cover
Contact Name
Nanang Setiawan
Contact Email
mozaik@uny.ac.id
Phone
+628122762804
Journal Mail Official
mozaik@uny.ac.id
Editorial Address
Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta, Kampus Karang Malang, Jalan Colombo No. 1, Yogyakarta, Indonesia, Kode Pos 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah
ISSN : -     EISSN : 28089308     DOI : 10.21831/moz
Core Subject : Humanities, Social,
MOZAIK is an academic journal centered in the study of history. MOZAIK is welcoming contributions from young and more experienced scholars from different disciplines and approaches that focus on historical changes. MOZAIK is an academic journal to discuss various crucial issues in Indonesian history, both at local, national and international levels, covering the history of the early period of Indonesia to contemporary Indonesia. MOZAIK does it in a multidisciplinary and comparative manner.The scope of MOZAIK encompasses all historical subdisciplines, including, but not limited to, cultural, social, economic and political history, historiography, and the philosophy of history.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2021)" : 6 Documents clear
PERKEMBANGAN PERKEBUNAN NILA DI KARESIDENAN KEDU MASA TANAM PAKSA 1840-1870 Hayfani Nur Pratiwi; Miftahuddin Miftahuddin
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.827 KB) | DOI: 10.21831/moz.v12i1.45628

Abstract

AbstrakPerkebunan nila merupakan salah satu perkebunan milik pemerintah kolonial yang berada di Karesidenan Kedu. Perkebunan ini berkembang pada masa Tanam Paksa dan muncul tahun 1840. Sistem yang dijalankan di perkebunan nila ini menggunakan sistem perkebunan Eropa yang berada di bawah pengawasan pemerintah kolonial. Pemerintah kolonial mengembangkan budidaya tanaman nila dengan membuka perkebunan dan pabrik pengolahan nila di Karesidenan Kedu. Perkebunan nila di Karesidenan Kedu berkembang ditiga distrik yaitu Distrik Menoreh, Remameh, dan Probolinggo. Berkembangnya perkebunan nila di Karesidenan Kedu, diikuti dengan dibukanya pabrik pengolahan nila yang tersebar di ketiga distrik tersebut. Munculnya pewarna kimia menyebabkan ekspor nila semakin menurun dan tidak memberikan keuntungan. Pada tahun 1864 perkebunan nila di Karesidenan Kedu ditutup dan pabrik-pabrik pengolahan nila di Karesidenan Kedu tidak beroperasi lagi.Kata Kunci: Perkebunan, Nila, Kedu
PERAN KELOMPOK FEMINIS BELANDA DALAM PENDIDIKAN DOKTER MARIE THOMAS TAHUN 1912-1922 Fernanda Prasky Hartono
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.107 KB) | DOI: 10.21831/moz.v12i1.45612

Abstract

AbstrakDokter perempuan pertama di Indonesia yaitu Marie Thomas banyak diberitakan oleh media online setelah ilustrasi beliau muncul di tampilan muka aplikasi pencarian Google. Sosok Marie Thomas sebagai perempuan pertama yang berhasil menempuh pendidikan tinggi di Hindia-Belanda memang tidak banyak yang mengkaji. Hanya sedikit dibahas dalam beberapa studi sejarah kesehatan. Setelah berdiri selama lebih dari 60 tahun, akhirnya Sekolah Pendidikan Dokter Hindia-Belanda (School Tot Opleiding van Indische Artsen/STOVIA) mengizinkan murid perempuan untuk mengenyam pendidikan medis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang Marie Thomas dapat diterima di STOVIA dan kontribusi dari kelompok feminis Belanda dalam keberhasilan pendidikan dokternya. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan lima tahapan, yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer yang digunakan dalam artikel ini berasal dari buku dan surat kabar terbitan sezaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang keluarga turut berperan dalam kemudahan yang didapatkan Marie Thomas untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Selain itu, Marie Thomas yang dibantu oleh kelompok feminis Belanda mampu menjadi pelopor di tengah tingginya diskriminasi terhadap perempuan dan pendidikan yang buruk. Tokoh pejuang hak perempuan seperti Aletta H. Jacobs mampu meyakinkan Gubernur-Jenderal akan pentingnya tenaga kesehatan perempuan untuk mengatasi masalah kesehatan di masyarakat.  Peran mereka berlanjut dengan memberikan bantuan dana selama pendidikan kedokteran Marie Thomas.Kata Kunci: Feminis, Dokter Perempuan, Marie Thomas.
KETERLIBATAN PERSATOEAN PERKOEMPOELAN KAOEM BOEROEH (PPKB) DALAM GERAKAN BURUH DI JAWA 1919-1921 Ahmad Yasin
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.302 KB) | DOI: 10.21831/moz.v12i1.45616

Abstract

AbstrakKaum buruh bergerak mencari saluran aspirasi akan kondisi kerja lewat serikat buruh pada awal abad ke-20. Akhir 1919, sebagian serikat berhimpun dalam sebuah federasi bernama Persatoean Perkoempoelan Kaoem Boeroeh (PPKB). Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pertumbuhan serikat buruh di Jawa awal abad ke-20, pengaruh pembentukan PPKB dalam gerakan buruh, dan dampak keretakan PPKB bagi gerakan buruh. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan melalui empat tahap, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian menunjukkan pertumbuhan serikat buruh menandai kaum buruh menyalurkan aspirasinya secara terorganisir. Pertumbuhan gerakan buruh dilirik organisasi politik yang menghasilkan usaha menyatukan kekuatan serikat dalam PPKB. PPKB berpengaruh saat mengawal pemogokan buruh percetakan di Semarang pada awal 1920, tetapi kemudian federasi ini terkendala operasional organisasi dan tertekan oleh konflik internal. Konflik meretakkan PPKB yang berdampak bagi perpecahan federasi ini pada 1921.                            Kata kunci: PPKB, Gerakan, Jawa
KINI DAN DULU: BERAS DALAM PERKEMBANGAN POLITIK EKONOMI DAN REFLEKSI HISTORIOGRAFI INDONESIA Refi Refiyanto
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.054 KB) | DOI: 10.21831/moz.v12i1.45335

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mengingatkan kembali terhadap pandemi Flu Spanyol, yang terjadi sekitar seabad yang lalu. Sebagaimana pandemi Covid-19 dengan pandemi Flu Spanyol, nyata sekali permasalahan beras juga terjadi seabad yang lalu. Pola yang hampir mirip terlihat pada kebijakan impor yang dilakukan akibat persediaan yang mencukupi menjadi dasar kebijakan tersebut diambil. Keadaan masa lalu diperparah dengan Perang Dunia I yang menyebabkan pemutusan impor beras ke Hindia Belanda. Kekurangan beras berarti merujuk pada kesejahteraan penduduk yang buruk. Akibatnya kebijakan kesejahteraan masa lalu difokuskan untuk memperbaiki pertanian padi. Ide tersebut ternyata sudah ada sejak awal abad-19. Ide kesejahteraan ini pada akhirnya selalu mengalami perkembangan hingga pasca kemerdekaan. Perkembangan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti: proses interaksi pemerintah dan penduduk bumi putra, teknologi, dan perkembangan ekonomi uang. Pasca kemerdekaan sektor ekonomi tidak lagi tertuju pada sektor pertanian melainkan manufaktur off farm dan permasalahan beras menjadi isu yang sedang hangat serta cukup pelik.Kata Kunci: Kini, Dulu, Beras, Politik, Ekonomi, Historiografi Indonesia
PERAN MAJALAH HIBURAN VARIA DALAM MENYEBARKAN WACANA KEBIJAKAN PEMERINTAH ORDE BARU TAHUN 1967-1972 Sunardi Sunardi
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.87 KB) | DOI: 10.21831/moz.v12i1.45613

Abstract

AbstrakMajalah hiburan Varia adalah majalah hiburan tanah air yang lahir pada 23 April 1958. Kehadiran majalah ini mampu menjadi angin segar bagi dunia pers. Meski sebagai majalah hiburan, Varia tidak bisa lepas dari politik pemerintahan. Sejak masa pemerintahan Sukarno sampai Soeharto majalah hiburan Varia menunjukkan eksistensinya di Indonesia. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui perkembangan majalah hiburan Varia sejak pertama kali berdiri, perannya dalam perpolitikan nasional, dan mengetahui penyebab majalah hiburan Varia bisa bertahan di dua masa pemerintahan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, yakni heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa majalah hiburan Varia telah mengalami perkembangan mulai dari tahun 1958 sampai 1972. Majalah hiburan yang terbit tiap hari Rabu ini telah mempunyai peran besar dalam persebaran wacana politik setiap pemerintahan. Meskipun mampu berkembang dan mempunyai peran dalam politik pemerintahan, eksistensi majalah hiburan Varia tidak lebih sebagai jalan supaya mampu bertahan menghidupi perusahaan.Kata Kunci: Perkembangan, Peran, Wacana, Varia.
KEMUNCULAN JAGO BETAWI DAN PERKEMBANGAN DI WILAYAH TANAH ABANG TAHUN 1880-1920 Fachri Albar
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.943 KB) | DOI: 10.21831/moz.v12i1.45614

Abstract

AbstrakTanah Abang merupakan salah satu onderdistrik yang terletak di pusat kota Batavia. Memasuki tahun 1735 didirikan sebuah pasar oleh seorang saudagar kaya VOC bernama Justinus Vinck. Pembangunan pasar ini mendorong perekonomi di wilayah Tanah Abang. Pada masa kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda banyak terjadi penyimpangan yang dilakukan para tuan tanah, jagoan dan centeng. Akibatnya, banyak perlawanan yang dilakukan oleh para jago. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan Tanah Abang secara umum, peranan jago dan dampak keberadaan jago terhadap kehidupan masyarakat Tanah Abang pada tahun 1880-1920. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemunculan jago di wilayah Tanah Abang tidak terlepas dari sosok Pitung. Keberadaan mereka membawa pengaruh terhadap berbagi aspek kehidupan masyarakat Tanah Abang. Para jago mengajarkan teknik-teknik silat kepada para pemuda di Tanah Abang, membawa keamanan bagi para pedagang di Tanah Abang dan mengajarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat Tanah Abang.Kata Kunci: Jago, Betawi, Kehidupan Sosial, Tanah Abang.

Page 1 of 1 | Total Record : 6