cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019)" : 45 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS SEDENTARI DENGAN STATUS GIZI PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN 1 NGIMBANG KABUPATEN LAMONGAN FIRMAN DANI, BACHTIAR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi, informasi, dan komuniksi yang begitu cepat dan maju memudahkan segala aktivitas manusia di berbagai aspek kehidupan sehari-hari sehingga menyebabkan meningkatnya aktivitas sedentari pada seseorang. Hal tersebut juga digambarkan pada peserta didik kelas VIII SMPN 1 Ngimbang Kabupaten Lamongan, diketahui bahwa kebanyakan dari mereka memiliki aktifitas fisik yang kurang. Banyak dari mereka berangkat dan pulang sekolah menggunakan kendaraan bermotor ditambah lagi kurangnya aktivitas fisik saat di rumah. Peserta didik lebih memilih menggunakan waktu mereka dengan duduk bermalas-malasan sambil bermain gadget untuk game online, melihat film di komputer, dan menghabiskan waktu di depan televisi. Kebiasaan tersebut jika dilakukan secara terus menerus akan berdampak pada masalah kesehatan peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas sedentari dengan status gizi pada peserta didik kelas VIII SMPN 1 Ngimbang Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non-eksperimen dengan desain korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII sebanyak 199 peserta didik. Perolehan data aktivitas sedentari dengan menggunakan kuesioner aktivitas sedentari remaja, sedangkan data pada status gizi diperoleh dari pengukuran antropometri menggunakan IMT/U. Analisis data hubungan antara aktivitas sedentari dengan status gizi menggunakan korelasi gamma. Total rata-rata keseluruhan aktivitas sedentari peserta didik yaitu sebesar 378,62 menit/hari dengan persentase kategori tinggi sebesar 51,8%, sedang 37,7%, dan rendah 10,6%. Sedangkan hasil analisis status gizi pada peserta didik dengan nilai IMT rata-rata 19,4, standar deviasi 4,0 dengan persentase kategori sangat kurus 4,0%, kurus 15,6 %, normal 68,3%, gemuk 10,1%, obesitas 2,0%. Hasil analisis data dari kedua variabel tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara aktivitas sedentari dengan status gizi pada peserta didik kelas VIII SMPN 1 Ngimbang Kabupaten Lamongan dengan nilai 0,069 (>0,05) dengan sumbangan aktivitas sedentari sebesar 12,4%. Kata kunci : Aktivitas sedentari, status gizi. Abstract The rapid development of technology, information, and communication enabels people to do any aspects of their activities easier. However, it can also increase people?s sedentary behavior. This can be seen on eighth graders students of SMPN 1 Ngimbang in Lamongan of whoam were found to have a lack of physical activity. Most of the students commute to school by motorcycle. Moreover, they rarely do any physical activities at home. They like to spend their time sitting in a couch playing online games on their gadget, watching films on their computer, and watch the television. If those activities become habitual, it will have bad effects on the student?s health. The aim of this research was to find out the correlation between sedentary behavior and nutritional status of eight graders in SMPN 1 Ngimbang Lamongan. This research used descriptive non-experimental method using correlational design. The populations of the research were all of the eight graders specifically 199 student. Teenagers sedentary behavior questionnaire was employed to gather the data of students sedentary behavior, where as the nutritional status was measured by antropometri measurement using IMT/U. Gamma correlation was employed to analyze the correlation between sedentary behavior and nutritional status. The overall average of sedentary behavior 378.62 minutes/day and the percentage for hight categories of 51.8%, moderate 37.7%, and low of 10.6%. Furthermore, the analysis of nutritional status showed that IMT mean 19.4, the standard deviation was 4.0, and the percentage of very thin category was 4.0%, thin 15.6%, normal 68.3%, fat 10.1%, obesity is 2.0%. The results indicated that there was no correlation berween those two variables, namely sedentary behavior and nutritional status of eight graders in SMPN 1 Ngimbang Lamongan which was yielding the value of 0.069 (>0.05) with sedentary behavior contribution of 12.4%. Keywords: sedentary activity, nutritional status
PENGARUH METODE BERMAIN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 21 SURABAYA ANAM, KHOIRUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Metode bermain adalah cara untuk menyajikan materi pembelajaran untuk mata pelajaran di luar ruangan. Metode ini memungkinkan siswa untuk bermain dan mendapatkan atau menemukan konsep seperti dalam buku teks. Metode bermain sesuai untuk diterapkan dalam pendidikan jasmani karena cenderung dilakukan di luar kelas. Selain itu, metode bermain dapat memotivasi siswa karena mereka menikmati permainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bermain terhadap kemampuan motorik siswa melalui aktivitas bermain yang harus dilakukan dalam proses belajar mengajar, oleh karena itu diharapkan siswa dapat lebih aktif dalam memenuhi tugas gerak. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi exsperimental) dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMPN 21 Surabaya dan teknik pengumpulan data adalah menggunakan Barrow Motor Ability Test. Data yang didapatkan merupakan hasil tes kemampuan motorik untuk setiap siswa. Selain itu, data dianalisis dengan pengujian hipotesis untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bermain dapat meningkatkan keterampilan motorik siswa dalam kelompok eksperimen yang dibuktikan dengan skor persentase efektivitas, yaitu 6%. Skor ini diindikasikan bahwa metode bermain dapat membawa pengaruh signifikan pada kemampuan motorik siswa karena peningkatan positif muncul setelah metode bermain diberikan dalam 4 pertemuan, oleh karena itu ada perbedaan yang signifikan dalam hasil pre-test dan post-test. Kata Kunci: Metode bermain, Kemampuan motorik Abstract Playing method is a way to present learning materials for outdoor subject. This method allows the students to play in order to gain or find a concept as in the textbook. Playing method is appropriate to be implemented in physical education since it tends to be done outside the class. Moreover, playing method can motivate the students, because they enjoy playing a game. The research aims to investigate the effect of playing method to students? motor skill through playing activity which has to be done in teaching and learning process. Therefore, it was expected that the students could be more active in fulfilling the motion task. This research used quasi experimental method which specifically applied one-group pretest-postest design. The subjects of this research were eight grader students of Junior High School 21 Surabaya. The data collection technique was conducted by a test through Barrow Motor Ability Test. The data formed as number which was the motor ability test result for each student. Moreover, the data were analyzed by hypothesis testing to investigate the effect of the given treatment. The result shows that the playing method could increase the students? motor skill in experiment group which was proved by the score of the effectiveness percentage, it was 6%. This score was indicated that playing method could bring significant effect to students? motor skill since the positive improvement appeared after the playing method was given in 4 meetings, therefore there was a significant difference in pre-test and post?test result. Keywords: Playing method, motor skill
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECUKUPAN ENERGI DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA UKM KARATE UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FITRIA ALIMMAWATI, DIHNARTY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Setiap orang membutuhkan energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.Energi di dalam tubuh dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi sehari-hari.Zat-zat gizi yang dapat memberikan energi adalah karbohidrat, lemak dan protein.Oksidasi zat-zat gizi ini menghasilkan energi yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas.Untuk itu setiap individu harus memenuhi asupan gizinya sesuai dengan aktivitas yang dilakukan.Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecukupan energi dengan kebugaran jasmani mahasiswa UKM karate Universitas Negeri Surabaya.Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif non eksperimen yaitu melibatkan data dalam bentuk angka. Populasi yang digunakan adalah mahasiswa yang masih aktif mengikuti kegiatan latihan di UKM Karate Universitas Negeri Surabaya besar populasinya sebanyak 31 mahasiswa.Dari hasil analisis data penelitian yang menggunakan tabulasi silang, uji hipotesis dan chi-square dapat diketahui bahwa tingkat kecukupan energi tidak memiliki hubungan dengan tingkat kebugaran jasmani dengan nilai sig p = 0,113 (p>0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak. Asupan karbohidrat tidak memiliki hubungan dengan tingkat kebugaran jasmani dengan nilai sig p = 0,868 (p>0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak. Asupan protein tidak memiliki hubungan dengan tingkat kebugaran jasmani dengan nilai sig p = 0,288 (p>0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak. Dan asupan lemak memiliki hubungan dengan tingkat kebugaran jasmani dengan nilai sig p = 0,009 (p<0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa antara tingkat kecukupan energi dengan tingkat kebugaran jasmani mahasiswa UKM karate Universitas Negeri Surabaya tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kata Kunci :Tingkat Kecukupan Energi, Tingkat Kebugaran Jasmani Abstract Everyone needs energy to do daily activities. The energy of our body is influenced by the amount of food which is eaten everyday. The energy sources are carbohydrates, fats, and proteins. The oxidation process will produce energy which is needed to do activities. However, everyone has to fulfill certain nutrient based on his activities.The purpose of the study is to know the correlation between the student energy level and physical fitness levels in Karate Club of Surabaya State University. This is a descriptive research with non-experimental quantitative approach by using number datas. The population is the students who are participating at Karate Club of Surabaya State University. The number of population are 31 students. The data were analysed by using crosstabulation, hypothesis test, and chi-square. Itshows that the level of energy need which has a sig value of sig p = 0,113 (p>0,05), then H0 is accepted and Ha is refused. Carbohydrate need has a sig value of sig p = 0,868 (p>0,05), then H0 is accepted and Ha is refused. Protein need has a sig value of sig p = 0,288 (p>0,05), then H0 is accepte and Ha is refused. Fat need has a sig value of sig p = 0,009 (p<0,05), then H0 is refused and Ha is accepte. It can be concluded that there is not significant correlationship between the student energy need level and physical fitness levels of Karate Club of Surabaya State University. Key Words: The Adequacy of Energy, Physical Fitness Levels
PENGARUH PEMANASAN MENGGUNAKAN PERMAINAN KECIL TERHADAP TINGKAT KESIAPAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN SHOLIHIN, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada dasarnya siswa tidak menghendaki adanya kebosanan dalam pembelajaran, karena pembelajaran yang dapat membosankan merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Untuk itu, guru dalam mengawali proses pembelajaran dengan suatu yang menarik supaya membuat siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Hal tersebut juga digambarkan pada siswa kelas VIII MTsN 1 Pacitan, diketahui bahwa ketika proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan tidak semua siswa mengikuti pembelajaran dengan baik, dikarenakan pada saat pembelajaran cenderung kurang menarik sehingga siswa tersebut kurang bersemangat dan tidak antusias dalam mengikuti pembelajaran. Akan tetapi ketika saat pemanasan memberikan permainan maka semangat dan kesiapan siswa meningkat saat materi pembelajaran berlangsung siswa terlihat antusias sekali dalam mengikuti pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemanasan menggunakan permainan kecil terhadap tingkat kesiapan siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas VIII MTsN 1 Pacitan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 64 siswa, yang terdiri dari 32 siswa kelas VIII B sebagai kelompok eksperimen dan 32 siswa kelas VIII C sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Bentuk tes pre-test dan post-test menggunakan menghitung denyut nadi sebelum dan sesudah pemanasan. Untuk analisis data menggunakan non parametrik yaitu wilcoxon. Berdasarkan dari hasil analisis data menggunakan statistik, diketahui bahwa adanya pengaruh pemanasan menggunakan permainan kecil terhadap tingkat kesiapan siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas VIII MTsN 1 Pacitan dengan nilai taraf signifikan 0,000 < 0,05. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel dengan hasil 12,97 > 2,031. Sedangkan besarnya pengaruh pemanasan menggunakan permainan kecil terhadap tingkat kesiapan siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas VIII MTsN 1 Pacitan yaitu sebesar 9,70%. Kata kunci: Pemanasan menggunakan permainan kecil, tingkat kesiapan. Abstract Students do not enjoy the boredom in learning process participation, because that is not fun. For this reason, the teacher needs to involve something interesting to make students more enthusiast in following physical education. It is known that not all students in the eighth grade of MTsN 1 Pacitan participate well when the physical education class, because it tends to be less attractive. So, students are less eager and not enthusiastic to participate in learning. But when the warm-up is started by a game, the enthusiasm and readiness of students are increase. Students look very enthusiastic in following the learning. The aim of this study was to know the effect of warming up by small games on the level of readiness of students in physical education class at MTsN 1 Pacitan. The type of the research was an experiment with a quantitative approach. The sample in this study were 64 students, consisting of 32 students of eight B class as the experimental group and 32 students of eight C class as the control group. The sampling technique were cluster random sampling. The form of the pre-test and post-test uses a pulse rate before and after warming-up. The data analysis was non parametric, wilcoxon. Based on the data analysis, it can be seen that there is a significant influence of warming using small games on the level of readiness of students in learning physical education in eighth grade students of the MTsN 1 Pacitan with a significant level of 0,000 < 0,05. This is evidenced by the value of tcount is greater than ttable with the result of 12.97 > 2.031. While the magnitude of the effect of warming using small games on the level of readiness of students in learning physical education in eighth grade students of the MTsN 1 Pacitan that is equal to 9.70%. Keywords: Warming up using a small games, level of readiness.
SURVEI MINAT SISWA TERHADAP OLAHRAGA RUGBY KELAS X SMA NEGERI SE-KECAMATAN BOJONEGORO EKA PUTRI, FATMALA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat siswa kelas X SMA Negeri Se-Kecamatan Bojonegoro terhadap olahraga rugby. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri Se-Kecamatan Bojonegoro dengan jumlah populasi 1188 siswa dari empat sekolah dengan sampel sebanyak 288 siswa yang dipilih menggunakan random cluster sampling. Metode yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang proses pengambilan data menggunakan instrumen angket minat siswa dengan uji validitas -0,426 ? 0,768 dengan uji reabilitas 0,875.Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa minat siswa dar jurusan IPA dan IPS SMA Negeri se-Kecamatan Bojonegoro terhadap olahraga rugby tergolong tinggi yaitu sebanyak 75,7% dengan persentase siswa jurusan IPA sebanyak 72,2% sedangkan IPS sebanyak 79,2%. Dapat disimpulkan bahwa minat siswa kelas X SMA Negeri Se-Kecamatan Bojonegoro terhadap olahraga rugby masuk kategori tinggi sejumlah 218 siswa dengan persentase 75,7%. Kata kunci: Minat Siswa, Olahraga Rugby Abstract This research aims to investigate the tenth grade students? interest from all of public senior high schools in Bojonegoro toward rugby. There are 288 out of 1188 students from four schools that were involved in this study. They were chosen through random cluster sampling. The researcher obtains the data by using questionnaire which its validity and reliability are about -0,426 ? 0,768 and 0,875 respectively. After the data were collected, they were analyzed in quantitative methods. The result proves that the 218 students of both science and social classes from all of public senior high schools in Bojonegoro are interested in rugby. The presentation shows 72,2% from science class and 79,2% from social class. Hence, the grand total presentation from both classes is 75,5%. Keywords: Students? Interest, Rugby Sports