cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol 47 no 3 (2013)" : 6 Documents clear
Cadangan dan Produksi Gas Bumi Nasional: Sebuah Analisis atas Potensi dan Tantangannya Prof. Dr. Ir. Bambang Widarsono, M.Sc.
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 47 No 3 (2013)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.47.3.244

Abstract

Dekade 2000-an dan 2010-an menunjukkan penurunan secara drastis produksi minyak bumi Indonesia secara nasional. Di sisi lain, pada periode yang sama pula situasi produksi dan cadangan gas bumi nasional justru menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Seiring dengan semakin tingginya harga minyak bumi, hal ini telah mendorong pemerintah untuk mengambil kebijakan substitusi kebutuhan energi dalam negeri dengan memanfaatkan cadangan dan produksi gas bumi. Studi ini dilakukan untuk melihat apakah keadaan cadangan gas bumi nasional saat ini memang dapat mendukung kebijakan tersebut, dan tantangan- tantangan apa yang harus dihadapi. Beberapa kesimpulan utama yang dapat ditarik adalah perlunya untuk didorong komersialisasi dan mobilisasi lapangan-lapangan gas tidak aktif, semakin besarnya kontribusi cadangan-cadangan offshore pada produksi nasional, baiknya tingkat laju pengurasan lapangan-lapangan aktif secara umum, dan perlunya peningkatan usaha bagi mendorong eksplorasi di Kawasan Timur Indonesia. Secara umum cadangan gas bumi nasional dinilai mampu mendukung produksi nasional untuk periode yang cukup panjang, dengan catatan perlunya mengatasi berbagai tantangan alamiah, teknis, dan non-teknis.
Dapatkah Metoda Gayaberat-Mikro 4D Digunakan untuk Memantau Kemajuan Produksi Air (Dewatering) di Reservoir Coalbed Methane? Imam B. Sosrowidjojo
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 47 No 3 (2013)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.47.3.245

Abstract

Pemantauan pengurasan/ produksi air (dewatering) di suatu lapisan reservoir batubara menggunakan metoda gayaberat-mikro 4D adalah usaha pertama dilakukan di dunia. Percobaan awal yang dilakukan di Lapangan Rambutan, Sumatera Basin Selatan, Indonesia diharapkan akan dapat membantu industri dalam menentukan strategi dewatering untuk mengoptimalkan produksi GMB yang akan datang. Secara teori nilai gradien vertikal akan konstan jika hanya terjadi perubahan massa di bawah permukaan, atau nilai gradien vertikal antar waktunya sama dengan 0. Terjadinya perubahan densitas bawah permukaan diindikasikan oleh nilai anomali yang proporsional dengan kondisi bawah permukaannya. Akuisisi data gayaberat-mikro dilakukan dua kali menggunakan Scintrex gravimeter: pada bulan November 2008 dan kemudian disebut sebagai kondisi awal sebelum pengurasan dimulai dan pada bulan September 2009 (proses dewatering sedang berlangsung). Hasil simulasi menunjukkan bahwa area dewatering seperti ditunjukkan oleh anomali negatif dapat dengan jelas digambarkan pada peta anomali gayaberat-mikro 4D. Hasil akhir dari percobaan ini menunjukkan bahwa metoda gayaberat-mikro 4D dapat digunakan untuk memonitor dan menunjukkan efektivitas proses dewatering di suatu lapangan GMB.
Konversi Katalitik Metil Oleat Secara Sekuensial Menjadi Senyawa Biogasoline Donatus Setyawan Purwo Handoko; Triyono Triyono; Narsito Narsito; Tutik D.W.; Morina Bangun
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 47 No 3 (2013)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.47.3.246

Abstract

Bahan bakar yang berasal dari fossil sebagai sumber energi saat ini cadangannya sudah semakin menipis, sementara permintaan bahan bakar semakin meningkat. Untuk itu perlu dicari suatu sumber energi terbarukan yang dapat menjadi energi alternatif untuk menggantikan atau mensubtitusi bahan bakar fossil, seperti dari minyak nabati. Penelitian mengenai konversi minyak sawit menjadi bahan bakar biogasoline belum banyak dilakukan sehingga peneliti melakukan penelitian terhadap peluang diperolehnya bahan bakar biogasoline dari metil oleat secara sekuensial. Konversi minyak nabati, metil oleat (metil 9-oktadekenoat) menjadi biogasoline secara sekuensial telah dilakukan melalui beberapa tahap yaitu: metil 9-oktadekenoat menjadi 1-oktadekanol, 1-oktadekanol menjadi 1-oktadekena dan 1-oktadekena menjadi senyawa alkana serta alkena rantai pendek dengan panjang C12. Proses konversi menggunakan katalis ZSiA dan Ni/ZSiA yang ditempatkan dalam kolom reaktor sistem fixed bed dan dioperasikan pada temperatur 400, 450 dan 500oC. Katalis ditempatkan dalam kolom reaktor fixed bed pada temperatur 400oC (atau 450 dan 500oC), sambil dialiri gas hidrogen dengan laju alir 0, 20, 30 dan 40 mL/menit. Umpan metil 9-oktadekenoat, 1-oktadekanol atau 1-oktadekena dipanaskan dalam evaporator, temperatur 400-500oC. Produk-produk dari proses hidrogenasi katalitik secara sequential terhadap metil 9-oktadekenoat, 1-oktadekanol dengan katalis ZSiA, berturut-turut menghasilkan produk 1-oktadekanol sebesar 87,21%, 1-oktadekena sebesar 20,21%; dan menghasilkan produk alkana dan alkena C12 sebesar 15,29% menggunakan umpan 1-oktadekena, dengan katalis Ni/ZSiA.
Peningkatan Sifat Alir dan Stabilitas Oksidasi Biodiesel dengan Proses Hidrogenasi Parsial. (Bagian II): Penggunaan Pd-Al2O3 Sebagai Katalis Dr. Oberlin Sidjabat
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 47 No 3 (2013)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.47.3.247

Abstract

Perhatian terhadap Biodiesel sedang meningkat secara mendunia sebagai suatu bahan bakar pengganti minyak solar atau sebagai komponen pencampur di sektor transportasi. Biodiesel menjadi lebih menarik karena keuntungan terhadap lingkungan dan dibuat dari sumber-sumber yang dapat diperbaharui. Namun masih ada permasalahan dalam hal mutu seperti kestabilan oksidasi dan sifat alirnya yaitu titik tuang dan titik kabut yang sangat penting dalam penggunaannya secara komersial. Karakteristik tersebut sangat tergantung pada komponen bahan bakunya yang mengandung asam lemak tak-jenuh, yang mudah teroksidasi membentuk polimer-polimer serta pengaruh kondisi lingkungannya. Ketidak stabilan produk biodiesel tersebut dapat diatasi dengan menurunkan komponen-komponen tak jenuhnya melalui proses hidrogenasi parsial dengan bantuan katalis paladium (Pd) berpenyangga (support) alumina (Al2O3). Proses hidrogenasi parsial dilakukan dengan sistem reaktor autoclave berpengaduk dengan temperatur 80oC dan tekanan atmosfir. Karakteristik stabilitas oksidasi dapat meningkat untuk memenuhi spesifikasi yang ditentukan (>10 jam), juga sifat alir meningkat secara signifikan dengan penggunaan katalis tersebut.
Pengaruh Laju Alir dan Waktu Terhadap Faktor Skin pada Reservoir Minyak Bertenaga Dorong Gas Terlarut edward ML tobing
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 47 No 3 (2013)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.47.3.248

Abstract

Kerusakan formasi atau faktor skin positif biasa ditemukan setelah kegiatan pemboran, komplesi maupun produksi. Terdapat beberapa jenis faktor skin positif, salah satunya adalah faktor skin akibat pengaruh laju alir dan waktu S(q,t). Faktor skin tersebut kurang mendapat perhatian, tetapi akan terbentuk secara alamiah dan tidak dapat dihindari atau diatasi dengan stimulasi jenis apapun. Dengan pertimbangan tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk menganalisis adanya S(q,t) dan faktor-faktor yang memengaruhi terhadap kinerja produksi sumur. S(q,t) dapat terjadi pada reservoir minyak dengan tenaga dorong gas terlarut, dimana kondisi saturasi gas awal lebih kecil dari saturasi gas kritis untuk seluruh reservoir (aliran minyak dan gas). Meskipun pengaruhnya terbatas untuk jangka waktu tertentu, namun bila tidak diatasi dapat merugikan. Berdasarkan hasil pengamatan dengan menggunakan simulator reservoir dan metoda perkiraan kurva Inflow Performance Relationship (IPR), dapat disimpulkan bahwa perkiraan kurva IPR tanpa memperhitungkan pengaruh S(q,t) memberikan hasil yang terlalu optimistik. Sehingga hal tersebut akan berpengaruh terhadap perencanaan pengembangan produksi dari reservoir minyak bertenaga dorong gas terlarut.
Efek Polietilen Glikol pada Membran Berbahan Dasar Polisulfon untuk Pemisahan Gas CO2 dan CH4 Yuflinawati Away; Adiwar Adiwar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 47 No 3 (2013)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.47.3.249

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai efek polietilen glikol (PEG) pada membran berbahan dasar polisulfon untuk pemisahan gas CO2 dan CH4. Pembuatan membran dilakukan dengan metode pengendapan pencelupan polimer melalui tahapan casting, koagulasi, annealing dan penyimpanan. Variasi yang dilakukan mencakup waktu koagulasi 4, 8, 16, 24, dan 32 menit, media penyimpanan dalam air, iso propanol dan desikator, konsentrasi polisulfon 20; 22,5; 25; 27,5 dan 30%, berat molekul PEG 600, 1000, 2000, 4000, 6000 dan 10000. Pengujian permeabilitas membran dilakukan dengan menggunakan sel permeasi pada kisaran tekanan dari 10 sampai 100 psi. Data memperlihatkan bahwa waktu koagulasi yang optimal adalah 16 menit, konsentrasi optimal polisulfon adalah 25% berat dan berat molekul optimal PEG adalah 4000. Membran polisulfon yang dihasilkan mempunyai selektivitas berkisar dari 18,30 sampai 66,05 pada kisaran tekanan dari 10 sampai 100 psi. Nilai selektivitas ini jauh lebih baik dari pada membran polisulfon tanpa PEG yang mempunyai selektivitas hanya berkisar dari 0,96 sampai 6,83 untuk kisaran tekanan dari 10 sampai 100 psi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue