cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Aquaculture Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Journal of Aquaculture Management and Technology diterbitkan oleh Program studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Undip. JAMTech menerima artikel-artikel yang berhubungan dengan akuakultur, nutrisi pakan ikan, parasit dan penyakit ikan, produksi budidaya, dll.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017" : 33 Documents clear
PEMANFAATAN EKSTRAK UBI JALAR (Ipomoea batatas var Ayumurasaki) DALAM PAKAN UNTUK PERFORMA WARNA TUBUH, PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN RAINBOW (Melanotaenia praecox) Yaeni, Tri; Suminto, - -; Yuniarti, Tristiana
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.156 KB)

Abstract

Ikan rainbow sangat berpeluang baik dalam pasar lokal maupun ekspor. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai ekonomis ikan rainbow adalah warna. Warna pada tubuh ikan dihasilkan dari pakan yang mengandung karotenoid. Ubi jalar merupakan salah satu tanaman yang mengandung betakaroten. Kadungan betakaroten dari 100 gram ubi jalar adalah 9900 µg. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak ubi jalar ungu terhadap peforma warna tubuh, pertumbuhan, kelulushidupan serta dosis yang terbaik. Penelitian dilaksanakan di Balai Benih Ikan Siwarak, Ungaran menggunakan metode penelitian rancangan acak lengkap 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan rainbow berumur ± 2 bulan dengan bobot rata-rata 0,12±0,01 g/ekor. Dosis yang digunakan adalah perlakuan A tanpa penambahan ekstrak ubi jalar ungu, perlakuan B 100 mg/kg, perlakuan C 200 mg/kg dan perlakuan D 300 mg/kg. Analisis data menggunakan ANNOVA, apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak ubi jalar ungu dalam pakan memberikan selisih nilai derajat hue sebesar 17,93±0,92 dan hasil terbaik pada penambahan ekstrak ubi jalar 200 mg/kg. Hasil pertumbuhan dan kelulushidupan terbaik pada perlakuan B sebesar 1,98%±0,44 dan 85,71%±14,29. Nilai Kualitas air selama penelitian masih berada dalam kisaran yang layak yaitu suhu 24-280C; pH 7-8; DO > 4 mg/L. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan ekstrak ubi jalar ungu kedalam pakan dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan peforma warna tubuh, efisiensi pemanfatan pakan dan tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, kelulushidupan ikan rainbow. Rainbow fish which  have very good opportunity either in local or export markets. One of the that influence the economic value is its color. The color in its body produced by fishmeal which contains carotenoind. Sweet potatto is one of plants which has betacaroten that parts of carotenoid. The betacarotene contain from 100 grams sweet pottato is 9900 µg. This research aim to know the influnce extracted sweet potatto addition towards the body color performance , growth, survival rate, and proper the best dosage of the treatments. This research was held in Siwarak broodstock centre, Ungaran used experiment methods which  Completely Randomized Design with 4 treatments and 3 times of repetitions. The sample fish was rainbow fish aged of ±2 months which have average weight of 0,12±0,01 g/each. Dosages which used were treatment A without extracted sweet pottato, Treatment B 100 mg/kg, treatment C 200 mg/kg, treatment D 300 mg/kg. Data analysis used was ANOVA, if there was difference then continued with Duncan test. The result of this research showed that extracted sweet pottato addition in fishmeal gave hue gap value with the best was treatment 17,93±0,92 and the best treatment 200 mg/kg. The best growth rate and survival rate result given by treatment D 1,98%±0,18 and  85,71%±14,29. Water quality during the research still in the proper state, that were temperature as 24-280C; pH 7-8; DO > 4 mg/L. Conclusion gained in the research was extracted sweet pottato in the fishmeal with different dosages gave significant difference towards the color performance increasing, feed efficiency and did not gave any difference towards on growth and survival rate.
PENAMBAHAN TEPUNG BUNGA MARIGOLD ( Tagetes Erecta) PADA PAKAN BUATAN UNTUK MENINGKATKAN KECERAHAN WARNA IKAN RAINBOW (Melanotaenia pearcox) Merlin, Nadia Punky Uberthi; Samidjan, Istiyanto; Pinandoyo, - -
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.508 KB)

Abstract

Ikan  rainbow (Melanotaenia pearcox)merupakan salah satu ikan hias endemik asal Papua. Warna, bentuk tubuh, serta gerak geriknya menjadi daya tarik masyarakat umum untuk memeliharanya, Ikan  rainbow (Melanotaenia pearcox) memiliki  nilai  ekonomis  tinggi  sebagai  ikan  hias  karena  penampilan  warna  dan  ukuran yang  menarik. Warna pada tubuh ikan hias dapat dihasilkan dari pakan yang mengandung zat warna. Analisis warna yang digunakan adalah Adobe Photoshop CC. Penelitian ini bertujuan unruk mengetahui pengaruh penambahan tepung bunga marigold terhadap performa warna tubuh dengan dosis yang sesuai. Dosis yang digunakan adalah perlakuan A tanpa penambahan tepung bunga marigold, perlakuan B dengan dosis 1,5%, perlakuan C 2%,  dan perlakuan D 2,5% Analisa data menggunakan ANNOVA dan apabila terdapat berpengaruh sangat nyata (P<0,01) maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bunga marigold dalam pakan buatan pada perlakua A yaitu sebesar 24,92±4,87, perlakuan B yaitu sebesar 42,58±2,46, , perlakuan C yaitu sebesar 58,05±1,34, dan perlakuan D yaitu sebesar 36,80±3,88. Kualitas air selama penelitian masih berada dalam kisaran yang layak untuk kehidupan ikan rainbow yaitu suhu 25 - 28ºC; pH 7,2 – 7,9; DO 4,7 - 4,9mg/L; amoniak 0,61 - 0,94mg/L. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh sangat nyata terhadap penambahan tepung bunga marigold dalam pakan buatan terhadap peningkatan performa warna tubuh ikan rainbow dengan dosis terbaik 2% . Rainbow fish (Melanotaenia pearcox) is one of the original ornamental fish endemic to New Guinea. Color, body shape, as well as the motion of the appeal of the people to keep it, the Rainbow Fish (Melanotaeniidae pearcox)has a high economical value as ornamental fish due to the appearance of color and size. The analysis of colors used is Adobe Photosop CC. The colors of the fish can be  produced from the feed that carotenoid. The purpose of the research to determine the influence of the addition of  marigold flower  flour to fish body  color performance   with the appropriate dose. The doses used on treatment A without the addition of marigold flower flour, treatment B 1.5%,treatment C 2%  and treatment D 2.5%. Data analysis used ANNOVA and when highly significant effect (P<0,01)  then continued with by Duncan test. The results showed that the addition marigold flower flour in artificial feed on treatmen A 24,92 ± 4, 87, treatment B 42,58 ± 2, 46,  treatment C 58,05 ± 1.34  and  treatment D  36,80 ± 3, 88. The water quality during the research was still in a decent range of rainbow fish. That temperature was  25-28 ° C; pH 7.2 – 7.9; DO 4.7-4, 9mg/L; ammonia 0.61-0, 94mg/L. The conclusion of this research was the significant influence of the addition of marigold flower flour in artificial feed to increased performance of body color rainbow fish with the best dose of 2% .
PENGARUH PERBEDAAN FREKUENSI PAKAN KOMERSIL MENGGUNAKAN SISTEM RESIRKULASI DENGAN FILTER ARANG AKTIF TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN PATIN (Pangasius hypopthalmus) Mufidah, Kamilia; Samidjan, Istiyanto; Pinandoyo, - -
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.08 KB)

Abstract

Pakan salah satu faktor utama pertumbuhan ikan patin. Manajamen pemberian pakan adalah suatu usaha untuk memaksimalkan pemanfaatan pakan untuk pertumbuhan ikan. Salah satu metode pemberian pakan ikan yaitu dengan memberikan pakan dengan tepat waktu saat ikan membutuhkan nutrisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian frekuensi pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan patin (Pangasius hypopthalmus) pada sistem resirkulasi menggunakan filter arang dan mengetahui pemberian frekuensi pakan yang terbaik untuk ikan patin. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan patin (Pangasius hypopthalmus) dengan bobot rata-rata 8,67±0,46 g dan padat tebar 10 ekor/m3. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini: perlakuan A (pemberian pakan sekali sehari), B (pemberian pakan dua kali sehari), C (pemberian pakan tiga kali sehari) dan D (pemberian pakan empat kali sehari). Data yang diamati meliputi TKP, FCR, EPP, RGR, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim fitase dalam pakan buatan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap TKP, FCR, EPP, RGR. Pemberian frekuensi pakan yang optimal yaitu empat kali sehari dapat meningkatkan TKP dan RGR sebesar TKP 126.93 gram, RGR 4.13%. Pemberiakan frekuensi pakan tiga kali sehari dapat meningkatkan EPP sebesar EPP 97.05%. Nilai FCR Pemberiakan frekuensi pakan tiga kali sehari sebesar 1.03 %. Kualitas air pada media pemeliharaan berada pada kisaran yang sesuai untuk budidaya ikan patin. The Feed is one of main factors for fish growth and survival rate. The management if giving feed is an efort to optimize the advantages of feed for growing the fish. One of the feed giving methods is by giving feed on time when the fish needed nutrition. The purpose of this observation is to identify the effect of frequency in giving different feed to the growth and life of the fish on recirculation system by using active carbon filtration and understanding the best frequency of giving feed for the pangasiid catfish. The tested fish that is use the fish weighing average 8,67±0.46 g and density stocking 10 heads/m3. this observation uses ecperimental method by complete shuffel design in 4 actions and 3 repetitions. The actions of this observation are : Action A (giving feed one a day), B (giving feed two a day), C (giving feed three a day), and D (giving feed four a day). The analyzed data follows TKP, FCR, EPP, ]RGR, and water quality. The result of observation shows that the substitution of frequency in giving different feed real effect (P<0,05) to TKP, FCR, EPP, RGR. The optimal of feed given frequency is four a day that can increase TKP and RGR in the amount of TKP 126,93 g, RGR 4,13%. The frequency of giving feed three a day can increase EPP in the amount of EPP 97,05%. The value FCR of giving feed in three a day is 1,03%. The water quality to treatment media is on the appropriate range for pangasiid catfish (Pangasius hypopthalmus) cultivation.

Page 4 of 4 | Total Record : 33