cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016" : 36 Documents clear
KONDISI PERAIRAN SUNGAI MOROSARI DEMAK PADA LOKASI YANG BERBEDA DITINJAU DARI KANDUNGAN KLOROFIL-a, NITRAT, FOSFAT, DAN FITOPLANKTON Mariana, Rina; Rudiyanti, Siti; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.446 KB)

Abstract

ABSTRAK Sungai Morosari berada di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Perairan ini digunakan untuk pembuangan limbah domestik maupun industri, jalur lalu lintas perahu nelayan, kawasan wisata, dan kegiatan perikanan. Hal ini diduga mempengaruhi kualitas perairan. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2014, bertujuan untuk mengetahui kondisi perairan Sungai Morosari berdasarkan kandungan klorofil-a, nitrat, fosfat, dan struktur komunitas fitoplankton. Variabel pendukung penelitian antara lain temperatur, arus, kedalaman, kecerahan,  pH, salinitas, dan oksigen terlarut. Pengambilan sampel pada penelitian ini ditentukan empat stasiun dengan tiga kali pengulangan. Analisis data yang digunakan untuk menggunakan analisis kluster dan analisis non parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata pada kandungan klorofil-a dan fosfat tiap stasiun, sedangkan pada kandungan nitrat tidak terdapat perbedaan yang nyata.  Kemiripan tertinggi berdasarkan komunitas fitoplankton terletak pada daerah yang didominasi pemukiman penduduk  dan daerah lalu lintas perahu nelayan, sedangkan kemiripan terendah yaitu pada daerah pertemuan pembuangan limbah industri. Kelimpahan fitoplankton termasuk dalam kategori kelimpahan yang sedang, indeks keanekaragaman dan indeks keseragaman fitoplankton rendah. Berdasarkan kandungan klorofil-a dan nitrat perairan Sungai Morosari termasuk ke dalam perairan oligotrofik, sedangkan berdasarkan kandungan fosfat termasuk ke dalam perairan mesotrofik dan eutrofik. Kata Kunci : Klorofil-a; Nitrat; Fosfat; Fitoplankton; Sungai Morosari ABSTRACT Morosari river located in District Sayung, Demak is used for the disposal of domestic and industrial waste, traffic, fishing boats, tourist areas and fisheries activities. And may affect the water quality. The study was conducted in April-May 2014, aimed to determine the condition of the river by chlorophyll-a, nitrate, phosphate, and phytoplankton community structure at different locations. Other variables included temperature, currents, depth, transparency, pH, salinity, and dissolved oxygen. This study used four stations with three replications. Analysis of the data used cluster analysis and the Kruskal-Wallis non parametric analysis. The results showed a significant difference in the content of chlorophyll-a and phosphate each station, while the nitrate content there was no significant difference. The highest similarity based on the phytoplankton community was between  residential areas and traffic areas fishing boat, while the lowest is similarity was in industrial waste disposal area. The abundance of phytoplankton included in the category of moderate abundance, phytoplankton diversity and evenness index were low. Based on the content of chlorophyll-a and nitrate Morosari river waters belong to the oligotrophic waters, while based on the phosphorus content included into the mesotrophic waters. Keywords : Chlorophyll-a; Nitrate; Phosphate; Phytoplankton; Morosari River
LUASAN DAN DISTRIBUSI MANGROVE DI KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG DENGAN PENGGUNAAN GOOGLE EARTH DAN SOFTWARE ARCGIS (STUDI KASUS : DESA PESANTREN, DESA MOJO DAN DESA LIMBANGAN) Fatmawati, Rifky Annisa; Suryanto, Agung; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.818 KB)

Abstract

ABSTRAK Gambaran sumberdaya mangrove yang belum menunjukkan kondisi sesungguhnya dilapangan. Penginderaan jauh dari Google Earth untuk vegetasi mangrove dapat dikembangkan untuk memperoleh data luasan mangrove disuatu daerahTujuan penelitian ini adalah untuk menemukan kemungkinan penggunaan aplikasi Google earth dan Software ArcGis untuk menentukan luasan dan distribusi mangrove di kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang. Metode yang digunakan untuk menghitung luasan mangrove adalah digitasi on screen mangrove dari Google Earth lalu diolah kedalam Software ArcGis dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Luasan mangrove di Desa Pesantren, Desa Mojo dan Desa Limbangan Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang sebesar 248,15 ha. Terdiri dari Desa Pesantren dengan luas mangrove 76,37 ha, Desa Mojo dengan luas mangrove sebesar 88,57 ha dan Desa Limbangan luas mangrove sebesar 83,21 ha. Distribusi mangrove di Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang terdapat di pinggir pantai dan sekekiling tambak. Desa Limbangan memiliki nilai perbandingan luas mangrove dan luas tambak 16,25 %, Desa Mojo 14,47 % dan Desa Pesantren 14,25 %. Kata Kunci : Luasan mangrove, distribusi mangrove ABSTRACT Mangrove database generally is still not showing the actual conditions in the field. Remote sensing for mangrove vegetation has been developed to obtain data on the extent of mangrove in an area.The purpose of this study was to find a possible use Google earth and Software ArcGIS to determine the extent and distribution of mangrove in subdistrict Ulujami Pemalang. The method used to calculate the extent of mangrove was digitizing on screen the extent and distribution of mangrove in Google Earth and then processed into ArcGIS Software and Microsoft Excel. The results showed that the area of mangrove in the village of Pesantren, Mojo Village and Limbangan Village District Ulujami Pemalang was 248.15 ha. Pesantren Village  had  76.37hectares of mangrove, Mojo village had 88.57 hectares of mangrove and Limbangan village had 83.21 hectares of mangrove.Mangrove in subdistrict Ulujami Pemalang was distributed near the coast and around the brackish water pond. Ratio of brackish water pond and mangrove areas in Limbangan  was 16 , 25%, in  Mojo 14.47% and Desa Pesantren was 14.25%.  Keywords:The area of mangrove, mangrove distribution.
ANALISIS BEBAN PENCEMARAN DETERJEN DAN INDEKS KUALITAS AIR DI SUNGAI BANJIR KANAL BARAT, SEMARANG DAN HUBUNGANNYA DENGAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON Devi Asmiyatna Sari; Haeruddin Haeruddin; Siti Rudiyanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.517 KB) | DOI: 10.14710/marj.v5i4.14635

Abstract

ABSTRAK Sungai Banjir Kanal Barat merupakan saluran utama drainase kota. Pembuangan limbah deterjen yang langsung ke saluran drainase tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu, mengakibatkan peningkatan beban pencemaran dan penurunan kualitas air di Sungai Banjir Kanal Barat. Pencemaran deterjen dapat mengakibatkan eutrofikasi di perairan sungai, karena senyawa fosfat yang terdapat di dalam deterjen memacu pertumbuhan fitoplankton dan mengakibatkan blooming fitoplankton. Penelitian dilakukan pada bulan Februari – Maret 2016 di Sungai Banjir Kanal Barat yang bertujuan untuk mengetahui beban pencemaran limbah deterjen, mengetahui Indeks Kualitas Air (IKA), mengetahui konsentrasi deterjen dan kelimpahan fitoplankton, serta menganalisis hubungan konsentrasi deterjen dengan fitoplankton. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan teknik purposive sampling. Lokasi sampling dibagi menjadi 3 stasiun dan 3 titik bagian (tepi, tengah, tepi) sungai. Pengambilan sampel air menggunakan metode integrated sample atau sampel gabungan tempat, sedangkan pengambilan sampel fitoplankton dilakukan secara pasif dengan metode penyaringan. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi deterjen di lokasi penelitian berada dalam kisaran 0,05-0,62 mg/l. Kelimpahan fitoplankton tertinggi pada semua stasiun adalah Trichodesmium sp., dimana Trichodesmium sp. merupakan indikator adanya pencemaran organik. Berdasarkan analisis regresi, kelimpahan fitoplankton dipengaruhi oleh konsentrasi deterjen sebesar 31,4% dan sisanya 68,6% dipengaruhi faktor lain. Beban pencemaran deterjen di Sungai Banjir Kanal Barat berkisar antara 13,18-215,67 ton/tahun. Indeks Kualitas Air Sungai Banjir Kanal Barat yaitu berkisar antara 1-5 yang tergolong dalam perairan sangat bersih-tercemar berat dan tidak baik digunakan untuk kegiatan perikanan.            Kata Kunci       : Deterjen; Kelimpahan Fitoplankton; Beban Pencemaran; Indeks Kualitas Air; Sungai Banjir Kanal Barat  ABSTRACT Banjir Kanal Barat River is the main drainage channel of the city. Waste disposal detergent into drainage without any waste treatment liquid first, caused in increase load pollution detergent and decrease of water quality in Banjir Kanal Barat River. Detergent pollution can cause eutrophication in the river, because phosphate compounds contained in detergent can stimulate phytoplankton growth and phytoplankton blooming. The study was conducted in February 2016 - March 2016 at Banjir Kanal Barat River which aimed to analyzing the load pollution and Water Quality Index (WQI), determine the concentration of detergent and abundance of phytoplankton, analyzing relation between detergent concentration with abundance of phytoplankton. This research used survey method and purposive sampling. The location of sampling been divided into 3 station and 3 points (edge, middle, edge). Water sampling using integrated sample method, while phytoplankton sampling are carried passively by filtration method. The results showed detergent concentrations were in the range of 0,05-0,62 mg/l. Abundance phytoplankton on the highest all stations are Trichodesmium sp., where Trichodesmium sp. an indicator of organic pollution. Based on corelation analysis, the abundance of phytoplankton is affected by the detergent concentration of 31,4% and 68,6% influenced by other factors. Load pollution of detergent in Banjir Kanal Barat River were in the range 13,18-215,67 ton/tahun. Water Quality Index in Banjir Kanal Barat River was category 1-5 belonging to the clean waters-heavily contamined and not recommended use for fishing activities. Keywords              : Detergent; Phytoplankton Abundance; Load Pollution; Water Quality Index; Banjir Kanal                                     Barat River 
DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON YANG BERPOTENSI MENYEBABKAN HABs (HARMFUL ALGAL BLOOMS) DI MUARASUNGAI BANJIR KANAL TIMUR, SEMARANG Nurcahyani, Erna Agustin; Hutabarat, Sahala; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.961 KB)

Abstract

ABSTRAK Aktivitas yang ada di aliran Sungai Banjir Kanal Timur seperti industri dan pemukiman pendudukdiduga memberi kontribusi suplai zat hara di daerah muara yang dapat memicubloomingfitoplankton dan menurunkan kualitas perairan. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui jenis fitoplankton yang berpotensi menyebabkan HABs serta distribusi spasiotemporal dan kelimpahannya berdasarkan pasang surut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus yang bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan sampelpurposive sampling. Pengambilan sampel berdasarkan aktivitas yang ada di muara dilakukan di 4 titik sampling yaitu titik I area mangrove dan tambak, titik II area pertemuan dua sungai, titik III dan IV area pantai yang menjadi jalur transportasi nelayan. Sampel diambil empat hari sekali selama tiga kali ulangan. Fitoplankton yang teridentifikasi terdiri dari 4 kelas 24 genus, 4 genus diantaranya termasuk dalam kelompok penyebab HABs yaitu Skeletonema sp. dengan kelimpahan (765-1911 Ind/L saat pasang, 233-574 Ind/L saat surut), Trichodesmium sp. (785-1678 Ind/L saat pasang, 764-1168 Ind/L saat surut), Pseudonitzschia sp. (127-191 Ind/L saat pasang, 0-84 Ind/L saat surut) dan Ceratium sp. (0-63 Ind/L saat pasang, 0-42 Ind/L saat surut). Skeletonema sp. dengan pola penyebaran seragam dan Trichodesmium sp. dengan pola penyebaran mengelompok dominan ditemukan di keempat titik sampling saat pasang dan surut, sedangkan Pseudonitzschia sp. dengan pola penyebaran mengelompok terdapat di semua titik saat pasang sedangkan saat surut terdapat di titik II, III dan IV. Ceratium sp. dengan pola penyebaran seragam terdapat di titik I dan IV saat pasang, serta terdapat di titik III dan IV saat surut. Kata kunci : Kelimpahan Fitoplankton; Distribusi; Harmful Algal Blooms (HABs);Pasang surut; Muara Sungai                      Banjir Kanal Timur ABSTRACT Activities in Banjir Kanal Timur river like industry activities and settlements was expected give contribution to supply nutrient in estuary and  can cause blooming of phytoplankton and decrease estuary’s water quality. The aimed of this research was to determine spatiotemporal distribution and abundance of potentially phytoplankton which effect Harmful Algal Blooms (HABs) based on tidalrange. This research used case studly method (descriptive) and purposive sampling technique. Samples were takenfrom 4 stationevery four days for three replication.Station (I)in mangrove and fishpond area, station (II) in confluence of two rivers area, station III and IV in the beach with boat’s traffic track.  Phytoplankton consisted of 4 class and 24 genus, four of them was genus HABs included Skeletonema sp. with abundance (765- 1911 ind/L at high  tide, 233- 574 ind/L at low tide), Trichodesmium sp. (785- 1678 ind/L at high tide, 764- 1168 ind/L at low tide),  Pseudonitzschia sp. (127- 191 ind/L at high tide, 0- 84 ind/L at low tide) and Ceratium sp. (0- 63 ind/L at high tide, 0-42 ind/L at low tide). Skeletonema sp. (regular distribution patterns) and Trichodesmium sp. (uniform distribution patterns) were dominant in all station at high tide or low tide. Pseudonitzschia sp.(uniform distribution patterns)  was  in all station at high tide andat low tide was  in station II,III and  IV. Ceratium sp. (regular distribution patterns) was in station I and IV at high tide, and at low tide was found in station III and IV.Keywords :Phytoplankton’sAbundance; Distribution;Harmful Algal Blooms (HABs); Tidalrange; Estuary ofBanjirKanal Timur
DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN LARVA IKAN PADA EKOSISTEM MANGROVE DI DESA PASAR BANGGI KABUPATEN REMBANG Simanullang, Firtasari; Djuwito, Djuwito; Ghofar, Abdul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.823 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Rembang merupakan salah satu kabupaten yang  terletak di pesisir Pantai utara Jawa Tengah yang mempunyai kawasan rehabilitasi mangrove seluas 106,66 ha. Ekositem mangrove di Kabupaten Rembang telah dikelola oleh masyarakat dan LSM setempat untuk dijadikan kawasan wisata dan masyarakat juga membuka lahan tambak yang dapat memberi tekanan bagi fungsi ekologis mangrove. Salah satu dampak yang sangat dikhawatirkan adalah terganggunya habitat vital serta perkembangan larva ikan di area asuhan hutan mangrove. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis famili larva ikan, distribusi, kelimpahan, keseragaman, keanekaragaman dan dominasi larva ikan di ekosistem mangrove di Desa Pasar Banggi Kabupaten Rembang. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2016. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali, dengan interval waktu 1 minggu sekali. Penelitian ini menggunakan metode survei sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified sampling. Hasil penelitian didapatkan larva ikan dari tujuh famili, yaitu: Gerreidae, Gobiidae, Clupeidae, Engraulidae, Adrianichtyidae, Megalopidae dan Carangidae. Indeks keanekaragaman berkisar antara 0,087- 0,770, dengan nilai tertinggi di wilayah mangrove umur sekitar tiga  tahun. Indeks keseragaman berkisar antara 0,062 – 0,555, nilai tertinggi juga pada wilayah umur mangrove sekitar tiga tahun. Nilai indeks dominasi berkisar antara 0,577 – 0,972, dengan nilai tertinggi pada wilayah mangrove berumur lima puluh tahun. Kelimpahan tertinggi larva ikan yang tertangkap pada lokasi penelitian didapat pada wilayah A (wilayah mangrove berumur sekitar lima puluh tahun) adalah sebesar 40 Ind/m3, wilayah B (wilayah mangrove berumur sekitar tujuh tahun) sebesar 22 Ind/m3 dan yang terendah adalah wilayah C (wilayah mangrove berumur sekitar tiga tahun) sebesar 19 Ind/m3..                      Kata Kunci : Kelimpahan Larva Ikan; Mangrove; Kabupaten Rembang ABSTRACT Rembang Regency located in the northeastern part of Central Java which has 106.66 ha mangrove rehabilitation area. Mangrove ecosystem in Rembang has been managed by local communities and NGOs for eco-tourism. The local people also have actively cleared mangrove area for artificial ponds that are put an ecological pressure into mangrove ecosystem function.  One of the important impact that needs to be concerned is the disruption of vital habitat as well as the development of fish larvae in mangrove area. The purpose of this study was to determine the type of fish larvae families, distribution, abundance, uniformity, diversity and dominance of larval fish in in the mangrove ecosystem of Pasar Banggi, Rembang. The samplings were conducted in April 2016 three times, with intervals one week. The sampling method was done by stratified sampling method. In three times sampling we obtained seven families of fish larvae in the following name: Gerreidae, Gobiidae, Clupeidae, Engraulidae, Adrianichtyidae, Megalopidae and Carangidae. The diversity indices range between 0,087- 0,770, with the highest in level in mangrove area with mangrove age of three years. The uniformity index ranges between 0,062 – 0,555, the highest value is also in mangrove area with mangrove age of three years. The dominance index values ranging between 0,577 – 0,972, with the highest value in the in mangrove area with mangrove age of fifty years. Highest abundance of fish larvae were caught among the sites acquired in the area A ( mangrove area about fifty years ) is 40 Ind / m3 , region B ( mangrove area about seven years ) of 22 Ind / m3 and the lowest is the area C ( mangrove area about three years old ) by 19 Ind / m3 .Key Words: Fish Larva Abundance, Mangrove , Rembang District
HUBUNGAN PERBEDAAN KERAPATAN LAMUN DENGAN KELIMPAHAN EPIFAUNA DI PANTAI LIPI, PULAU PARI, KEPULAUAN SERIBU Kusumaatmaja, Kartika Putri; Rudiyanti, Siti; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.666 KB)

Abstract

ABSTRAK Pulau Pari merupakan kawasan perairan yang memiliki ekosistem lamun.Ekosistem ini merupakan salah satu habitat yang mendukung kehidupan biota akuatik, salah satunya epifauna.Ekosistem ini digunakan sebagai tempat mencari makan bagi epifauna dengan memanfaatkan serasah daun lamun.Adanya perbedaan tingkat kerapatan lamun dapat memberikan pengaruh terhadap kelimpahan epifauna.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis lamun, kelimpahan epifauna pada kerapatan lamun yang berbeda, dan keeratan hubungan antara kerapatan lamun dengan kelimpahan epifauna.Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2016.Metode yang digunakan adalah metode survei dengan penentuan titik sampling menggunakan metode purposive sampling yaitu pembagian stasiun sampling berdasarkan perbedaan kerapatan lamun (padat, sedang dan jarang).Pengambilan sampel epifauna dilakukan secara manual menggunakan tangan setiap satu minggu sekali selama 3 minggu. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat tiga jenis lamun diantaranya Thalassia sp., Enhalus sp. dan Cymodocea sp. Pada kerapatan padat (stasiun A) dengan jumlah tegakan 399 ind/m2 memiliki kelimpahan epifauna 121 ind/m2, kerapatan sedang (stasiun B) dengan jumlah tegakan 333 ind/m2 memiliki kelimpahan epifauna sebanyak 93 ind/m2, dan pada kerapatan jarang (stasiun C) dengan jumlah tegakan 308 ind/m2, memiliki kelimpahan epifauna sebanyak 67 ind/m2. Hubungan antara kerapatan lamun dengan kelimpahan epifauna mendapatkan koefisien korelasi sebesar r = 0,949 dengan nilai α < 0,05 menandakan adanya keeratan hubungan yangpositif dan kuat. Kata Kunci          : Ekosistem Lamun, Kelimpahan Epifauna, Pulau Pari.  ABSTRACT                 Pari Island is an area of ocean waters that have a seagrass ecosystem. This ecosystem is one of the habitats that support life of aquatic organism, which is epifauna. This ecosystem is used for feeding grounds for epifauna by utilizing the seagrass leaf litter. Difference of seagrass species density can influence abundance of epifauna. This research aims to determine the seagrass species, the abundance of epifauna in different seagrass densities, and the relationship between seagrass density with the abundance of epifauna. The research activities conducted in May-June 2016. The method used is survey method in determining the point of sampling using purposive sampling method namely the allocation of sampling stations based on different seagrass density (dense, medium and rare. The sampling of epifauna was done manually using hand every once a week for 3 weeks. The results obtained that there are three species of seagrass including Thalassia sp, Enhalus sp and Cymodocea sp. The densities in dense seagrass (station A) by the number of stands 399 ind/m2 had an abundance of epifauna 121 ind/m2, medium density (station B) by the number of stands 333 ind/m2 the abundance of epifauna 93 ind/m2, and precision rarely (station C) by the number of stands 308 ind/m2, has an abundance of epifauna 67 ind/m2. The correlation values between the density of seagrass with the abundance of epifauna have a value of correlation coefficient r = 0,949 with the value α < 0.05 indicates that there is a positive and high correlation. Keywords              : Seagrass Ecosystem, Epifauna’s Abundance, Pari Island.

Page 4 of 4 | Total Record : 36