cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2019)" : 108 Documents clear
PROFIL KEMAMPUAN MOTORIK SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER HOCKEY SD NEGERI WONOKASIAN 1 WONOAYU SIDOARJO BAGUS SUBEKTI, AJI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Siswa SD Negeri Wonokasian 1 Wonoayu Sidoarjo yang mengikuti ekstrakurikuler hockey selama ini kemampuan motoriknya belum diketahui dan belum pernah diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar profil kemampuan motorik siswa yang mengikuti ekstrakurikuler hockey di SD Negeri Wonokasian 1 Wonoayu Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Instrumen penelitian menggunakan tes kemampuan motorik yang meliputi: kelincahan, koordinasi mata tangan, keseimbangan dan kecepatan. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa peserta ekstrakurikuler hockey di SD Negeri Wonokasian 1 Wonoayu Sidoarjo yang berjumlah 49 siswa. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif yang dituangkan dalam persentase. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 4 siswa (8,16%) baik sekali, 10 siswa (20,41%) baik, 19 siswa (38,78%) sedang, 15 siswa (30,61%) kurang, dan 1 siswa (2,04%) kurang sekali.. Kata Kunci: Kemampuan Motorik, Siswa Sekolah Dasar, Ekstrakurikuler Hockey Abstract Motoric skills of public Elementary School Wonokasian 1 Sidoarjo students who participate in hockey extracurricular are unknown and have not been studied. This research aims to find out the motoric skill profile of student who are participating in hockey extracurricular. This is a descriptive quantitative research with survey method. The data was collected by test and measurement procedures. The research instrument of this research was motoric skill tests which include agility, hand eye coordination, balance, and speed. The subjects of this research were 49 students who are participating in hockey extracurricular at public Elementary School Wonokasian 1 Sidoarjo. The data was analyzed by descriptive quantitative method with percentage form. The result of this research showed that there were 4 students (8,16%) in excellent, 10 students (20,41%) in good, 19 students (38,78%) in medium, 15 students (30,61%) in less, and 1 student (2,04%) in bad. Key Words: Motoric skill, Elementary school student, Hockey extracurricular.
PEMANFAATAN BOLA SPON TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLAVOLI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SUKODONO , KHAIRUNISA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bola spon yaitu salah satu bolavoli yang digunakan untuk memudahkan anak saat melakukan aktivitas fisik olahraga agar tidak mengalami rasa sakit saat bersentuhan dengan bola sehingga anak dapat dengan mudah mempelajari dan mempraktekkan passing bawah bolavoli saat pelajaran PJOK karena bola spon tergolong ringan dibanding dengan bolavoli standar pada umumnya. Bola Spon merupakan bola plastik polos yang lapisi dengan spon bergambar logo atau tulisan. Bola spon memiliki berat sekitar 100-110 gram, diameter bola spon 8 inci/20.32cm, dan ukuran keliling lingkaran bola spon 63,8cm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan bola spon terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas VII SMPN 1 Sukodono. Dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemanfaatan bola spon terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas VII SMPN 1 Sukodono. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sedangkan desain penelitian yang digunakan adalah Randomized Control Group Pree Test-Post test design. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMPN 1 Sukodono sebanyak 10 kelas yaitu A, B, C. D, E, F, G, H, I, J dengan jumlah keseluruhan 310 siswa. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 2 kelas dari 10 kelas yang ada. Dari hasil analisa menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 25 dapat diketahui hasil penelitian ini adalah sebagai berikut 1) Ada pengaruh pemanfaatan bola spon terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas VII SMPN 1 Sukodono tahun ajaran 2018/2019. Hal ini ditunjukkan dari hasil penilaian kelompok ekperiment, pretest memiliki rata rata 72.667 dan posttest 83.1667. Sedangkan kelompok kontrol memiliki rata-rata pretest 72.667 dan posttest 76.00. 2) Besarnya pengaruh pemanfaatan bola spon terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas VII SMPN 1 Sukodono tahun ajaran 2018/2019 yaitu sebesar 14.45%untuk kelompok eksperimen dan 4.58% untuk kelompok kontrol. Kata Kunci : Bola spon, Bolavoli Abstract Sponge ball is a modification volley balls which is used to facilitate the students in doing physical training. So, students will not be hurt when they use the ball. Thus, students could learn and practice volley ball passing technique in PE lesson easily, because sponge ball is relatively light compared to standard volley ball. Sponge ball is a plain plastic ball which is covered by lettering sponge. Sponge ball weight is around 100-110 grams with the diameter of the sponge ball is 8 inches / 20.32cm and the circumference of the ball is 63.8 cm. The purposes of this research are to find out the effect of using sponge ball toward the volleyball under-passing learning outcome and also to find out the influence of using sponge balls on the volleyball under-passing learning outcomes for seventh graders at Junior High School 1 Sukodono. This research used quasi experiment and descriptive quantitative approach. While Randomized Control Group Pre-test and Post-test design is used in this study. The populations in this study were seventh graders from 10 classes of Junior High School 1 Sukodono. The ten classes are namely A, B, C. D, E, F, G, H, I and J with the amount of the students are 310 students. While the samples in this study were 2 classes from 10 existing classes. From the SPSS application (Statistical Product and Service Solution) 25 version analysis, it is found that there are two results in this study; 1) there is an effect of the use of sponge balls toward the volleyball under-passing learning outcomes on seventh graders at Junior Hight School 1 Sukodono year period 2018/2019. This is proven by the results of the experimental group assessment, the mean score of the pre-test is 72,667 and the post-test is 83.1667. For the control group, the mean score of pre-test is 72.662 and the post-test is 76.00; 2) the magnitude of the effectiveness of using sponge balls on the volleyball under-passing learning outcomes for seventh graders at Junior Hight School 1 Sukodono year period 2018/2019 is 14.45% for the experimental group and 4.58% for the control group. Keywords : Sponge ball, Volleyball.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS SEDENTARI DENGAN STATUS GIZI PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMPN 1 SEMEN KABUPATEN KEDIRI UBAIDILAH, MUHAMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seseorang yang aktif dan energik dalam melakukan aktivitas sangat berpengaruh bagi kondisi fisiknya. Malas bergerak sangatlah bertentangan dengan gaya hidup yang sehat dan ilmu pengetahuan. Aktivitas manusia dari yang semula health lifestyle berubah menjadi sedentary lifestyle. Perubahan tersebut juga dilakukan pada peserta didik kelas VII SMPN 1 Semen Kabupaten Kediri, dari data yang diperoleh kebanyakan dari mereka memiliki aktivitas sedentari yang tinggi, seperti berangkat dan pulang sekolah berkendara, menonton televisi, duduk bemalas-malas sambil bermain gadget. Kebiasaan tersebut bila dilakukan dengan jangka waktu yang lama akan berdampak pada masalah kesehatan peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu hubungan antara aktivitas sedentari dengan status gizi. Metode yang digunakan korelasional non-eksperimen, populasi dari penelitian ini sebanyak 244 peserta didik. Hasil data aktivitas sedentari menggunakan kuesioner aktivitas sedentari remaja, dan untuk status gizi data hasil pengukuran antropometri menggunakan rumus IMT/U, melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan peserta didik. Analisis menggunakan korelasi gamma. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa rata-rata keseluruhan aktivitas sedentari sebesar 374,3 menit/hari, sedangkan untuk presentase kategori tinggi 58,6%, sedang 38,1%, dan rendah 3,3%. Hasil analisis status gizi dengan hasil nilai IMT rata-rata 19,1 sedangkan nilai standar deviasinya 3,5. Data berat badan nilai rata-rata sebesar 43,9 kg dengan nilai standar deviasi 9,3 kg. Sedangkan nilai rata-rata tinggi badan sebesar 151,4 cm dengan nilai standar deviasi 7,2 cm. Presentase kategori obesitas 3,7%, gemuk14,8%, normal 73%, kurus 7,8%, dan sangat kurus 0,8%.Variabel menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara aktivitas sedentari dengan status gizi, dengan nilai 0,68 (>0,05) dengan perolehan sumbangan -0,51%, yang berarti aktivitas sedentarinya tinggi tetapi status gizinya normal. Kata kunci : Aktivitas sedentari, status gizi. Abstract An active and energetic person has a good physical condition. On other hands, sedentary habit is contradicted with healthy lifestyle and knowledge. However, more people change from healthy lifestyle to sedentary lifestyle. It also happens in students of VII grade in Junior high school 1 Semen, Kediri. Based on the data, the students have high level sedentary activity, for example going to school by motorcycle, going home by motorcycle, watching television for more than 2 hours, and playing gadget too long. Those activities will affect students? health if they do it daily. The aim of this study is to find the correlation of sedentary activity and nutritional status. This study used correlational method. The subjects of this study were 244 students. The data were collected by anthropometry questionnaire with IMT/U formula by measuring weight and height of students. Moreover, the data were analyzed by using Gamma correlation. The result of this study show the total of sedentary activities is 374.3 minutes/day. The presentations are high 58.6%, medium, 38.1 %, and low 3.3 %. The result of nutritional status by IMT score is 19.1. However, the score of standard deviation is 3.5. This study also shows the score of weight that is 43.9 kg with 9.3 kg for standard deviation score. The average score of height is 151.4 cm with 7.2 cm for standard deviation score. The presentations of categories are obesity 3.7%, fat 14.8%, normal 73%, slim 7.8%, and thin 0.8%. The variable shows that there is no significant relation of sedentary activity and nutrient status. The score is 0,68 (>0,05) with contribution score is -0,51%. It means that sedentary activity is high but the nutritional status is normal. Keywords : sedentary activity, nutritional status.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KONSENTRASI SISWA DENGAN KETEPATAN PASSING BAWAH SAAT MENERIMA SERVICE RHOZIQIN, MOHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bolavoli adalah satu jenis olahraga permainan bola besar yang dimainkan oleh dua tim dengan satu tim terdiri dari enam orang pemain yang berada di sebuah arena permainan yang dipisahkan oleh sebuah net. Bolavoli di Indonesia dinaungi oleh PBVSI (Persatuan BolaVoli Seluruh Indonesia). Passing bawah adalah salah satu teknik dasar dalam bolavoli yang paling utama yang diharapkan saat melakukan passing bawah agar dapat fokus berkonsentrasi supaya mendapatkan hasil yang maksimal. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara tingkat konsentrasi siswa dengan ketepatan passing bawah saat menerima service, dan seberapa besar kontribusi tingkat konsentrasi terhadap ketepatan passing bawah saat menerima service. Jenis penelitian yang digunakan adalah non-eksperimen dengan pendekat deskriptif kuantitatif, sedangkan desain penelitian menggunakan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler bolavoli di SMAN 1 Jatiroto Lumajang yang terdiri dari 30 siswa putra, tahun ajaran 2018/2019. Cara memperoleh data menggunakan tes konsentrasi dan tes ketepatan passing bawah saat menerima service. Berdasarkan analisis perhitungan program komputer SPSS (Statistikal Package for the social Science) versi 25. Dapat diketahui bahwa hasil signifikan sebesar 0.041. Maka data korelasi hubungan antara tingkat konsentrasi siswa terhadap ketepatan passing bawah saat menerima service dapat dikatakan signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat konsentrasi siswa terhadap ketepatan passing bawah saat menerima service dengan besar kontribusi tingkat konsentrasi siswa terhadap ketepatan passing bawah saat menerima service sebesar 14,1%. Kata kunci: Tingkat konsentrasi, bolavoli. Abstract Volleyball is a type of big ball game sport played by two teams in which one team consists of six players in an arena separated by a net. Volleyball in Indonesia under the auspices of PBVSI (The National Volleyball Federation of Indonesia). Underarm passing is one of the basic techniques in volleyball, students are expected to concentrate when doing underarm pass to get maximum results. The purpose of this study are to find out whether there is a relationship between the level of students concentration of towards the accuracy of underarm passing when receiving service, and to find out how much the relationship between the concentration level of students towards the accuracy of underarm passing when receiving service. The type of research is non-experimental with quantitative descriptive approach, while the research design uses correlational design. The population in this study were all male extracurricular volleyball students of Senior Hight School 1 Jatiroto Lumajang in the academic year of 2018/2019. The data was obtained by a concentration test and an underarm passing accuracy test of when receiving service. Based on the analysis of computer calculation program SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) version 25, it can be known that the significance result is 0.041. Then the data correlation between the level of student?s concentration towards the accuracy of underarm passing when receiving service is significant. Thus it can be concluded that there is a significant relationship between the level of student?s concentration towards the accuracy of underarm passing when receiving services performed on students of Hight School 1 Jatiroto Lumajang consisting of 30 students in the academic year of 2018/2019. The contribution of students concentration to the accuracy of underarm passing when receiving services is 14.1%. Keywords: Concentration level, volleyball.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLING SEPAK BOLA YUDHA BIMANTARA, DWI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Jasmani, Olahraga dan kesehatan (PJOK) merupakan suatu pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan rohani peserta didik serta meningkatkan mobilitas dalam meraih prestasi baik akademik maupun non akademik. Sebelum proses pembelajaran dilakukan, guru harus merancang model pembelajaran agar peserta didik termotivasi, fokus dan aktif dalam proses belajar. Dalam penelitian ini, model pembelajaran kooperatif tipe TGT diimplementasikan sebagai model pembelajaran selama proses pembelajaran karena pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah salah satu model pembelajaran yang melibatkan semua peserta didik tanpa ada perbedaan status. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan apakah ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT diberikan dan seberapa besar model pembelajaran mempengaruhi hasil belajar dribbling sepak bola. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan metode pendekatan kuantitatif. Randomized Pretest-Posttest Control Group Design sebagai desain penelitian. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan tes yaitu tes esai untuk ranah pengetahuan peserta didik terhadap dribbling dan tes dribbling sepak bola untuk ranah keterampilan. Treatment dilakukan selama dua kali pertemuan setelah pre-test diberikan dan dilanjutkan dengan post-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikan peserta didik kelas X Akuntansi 2 sebagai kelompok kontrol mendapat 0,00 < 0,05 dan peserta didik kelas X Akuntansi 4 sebagai kelompok eksperimen mendapat 0,00 < 0,05. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa ada pengaruh untuk dua kelompok tersebut, hanya saja persentase peningkatan yang lebih banyak terdapat pada kelompok eksperimen. Hal tersebut dapat dilihat dalam perhitungan persentase pengaruh, yaitu sebesar 24% untuk ranah pengetahuan dan 26% untuk ranah keterampilan dribbling. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap hasil belajar dribbling sepak bola pada kelompok eksperimen. Kata Kunci : Team Games Tournament (TGT), Hasil Belajar, Dribbling Sepak Bola. Abstract Physical Education is a subject which aims to improve the physical fitness, spiritual and mobility in contributing students? academic and non-academic achievement. Before the learning process is carried out, the teacher must design a learning model thus the students are motivated, focused and active in learning process. In this research, the Cooperative Learning Model Type TGT was implemented as a learning model during the learning process, because the Cooperative Learning Model Type TGT is one of the learning models that involving all students without any status differences. The aim of this study were to describe whether there influence after using Cooperative Learning Model type TGT and how much influence that learning model affected the learning outcomes of football dribbling. Researcher used quasi-experimental of quantitative approach. Randomized Pretest-Posttest Control Group Design has been applied as a research design. The researcher used written test to find out students? dribbling knowledge and football dribbling test to determine students? skill. In this study, the treatment was conducted for two meetings after the pre-test was given and continued it with the post-test. The finding showed that the significant value of X accounting 2 as a control group was 0,00 < 0,05. It is also indicated from X accounting 4 as an experimental group which got 0,00 < 0,05. Therefore, it could be said that there were and effects for two group but a higher percentage increase just found in the experimental group. It could be seen at the calculation of the influence percentage, which was 24% of dribbling knowledge and 26% of dribbling skill. It could be concluded that there was an effect of Cooperative Learning Model Type TGT on the football dribbling learning outcomes. Keywords: Team Games Tournament (TGT), Learning Outcomes, Football Dribbling
PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING BOLA BASKET CANDRA PUTRA, DIMAS
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian reward terhadap hasil belajar shooting bola basket. Penelitian ini sendiri dilakukan di SMP Negeri 21 Surabaya Tahun Ajaran 2019/2020. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif pada efektivitas belajar siswa dalam pembelajaran bola basket, dan menggunakan desain penelitian Randomized Control Group Pretest-Posttest . Sampel kelas penelitian yang pertama berjumlah 35 siswa untuk kelas eksperimen dan 29 siswa untuk kelas kontrolnya. Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes keterampilan yang diberikan pada saat pretest dan posttest. Untuk rata-rata pretest sebesar 1.2857 dan untuk rata-rata posttest sebesar 1.7714. Sedangkan untuk nilai standart deviasi pretest sebesar 1.65514 dan untuk posttest sebesar 1.61037, dengan memiliki nilai varian pretest sebesar 2.739 dan nilai varian posttest sebesar 2.593. Untuk memastikan varian setiap kelompok sama atau sejenis, maka digunakan uji homogenitas yang memiliki nilai sebesar 0,005. Karena nilai signifikan kurang dari 0.05 maka dapat dikatakan bahwa varian dari populasi data tersebut adalah tidak sama. Sedangkan dari data hasil uji normalitas, nilai dari pretest sebesar 0,000 dan untuk posttest sebesar 0,001. Dikarenakan hasil data keduanya lebih kecil dibanding (5%) maka data tersebut tidak normal, karena distribusi data tidak normal maka menggunakan uji beda non-parametrik wilcoxon. Dari data uji beda non-parametrik wilcoxon ini memiliki nilai -2.473 dan signifikansi sebesar 0.013. Maka dapat dapat dinyatakan bahwa penelitian ini berpengaruh, karena nilai signifikan lebih kecil dibanding 0.05. Sedangkan untuk nilai besarnya peningkatan pretest dan posttest sebesar 4%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pada pemberian reward terhadap hasil belajar shooting bola basket di SMP Negeri 21 Surabaya dengan peningkatan yaitu sebesar 4 %. Kata Kunci: Pemberian reward, Hasil belajar, Shooting bola basket. Abstract This research aims to determine the effect of rewarding in basketball shooting learning outcomes. The research was conducted in the Junior High School 21 Surabaya Academic Year 2019/2020. The research method in the research is quasi-experimental research with a quantitative approach to inquiry the effectiveness of student learning in basketball shooting and using the Randomized Control Group Pretest-Posttest research design. The research samples were 35 students for the experimental class and 29 students for the control class. The research instrument was the skill test which was given at the pretest and posttest. The average pretest is 1.2857 and posttest is 1.7714. Whereas the standard deviation pretest is 1.65514 and posttest is 1.61037. Furthermore, the variant value of pretest is 2.739 and posttest is 2.593. The homogeneity test is used to determine the variance of each group the same or similar, which has a value of 0.005. The variant of the data population is not the same because the significant value is less than 0.05. Whereas from the normality test results, the value of the pretest is 0,000 and for the posttest is 0,001. Because the results of the data are both smaller than (5%), the distribution data is not normal. Therefore, the Wilcoxon non-parametric difference test was used. From this data, the Wilcoxon non-parametric value is -2,473 and the significance is 0.013. It can be stated that this treatment has an effect because the significant value is smaller than 0.05. Whereas the value of the increase in pretest and posttest is 4%. From this research, it can be concluded that there is an effect of giving rewards to learning outcomes of basketball shooting at Junior High School 21 Surabaya with an increase of 4%. Keywords: Giving reward, Learning outcomes, Shooting basketball.
PENERAPAN MEDIA GADGET DALAM PROSES PEMBELAJARAN PADA MATERI DRIBBLE BOLA BASKET BURHANUDIN SULTON, MOHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Media gadget adalah alat komunikasi dan informasi yang diciptakan dengan memiliki banyak fitur - fitur menarik yang berguna untuk memenuhi kebutuhan hidup contohnya menggunakan media gadget pada saat disekolah yang berguna sebagai bahan untuk mencari informasi tentang pembelajaran yang terkait di dalamnya sehingga peserta didik dapat lebih mudah dalam mencari informasi yang diinginkan. Dalam penerapan media gadget diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar tentang materi dribble bola basket pada peserta didik. Berdasarkan perhitungan data yang diperoleh maka nilai yang terdapat pada saat pretest pengetahuan memiliki rata - rata sebesar 88,00 untuk posttest meningkat menjadi 96,67. Nilai pretest keterampilan memiliki rata - rata 36,23 untuk posttest meningkat menjadi 87,30. uji beda pretest dan posttest yang digunakan adalah uji wilcoxon dengan nilai signifikan 0,00 jika nilai signifikan < 0,05 maka dapat dinyatakan ada pengaruh yang signifikan, jika nilai signifikan > 0,05 maka dapat dinyatakan tidak ada pengaruh yang signifikan. Prosentase peningkatan untuk pengetahuan sebesar 8,96% sedangkan keterampilan sebesar 58,49% dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan antara penerapan media gadget dalam proses pembelajaran pada materi dribble bola basket pada siswa kelas VII - B SMP Negeri 1 Waru Sidoarjo setelah menggunakan gadget sebagai bahan untuk mencari informasi tentang pelajaran yang diajarkan. Kata kunci: Media Gadget, Dribble, Bola Basket Abstract Media gadget is a tool of communication and information which has lots of interesting and useful features. media utilization in school emphazises on information gathering which is useful for student learning. Moreover, learners can be easier in finding the desired information. The implementation of media gadgets are expected to improve the results of dribble learning in basketball. Based on the data calculation, the average value contained by the time the pretest knowledge is 88.00 and posttest is 96.67. The average value of the pretest skill is 36.23 and posttest is 87.30. Pretest and posttest diferrences tes Wilcoxon was used with significant value 0.00. if significant value < 0.05 then can be expressed there is significant influence, if significant value > 0.05 then it can be revealed no significant effects. The knowledge percentage increasement 8.96% whereas the skills 58.49%. Thus, it can be concluded that there is a significant increase between the application of media gadgets in the learning process on dribble materials in basketball in grade VII-B junior high school 1 Waru Sidoarjo after using the gadget as an ingredient to find the suitable information about the lesson. Keywords : Media Gadget, Dribble, Basketball
PENERAPAN SMALL SIDED GAMES TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLING DAN MOTIVASI SISWA MENGIKUTI PEMBELAJARAN SEPAKBOLA KARUNIA PUTRA, AKBAR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Small Sided Games merupakan permainan sepakbola yang memperkecil ukuran lapangan dimana tidak membutuhkan ruang yang besar untuk main, Small Sided Games dapat diterapkan dalam pembelajaran PJOK terutama materi sepakbola. Penerapan Small Sided Games mempermudah pembelajaran sepakbola karena tempat dan peraturan permainan menyesuaikan kondisi yang ada, Small Sided Games memiliki jenis permainan yang dapat diterapkan dalam materi sepakbola. Sehingga dapat memberikan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik agar peserta didik termotivasi dalam mengikuti pembelajaran sepakbola. Dari hasil perhitungan pada kelompok eksperimen diperoleh peningkatan penerapan Small Sided Games terhadap hasil belajar dibbling dalam ranah pengetahuan sebesar 16% dalam ranah keterampilan sebesar 97,5% dan dalam ranah motivasi sebesar 5,9%. Sedangkan untuk hasil perhitungan pada kelompok kontrol diperoleh peningkatan penerapan Small Sided Games terhadap hasil belajar dribbling dalam ranah pengetahuan sebesar 4,2% dalam ranah keterampilan sebesar 56,5% dan dalam ranah motivasi sebesar 2,7% berdasarkan hasil analisis pengujian data dapat disimpulkan bahwa penerapan Small Sided Games dalam kelompok eksperimen yang telah diberikan treatment memiliki peningkatan yang lebih signifikan dari pada kelompok kontrol yang tidak diberikan treatmen dengan penerapan Small Sided Games. Kata kunci : Small Sided Games, Sepakbola, Dribbling Abstract Small sided games is a modification football game with smaller field. It is easy to be implemented in physical education, because the rules and the place can be adjusted based on the real condition. Small sided games have various games which can motivate students in the football learning process. Based on the obtained data, the score for the experimental group increases on dibbling outcomes. The score for the experimental group consists of cognition, skill, and motivation are 16%, 97.5%, and 5.9% respectively. Meanwhile, the score for the control group of cognition, skill, and motivation are 4.2%, 56.5%, and 2.7%. In conclusion, it shows more significant increasement in the experimental group that had given treatment than the control group which no treatment during the lesson. Keywords: Small Sided Games, Football, Dribbling.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN SHOOTING DALAM SEPAKBOLA RIAN WIGANTARA, GEZZA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Shooting merupakan salah satu teknik dalam pembelajaran sepakbola. Pembelajaran PJOK yang dilaksanakan oleh guru PJOK harus mampu mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Pencapaian tujuan pembelajaran yang dilakukan tidak lepas dari pendekatan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah melalui model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT). Model pembelajaran yang diterapkan berdasarkan karakteristik siswa agar pembelajaran optimal dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan seberapa besar pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) terhadap Hasil Belajar Keterampilan Shooting dalam Sepakbola Studi pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 17 Surabaya. Jenis dalam penelitian ini adalah penelitian semu dan menggunakan desain Randomized Control Group Pretest-Postest Design. Sampel adalah kelas XI IPS 3 sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 34 siswa dan kelas XI IPA 1 sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 36 siswa. Untuk siswa yang mengikuti penelitian adalah 20 siswa untuk kelompok eksperimen dan 19 siswa untuk kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan cara siswa melakukan shooting ke dalam gawang bernomor sebanyak 3 kali kemudian diambil nilai yang terbaik. Perhitungan data yang digunakan berdasarkan pre-test dan post-test keterampilan shooting dalam sepakbola menggunakan SPSS versi 22. Metode yang digunakan dalam statistik adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji beda pre-test, pengujian Wilcoxon, Uji-T, uji beda post-test, dan peningkatan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan di SMA Negeri 17 Surabaya diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan. Hal itu diperkuat melalui hasil pengujian Wilcoxon yaitu pada nilai signifikan menunjukkan hasil sebesar 0,00 dengan nilai ? adalah 0,05 (0,00 < 0,05). Dengan demikian hipotesis yang dipaparkan dapat diterima. Selain itu, peningkatan pada Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) terhadap Hasil Belajar Keterampilan Shooting dalam Sepakbola adalah sebesar 59,19%. Kata Kunci: Hasil Belajar, Team Games Tournament (TGT), Shooting dalam Sepakbola Abstract Shooting is one of the techniques in football. In physical education, the teaching which is conducted by physical education teachers must meet the teaching objectives. In order to achieve the teaching objectives, the implementation of learning model is needed. One of the learning model that can be implemented is cooperative learning model, namely Team Games Tournament (TGT). The learning model have to be chosen based on the characteristics of the students in order to help the students to learn efficiently and their learning outcome can be improved. The purpose of this research was to find out the effect of cooperative learning model Team Games Tournament (TGT) for eleventh grader students at Senior High School 17 Surabaya in football shooting skill. The design of this research was quasi-experimental research and Randomized Control Group Pretest-Postest Design. The sample of this research were students from XI Social Class 3 as the experimental group and students from XI Science Class 1 as the control group. There were 34 students in XI Social Class 3 and 36 students in XI Science Class 1. However, only 20 students from XI Social Class 3 and 19 students from XI Science Class 1 were involved in this research. The data was collected by asking the students to shoot the goal three times and the best score was chosen. SPSS 22 was used to calculate the pre-test and post-test shooting scores. The statistical procedure includes normality test, homogeneity test, different pre-test, Wilcoxon test, T-test, post-test different test, and improvement were used in this research. From the result, there is a significant effect of the treatment. It was certified through Wilcoxon test with significant is 0,00 (< 0,05). Therefore, the alternative hypothesis could be accepted. Besides, the Implementation of The Cooperative Learning Model type of Team Games Tournament (TGT) on The Result of Learning Skills of Shooting in Football is about 59,19%. Keywords: Learning Outcome, Team Games Tournament (TGT), Football Shooting.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DI LUAR JAM PELAJARAN PJOK DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI FRIDIO ANWAR, JOKO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring perkembangan Iptek yang semakin modern membuat hidup semakin mudah, semakin membuat pola hidup pasif meningkat. Aktivitas fisik dianggap sebagai faktor yang terdekat yang mempengaruhi kebugaran jasmani. PJOK merupakan satu-satunya mata pelajaran yang fokus pada pendidikan melalui aktivitas fisik. Akan tetapi, belum ada bukti nyata tentang kontribusinya terhadap kebugaran jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik di luar jam pelajaran PJOK terhadap tingkat kebugaran jasmani. Penelitian ini masuk ke dalam jenis penelitian korelasional. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas X di SMAN 3 Ponorogo dengan jumlah 308 siswa. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner aktivitas fisik yaitu Physical Activity Questionnaire For Adolescent (PAQ-A) sedangkan kebugaran jasmani diukur menggunakan Multistage Fitness Test (MFT). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif statistik dan korelasi product moment. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki nilai rata-rata sebesar 15,96 (rendah) dan kebugaran jasmani berdasarkan nilai rata-rata VO2Max sebesar 27,21 (kurang). Analisis korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani, dibuktikan dengan nilai r-hitung sebesar 0,437, dengan Sig. sebesar 0,000<0,05 dan menghasilkan hubungan sebesar 19,09%. Hal tersebut menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kebugaran jasmani peserta didik perlu melakukan aktivitas fisik di luar pembelajaran atau dalam kegiatan sehari-hari. Untuk itu, dapat direkomendasikan berupa kegiatan serupa dapat diadopsi oleh guru untuk mengevaluasi tingkat kebugaran jasmani dalam meningkatkan kualitas pelajaran PJOK. Kata Kunci : Aktivitas Fisik, Kebugaran Jasmani, dan Pembelajaran PJOK Abstract The development of modern science and technology makes life easier, it increases the sedentary lifestyle. Physical activity is considered as the closest factor to improve physical fitness. Physical education is the only subject that focuses on education through physical activity. However, there is no concrete evidence of its contribution to physical fitness. This study aims to find the relationship between physical activity outside of lesson hours in physical education and physical fitness level. This research belongs to correlational research. The subjects of this study were grade X students at SMAN 3 Ponorogo with total amount 308 students. The physical activity was measured by using a physical activity questionnaire namely Physical Activity Questionnaire For Adolescent (PAQ-A) while physical fitness was measured by using Multistage Fitness Test (MFT). The data analysis in this study used descriptive statistics and product moment correlation. The results of data processing showed that physical activity had an average value 15.96 (low) and physical fitness based on the average value of VO2Max is 27.21 (less). The correlation analysis shows that there was a significant relationship between physical activity and physical fitness, it was proven by the value of r-count is 0.437, with Sig. of 0,000 <0,05 and resulting relationship is 19,09%. This data indicates that students need to do physical activities outside of learning hours or in daily activities in order to improve physical fitness. Thus, this similar activity can be recommended to be adopted by the teachers in order to evaluate physical fitness level in improving the quality of physical education. Keywords: Physical Activity, Physical Fitness, and PJOK Lesson

Page 1 of 11 | Total Record : 108