cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2019)" : 25 Documents clear
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI DAN STATUS GIZI (IMT/U) ANTARA SISWA DI SEKOLAH SWASTA DAN SISWA DI SEKOLAH NEGERI MAKHMUDIN, AINUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani dan status gizi (IMT/U ) antara siswa di sekolah swasta dan siswa di sekolah negeri dan juga untuk mengetahui manakah yang lebih baik tingkat kebugaran jasmani dan status gizi antara sekolah swasta dan sekolah negeri. Metode penelitian ini menggunakan penelitian non eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian perbandingan (Comparative research). Penelitian perbandingan adalah suatu penelitian yang membandingan satu kelompok sampel dengan kelompok sampel yang lainnya berdasarkan variabel atau ukuran-ukuran tertentu (Maksum,2012:74) Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen karena tidak adanya perlakuan kepada sampel yang akan di teliti oleh peneliti. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian komparatif yaitu dimana penelitian diarahkan untuk membandingkan suatu kelompok sampel dengan kelompok sampel yang lainnya. (Maksum. 2012:104). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat kebugaran jasmani dan status gizi pada siswa di sekolah swasta dan siswa di sekolah negeri. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan IBM al Program For Social Science (SPSS) for windows v20 diketahui bahwa p value 0,247 Lebih besar dari batas keritis 0,05. sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pada tingkat kebugara jasmani antara siswa di sekolah swasta dengan siswa di sekolah negeri. Hal tersebut mungkin disebabkan pada tingkat aktifitas fisik yang relatif sama pada saat di sekolah maupun di luar sekolah antara siswa sekolah swasta dan siswa sekolah negeri. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan IBM al Program For Social Science (SPSS) for windows v20 diketahui bahwa diketahui bahwa p value 0,875 Lebih besar dari batas keritis 0,05, sehingga dapat disimpulkan tidak ada perbedaan pada status gizi siswa sekolah swasta dengan siswa sekoah negeri. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh tingkat konsumsi makanan pada saat di luar sekolah yang di konsumsi oleh siswa di sekolah swasta dan siswa di sekolah negeri relatif sama. Kata kunci: Tingkat Kebugaran Jasmani, Status Gizi. Abstract The purpose of this study was to determine differences in the level of physical fitness and nutritional status (BMI / U) between students in private schools and students in public schools and also to find out which physical fitness and nutritional status was better between private schools and public schools. This research method uses non-experimental research with a quantitative descriptive approach. This type of research is comparative research. Comparative research is a study that compares one sample group with another sample group based on certain variables or measurements (Maksum, 2012: 74). This research is a non-experimental study because there is no treatment of the sample to be examined by researchers. The design of this study uses a comparative research design that is where research is directed at comparing a sample group with other sample groups. (Maksum. 2012: 104). This research was conducted to find out whether there were differences in physical fitness and nutritional status in students in private schools and students in public schools. Based on the results of data analysis using IBM al Program For Social Science (SPSS) for Windows v20 it is known that p value is 0.247 Greater than the keritis limit of 0.05. so it can be concluded that there is no difference in the level of physical fitness between students in private schools and students in public schools. This might be due to the relatively similar level of physical activity at school and outside school between private school students and public school students. Based on the results of data analysis using IBM al Program for Social Science (SPSS) for Windows v20, it is known that p value 0.875 is greater than the keritis limit of 0.05, so it can be concluded that there is no difference in the nutritional status of private school students with public school students. This might be due to the level of food consumption at the time outside the school consumed by students in private schools and students in public schools are relatively the same. Keywords: Level of Physical Fitness, Nutritional Status.
IDENTIFIKASI PENYEBAB RENDAHNYA MINAT SISWA TERHADAP EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DI SMAN 11 SURABAYA MAHPUTRA, ANANG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ektstrakurkuler merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. Ekstrakurikuler adalah keglatan yang dllakukan di luar jam pelajaran penddikan jasmani dan olahraga dengan tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat dan minat dibidang olahraga, baik dicabang olahraga basket, sepakbola, dan bola voli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab rendahnya minat siswa terhadap ekstrakurikuler olahraga dan mengetahui dominan penyebab rendahnya minat siswa terhadap ekstrakurikuler olahraga di SMAN 11 Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan gejala, fenomena atau pristiwa tertentu. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X dan XI SMAN 11 Surabaya. Yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga berjumlah 461 siswa.Setelah dihitung menggunakan SPSS hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor penyebab rendahnya minat siswa terhadap ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri 11 Surabaya, yaitu aspek perasaan dengan nilai koefesien sebesar 0,411, kondisi badan dengan nilai koefesien sebesar 0,037, keinginan memilih kegiatan lain dengan nilai koefesien sebesar 0,175, orang tua dengan nilai koefesien sebesar 0,166, guru Pembina ekstrakurikuler olahraga dengan nilai koefesien sebesar 0,133, sarana dan prasarana dengan nilai koefesien sebesar 0,158, teman dengan nilai koefesien sebesar 0,168, kondisi geografis dengan nilai koefesien sebesar 0,164 dan transportasi dengan nilai koefesien sebesar 0,155. Hasil penelitian dengan dengan metode analisis regresi secara umum menunjukkan tiga faktor dominan penyebab rendahnya minat siswa terhadap ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri 11 Surabaya yaitu aspek perasaan dengan nilai koefesien sebesar yaitu aspek perasaan dengan nilai koefesien sebesar 0,411, keinginan memilih kegiatan lain dengan dengan nilai koefesien sebesar 0,175, aspek teman dengan nilai koefesien sebesar 0,168. Kata kunci : Penyebab rendahnya minat siswa terhadap ekstrakurikuler. AbstractExtracurricular activities are educational activities outside of subject matter and counseling services to assist the development of learners according to their needs, potential, talents and interests through activities specifically organized by educators or qualified and authorized educators in schools / madrasah. Extracurricular activities are performed outside of physical education and sporting lessons with the aim to develop the potential, talent and interest in sports, both in sports basketball, football, and volleyball.The purpose of this study is to determine the factors that cause the low interest of students to sports extracurricular and to know the dominant cause of the low interest of students to sports extracurricular at SMAN 11 Surabaya. The type of research used in this study is descriptive research using a quantitative approach. Research done to describe symptoms, phenomena or certain events. The population of this research is all students of class X and XI SMAN 11 Surabaya. The follow sport extracurricular amounted to 461 students.After calculated using spss result of research show factors causing low interest of student to sport extracurricular at SMA Negeri 11 Surabaya, that is feeling aspect with coefficient value equal to 0,411, condition of body with coefesien value equal to 0,037, desire to choose other activity with coefesien value equal to 0,175, old with a coefficient value of 0.166, teacher coaches extracurricular sports with coefesien value of 0.133, facilities and infrastructure with the value of coefficient of 0.158, friends with coefficient value of 0.168, geographical conditions with coefficient value of 0.164 and transportation with coefficient value of 0.155. The result of research with regression analysis method generally shows three dominant factors causing low interest of student to sport extracurricular in SMA Negeri 11 Surabaya that is feeling aspect with coefficient value that is feeling aspect with coefficient
PENGARUH VARIASI GERAK MANIPULATIF DENGAN MEDIA BOLA SPON TERHADAP PENINGKATAN GERAK DASAR SERVIS BAWAH BOLA VOLI FEBRI WIDYANTO, ACHMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Aktivitas Pendidikan Jasmani pada siswa Sekolah Dasar (SD) berbeda dengan aktivitas jasmani pada anak dewasa karena anak bukanlah orang dewasa dalam sangat dipikirkan, direncanakan, dan dilaksanakan dengan teliti mulai dalam merangkai materi pelajaran, metode pembelajaran, menyiapkan sarana prasarana, dan bagaimana cara menyajikan materi, pemberian tugas maupun penyederhanaan peraturan-peraturan dalam pembelajaran. Pembelajaran pendidikan jasmani di SD harus disesuaikan dengan karakter, usia, dan kemampuan gerak anak. Dalam hal ini pembelajaran yang sesuai karakter SD yang pada dasarnya suka bermain dan dapat dimodifikasi berbentuk pada penggunaan media pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sesuai karakter anak. Media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran pendidikan jasmani pada SD dapat berbentuk media yang beragam seperti bola plastik dan bola spon sebagai alat untuk mempermudah pembelajaran disini saya mengambil media bola spon karena bentuk dan berat yang sesuai dengan kemampuan anak. Dalam hal ini khususnya pada pembelajaran bola voli.Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Kedurus III Surabaya, yang beralamatkan di Jl. Bogangin I No.48, Kedurus, Karang Pilang, Kota Surabaya. Sampel yang digunakan merupakan 1 rombel kelas IV Sekolah Dasar Negeri Kedurus III Surabaya. Sampel dipilih menggunakan teknik pengambilan cluster random sampling yaitu teknik pengambilan sampel secara acak. Teknik ini memberi kesempatan yang sama bagi semua rombel agar terpilih menjadi sampel penelitian. Dengan demikian kelas yang terpilih menjadi sampel penelitian adalah kelas IV A yang berjumlah 30 siswa. Dari hasil uji t untuk pembelajaran servis bawah bola voli mendapatkan nilai thitung 34,913 > nilai ttabel 1,699. Dengan kata lain bahwa pemberian pembelajaran media bola spon ternyata berpengaruh terhadap hasil belajar servis bawah bola voli. Pada pembelajaran bola voli terjadi peningkatan sebesar 34,19% adalah signifikan dan dapat diberlakukan (digeneralisasikan) ke populasi. Hal ini menjadi bukti bahwa pemberian pembelajaran menggunakan media bola spon berpengaruh terhadap hasil belajar servis bawah bola voli. Kata Kunci : hasil belajar, servis bawah bola voli, media bola spon Abstract The activity of physical education in Elementary School is different from the physical activity with older kids because the Elementary students are not adult in the aspect of thought, plan and done carefully starting from compiling the materials, learning method, preparing the equipment and facility, how to deliver the material, giving task along with simple orders from the lessons. The learning of physical education in Elemntary School must be compatible with character, age and ability of the kid?s behaviour. In this case, the appropriate lessons for the Elementary Student?s character which is basically likely to play around can be modified into the use of lesson object. The use of object lesson is aimed to create a joyfull lesson that suitable with their characters. School Students can be form of plastic or sponge ball as a materials for teaching. Most importanly in volley ball. This research was done in Kedurus III Elementary School of Surabaya which is addressed in Bogangin I No. 48, Kedurus, Karang Pilang, Surabaya. The sample used in this reasearch is all student of grade 4 in Kedurus III Elementary School of Surabaya. It uses cluster random sampling that is randomly choosing the sample. This technic gives a same opportunity for all study group in order to be choosen as a reasearch sample. This way, the choosen class that elected to be a sample is IV A with total 30 students. From the result of under hand serve in volley ball get score 34,913 > nilai tabel 1,699. In other words, the use of sponge ball in the activity lesson gave improvement with amount 34,19% is significant and could be generalisation to public. This was a prove that the use of sponge ball influented with the result of under hand serve lesson. Keywords : learning outcomes, service under volley ball, spons ball media
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLAVOLI AGUNG DWI SAPUTRO, KOAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Metode pembelajaran merupakan suatu alat yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi dan informasi dalam proses pembelajaran kepada siswa. Dalam pembelajaran PJOK khususnya materi passing bawah bolavoli, agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan maksimal oleh siswa, maka guru harus dapat memanfaatkan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peneliti menerapkan metode pembelajaran teams games turnament (TGT) agar dapat meningkatkan hasil belajar passing bawah bolavoli. Tujuan dari penelitian ini yaitu: untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif tipe teams games turnament (TGT) terhadap hasil belajar PJOK materi permainan bolavoli pada siswa kelas X di SMAN 1 Trawas. Untuk mengetahui besarnya pengaruh penggunaan metode teams games turnament (TGT) terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas X di SMAN 1 Trawas. Hasil dari penelitian ini diperoleh adanya pengaruh yang positif terhadap pembelajaran siswa yang menggunakan metode teams games turnament (TGT) dengan hasil uji yang menunjukkan nilai aspek pengetahuan adalah 4.515>2.042 dan nilai signifikan p sebesar 0.00<0.05, aspek keterampilan adalah 6.979>2.042 dan nilai signifikan p sebesar 0.00<0.05. Peningkatan hasil belajar siswa pada aspek pengetahuan sebesar 17%, aspek keterampian sebesar 39%. Kata kunci: TGT, passing bawah bolavoli. Abstract Learning method was tool used by teachers to convey material and information in the learning process to students. In PE learning especially under passing volleyball material, so that the material presented can be received well and maximally by students, the teacher must be able to utilize learning methods that can improve student learning outcomes. Researchers applied the TGT learning method to improve learning outcomes under volleyball passing. The purpose of this study is: to determine the effect of TGT type cooperative learning on learning result of PE volleyball game material in class X in SMAN 1 Trawas. To find out the magnitude of the effect of using the results of learning under passing volleyball in class X in SMAN 1 Trawas. The results of this study obtained the positive influence of the the results of the test shows the value of aspects of knowledge is 4.515>2.024 and a significant p value of 0.00<0.05, the skill aspect is 6.979>2.042 and a significant p value of 0.00<0.05. Increasing student learning result in aspects of knowledge as big as 17%, skill aspect as big as 39%. Keywords: TGT, underhand passing volleyball.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLING SEPAKBOLA (STUDI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 PROBOLINGGO) ALFAUZUN MUBIN, IMAM
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu ataupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik, melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan ketrampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak atau karakter. Dalam pembelajaran pendidikan jasmani, berhasil tidaknya pembelajaran ditentukan oleh peran guru sebagai pendidik yang berarti meneruskan dan mengembangkan keterampilan gerak pada peserta didik, sehingga proses pembelajaran pendididkan jasmani dapat berjalan dengan baik. Banyak metode pembelajaran yang digunakan agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai gerak dasar dribble. Akan tetapi dalam kenyataan dan praktik di lapangan masih terdapat banyak siswa yang masih belum paham akan materi yang di sampaikan oleh guru.Untuk itu di perlukan sebuah metode pembelajaran lain yang di rancang dengan menggunakan kemampuan teman sebaya pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Probolinggo. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya mampu meningkatkan hasil belajar siswa. 2) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar dribbling sepakbola kelas XI SMA Negeri 2 Probolinggo. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas XI dengan jumalah total 222 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas XI MIPA 4 yang terdiri dari 31 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan metode tutor sebaya terhadap hasil belajar dribbling sepakbola yang dibuktikan dari nilai aspek keterampilan thitung (5,631) > ttabel (2,045) dengan taraf signifikan 0,05 dan aspek pengetahuan thitung (3,654) > ttabel (2,045) dengan taraf signifikan 0,05. Kata kunci: Metode tutor sebaya, hasil belajar, dribbling sepakbola. . Abstract Physical education is one of someone?s process as a person or society grup with consciously and systematic, through any activities to get ability and skill of physical, growth, intelligence, and built character. In physical education learning, would say it?s working or not, can be decided from teacher?s role as a educator which means developing move skill to students, until physical education learning process can be work. Many learning method which used to increasing student?s ability to control dribble based move. But in fact, practically in field, there are many students who don?t understood yet about sub-subject who gave by teacher. For that reason, would needed to be another learning method which created using peer tutor?s ability in student class XI SMA Negeri 2 Probolinggo. This research has purpose, 1) To know whether there is effect of peer tutor learning method can be increasing student?s learning result. 2) To see how big effect of peer tutor learning method to football dribble learning result in class XI SMA Negeri 2 Probolinggo. Population on this research are all classes of XI grade consist 220 students. Sample on this research is MIPA 4 class consist 31 students that choosed by cluster random sampling technical. Based on research has done, can take a conclusion that there is significant effect of peer tutor to footbal dribbling learning result, which proven by value of skill thitung 5,31> ttabel 2,045 with significant degree 0,05 and value of knowledge thitung 3,654> ttabel 2,045 with significant degree 0,05 . Keywords: Peer tutor method, learning result, football dribbling.
PERBEDAAN PERILAKU DISPLIN DALAM PEMBELAJARAN PJOK ANTARA SISWA AKTIF EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DAN TIDAK PADA SISWA KELAS XI SMA HANG TUAH 2 SIDOARJO DIAGUSTA AKBAR, SUNU
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan ekstrakurikuler pramuka ialah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran, yang ditujukan menambah pengetahuan dan pembelajaran yang belum didapat dipelajaran umum di sekolah. Nilai ? nilai yang ditanamkan dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka salah satunya nilai disiplin, yang akan tertanam pada diri siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Maka akan berpengaruh pula terhadap perilaku disiplin siswa di kegiatan sekolah lainnya, terutama pada pembelajaran PJOK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan perilaku disiplin dalam pembelajaran PJOK antara siswa aktif ekstrakurikuler pramuka dan tidak siswa kelas XI SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo. Serta untuk mengetahui manakah perilaku disiplin dalam pembelajaran PJOK yang lebih tinggi. Sampel peneltian ini adalah siswa kelas XI IPA 7 SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo sejumlah 38 siswa, yang terdiri dari 14 siswa aktif ekstrakurikuler pramuka dan 24 siwa tidak aktif ekstrakurikuler pramuka. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen angket perlaku displin dalam pembelajaran PJOK, serta analisis menggunakan uji t. Ada perbedaan perilaku disiplin siswa dalam pembelajaran PJOK antara siswa aktif ekstrakurikuler pramuka dan tidak pada siswa kelas XI SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo. Dibuktikan dengan hasil uji t didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,038 < 0,05, maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil nilai rata ? rata skor yang diperoleh antara siswa aktif ekstrakurikuler pramuka dan tidak aktif ekstrakurikuler pramuka memiliki selisih rata ? rata 8,03. Untuk perilaku disiplin dalam pembelajaran PJOK yang lebih tinggi yaitu siswa aktif kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Dibuktikan dari hasil persentase perilaku disiplin pembelajaran PJOK siswa aktif ekstrakurikuler pramuka dengan persentase 64.3% memilki tingkat perilaku disiplin tinggi, kemudian 35.7% memiliki tingkat perilaku disiplin sedang, dan tidak ada siswa yang memiliki tingkat prilaku rendah. Kata Kunci: Perilaku disiplin, ekstrakurikuler pramuka. Abstract Scout extracurricular activities are activities carried out outside of main school activities, which are intended to increase knowledge and learning that have not been obtained in general lessons at school. The values instilled in scout extracurricular activities one of it is discipline values, which will be embedded in students who are active in scout extracurricular activities. Then it will also persuade the discipline behavior of students in other school activities, especially in PJOK learning. This study aims to determine whether there are differences in disciplinary behavior in PJOK learning between students who active in scout extracurricular and students who inactive in scout extracurricular of XI class in SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo, and to find out which discipline behavior in learning PJOK higher. The sample of this study were students of XI calss IPA 7 with 38 students, consisting of 14 active scout extracurricular students and 24 inactive scout extracurricular students. The method of data collection used a discipline behavior questionnaire instrument in PJOK learning, and analysis used the t test. There are differences in students disciplinary behavior in PJOK learning between active scout extracurricular students and inactive students of XI class in SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo. It is proven by the results of the t test obtained a significance value of 0.038 <0.05, it can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted. The results of the average score obtained between active scout students and non-active scout extracurricular students have an average difference of 8.03. For discipline behavior in higher PJOK learning, that students who active in scout extracurricular activities. It is evident from the results of the percentage of PJOK learning discipline behavior of scout active extracurricular students with a percentage of 64.3% having a high level of discipline behavior, then 35.7% having moderate disciplinary behavior levels, and no students having low behavioral levels. Keyword : Discipline behavior, scout extracurricular
PENERAPAN SMALL SIDED GAMES TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING DAN MOTIVASI SISWI MENGIKUTI PEMBELAJARAN SEPAKBOLA FONI DESI NOVITASARI, VIVI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Small Sided Games didesain dalam bentuk model pembelajaran dimana siswa dihadapkan pada situasi Small Sided Games dapat diterapkan dalam pembelajaran PJOK khusunya materi sepakbola. Dalam artian lain Small Sided Games merupakan penerapan materi dalam sepak bola yang disederhanakan. Penerapan Small Sided Games dalam materi sepak bola dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah, seperti lapangan yang tidak harus sesuai dengan lapangan yang standar dan peraturan permainan juga dibuat menyesuaikan keadaan yang ada. Berbagai macam jenis permainan dalam Small Sided Games yang dapat diterapkan dalam materi sepak bola, sehingga dapat memberikan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik agar peserta didik termotivasi dalam mengikuti pembelajaran sepakbola terlebih pada siswi yang cenderung takut dengan bola. Dari distribusi data pretest kelompok eksperimen dalam ranah pengetahuan memiliki rata-rata 38,33 meningkat menjadi 83,33, dalam ranah keterampilan 33,33 meningkat menjadi 76,23 dan motivasi 137,83 meningkat menjadi 143,66. Sedangkan untuk kelompok kontrol distribusi data pretest dalam ranah pengetahuan memiliki rata-rata 38,50 meningkat menjadi 40,00, dalam ranah keterampilan 20,68 meningkat menjadi 24,72 dan motivasi 128,40 meningkat menjadi 133,35. Berdasarkan uji hipotesis maka pada hasil belajar penerapan Small Sided Games dalam ranah pengetahuan memiliki nilai sig 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara hasil belajar dan penerapan Small Sided Games kelompok eksperimen sebelum dan sesudah pelaksanaan penelitian.Pada Motivasi siswi memiliki nilai sig 0,042 < 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara motivasi dan penerapan Small Sided Games kelompok eksperimen sebelum dan sesudah pelaksanaan penelitian. Dari hasil perhitungan diperoleh peningkatan penerapan Small Sided Games terhadap hasil belajar passing dalam ranah pengetahuan sebesar 117,4% dalam ranah keterampilan sebesar 128,7% dan dalam ranah motivasi sebesar 4,2%. berdasarkan hasil analsis pengujian data dapat disimpulkan bahwa penerapan Small Sided Games dalam kelompok eksperimen yang telah diberikan treatment memiliki peningkatan yang lebih signifikan dari pada kelompok kontrol yang tidak diberikan treatmet dengan penerapan Small Sided Games . Kata kunci: Small Sided Games , Sepakbola, PassingAbstract Small Sided Games can be applied in PJOK learning especially football material. In other words Small Sided Games are the application of material in simplified football. The application of Small Sided Games in football material can utilize the facilities and infrastructure owned by the school, such as the field that does not have to be in accordance with the original field and the rules of the game are also made to adjust the existing situation. Various types of games in Small Sided Games that can be applied in soccer material, so that it can provide fun learning for students so that students are motivated to take part in football learning, especially for students who tend to be afraid of the ball. Passing if applying Small Sided Games will provide more opportunities for students to come into contact with the ball so that they can improve their skills and knowledge.From the distribution of pretest data in the experimental group in the realm of knowledge had an average of 38.33 increasing to 83.33, in the realm of skills 33.33 increased to 76.23 and motivation 137.83 increased to 143.66. Whereas for the control group the distribution of pretest data in the realm of knowledge had an average of 38,50 increasing to 40,00, in the realm of skills 20,68 increased to 24,72 and motivation 128,40 increased to 133,35. To find out whether there is an effect of applying Small Sided Games to the results of learning passing and motivation to take part in football learning, treatment is given. Based on hypothesis testing, the learning outcomes of the implementation of Small Sided Games in the realm of knowledge have a sig value of 0,000 <0,05, then Ha is accepted and Ho is rejected. Proving that there was a significant effect between learning outcomes and the application of the Small Sided Games experimental group before and after the implementation of the research. In student motivation the sig value was 0.042 <0.05, then Haaccepted and Ho rejected. Proving that there was a significant influence between motivation and application of the experimental Small Sided Games group before and after the implementation of the study.From the calculation results obtained an increase in the application of Small Sided Games to the results of learning passing in the realm of knowledge as much as, in the realm of skills as big as and in the realm of motivation. Based on the analysis of data testing, it can be concluded that the application of Small Sided Games in the experimental group that has been given treatment has a more significant increase than the control group that is not given treatmet with the application of Small Sided Games . Keywords: Small Sided Games , Football, Passing
PENERAPAN SMALL SIDED GAMES TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING DAN MOTIVASI SISWA MENGIKUTI PEMBELAJARAN SEPAKBOLA AL ADHA NIKMAH, RAHMAWATI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan small sided games dalam penerapan pembelajaran materi sepakbola dengan ukuran lapangan yang lebih kecil dan sedikit jumlah pemain dari aturan sepakbola yang sebenarnya, diharapkan dapat meningkatkan situasi peserta didik untuk melakukan aktif bergerak, dapat bermain dengan antusias tinggi, dan merasa senang mendapatkan kesempatan lebih banyak bermain, bersentuhan dengan bola. Sehingga dapat meningatkan keterampilan dan pengetahuan materi passing peserta didik dalam melakukan teknik dasar passing dengan menggunakan kecepatan reaksi dan ketepatan perkenaan bola pada saat menerima dan memberi bola dalam memberikan umpan kepada rekan dalam satu tim, serta dapat meningkatkan motivasi siswa mengikuti pembelajaran sepakbola dengan diberikan. Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan dari hasil belajar passing sepakbola dan motivasi siswa yang diberikan perlakuan small sided games, diperoleh hasil distribusi data pada kelompok eksperimen ranah pengetahuan saat pretest diperoleh rata-rata sebesar 70,02 meningkat menjadi 75,23 saat posttest, dengan sig (0,002), ranah keterampilan diperoleh rata-rata sebesar 61,11 meningkat menjadi 78,54 dengan sig (0,000), menggunakan uji non parametrik (Wilcoxson). Sedangkan pada aspek motivasi diperoleh rata-rata sebesar 138,70 meningkat menjadi 158,07 dengan sig (0,000), menggunakan uji parametrik T-test Dependent Sample (Paired Sample Test). Dengan taraf signifikan 0,05 yang bermakna bahwa lebih kecil daripada 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penerapan small sided games, yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Untuk mengetahui perbedaan pengaruh yang signifikan pada hasil belajar passing sepakbola dan motivasi siswa antara kelompok eksperimen yang diberi perlakuan small sided games dengan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan, uji beda pengaruh yang dilakukan dengan menggunakan uji non parametrik Mann-Whitney Test. Kriteria pengujiannya adalah jika p value < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima, sedangkan jika p value > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hasil uji beda pengaruh pada hasil belajar kelompok eksperimen dan kontrol ranah pengetahuan menunjukkan bahwa nilai p value (0.006), ranah keterampilan nilai p value (0,000), dan motivasi nilai p value (0,000) dengan taraf signifikan 0,05 yang bermakna bahwa lebih kecil daripada 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan pada kelompok eksperimen dan kontrol, yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Dari hasil penghitungan diperoleh peningkatan hasil belajar penerapan model small sided games pada kelompok eksperimen ranah pengetahuan sebesar 7,40%, keterampilan sebesar 28,50%, dan dalam ranah motivasi sebesar 14,4%. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa penerapan small sided games pada kelompok eksperimen memiliki peningkatan yang lebih signifikan dari pada kelompok kontrol. Kata Kunci: Small Sided Games, Sepakbola, Passing. Abstract Application of Small Sided Games in the football learning designed with smaller field size and few players from the actual football rule, is expected to improve students to more active, be able to play with high enthusiasm, and enjoy to get more learning opportunities to touch the ball. So that it can enhance the knowledge and skill of passing technique using speed reaction and ball accuracy when they receive and give the ball in a team. If will able to increase student the motivation to take part in football learning by giving games in the small sided games. Learning outcome of passing and motivation of students given treatment for the small sided games, according the distribution data from the pretest and posttest, score the experimental group known that the average of knowledge score is 70,02 increased to 75,23 with sig (0,002), the skill aspect 61,11 increased to 78,54 sig (0,000), this research with used Non Parametric (Wilcoxson). In the other aspect, that is known of the motivation is 138,70 increased to 158,07 sig (0,000), this research with used Parametric T-Test dependent sample (Paired Sample Test). This research used Non Parametric (Mann-Whitney Test). The result criteria is, if p value < 0,05, means H0 rejected and H1 accepted. According to the learning result from experiment and control group, the knowledge aspect show that p value (0,006), skill (0,000) and motivation (0,006). With significance 0,05, it means smaller than 0,05. It can decide that there is difference effect test significance influence to the experiment and control group, means H0 rejected and H1 accepted. Result of the application Small Sided Games in the experiment group, which the following score are, knowledge 7,40%, skill 28,50%, and motivation 14,4%. Keywords: Small Sided Games, Passing, Football.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE BAGIAN REPETITIF TERHADAP HASIL LAY-UP BOLA BASKET RAMADHAN PRATAMA, RIZKI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian penting dari pendidikan secara keseluruhan, yang memiliki tujuan untuk menjaga kebugaran para peserta didik, menambah keterampilan gerak, menumbuhkan sikap sportif, bekerja sama dan masih banyak lagi yang saling berkaitan dengan tujuan pendidikan nasional. Bola basket merupakan salah satu materi permainan bola besar yang diajarkan dalam mata pelajaran PJOK. Ada beberapa teknik dasar dalam permainan bola basket diantaranya driblle, passing, dan shooting. Ada banyak kendala yang ditemui ketika pembelajaran bola basket pada materi lay-up dikarenakan kurangnya pemahaman peserta didik terhadap teknik lay-up. Hal ini disebabkan karena ketika pembelajaran PJOK berlangsung guru tidak menjelaskan langkah demi langkah proses melakukan gerakan lay-up. Metode pembelajaran yang cocok untuk mengatasi kesulitan saat proses pembelajaran teknik dasar yang kompleks dan perlu pemahaman dari setiap bagian seperti gerakan lay-up pada permainan bola basket adalah dengan menggunakan metode bagian repetitif agar peserta didik memahami penjelasan setiap bagian per bagian secara berulang pada saat melakukan pembelajaran teknik dasar lay-up permainan bola basket .tujuan dari penelitian ini untuk: 1) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode bagian repetitif terhadap hasil lay-up permainan bola basket pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Sidoarjo Tahun Ajaran 2018-2019. 2) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode bagian repetitif terhadap hasil lay-up permainan bola basket pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Sidoarjo Tahun Ajaran 2018-2019.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan data yang diperoleh dari kelompok eksperimen sebelum diterapkannya metode bagian repetitif (pre-test) yaitu didapat jumlah skor rata-rata sebesar 16,16 dengan standar deviasi 7,32, varian sebesar 53,67 dan hasil keterampilan lay-up peserta didik kelas IX K SMP Negeri 1 Sidoarjo data yang diperoleh sesudah diterapkannya metode bagian repetitif (post-test) yaitu didapat jumlah skor rata-rata sebesar 22,32 dengan standar deviasi 5,84 varian sebesar 34,15. Hasil perhitungan uji T, thitung ? ttabel (6,07 >1,697) dengan taraf Signifikan 0,05) maka hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh metode bagian repetitif terhadap hasil lay-up bola basket pada kelas IX SMP Negeri 1 Sidoarjo dinyatakan diterima dan presentase pengaruh sebesar 38,12% Kata Kunci: Repetitif, Lay-up, BolaBasketABSTRACTPhysical Education is the important part of education, which has purpose of maintaining students fitness, increase motor skills, grows sportsmanship, teamwork etc. Which is associated with national education goal. Basketball is one of the big ball subtopic on physical education. There are some techniques, they are dribble, passing, shooting. There are many difficulity when practicing lay up caused by low understanding of the techniques. This is because the teacher did not explain the technique part by part. Suitable learning method in this case is part repetitive method to understand every part of the lay up techniques. Because this method allows students to practice and understand every part repeatedly.Research purposes are 1. To know the effect of part repetitive method to lay up learning results on ninth grade students of the first state junior high school of Sidoarjo 2018-2019 school year. 2. To know how much the effect of part repetitive method to lay up learning results on ninth grade students of the first state junior high school of Sidoarjo 2018-2019 school year.Data collected are mean of the pre test shows 16.16 with 7.32 of standard deviation and 53.67 of varian value. And mean of the post test shows 22.32 with 5.84 of standard deviation and 34.15 of varian value. Statistical test using T test shows tcount > ttable (6.07 > 1.697). It is concluded that there is a significant effect of part repetitive method to lay up learning results on ninth grade students of the first state junior high school of Sidoarjo with an effect of 38.12%. Keyword(s): Repetitive, Lay up, Basketball
PENERAPAN METODE PART TERHADAP HASIL DRIBBLE BOLA BASKET SISWA PUTRA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BASKET DI SMPN 02 KOTA BATU AMIRUDIN AKBAR, NOVAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDalam kegiatan ekstrakulikuler metode part adalah salah satu komponen yang mempunyai peran penting. Metode part merupakan bentuk latihan keterampilan yang dilakukan secara bertahap dari keterampilan yan dipelajari. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sedangkan desain penelitian yang digunakan adalah one-group pretest-postest design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa putra ekstrakurikuler di SMPN 02 Kota Batu. Cara memperoleh data menggunakan tes dribble dengan 3 kali kesempatan dan akan diambil waktu terbaik dari 3 kali kesempatan tersebut. Dari hasil analisa menggunakan aplikasi komputer SPSS (Statistical Product and Service solution) versi 20, saat pretest didapatkan rata-rata 19,13, nilai minimum 0,00, nilai maksimum 39,00, standar deviasi 15,851, serta varian 251,268. Sedangkan saat posttest didapatkan rata-rata 39,63, nilai minimumnya 8,00, nilai maksimum 58,00, standar deviasi 16,256, serta varian 264,268. Jadi besar pengaruh antara pretest dan posttest sebesar 107%. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut 1) adanya pengaruh yang signifikan pada penerapan metode part kterhadap hasil dribble bola basket, 2) terdapat peningkatan dengan menggunakan metode part. Hal ini terbukti dari perhitungan besar pengaruh metode part pada peningkatan hasil belajar dribble sebesar 107%. Kata Kunci : Metode Part, Dribble, Bola Basket. ABSTRACT Part in extracurricular activities method is one of thr component that have an important role. Part method is form of skills training is done gradually from a learned skill. This type of research is quasi experiment with quantitative descriptive approach. While the design of the study is a one-group pretest-posttest design. The population in this Batu City. How to obtain data using test dribble with 3 times the best time of the occasion. From the analysis using SPSS computer application (Statistical Product and Service Solution) version 20, pretest obtained an mean 19.13, the minimum value of 0.00 , the maximum value of 39.00, Standart deviatyion of 15.851, as well as 251.268 varians. While at posttest obtained an mean 39.63, the minimum value of 8.00, the maximum value of 58.00, standart deviation of 16.256, as well as 264.268 variants. So great influence between pretest and posttest amounted to 107%. The result of this study are as follows 1) any significant influence on the implementation of the method part of the result dribble a basketball, 2) there is an increasing learning outcomes by using part. This proved of major influence calculation part method on improving learning outcomes dribble amounted to 107%. Keywords : Part Method, The results of dribble basketball.

Page 2 of 3 | Total Record : 25