cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol 58 no 3 (2024)" : 5 Documents clear
INOVASI PERTALITE DAN BIOETANOL DARI BORASSUS FLABELLIFER LINNAEUS Muhammad Arjuna Putra Sasongko; Agus Setiyono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 3 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.3.1695

Abstract

Seiring dengan meningkatnya penggunaan bahan bakar minyak, energi fosil terbilang semakin terbatas, sehingga diperlukan solusi bahan bakar alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Limbah kulit siwalan merupakan salah satu limbah yang jarang dimanfaatkan di Indonesia dan memiliki kandungan selulosa yang tinggi, yaitu sekitar 45 – 53%, sehingga kandungan selulosa yang tinggi tersebut menjadikannya berpotensi untuk dimanfaatkan menjadi bioetanol. Meninjau potensi tersebut, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui potensi kulit siwalan menjadi gasoline melalui metode blending bioetanol yang dihasilkan dengan bahan bakar Pertalite. Adapun prosedur penelitian ini meliputi proses delignifikasi, hidrolisis, fermentasi, distilasi, dan blending. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kadar kemurnian bioetanol mencapai 87,39% setelah dilakukan distilasi azeotrop. Kemudian, dilakukan blending antara bioetanol dengan Pertalite untuk dicapainya target RON Pertamax, yaitu 92. Dari hasil blending, didapatkan spesifikasi gasoline dengan densitas 735 kg/m3, nilai octane number 93,3, dan Reid Vapor Pressure (RVP) 50 kPa. Spesifikasi tersebut telah memenuhi standar spesifikasi Pertamax. Berdasarkan perolehan octane number gasoline hasil blending yang mencapai 93,3, maka diketahui bahwa bahan bakar alternatif ini kompatibel untuk digunakan pada mesin dengan rasio kompresi 10 : 1. Sehingga, produksi bioetanol ini memiliki prospek yang menjanjikan untuk dikembangkan sebagai bentuk pemanfaatan limbah organik untuk pemenuhan bahan bakar alternatif pengganti BBM fosil.
ANALISIS BUAH KELUBI SEBAGAI DEMULSIFIER UNTUK MENGURANGI KADAR AIR DALAM CRUDE OIL Novia Rita; Neneng Purnamawati; Ira Herawati; Hanna Soraya; Ridho Okta Ardiansa
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 3 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.3.1696

Abstract

Secara umum produksi minyak bumi mengandung emulsi. Emulsi merupakan masalah yang sering terjadi pada kegiatan produksi minyak dan gas, emulsi pada crude oil merupakan dua cairan yang tidak saling bercampur dan bergabung menjadi satu fasa. Dalam pemisahan emulsi terdapat beberapa metode seperti proses mekanik, termal dan kimia. Pada penelitian ini akan dibuat suatu demulsifier dari bahan organik, salah satunya adalah buah Kelubi. Pengujian ini dilakukan di laboratorium dengan metode bottle test. Buah Kelubi memiliki potensi untuk mengatasi masalah emulsi, karena buah Kelubi mengandung asam sitrat sebesar 3,6 – 5,8 meq asam/100g. Nantinya akan diketahui pengaruh buah Kelubi sebagai demulsifier lokal. Salah satu potensi pemanfaatan buah Kelubi adalah sebagai demulsifier untuk menurunkan viskositas crude oil dan memisahkan emulsi minyak dan air. Demulsifier yang berasal dari buah Kelubi diharapkan mampu memisahkan emulsi minyak lebih baik daripada demulsifier komersial. Pengujian demulsifier ini dilakukan selama 180 menit dengan setiap 60 menit akan terlihat hasil demulsifikasi pada temperatur yang berbeda setiap 60 menit yaitu 70⁰C dan 80⁰C dengan konsentrasi 1 mL, 3 mL dan 5 mL
Evaluasi Penggantian Artificial Lift Sucker Rod Pump (SRP) Menjadi Electrical Submersible Pump (ESP) Untuk Meningkatkan Produksi Minyak Sumur S Lapangan Kawengan Erdila Indriani; Sitti Nurul Septyani Rasako; Erwin B. Pattikayhatu
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 3 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.3.1697

Abstract

Sumur S Lapangan Kawengan PT. Pertamina EP Asset 4 Cepu Field merupakan sumur artificial lift berupa Sucker Rod Pump (SRP). Produksi minyak sumur S seiring berjalannya waktu menurun lebih dari 90% dari produksi awal, selain karena meningkatnya kadar air hampir 90% juga karena terhentinya kegiatan produksi dengan adanya pekerjaan well service untuk meningkatan performance pompa SRP terpasang.Produksi gross sumur S turun menjadi 80 BFPD dengan produksi net 5 BOPD, sedangkan jika dilihat pada April 2018 produksi gross dari sumur S mencapai 597 BFPD dengan produksi net 43 BOPD. Untuk meningkatkan laju produksi seperti April 2018 ada g,. Konversi Artificial Lift SRP menjadi ESP dapat meningkatkan produksi minyak pada sumur S dengan mempertimbangkan cadangan minyak tersisa menggunakan metode decline curve analysis serta mengevaluasi kinerja ESP terpasang sehingga akan dilihat besar laju produksi maksimal lebih dari 100% lebih dari 70%dan hasil efisiensi pompa.Berdasarkan hasil perhitungan dan kajian mendalam pada sumur S diperoleh data cadangan pada sumur S sebesar 7536 MSTB dengan proyeksi dapat diproduksikan hingga April 2039. Simulasi menghasilkan data laju produksi maximum dari sumur S yaitu sebesar 887 STB/day sedangkan laju optimumnya sebesar 709 STB/day. Hasil evaluasi pada pompa ESP terpasang didapatkan nilai efisiensi sebesar 58 % dan nilai efisiensi volumetris sebesar 90% atau dapat dikategorikan bekerja dengan baik maka dapat dinyatakan pompa ESP yang terpasang terbukti efektif dan bekerja dengan baik dan produksi minyak pada sumur S meningkat.
SCREENING PASIR ALAM SEBAGAI PROPPANT BERDASARKAN STANDART API RP19C Trilis Setyo Rahayu; Rachmi Kartini; Dwi Chandra Adhitya; Pradini Rahalintar; Diyah Rosiani; Alfarisi Rizqi Ibnu Satria
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 3 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.3.1698

Abstract

Hydraulic Fracturing digunakan sebagai operasi untuk meningkatkan jumlah hydrocarbon di reservoir dengan permeabilitas yang rendah. Proppant memiliki peran penting pada operasi hydraulic fracturing yaitu digunakan untuk memperkuat bentuk fracture. pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sampel pasir dari 3 lokasi dengan menggunakan standard API RP19C. Analisis laboratorium meliputi turbidity, bulk density, specific graviy, acid solubility, roundness and sphericity, sieve analysis, dan chrush resistance. Pasir proppant dari lokasi 1 dengan mesh 40/70 paling layak digunakan sebagai proppant, dengan crush resistance yang baik yaitu 2-9%, turbidity yang rendah sebesar 172 NTU, dan bulk density yang ideal sebesar 1.497 g/cm3. Oleh karena itu, sampel pasir dari lokasi 1 dengan ukuran mesh 40/70 dianggap paling sesuai sebagai proppant pada operasi hydraulic fracturing, dengan karakteristik tekanan, turbidity, dan densitas yang optimal.
PEMODELAN FASIES PENGENDAPAN FORMASI BAONG BERDASARKAN DATA LOG SUMUR DAN SEISMIK PADA LAPANGAN “AGN” SUB-CEKUNGAN ARU CEKUNGAN SUMATRA UTARA Attania Alifah; Hari Wiki Utama; Bagus Adhitya
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 3 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.3.1699

Abstract

Formasi Baong Sub Cekungan Aru Cekungan Sumatra Utara. Pada tengah-tengah formasi terdapat lensa lensa batupasir halus serpihan. Formasi ini dinamakan Besitang River Sand dan Sembilan Sand, yang keduanya merupakan reservoir yang produktif dengan berumur Miosen Tengah hingga Atas. Bagian bawah formasi ini merupakan batuan sumber hidrokarbon yang bermigrasi akibat adanya struktur diapir. Penekanan batuan sedimen yang jenuh akan air kemudian menekan hidrokarbon dan terperangkap pada lapangan batupasir yang terdapat di tengah-tengah formasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi geologi pada cekungan daerah penelitian, distribusi fasies dan pemodelan fasies. Dengan menggunakan metode bawah permukaan, yaitu metode mengumpulkan dan menganalisis data sekunder bawah permukaan. Penentuan fasies dilakukan dengan analisis elektrofasies, data log sumur, dan data seismik. Hasil akhir berupa kondisi geologi, persebaran fasies dan pemodelan fasies.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue