks SPPP yang baik, peneliti menggunakan teori filologi. Suntinganteks SPPP meliputi deskripsi naskah SPPP, transliterasi teks SPPP, translasi/terjemahan teksSPPP, dan yang terakhir suntingan teks SPPP. Selain itu, untuk menganalisis isi teks SPPP,peneliti menggunakan teori sastra, yaitu teori strukturalisme dan teori estetika. Hasil analisis terhadap naskah SPPP adalah terdapat keterkaitan antara teks SPPPdengan sastra wayang setelah dilakukan analisis struktur teks yaitu dilihat dari tokoh dan lataryang terdapat di dalam teks SPPP.  Analisis selanjutnya, yaitu makna estetis yang terdapat di dalam teks SPPP, yaituterdapat makna estetis tinggi dilihat dari pesan-pesan yang ada di dalam teks SPPP. Pesanpesantersebut memberitahukan bahwa sesungguhnya manusia itu memiliki empat saudarayang tidak terlihat untuk supaya dilakukan ruwatan (penyucian) terhadap keempat saudaratersebut, agar terlepas dari kecelakaan/musibah yang akan mengikutinya. Selain itu, di dalamteks SPPP terdapat piwulang/ajaran mengenai tata karma, yaitu tentang aturan dan tingkahlaku cara hormat dan penghormatan yang dilakukan pengikut kepada raja, pemuda kepadaorang yang lebih tua, dan orang tua kepada pemuda yang memiliki kedudukan tinggi sertaguru kepada murid yang berasal dari golongan atas.Kata kunci : Serat Pethikan Pustakaraja Purwa (SPPP), Filologi, Struktur, Estetik 
RELASI SEMANTIS KATA-KATA BERMAKNA DASAR ‘JATUH’ DALAM BAHASA INDONESIA Amin, Ririn Setyadi
SULUK INDO Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.002 KB)

Abstract

 Kosakata suatu bahasa dapat terdiri atas sejumlah sistem leksikal yang maknanya dapat ditetapkan berdasarkan perangkat tata hubungan yang dikenal sebagai tata hubunganmakna. Salah satu tata hubungan makna yakni kesinoniman. Skripsi ini membahas relasi semantis kata-kata bermakna dasar ‘jatuh’ dalam bahasaSkripsi ini membahas relasi semantis kata-kata bermakna dasar ‘jatuh’ dalam bahasaIndonesia. Kata-kata bermakna dasar ‘jatuh’ mempunyai arti yang hampir sama, tetapi dalampemakaiannya mempunyai daya gabung yang berbeda dan mempunyai perbedaan maknasehingga kata-kata tersebut mempunyai ketepatan pemakaian yang berbeda-beda. Tujuanpenelitian ini adalah mendeskripsikan analisis komponen makna kata-kata yang bermaknadasar ’jatuh’, mendeskripsikan cakupan perubahan makna pada kata-kata yang bermaknadasar ’jatuh’, dan mendeskripsikan relasi semantis kata-kata yang bermakna dasar ’jatuh’dalam bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode simak dengan tekniklanjutan simak libat cakap, selain itu penulis juga menggunakan metode studi pustaka denganteknik catat sebagai teknik lanjutan. Pada tahap analisis data digunakan metode komponenmakna dan metode agih dengan teknik substitusi dan teknik but-test sebagai teknik lanjutan.Metode komponen makna digunakan untuk menganalisis perbedaan dan persamaan kata-katabermakna dasar ’jatuh’.  Kata-kata bermakna dasar ’jatuh’ yang diiventaris, mencakup: rontok, gugur, runtuh,roboh, ambruk, ambrol, amblek, rebah, tumbang, dan longsor. Selain menyatakan maknadasarnya, kata-kata tersebut dapat mengalami perubahan makna akibat digunakan dalamkonteks kalimat yang berbeda. Relasi semantis yang terbentuk ada tiga, yakni relasi persinggungan (contiguity),relasi tumpang tindih (overlapping), dan relasi keberlawanan (complementation). 
DIKSI DALAM JUDUL-JUDUL BERITA HARIAN LAMPU HIJAU Karenggaruci, Dwi Laksmi
SULUK INDO Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1957.955 KB)

Abstract

ABSTRAK Judul berita dalam suatu media massa (koran) merupakan kepala berita yang berfungsi sebagai pengantar pengetahuan pembaca tentang isi dari berita yang akan diuraikan. Sebagai suatu pengantar, judul berita harus memenuhi syarat- syarat judul yang baik. Ketepatan penggunaan kata pada judul, cakupan isi judul, maupun struktur gramatika judul akan menentukan judul tersebut sudahkah memenuhi syarat ketentuan judul yang baik. Dalam hal ini penulis menspesifikkan judul berita kriminal sebagai topik pembahasan. Masalah yang diteliti adalah judul berita kriminal yang paling dominan dalam harian Lampu Hijau, fungsi prefiks di- pada judul berita kriminal harian Lampu Hijau dan sudahkah judul- judul berita tersebut memenuhi syarat ketentuan judul yang baik. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengeksplanasikan judul berita paling dominan dalam harian Lampu Hijau, 2) mendeskripsikan fungsi prefiks di- pada judul berita kriminal harian Lampu Hijau, 3) mengetahui judul berita kriminal harian Lampu Hijau sudahkah memenuhi syarat ketentuan judul yang baik. Metode pengumpulan data, penulis menggunakan teknik simak dan catat. Data diambil dari kalimat-kalimat judul berita kriminal harian Lampu Hijau yang terbit pada bulan November 2011. Data dianalisis berdasarkan klasifikasi ketidaktepatan diksi. Selanjutnya yaitu proses mengorganisasikan informasi yang ditemukan yang memungkinkan penarikan simpulan. Langkah terakhir yaitu penarikan simpulan. Penyajian hasil analisis dilakukan menggunakan kata-kata biasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam berita utama Lampu Hijau ditemukan persentase tindakan kriminal kejahatan terhadap jiwa seseorang paling dominan, lalu  terjadi banyak proses morfologis khususnya prefiks -di yang memunculkan banyak fungsi (kehematan judul, mendampingi ungkapan khusus, menambah rasa ingin tahu pembaca), yang terakhir adalah berdasarkan aspek sintaksis judul- judul berita kriminal pada harian Lampu Hijau tidak memenuhi syarat ketentun judul yang baik terlihat dari (cakupan judul yang terlalu luas, klausa judul yang masih terlalu panjang, maksud dari judul yang masih berbelit-belit serta menimbulkan makna yang kabur.  

Page 2 of 2 | Total Record : 13