cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nutrition College
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23376236     EISSN : 2622884X     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Nutrition College (P-ISSN : 2337-6236; E-ISSN : 2622-884X) diterbitkan oleh Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro sebagai media publikasi artikel-artikel ilmiah dalam biang Ilmu Gizi dengan skala terbit 4 kali dalam setahun, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 47 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015" : 47 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN FORMULA ENTERAL BERBAHAN DASAR LABU KUNING (Cucurbita moschata) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH POSTPRANDIAL TIKUS DIABETES MELITUS Hawa, Izzaty Izzul; Murbawani, Etisa Adi
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.11 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10115

Abstract

Latar belakang :. Hiperglikemia postprandial merupakan keadaan yang sering dialami penderita DM. Penderita DM dapat diberi terapi gizi berupa nutrisi enteral. Labu kuning (Cucurbita moschata) merupakan salah satu pangan tradisional bersifat antidiabetik dan antihiperglikemia yang dapat dijadikan bahan formula enteral. Kandungan polisakarida dan  pektin diklaim mampu menurunkan kadar glukosa darah dan mengontrol kadar glikemik. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh formula enteral berbahan dasar labu kuning terhadap kadar glukosa darah postprandial tikus diabetes. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian true experimental with pre-post test group esign. Subjek sebanyak 14 ekor tikus jantan galur Sprague dawley berumur 9 minggu, berat badan 160-260 gram; dibagi menjadi 2 kelompok secara acak sederhana. Sebelumnya subjek dibuat DM dengan induksi Streptozotocin 65 mg/kg berat badan dan nikotinamida 230 mg/kg berat badan secara intraperitoneal. Kelompok perlakuan diberi formula enteral labu kuning sedangkan kelompok kontrol diberi diabetasol 20 g/kg bb/ekor. Kadar glukosa darah diambil sebelum dan 2 jam setelah diberi formula enteral. Penelitian ini dilakukan selama 1 hari di Laboratorium Pangan dan Gizi Pusat Antar Universitas, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Analisis statistik dilakukan menggunakan Independent t-test, dan Paired t-test. Hasil : Delta glukosa darah pada 2 kelompok mengalami perbedaan bermakna (p=0.000) yaitu kelompok perlakuan lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol (5.09±0.31 mg/dl). Sedangkan kadar glukosa darah postprandial antara 2 kelompok tidak terdapat perbedaan bermakna (p=0.605).  Simpulan : Pemberian formula enteral labu kuning sebanyak 20 g/kg berat badan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kadar glukosa darah postprandial tikus diabetes melitus. Akan tetapi, berpengaruh bermakna terhadap Δ glukosa darah.
INDEKS GLIKEMIK, BEBAN GLIKEMIK, KADAR PROTEIN, SERAT, DAN TINGKAT KESUKAAN KUE KERING TEPUNG GARUT DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG KACANG MERAH Istiqomah, Annisa; Rustanti, Ninik
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.811 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10171

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 berkaitan erat dengan pola hidup. Dalam penatalaksanaannya diperlukan kontrol gula darah untuk mengurangi risiko komplikasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu melalui pemilihan makanan ber-indeks glikemik (IG) rendah. Garut dan kacang merah mengandung tinggi serat, amilosa, pati resisten dan indeks glikemik rendah. Pemanfaatan garut dan kacang merah yang diolah menjadi kue kering diharapkan menghasilkan makanan selingan ber-IG rendah.Tujuan: Menganalisis indeks glikemik, beban glikemik, kadar protein, serat, dan tingkat kesukaan kue kering garut dengan substitusi tepung kacang merah.Metode: Penelitian eksperimental acak lengkap satu faktor yaitu empat variasi kadar tepung kacang merah (0%, 15%, 25%, and 35%) yang disubstitusikan pada kue kering. Data indeks glikemik, beban glikemik, kadar protein, dan serat dianalisis menggunakan One Way ANOVA dilanjutkan uji Tukey, sedangkan tingkat kesukaan dianalisis menggunakan uji Friedman.Hasil: IG kue kering terendah yaitu pada substitusi tepung kacang merah 35% (11,42). Sedangkan BG terendah pada substitusi tepung kacang merah 0% (2,54). Substitusi tepung kacang merah berpengaruh nyata terhadap kadar protein, serat dan tingkat kesukaan warna, aroma, dan rasa, namun tidak berpengaruh terhadap tekstur.Kesimpulan: Keempat formulasi kue kering memiliki IG dan BG rendah. Semakin banyak kadar tepung kacang merah, kadar protein dan serat semakin meningkat. Kue kering yang paling disukai berdasarkan uji kesukaan adalah kue kering dengan substitusi tepung kacang merah 25%.
GAMBARAN KADAR SERUM SENG (ZN) DENGAN Z-SCORE TB/U PADA ANAK USIA 9-12 TAHUN (STUDI PENELITIAN DI SDI TAQWIYATUL WATHON SEMARANG UTARA) Anggraheni, Neni; Pramono, Adriyan
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.417 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10162

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stunting pada anak usia sekolah di Indonesia masih cukup tinggi. Penelitian menyebutkan bahwa defisiensi seng berkaitan dengan stunting. Seng berperan dalam regulasi proliferasi sel dan hormon pertumbuhan. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai kadar serum seng dan Z-Score TB/U pada anak. Metode: Penelitian diskriptif analisis. Jumlah subjek adalah 40 anak usia 9-12 tahun yang dipilih dengan non-probability sampling. Data TB dikukur menggunakan mikrotoa,kadar serum seng diukur dengan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) dan data asupan makanan diperoleh menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) semi kuantitafif. Hasil: Prevalensi Z-Score TB/U < -2SD dalam penelitian ini adalah 72,5%. Seluruh subjek memiliki nilai kadar serum seng darah dibawah nilai normal. (laki-laki: 74 μg/dL, wanita:70 μg/dL) Simpulan: Prevalensi defisiensi seng dan Z-Score TB/U < -2SD pada anak usia 9-12 tahun dalam penelitian ini cukup tinggi.
GAMBARAN ASUPAN VITAMIN A, KADAR SERUM SENG, DAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 9-12 TAHUN Maulida, Aisya; Pramono, Adriyan
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.322 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10103

Abstract

Latar Belakang :. Wasting (kurus) dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan kognitif anak. Vitamin A dan seng adalah mikronutrien esensial yang berperan pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Defisiensi vitamin A dan seng sering terjadi pada anak yang berstatus gizi kurang. Tujuan : Mengetahui gambaran asupan vitamin A, kadar serum seng, dan status gizi pada anak usia 9 -12 tahun.Metode : Penelitian deskriptif analisis. Subjek sebanyak 40 anak dipilih dengan metode nonprobability sampling. Pengukuran berat badan dan tinggi badan menggunakan timbangan digital dan microtoa, analisis kadar serum seng dengan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), dan pengambilan asupan makanan dengan wawancara formulir food frequency questionare (FFQ) semikuantitatif. Hasil : Pada penelitian ini kejadian wasting sebesar 20%. Asupan vitamin A subjek memiliki rerata 402,5 µg. Semua subjek memiliki kadar serum seng rendah dengan median 19,01 µg/dL. Kesimpulan : Pada penelitian ini kejadian wasting sebesar 20%, sebanyak 60% subjek memiliki asupan vitamin A yang kurang, dan semua subjek mengalami defisiensi seng.
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN OBESITAS PADA REMAJA Suryandari, Beti Dwi; Widyastuti, Nurmasari
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.051 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10153

Abstract

Latar Belakang : Obesitas merupakan masalah kesehatan kompleks. Remaja yang mengalami obesitas dapat memiliki peningkatan risiko kematian saat dewasa. Kelebihan asupan makan merupakan salah satu faktor  penyebab terjadinya obesitas. Protein merupakan jenis makronutrien yang berkaitan dengan kejadian obesitas. Jenis protein juga berhubungan dengan obesitas. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa terdapat hubungan asupan protein hewani dan asupan protein nabati dengan obesitas.  Tujuan : Mengetahui hubungan antara asupan protein dengan obesitas pada remaja.Metode : Penelitian ini dilaksanakan di SMP Kesatrian 2 Semarang pada bulan Juni 2015.Desain penelitian cross-sectional dengan subyek 49 remaja usia 12-14 tahun dipilih dengan metode simple random sampling. Data yang diambil adalah berat badan, tinggi badan dan asupan protein. Analisis bivariat dengan uji rank Spearman dan Pearson.Hasil : Terdapat 28,6% remaja mengalami obesitas. Hasil penelitian menunjukkan 55,1% subjek memiliki asupan protein cukup, 65,3%  subjek mengkonsumsi protein nabati melebihi kebutuhan dan 91,8% subjek mengkonsumsi protein hewani melebihi kebutuhan. Terdapat hubungan signifikan antara asupan protein total (r=0.732 p=0.000), protein hewani (r=0.735p=0.000) dan asupan protein nabati (r=-0.319 p=0.026) dengan IMT.Kesimpulan : Asupan protein total, protein hewani, protein nabati memiliki hubungan signifikan dengan IMT.
PENGARUH PEMBERIAN SELAI KACANG TANAH DENGAN SUBSTITUSI BEKATUL MERAH TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS DIABETES Chelzea, Verhoeven; Wirawanni, Yekti
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.402 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10120

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus menjadi penyakit mematikan nomer 3 di dunia menurut WHO. Salah satu cara menanggulangi yaitu dengan terapi diet (diet tinggi serat dan antioksidan). Beberapa bahan makanan dengan tinggi serat dan antioksidan ialah kacang tanah dan bekatul merah. Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh selai kacang tanah dengan substitusi bekatul merah terhadap kadar glukosa darah pada tikus diabetes.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan rancangan pre-post test randomized control group design dan termasuk dalam ruang lingkup gizi biomedik. Sampel sebanyak 12 ekor tikus putih jantan strain Wistar, berusia 2-3 bulan, berat badan ±200 gr, sehat, lincah, dan mengalami diabetes. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan perlakuan. Seluruh tikus diinduksi aloksan secara intraperitoneal dengan dosis Aloksan 120 mg/kg BB yang diberikan sebanyak 1 kali. Kelompok perlakuan diberikan selai kacang tanah substitusi bekatul merah 10 gram secara sonde dan 10 gram BR2 secara oral selama 14 hari. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk dan analisis statisitik menggunakan uji independent t-test dan paired t-test.Hasil : Kelompok perlakuan mengalami penurunan kadar glukosa darah yang bermakna (p=0,004) sebesar 29.17±14.30 mg/dl, sedangkan pada kelompok kontrol mengalami penurunan sebesar 2.17±5.15 mg/dl. Secara statistik terdapat perbedaan perubahan kadar glukosa darah antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol yang bermakna (p = 0.001).Kesimpulan : Konsumsi 10 gram selai kacang tanah substitusi bekatul merah selama 14 hari dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus jantan galur Wistar yang diabetes secara signifikan
PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAMK) TERHADAP KADAR ASAM URAT TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Rahmawati, Rahmawati; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.745 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10167

Abstract

Latar belakang :  Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin yang apabila dalam jumlah yang berlebihan dapat memicu terjadinya berbagai macam penyakit, salah satunya adalah gout. Moringa oleifera lamk, atau dikenal dengan daun kelor telah dipercaya masyarakat sebagai tanaman herbal untuk gout, arthritis, dan beberapa penyakit lainnya karena kandungan fitokimianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian seduhan daun kelor (Moringa oleifera Lamk) terhadap kadar asam urat tikus putih.Metode : Dua belas ekor tikus wistar jantan dengan berat 150 – 180 g dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Kedua kelompok diberi  otak kambing 2 g/ekor/hari selama 8 hari. Selanjutnya, kelompok kontrol (K) diberi akuades, sedangkan pada kelompok perlakuan (P) diberi seduhan daun kelor 3,6 ml selama 14 hari. Bubuk daun kelor dengan dosis 3,75 g/kg berat badan diseduh dengan air hangat bersuhu 600C. Data yang diperoleh diuji normalitasnya menggunakan Saphiro-Wilk. Perbedaan kadar asam urat sebelum dan sesudah perlakuan pada  masing – masing kelompok diuji dengan dependent pair t test. Untuk mengetahui perbedaan antara kedua kelompok digunakan uji independent pair t test.Hasil penelitian : Perubahan kadar asam urat sebelum dan sesudah pemberian otak kambing pada kelompok kontrol dan perlakuan adalah -0,529 mg/dl (p= 0,002) dan 0,831 mg/dl (p= 0,08). Perubahan kadar asam urat sebelum dan sesudah pemberian seduhan daun kelor pada kelompok perlakuan adalah 0,675 mg/dl (p= 0,04). Kesimpulan : Pemberian seduhan daun kelor dengan dosis 3,75 g/kgbb selama 14 hari dapat menurunkan kadar asam urat tikus.
HUBUNGAN KONSUMSI WESTERN FAST FOODDENGAN HIPERTENSI PADA REMAJA DI SMA N 1 SEMARANG Syafni, Alfauzia; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.064 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10111

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi pada remaja perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi kesehatan ketika dewasa. Salah satu evaluasi dini yang perlu dilakukan adalah mengetahui konsumsi makan remaja, terutama western fast food. Western fast food mengandung tinggi lemak, natrium dan rendah serat yang berpotensi menimbulkan hipertensi jika dikonsumsi dengan frekuensi sering. Tujuan : Mengetahui hubungan konsumsi western fast food dengan hipertensi pada remaja di SMA N 1 SemarangMetode : Desain penelitian ini adalah cross sectionaldengan jumlah subyek 45 orang. Subyek adalah remaja SMA N 1 Semarang yang dipilih dengan simple random sampling. Data konsumsi western fast food dinilai dari frekuensi, porsi, kandungan gizi dan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan sehari yang diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner food frequencysemi-quantitative. Tekanan darah diperiksa dengan Sphygmomanometer. Status gizi diukur berdasarkan antropometri meliputi berat badan dan tinggi badan yang dinyatakan sebagai Z-score IMT/U. Analisis bivariat menggunakan uji rank  spearman.Hasil : Prevalensi hipertensi pada remaja adalah sebesar 6,66%. Sebanyak 10 subjek (22,2 %) mengonsumsi western fast food  lebih dari 2 kali/minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara frekuensi, porsi, kandungan gizi dan kontribusi western fast food dengan kejadian hipertensi (p > 0,05). Simpulan : tidak ada hubungan antara konsumsi western fast food dengan hipertensi pada remaja
PERAN PETUGAS KESEHATAN TERHADAP KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Sabati, Maryasti Rambu; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.686 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10158

Abstract

Latar Belakang: Salah satu unsur yang berperan dalam percepatan pembangunan kesehatan adalah tenaga kesehatan yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan di masyarakat. Pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan atau makanan lain. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui peran petugas kesehatan terhadap keberhasilan pemberian ASI Eksklusif di wilayah Puskesmas Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang digunakan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan tentang peran Petugas Kesehatan terhadap keberhasilan pemberian ASI Eksklusif. Penelitian dilakukan di Wilayah Puskesmas Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa Petugas Kesehatan memberikan dampak positif kepada ibu-ibu menyusui yang melakukan ASI secara Eksklusif. Semua responden berhasil melakukan ASI Eksklusif kepada bayi usia 6-12 bulan. Petugas kesehatan tidak hanya memberikan penyuluhan ASI Eksklusif saja, tetapi penyuluhan lain seperti penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini dan penyuluhan KB. Simpulan: Peran Petugas Kesehatan di Wilayah Puskesmas Sekaran, sangat berperan penting dalam keberhasilan pemberian ASI Eksklusif. Perlu diadakan penelitian yang mendalam untuk mendapatkan strategi terbaik guna meningkatkan pencapaian pemberian ASI Eksklusif.
PENGARUH EKSTRAK LOMPONG (Colocasia esculenta L. Schoot) 30 MENIT PENGUKUSAN TERHADAP AKTIVITAS FAGO SITOSIS DAN KADAR NO (NITRIT OKSIDA) MENCIT BALB/C SEBELUM DAN SESUDAH TERINFEKSI Listeria monocytogenes Sholikhah, Arsela Rindang; Rahayuningsih, Hesti Murwani
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.44 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10148

Abstract

Latar belakang:Ekstrak daun dan batang lompong (Colocasia esculenta (l.) Schott) dilaporkan memiliki sifat antimikrobial karena mengandung fitokimia seperti fenol, tanin, saponin, streoid, kuinin, trepenoid, glikosida, dan alkaloid. Pengukusan merupakan metode pemasakan yang mampu mempertahankan fitokimia pada sayuran. Tujuan:Menganalisis pengaruh pemberian ekstrak lompong 30  menit pengukusan dengan dosis 13 mg/20gBB terhadap aktivitas fagositosis dan kadar NO (Nitrit Oksida) makrofag pada mencit Balb/c sebelum dan sesudah terinfeksi Listeria monocytogenesMetode:Penelitian true experimental dengan post test with randomized control group design pada 21 mencit Balb/c jantan usia 8-10 minggu yang dibagi menjadi 3 kelompok secara acak masing-masing 7 ekor. Kelompok K (Kontrol) mencit hanya mendapatkan pakan standar. Kelompok P1 (Perlakuan satu) mencit diberi ekstrak lompong 30 menit pengukusan selama tiga hari sebelum diinfeksi Listeria monocytogenes. Kelompok P2 (Perlakuan dua) mencit diberi ekstrak lompong 30 menit pengukusan selama tiga hari setelah diinfeksi Listeria monocytogenes.Hasil: Tidak terdapat perbedaan bermakna pada aktivitas fagositosis dan kadar NO antara kelompok P1,P2 dibandingkan dengan kelompok K (p>0,05). Namun rerata aktivitas fagositosis dan kadar NO kelompok P1 lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok K dan P2.Kesimpulan:Pemberian ekstrak lompong dengan 30 menit pengukusan pada mencit selama 3 hari tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap aktivitas fagositosis dan kadar NO makrofag, baik sebelum infeksi Listeria monocytogenes maupun setelah infeksi Listeria monocytogenes.Â