cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of International Relations Studies
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of International Relations seeks original manuscripts that provide theoretically informed empirical analyses of issues in international relations, as well as original theoretical or conceptual analyses. The journal represents no particular school or approach, nor is it restricted to any particular methodology. Instead, it seeks to foster an awareness of methodological and epistemological questions in the study of International Relations, and to reflect research and developments of a conceptual, normative and empirical nature in all the major sub-areas of the field.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol 9, no 2 (2024)" : 5 Documents clear
the implementation of cooperation between Indonesia and Malaysia in handling money laundering in Indonesia Tiurma Debora Simamora
Journal of International Relations Diponegoro Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v9i2.47050

Abstract

Cooperation of handling money laundering in Indonesia
ESKALASI KONFLIK CHINA-TAIWAN DALAM PERSPEKTIF REALISME OFENSIF: DINAMIKA PENAMBAHAN KAPABILITAS MILITER CHINA SEBAGAI RESPONS TERHADAP KERJASAMA TAIWAN-AMERIKA SERIKAT Rahma - Azizah; Mayza Ariella Nurandriyanti
Journal of International Relations Diponegoro Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v9i2.48014

Abstract

Konflik China-Taiwan telah menjadi salah satu isu utama dalam geopolitik Asia Timur sejak lama yang melibatkan kepentingan global. China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sementara Taiwan berupaya mempertahankan otonomi dengan dukungan Amerika Serikat. Ketegangan meningkat, ditandai dengan persaingan militer, di mana China memperkuat kemampuan militernya untuk menanggapi pengaruh AS di Taiwan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eskalasi konflik China-Taiwan dalam perspektif Realisme Ofensif, dengan fokus pada dinamika peningkatan kapabilitas militer China. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang merupakan bagian dari pendekatan kualitatif, dengan menganalisis berbagai sumber sekunder seperti jurnal ilmiah, Buku, dan artikel terkait. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kapabilitas militer China mencerminkan prinsip Realisme Ofensif. China menganggap kerjasama strategis antara Taiwan dan Amerika Serikat, sebagai ancaman terhadap kepentingan nasional dan kedaulatan wilayahnya. Sebagai respons, China memperkuat postur militernya untuk mengimbangi dan mengantisipasi potensi ancaman eksternal. 
Kepentingan Diplomasi Qatar dalam Penyelenggaraan Piala Dunia 2022 Anindya Karimah Aulia; Gonda Yumitro
Journal of International Relations Diponegoro Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v9i2.39278

Abstract

Artikel ini mendiskusikan kepentingan diplomasi Qatar dalam penyelenggaraan Piala Dunia Qatar 2022. Topik ini menarik karena mengaitkan antara olahraga dengan diplomasi karena umumnya diplomasi bersifat formal, sementara Qatar menggunakan media olahraga sebagai media diplomasi. Data ini dikumpulkan dengan melakukan kajian literatur menggunakan google scholar, harzing, published or perished. Analisa data digunakan dengan metode analisis kualitatif. Penulis menemukan bahwa dalam penyelenggaraan Piala Dunia Qatar 2022, Qatar mempunyai kepentingan diplomasi membangun image atau citra Islam, dan kepentingan pariwisata. Dalam kaitannya dengan image atau citra Islam, Qatar menyebarkan ajaran Islam pada orang-orang yang hadir di stadion maupun yang menonton di rumah dan juga agar Islam tidak dipandang sebelah mata lagi oleh sebagian orang non-muslim. Sementara dalam kepentingan diplomasi pariwisata, adanya Piala Dunia Qatar 2022 juga dapat meningkatkan sektor pariwisata Qatar.
DIPLOMASI INDONESIA PADA PARIWISATA HALAL MELALUI KERJA SAMA INDONESIA-MALAYSIA-THAILAND GROWTH TRIANGLE (IMT-GT) Muhammad Riandani
Journal of International Relations Diponegoro Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v9i2.39418

Abstract

Indonesia dewasa ini sedang melakukan pengembangan industri pariwisata halal. pengembangan ini didasari oleh potensi pariwisata halal yang menjanjikan secara faktor ekonomi. Dalam mengembangkan pariwisata halal, Indonesia melakukan kerjasama dengan Malaysia dan Thailand dalam Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle. Tujuan kerjasama ini adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat daerah perbatasan, membangun konektivitas ketiga negara dan mengembangkan industri pariwisata dan halal bersama. melalui IMT-GT, kerjasama yang dilakukan bersifat saling melengkapi atau komplementaritas ekonomi yang didasari oleh komitmen bersama dan koordinasi kebijakan. Tujuan riset ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana upaya diplomasi yang dilakukan Indonesia untuk mengembangkan pariwisata halal dalam forum kerjasama IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle). Riset ini menggunakan konsep regionalisme, diplomasi, dan growth triangle. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan melalui Teknik riset secara daring melalui internet, studi Pustaka, dan observasi. Hasil riset menunjukkan bahwa pengembangan industri pariwisata halal Indonesia dilakukan melalui akselerasi pembangunan infrastruktur untuk menopang aktivitas pariwisata, serta meningkatkan kapasitas halal melalui pertukaran ahli, informasi, dan efektivitas sertifikasi. Indonesia dalam melakukan pengembangan pariwisata halal melakukan upaya diplomasi dalam IMT-GT melalui track-one diplomacy dimana aktor pemerintah berperan lebih dominan dalam melakukan upaya diplomasi dan menentukan kebijakan.
DIGITAL NEXUS OF POWER: ANALISIS GEOPOLITIK EKONOMI ATAS PERAN JALUR SUTRA DIGITAL (DSR) DALAM MEMBENTUK KEDAULATAN DATA PAKISTAN DI BAWAH KORIDOR EKONOMI TIONGKOK-PAKISTAN (CPEC). Ilmi Ulil Ridhani
Journal of International Relations Diponegoro Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v9i2.54460

Abstract

Persaingan kekuatan global abad ke-21 semakin didefinisikan oleh kontrol atas infrastruktur dan arus data digital. Dalam konteks ini, Tiongkok meluncurkan Jalur Sutra Digital (DSR) sebagai komponen integral dari Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI), yang secara fundamental mengubah lanskap geopolitik teknologi di negara-negara mitra. Artikel ini secara spesifik menganalisis bagaimana implementasi DSR di Pakistan, melalui kerangka Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan (CPEC), berfungsi sebagai instrumen geopolitik ekonomi yang memengaruhi otonomi dan kedaulatan data nasional Pakistan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini meninjau investasi Tiongkok dalam jaringan kabel serat optik, infrastruktur 5G, dan proyek kota pintar (smart city) di Pakistan. Ditemukan bahwa sementara DSR menawarkan peluang ekonomi dan konektivitas yang signifikan, ia secara bersamaan menciptakan ketergantungan teknologi (technological dependency) yang mendalam. Ketergantungan ini berpotensi mengekspos data strategis Pakistan kepada kontrol eksternal, sehingga menimbulkan tantangan serius terhadap kedaulatan datanya. Artikel ini menyimpulkan bahwa melalui DSR, Tiongkok berhasil mengintegrasikan Pakistan ke dalam lingkup pengaruh teknologinya, sebuah langkah yang menantang tatanan liberal dan memerlukan respons kebijakan yang hati-hati dari Islamabad.

Page 1 of 1 | Total Record : 5