cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol 56 no 2 (2022)" : 6 Documents clear
Analisis Penyebaran Reservoir Batupasir Dan Karbonat Menggunakan Metode Inversi Seismik Studi Kasus : Lapangan RB, Blok Rangkas Muchammad Fariz; Tati Zera; Humbang Purba
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 56 No 2 (2022)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.56.2.1171

Abstract

Lapangan RB termasuk wilayah kerja blok Rangkas yang berlokasi di propinsi Banten memiliki Petroleum System yang sudah terbukti menghasilkan hidrokarbon. Di beberapa tempat terdapat rembesan minyak tetapi masih belum ada kajian yang mendalam mengenai potensi batuan reservoir penghasil hidrokarbon tersebut. Studi ini dilakukan untuk menentukan jenis litologi pada formasi Saraweh berumur Miocene awal dan formasi Cijengkol berumur Oligocene akhir-Miocene awal yang dijadikan sebagai kandidat batuan reservoir dengan melakukan perhitungan nilai impedansi akustik dan porositasnya. Nilai impedansi akustik tersebut dicrossplotkan terhadap parameter litologi gamma ray sebagai indikator litologi. Nilai porositas batuan dihitung berdasarkan hubungan empirik antara nilai impedansi akustik dan neutron-porosity. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa batuan karbonat memiliki nilai impedansi akustik berkisar antara 10000 ((m/s)*(g/cm³)) - 13500 ((m/s)*(g/cm ³)) dan nilai porositas kurang dari 0.20 v/v sedangkan batupasir memiliki nilai impedansi akustik berkisar antara 3500 ((m/s)*(g/cm³)) - 8000 ((m/s)*(g/ cm³)) dan nilai porositas 0.30 v/v-0.38 v/v. Nilai porositas yang dimiliki batupasir cukup baik sehingga dapat dijadikan sebagai kandidat batuan reservoir. Berdasarkan penampang impedansi akustik dan porositas, distribusi reservoir batupasir pada umumnya berkembang dan menebal ke arah utara dan timur sehingga pada area tersebut dapat dilakukan kegiatan eksplorasi lebih lanjut.
Analisa Pekerjaan Membongkar Sumbat Frac Menggunakan Coiled-Tubing ada Sumur Unkonventional Agus Purwanto; Idham Khalid; Adi Novriansyah
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 56 No 2 (2022)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.56.2.1172

Abstract

Sumur unconventional memiliki kandungan unsur shale-oil dan shale-gas, sebagaimana  terdapat juga pada sumur konvensional. Penggunaan coiled-tubing (CT) merupakan salah  satu teknik yang dianggap paling baik dalam operasi pemboran sumur unconventional.  Pada rig konvensional, pipa/tubing/strings dapat disambung atau diputuskan satu persatu  memakai sambungan ulir. Cara ini tentunya membutuhkan waktu yang lebih lama,  tenaga kerja dan peralatan yang lebih banyak, resiko yang lebih tinggi, dan sebagainya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik penggunaan CT pada  pekerjaan milling frac plug menggunakan coiled-tubing pada sumur unconventional.  Metode yang digunakan adalah studi kasus (case study). Berdasarkan penelitian,  maka dapat diambil kesimpulan: 1) aplikasi pekerjaan CT dilakukan dengan prosedur  menyesuaikan tekanan, menyesuaikan rantai kepala injektor di dalam traksi berdasarkan  berat CT, menyesuaikan tegangan luar rantai berdasarkan parameter tekanan kepala  sumur atau Wellhead Pressure (WHP) dan aliran lubang sumur, memantau dan kurangi  kecepatan CT, melakukan pemompaan, melakukan uji tarik. 2) Ketika CT telah berada  pada kedalaman 0 ft dari batas, CT string memiliki kelelahan sebesar 43.18%. Sedangkan  pada kedalaman 10562.63 ft., CT string berada pada tingkat kelelahan sebesar 38.06%.  Artinya, semakin dangkal pengeboran, semakin tinggi batas kemampuan CT, dengan  demikian pada kedalaman lebih dari 1000 feet, CT hanya memiliki tingkat lelah sebesar  38.06 lebih rendah dibanding kedalaman 0 ft. 
Kinerja Mesin Spark Ignition (SI) Berbahan Bakar Campuran Bensin-Metanol (M-20) Dan Bensin-Etanol (E-20) Pada Variasi Nilai Oktan Yogi Pramudito; Maymuchar Maymuchar; Cahyo Setyo Wibowo; Riesta Anggarani; Dimaz Warahadi; Nur Allif Fathurrahman; Lies Aisyah
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 56 No 2 (2022)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.56.2.1173

Abstract

Bahan bakar alkohol seperti etanol dan metanol saat ini dianggap sebagai alternatif bahan  bakar yang ramah lingkungan dan dapat digunakan untuk campuran dengan bahan bakar  lain. Dalam penelitian ini, etanol dan metanol dicampurkan ke dalam bensin dengan nilai  RON 88 dan RON 90 menjadi E-20 dan M-20. Selanjutnya digunakan dalam sepeda motor  uji dengan sistem pengapian busi empat langkah satu silinder dengan karburator untuk  mendapatkan keluaran kinerja mesin seperti daya, torsi, konsumsi bahan bakar dalam  satuan liter/km dan emisi gas buang untuk putaran rendah. Hasil pengujian menunjukkan  bahwa daya dan torsi bahan bakar campuran E-20 lebih tinggi dibandingkan M-20,  sedangkan konsumsi bahan bakar untuk variasi kecepatan 40 km/jam, 60km/jam dan  80km/jam bahan bakar campuran M-20 lebih tinggi dibandingkan E-20. Tingkat emisi  CO yang dihasilkan M-20 lebih rendah dibandingkan E-20, namun tingkat emisi HC  yang dihasilkan M-20 lebih tinggi dibandingkan E-20. 
PENGEMBANGAN METODE IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK MINYAK BERAT HASIL EKSTRAKSI OIL SAND ILIRAN HIGH DENGAN FORMULA PERHITUNGAN BERDASARKAN KOMPOSISI ELEMENTER Muhammad Fuad; Dwi Endah Rachmawati; Leni Herlina; Daliya Indra Setiawan; Rezky Iriansyah Anugrah
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 56 No 2 (2022)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.56.2.1174

Abstract

Sampai saat ini, minyak bumi masih memiliki peran strategis sebagai sumber energi  bagi aktivitas kehidupan manusia. Akan tetapi, kebutuhan minyak bumi tidak diimbangi  dengan cadangan yang ada. Oleh karena itu, minyak non-konvensional seperti minyak  berat Iliran High perlu dikembangkan lebih jauh sebagai salah satu sumber cadangan  minyak masa depan. Identifikasi sifat karakteristik minyak ini sangat penting karena  menjadi tolok ukur mutu dan potensi umpan kilang minyak bumi. Namun identifikasi  minyak hasil ekstraksi oil sand tidak mudah, karena sifatnya yang berat, sulit mengalir  serta hasil (yield) yang sedikit. Minyak Iliran High diperoleh dengan mengekstrak oil sand  menggunakan berbagai pelarut organik. Larutan hasil ekstraksi lalu dipisahkan dari padatan  dengan proses filtrasi (penyaringan). Untuk merekoveri minyak dari pelarut dilakukan  proses evaporasi sehingga diperoleh ekstrak berupa minyak berat dan rafinat (pelarut  yang sudah tidak mengandung minyak) yang dapat digunakan kembali (diregenerasi)  untuk proses ekstraksi selanjutnya. Kemudian dilakukan pengujian laboratorium untuk  mengetahui specific gravity, gross heat value dan komposisi elementer. Berdasarkan  data tersebut, dapat dilakukan identifikasi minyak berat Iliran High denfgan pendekatan  rumus perhitungan untuk menentukan sifat karakteristik minyak berat seperti: rasio H/C,  nilai kalor, bobot molekul, titik didih rerata, nilai faktor KUOP, titik anilin, titik tuang,  viskositas, residu karbon, kandungan aspalten dan kadar aromatik. Karakterisasi minyak  Iliran High menunjukkan komposisi elementer C, H, O, N dan S masing-masing sebesar  85,39 – 88,12%wt, 11,34 – 12,26%wt, 0,10 – 0,12%wt, 0 – 2,55%wt, dan >0,01%wt.  Minyak Iliran High merupakan minyak berat, sweet crude dan dikategorikan sebagai  minyak naftenik, dengan kadar aromatik ~40%. 
PENGEMBANGAN METODA EKSPLORASI GEOKIMIA MERKURI ARSENIK DAN H2S DI DAERAH PROSPEK GEOTHERMAL DAN UJI VALIDASINYA Yayun Andriani; Eko Handoyo; Annisa Chairuna; Gathuk Widiyanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 56 No 2 (2022)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.56.2.1175

Abstract

Penyelidikan penggunaan paket adsorben terbuat dari membran Polytetrafluoro ethylene  (PTFE) dan karbon aktif yang telah dimpregnasi larutan Kalium Iodida (KI) dan Kalium  Hidroksida (KOH) untuk menangkap merkuri, arsenik dan H2S di area yang terdapat  prospek geothermal. Tujuan dari penyelidikan ini adalah mengembangkan metoda  adsorben penangkap merkuri (Hg) yang selama ini menggunakan adsorben emas dengan  adsorben berbahan baku karbon aktif dalam bentuk paket adsorben yang dapat menangkap  3 senyawa sekaligus yaitu Hg, As dan H2S secara efektif dan efisien. Survei Hg, As, dan  H2S dilakukan dengan metoda passive soil gas sampling dengan cara penanaman paket  adsorben sebanyak 300 paket selama kurun waktu 2 minggu di lapangan geothermal  Ulubelu Lampung dimana terdapat sumber panas bumi sekaligus sebagai lokasi untuk  uji validasinya. Hasil analisa Hg, As, dan H2S terhadap paket adsorben setelah masa  penanaman menunjukkan korelasi yang positif yang mengindikasikan keberadaan struktur  (patahan) di bawah permukaan dan adanya zona-zona temperatur yang bervariasi dan  telah sesuai (80%) dengan peta struktur yang telah valid. Pengembangan metoda survei  ini diharapkan dapat mengurangi biaya survei eksplorasi geothe 
KARAKTERISTIK GEOKIMIA ORGANIK PADA FORMASI CIBULAKAN DI DAERAH CIREBON, JAWA BARAT Praptisih Praptisih
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 56 No 2 (2022)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.56.2.1176

Abstract

Penelitian yang dilakukan pada singkapan batulempung dan rembesan minyak  pada Formasi Cibulakan di daerah Cirebon, Jawa Barat bertujuan untuk mengetahui  karakterisasi geokimia organik yang diduga sebagai batuan sumber hidrokarbon. Metode  yang dilakukan adalah pengambilan conto batuan dan rembesan minyak di lapangan  untuk analisa laboratorium yang meliputi GC dan GCMS. Berdasarkan hasil analisis  GC menunjukkan kromatogram rembesan minyak dan conto ekstrak batuan mengalami  biodegradasi yang dicirikan oleh tidak munculnya puncak-puncak alkana normal, pristana  dan fitana. Dari diagram Pristana/n17 vs Fitana/n18 conto ekstrak batuan berada dalam  kategori Mixed Organic Source (campuran kerogen II-III). Fragmentogram massa m/z  191 menunjukkan fasies sumbernya berasal dari tanaman material darat. Lingkungan  pengendapan asal material organik Formasi Cibulakan di daerah Cirebon berdasarkan  plot diagram segitiga (Huang dan Meinchen, 1979) menunjukkan rembesan minyak dan  ekstrak batuan pada open marine. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue