cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 59 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2020)" : 59 Documents clear
SURVEI PERILAKU HIDUP SEHAT SISWA-SISWI SMA/SMK DI KOTA SURABAYA PURNAMA WUNI, RADIN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perilaku hidup sehat adalah suatu tindakan atau perilaku dalam rangka mencegah timbulnya penyakit, menanggulangi penyakit dan masalah kesehatan lainnya, meningkatkan derajat kesehatan, memanfaatkan pelayanan kesehatan, dan menyelenggarakan upaya kesehatan. Perilaku hidup sehat meliputi 10 dimensi, yaitu kebiasaan makan, konsumsi alkohol, konsumsi obat ? obatan terlarang, kebersihan diri, kesehatan mental, aktivitas fisik, faktor protektif, perilaku seksual, konsumsi rokok, serta kekerasan dan cedera.Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui gambaran perilaku hidup sehat siswa ? siswi SMA/SMK di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif yang akan menggambarkan fenomena maupun peristiwa dari variabel yang diteliti. Desain penelitian yang digunakan adalah menggunakan penelitian non-eksperimen dengan metode survei. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Indonesia Global School Based Students Health Survey 2015 dari WHO. Populasi penelitian ini adalah siswa ? siswi SMA/SMK di Kota Surabaya yang menggunakan sampel 15 sekolah yang terdiri dari 5 Sekolah Menengah Atas Negeri, 5 Sekolah Menengah Atas Swasta, dan 5 Sekolah Menengah Kejuruan dan jumlah responden sebanyak 1066 siswa. Analisis data dengan menggunakan persentase. Berdasarkan hasil penelitian perilaku hidup sehat siswa SMA/SMK di Kota Surabaya menjelaskan bahwa untuk Sekolah Menengah Atas Negeri kategori buruk sebesar 8%, kategori cukup 16,6%, dan kategori baik 75,6%. Untuk Sekolah Menengah Atas Swasta kategori buruk sebesar 8,5%, kategori cukup 18,8%, dan kategori baik 72,7%. Sedangkan untuk Sekolah Menengah Kejuruan kategori buruk sebesar 8,4%, kategori cukup 17,1%, serta kategori baik 74,5%. Secara keseluruhan, perilaku hidup sehat siswa ? siswi SMA/SMK di Kota Surabaya kategori buruk sebesar 8,3%, kategori cukup 17,4%, dan kategori baik 74,2%. Kata Kunci: Perilaku Hidup Sehat, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan. Abstract Health behavior is the action conducted by human being in order to prevent the disease, overcome the disease, overcome the disease and other issues regarding to health, increase the standard of health, utilize health services, also organize health efforts. Health behavior covers 10 dimensions which involved dietary behavior, alcohol use, drug use, hygiene, mental health, physical activity, protective factors, sexual behavior, tobacco use, as well as violence and injury.The study aims to discover the overview health behavior of students senior high school/vocational high school in Surabaya City. This study uses descriptive which it will describe of incident about the variable. The design of this study is non experiment study using survey method. The data is gathered through questionnaire ?Indonesia Global School Based Students Health Survey 2015? from WHO. The population of this study are students from senior high school/vocational high school in Surabaya City which the sample are from 15 schools that involved 5 public senior high schools, 5 private senior high schools, and 5 vocational high schools with the number of the sample covered 1066 students. The data of this study is analyzed using percentage.The result of the study shows the percentage of each category in health behavior of students senior high school/vocational high school in Surabaya City, for public senior high school it has bad category indicating number of 8%, adequate category 16,6%, and good category 75,6%. For private senior high school, it has bad category indicating 8,5%, adequate category 18,8%, and good category 72,7%. Whereas for vocational high school, the bad category indicates 8,4%, adequate category 17,1%, and good category 74,5%. Overall, the health behavior of students senior high school/vocational high school in Surabaya City has bad category indicating 8,3% adequate category 17,4%, and good category 74,2%. Keywords: Health Behavior, Senior High School, Vocational High School.
SURVEI PELAKSANAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) PADA SMA/SMK DI KOTA SURABAYA ALDY CAHYONO, ERDINA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Usaha Kesehatan Sekolah merupakan bagian program kesehatan yang ditujukan untuk anak yang berada di sekolah. Usaha kesehatan sekolah sebagai upaya melaksanakan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat yang terpadu. Diadakannya usaha kesehatan sekolah diharapkan dapat menanamkan, menumbuhkan, dan mengembangkan prinsip hidup sehat ke dalam kehidupan sehari ? hari. Alasan adanya usaha kesehatan sekolah adalah anak usia sekolah masih taraf pertumbuhan dan perkembangan sehingga masih mudah untuk dibimbing.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SMA/SMK di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan secara akurat tentang populasi yang diteliti. Desain penelitian menggunakan penelitian non ? eksperimen dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan angket Health Promoting School Observation Sheets For High School dan wawancara. Populasi penelitian ini adalah SMA dan SMK di Kota Surabaya yang menggunakan sampel 5 Sekolah Menengah Atas Negeri, 5 Sekolah Menengah Atas Swasta, dan 5 Sekolah Menengah Kejuruan. Analisis data menggunakan persentase.Berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan usaha kesehatan sekolah SMA dan SMK di Kota Surabaya menjelaskan bahwa untuk program pendidikan kesehatan terdapat 5 sekolah yang berada di strata minimal (33%), 3 sekolah yang berada di strata standar (20%), 2 sekolah yang berada di strata optimal (13%), dan 5 sekolah yang berada di strata paripurna (33%). Untuk program pelayanan kesehatan terdapat 13 sekolah yang berada di strata minimal (87%), 1 sekolah yang berada di strata standar (7%), dan 1 sekolah yang berada di strata optimal (7%). Untuk program pembinaan lingkungan sekolah sehat terdapat 14 sekolah yang berada di strata minimal (93%), dan 1 sekolah berada di strata standar (7%). Kata Kunci : Usaha kesehatan sekolah, SMA, SMK Abstract Health Promoting School is one of the school?s programs which is intended for students at school. Health promoting school is created for performing the health education and health services. So it could foster school?s integrated healthy environment. The existence of health promoting school is expected can embed, grow, and develop the principal of healthy lifestyle into daily life. The reason for the existence of a health promoting school is that school-age children are still at level of growth and development so that it is still easy to be guided.The study aims to find out the representation of the implementation of health promoting school senior high school/vocational high school in Surabaya City. This study uses descriptive with the aim to accurately describe the populational. The design of the study is non-experiment study using survey method. The data is gathered through questionnaire ?Health Promoting School Observation Sheets For High School? and interview. The population of this study are senior high school and vocational high school in Surabaya City with the sample of 5 public senior high school, 5 private senior high school, and 5 vocational high school. The data is analyzed using percentage.The result of the study of the implementation of health promoting school in senior high school and vocational high school shows that for the health education program there is 5 schools in the minimum level (33%), 3 schools in the standard level (20%), 2 schools in the optimal level, and 5 schools in the perfect level (33%). For the health services program there are 13 schools in the minimum level (87%), 1 school in the standard level (7%), and 1 school in the optimal level (7%). For the fostering there are 14 schools in the minimum level (93%) and 1 school in the standard level (7%). Keywords : Health promoting school, Senior high school, Vocational high school.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KESEHATAN MAHASISWA FAKULTAS ILMU OLAHRAGA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA SAIDATUS TSANIYAH, NUFI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat memasuki perguruan tinggi, mahasiswa mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan kegiatan baru mereka. Pada masa transisi seseorang banyak mengalami perubahan psikologi, sosial, dan ekonomi. Perubahan tersebut bisa melakukan tindakan yang cenderung tidak terkontrol tanpa dipertimbangkan dampak dan risikonya. Sehingga mereka bisa melakukan hal-hal yang merugikan dirinya sendiri maupun orang lain dan mencoba melakukan hal-hal baru misalnya merokok, tawuran, minum-minuman keras dan melakukan perilaku yang tidak sehat lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini termasuk penelitian survei yang pemilihan sampelnya menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa angkatan 2017 kelas A Fakultas Ilmu Olahraga yang berjumlah 112 mahasiswa. Teknik yang digunakan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan adalah teknik regresi logistik ganda. Berdasarkan hasil penelitian perilaku kesehatan yang diperoleh terdapat 42 (37,5%) mahasiswa dengan kategori kurang, dan 70 (62,5%) mahasiswa dengan kategori baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan Mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Surabaya antara lain adalah faktor Pendidikan Ibu dengan nilai signifikasi 0,045 dan faktor kondisi ekonomi keluarga dengan nilai signifikasi sebesar 0,027. Kata Kunci: faktor perilaku kesehatan, perilaku kesehatan Abstract When students enter college, students try to adapt their surroundings and new activities. During a period of transition a person experiences many psychological, social and economic changes. These changes can take actions that tend to be uncontrolled without considering the impact and risk. So they tend to do negative things and try to do new things such as smoking, fighting, drinking and doing other unhealthy behaviors. This research aims to determine the description and factors that influence the health behavior of students of the Faculty of Sports Science, State University of Surabaya. This research is a survey research with sample selection using cluster random sampling technique. The sample used was a class of 2017 class A student of the Faculty of Sport Sciences, totaling 112 students. The technique used to determine the factors that influence health behavior is the multiple logistic regression technique. Based on the results of health behavioral research obtained there are 42 (37.5%) students with less categories, and 70 (62.5%) students with good categories. Factors that influence the health behavior of university students Faculty of Sport Science, State University of Surabaya, among others, are the Mothers Education factor with a significance value of 0.045 and a family economic condition factor with a significance value of 0.027. Keywords: health behavior factors, health behavior
PENERAPAN MODIFIKASI PERMAINAN SEPAK BOLA TERHADAP MINAT BELAJAR DAN EFEKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN WIDYANTO, EKO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran PJOK di sekolah terdapat materi sepak bola yang harus diajarkan kepada siswa. Proses pembelajaran yang berlangsung seharusnya siswa mendapatkan kondisi pembelajaran yang optimal sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Kenyataannya banyak faktor yang mengakibatkan siswa tidak mampu melakukannya dengan optimal. Salah satunya yaitu mengenai sarana prasarana yang dapat mengurangi minat belajar siswa. Tujuan penelitian yang dilakukan yaitu adalah untuk mengetahui seberapa besar minat belajar dan keefektivitasan siswa putra pada penerapan modifikasi permainan sepak bola. Penelitian dilakukan menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan memakai randomized pretest-postest design. Sampel yang dipakai yaitu adalah siswa putra kelas VIII-A sebagai kelas kontrol dan kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen yang masing ? masing kelas terdiri dari 30 siswa putra yang telah ditentukan melalui cluster random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan angket minat belajar dan instrumen penelitian berupa lembar FCE (Formative Class Evaluation), adapun dalam angket minat terdiri dari 19 pernyataan dan lembar kuisioner FCE terdiri dari 9 pernyataan. Pada kelas kontrol terdapat average nilai efektivitas sebesar 2,59 di pertemuan pertama dan kedua, atau bisa dikatakan memiliki kategori baik. Sedangkan pada kelas eksperimen terdapat average nilai efektivitas sebesar 2,62 di pertemuan pertama, dan nilai 2,54 dipertemuan kedua. Atau bisa dikatakan memiliki kategori baik dan sedang. Berdasarkan hasil angket terdapat rata ? rata pretest sebesar 51,46 dan rata ? rata post test sebesar 63,33. Ditemukan peningkatan penerapan modifikasi permainan sepak bola terhadap minat belajar siswa putra dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan studi pada siswa kelas VIII MTS Manbail Futuh Tuban sebesar 23,06%. Kata Kunci: modifikasi, sepak bola, minat, dan efektifitas siswa Abstract Sports Physical Education and Health learning in schools there are soccer material that must be taught to students. The learning process that takes place should students get optimal learning conditions in accordance with the objectives set. In fact there are many factors that cause students to not be able to do it optimally. One of them is regarding infrastructure that can reduce student interest in learning. The purpose of this research is to find out how much interest in learning and the effectiveness of male students in the application of soccer game modifications. The study was conducted using a type of experimental research with a quantitative approach and using randomized pretest-posttest design. The sample used is male students class VIII-A as a control class and class VIII-B as an experimental class, each class consisting of 30 male students who have been determined through cluster random sampling. This research instrument uses a learning interest questionnaire and research instrument in the form of a FCE questionnaire sheet (Formative Class Evaluation), while the interest questionnaire consists of 19 statements and the FCE questionnaire sheet consists of 9 statements. In the control class there is an average effective value of 2.59 in the first and second meetings, or can be said to have a good category. While in the experimental class there is an average value of effectiveness of 2.62 in the first meeting, and a value of 2.54 in the second meeting. Or can be said to have good and medium categories. Based on the results of the questionnaire there is an average pretest of 51.46 and an average posttest of 63.33. It was found an increase in the application of the modification of soccer games to the interest in learning of male students in attending physical education, sports, and health studies in class VIII MTS Manbail Futuh Tuban students by 23.06%. Keywords: modification, football, student interest, and student effectiveness
PERBANDINGAN PARTISIPASI AKTIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN MENGGUNAKAN PEMANASAN DENGAN PERMAINAN KECIL DAN KONVENSIONAL PADA SISWA KELAS VII SMPN 4 WIDODAREN MAEDAPRADANA, DEAGRIENKA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran PJOK adalah fase dari program pendidikan keseluruhan yang memberikan kontribusi, terutama melalui pengalaman gerak, untuk pertumbuhan dan perkembangan secara utuh baik fisik dan juga psikis untuk tiap anak. Pendidikan jasmani didefinisikan sebagai pendidikan yang diajarkan melalui aktivitas gerak dan harus dilakukan dengan cara ? cara yang tepat agar memiliki makna bagi anak. Terdapat banyak sekali bentuk pembelajaran yang bisa membuat siswa lebih aktif bergerak, misalnya melalui aktivitas pemanasan, pemberian materi pemanasan yang tepat akan membuat siswa lebih siap dan bersemangat untuk mengikuti materi inti dari guru PJOK, ada beberapa metode pemanasan antara lain adalah pemanasan dengan menggunakan permainan kecil dan konvensional. Sebenarnya kedua jenis pemanasan tersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu membuat siswa berada dalam kondisi yang siap untuk mengikuti materi inti sehingga siswa lebih aktif dan pembelajaran bisa berlangsung dengan baik dan efektif. Namun kembali lagi bagaimana peran guru bisa membuat suasana pembelajaran yang menyenangkan supaya siswa menjadi senang dalam mengikuti semua materi, guru harus pandai memberikan banyak variasi gerakan di dalam pembelajarannya supaya siswa tidak bosan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan partisipasi aktif dan seberapa besar perbandingan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan menggunakan pemanasan dengan permainan kecil dan konvensional pada siswa kelas VII SMPN 4 Widodaren Ngawi. Peneliti menggunakan penelitian perbandingan (Comparative research) melalui pendekatan kuantitatif dan menggunakan instrumen APF . Hasil kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbandingan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan menggunakan pemanasan dengan permainan kecil dan konvensional pada siswa kelas VII SMPN 4 Widodaren Ngawi. Hal tersebut dapat dilihat dari T hitung (0,42) lebih kecil dari T tabel (2,105). Hal ini berarti menunjukkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Kata Kunci : Permainan Kecil, Konvensional, Partisipasi Aktif Abstract Physical education is the phase of the whole education program which make a significant contribution, especially through the experience of movement, for growth and development in full both physically and psychologically for each child. Physical education is defined as education that is taught through movement activities and must be carried out in appropriate ways so that it has meaning for children. In physical education learning, there are many learning methods that require students to make movements that can stimulate the activeness of student movement, one of which is through warm up activities, the provision of appropriate warm up material will make students more prepared and eager to follow the core material of sports physical education and health teachers, there are several warm up methods include warm up using a small game and conventional warm up. Actually both types of warming up have the same goal that is to make students in a condition that is ready to follow the core material so that students are more active and learning can take place well and effectively. But the teachers role can create a pleasant learning atmosphere, so students like to follow all the material, the teacher must be good at giving a lot of variations in the movement of learning so that students do not get bored. The purpose of this study was to determine the comparison of active participation and how much the comparison of active participation of students in physical education learning using warming up with small games and conventional in class VII students of Junior High School 4 Widodaren Ngawi. This type of research uses a type of comparative research (comparative research) with a quantitative approach. The data is collected using the focus proportion analysis (APF) instrument. The results of research and data analysis can be concluded that there is no comparison of active participation of students in physical education, sports and health learning using heating with small and conventional games in class VII students of Junior High School 4 Widodaren Ngawi. This can be seen from the T count (0.42) smaller than T table (2.105) This means that shows that H0 is accepted and Ha is rejected Keywords: Small Game, Conventional, Active Participation
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR RENANG GAYA BEBAS (CRAWL) PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 SIDOARJO DESITAMARI BUDI, ALIFIA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Renang merupakan aktivitas air yang terdapat gerakan dan teknik-teknik gerakan yang benar. Pada pembelajaran aktivitas renang gaya bebas (crawl) harus disesuaikan dengan standar kompetensi dasar. Gaya bebas (crawl) merupakan gaya yang tercepat, ketika bernafas muka menoleh kesamping, gerakan kaki menggunakan punggung kaki digerakkan ke bawah dan ke atas secara bergantian. Gerakan tersebut adalah koordinasi dari gerakan kaki, gerakan tangan, anggota tubuh lain, cara pengambilan nafas. Model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan pada pembelajaran untuk menentukan tingkat kesulitan kepada setiap anggota kelompok saat mereka menjalani proses. Dengan tipe TGT siswa akan menikmati bagaimana suasana games turnamen itu, karena siswa akan berkompetisi dengan kelompok yang memiliki komposisi kemampuan yang setara, maka kompetisi TGT meningkatkan keaktifan dari siswa untuk berlatih bersosialisasi dengan kelompoknya dan orang lain dibandingkan kompetisi dalam pembelajaran-pembelajaran tradisional pada umumnya yang meliputi pengetahuan dan keterampilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan besar pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap hasil belajar renang gaya bebas (crawl) pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap hasil belajar renang gaya bebas (crawl) ada pengaruh yang signifikansi dengan besar pengaruh adanya peningkatan 20,7% pengetahuan dan 58,4% keterampilan. Dengan disimpulkan bahwa model pembelajaran TGT dapat meningkatkan hasil belajar renang gaya bebas (crawl) pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Sidoarjo. Kata Kunci: team games tournament, hasil belajar, renang gaya bebas (crawl) Abstract Swimming is a water activity that has the right movements and style techniques. In learning freestyle swimming activities (crawl) must be adjusted to the standards of basic competence. Crawl is the fastest style, when breathing, face turns to sideways, leg movements using the back of the leg are moved down and up alternately. The movement is coordination of leg movements, hand movements, other limbs and the way to take breath. The cooperative learning of Team Games Tournament (TGT) is one type or cooperative learning model that is applied easily for learning to determine the level of difficulty for each group member as they go through the process. By using the TGT type, students will enjoy the environment of the tournament games, because students will compete with groups that have an equal composition of abilities, then the TGT competition increases the activity of students to practice socializing with their groups and others compared to competition in traditional learning in general includes knowledge and skills. The purpose of this study was to determine the effect and magnitude of the influence of the TGT cooperative learning model on the learning outcomes of free style swimming (Crawl) in class XI, Public High School 2 Sidoarjo. The results of the study showed that the TGT cooperative learning model of the learning outcomes of free style swimming (crawl) had a significant effect with the influence of an increase of 20,7% knowledge and 58,4% skills. It was concluded that the TGT learning model could improve the learning outcomes of free style swimming (crawl) in class XI, Public High School 2 Sidoarjo. Keywords: teams games tournament, learning outcomes, free style swimming (crawl)
PERBANDINGAN DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI ANTARA MAHASISWA PEROKOK DAN MAHASISWA TIDAK PEROKOK KHARISMA DELFA, RAGA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Daya tahan kardiorespirasi merupakan unsur dari kebugaran jasmani yang paling penting, Hal ini dikarenakan kardiorespiratori merupakan komponen yang dapat menjadi indikator utama untuk menentukan kebugaran jasmani seseorang. Akan tetapi ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kebugaran jasmani seseorang, salah satunya adalah kebiasaan merokok. Kandungan racun dalam rokok dapat menyebabkan resiko fatal pada sistem tubuh manusia. Hal yang paling umum terjadi adalah terjadinya kanker atau kerusakan organ tubuh lainnya akibat pengaruh dari racun yang dibawa oleh asap rokok tersebut. Penelitian ini akan menelusuri secara mendalam mengenai ada atuu tidaknya perbedaan dan seberapa besar perbedaan daya tahan kardiorespirasi antara mahasiswa perokok dan mahasiswa tidak perokok. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggukan pendekatan kuantitatif yaitu non-experimental research methods. Sebanyak 186 mahasiswa di jurusan pendidikan olahraga, fakultas ilmu olahraga, universitas negeri Surabaya dilibatkan menjadi sampel dari penelitian ini dan dipilih dengan metode random sampling. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, ditemukan perbedaan yang signifikan antara mahasiswa perokok dan mahasiswa tidak perokok dengan nilai signifikan (0,001) < nilai ? ( 0,05). Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan daya tahan kardiorespirasi antara mahasiswa perokok dan mahasiswa tidak perokok, sedang besarnya perbandingan dari hasil rata-rata adalah sebesar 5,15. Kata kunci: daya tahan kardiorespirasi, mahasiswa perokok dan tidak perokok. Abstract The ability to hold cardio respiration is the most important element of physical fitness. Cardiorespiratory endurance is a key component that can determine a persons fitness level. One of the factors which can influence physical fitness is smoking habits. Cigarettes contain toxic substances such as tar, nicotine and so on. If this toxic material enters the respiratory tract it will cause attachment to the surface of the respiratory tract. This study aims to determine the difference in cardiorespiratory endurance between smoker students and non-smokers, and to find out how much difference the cardiorespiratory endurance between students smokers and students not smokers. The method of this research is non-experimental research with a quantitative approach. There were 186 samples from physical education department who were involved in this study by using random sampling. The results of the study showed that there were significant differences in cardiorespiratory endurance between smoker students and non-smoker students. The results of the analysis of significant values ??(0.001) < ? (0.05). Smoker students have better cardio respirations than non-smoker student, the magnitude of the comparison and average results is 5.15. Keywords: cardiorespiratory endurance, students smokers and not smokers.
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER SMA NEGERI 1 PORONG DAN SMA KEMALA BHAYANGKARI 3 PORONG WAHYUNI, WINDY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan penting di sekolah yang dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, wawasan yang lebih luas, dan membantu membuat karakter peserta didik sesuai dengan minat dan bakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan tingkat kebugaran jasmani siswa peserta ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Porong dan SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian komparatif dengan menggunakan desain komparatif. Subjek penelitian di SMA Negeri 1 Porong berjumlah 158 siswa sedangkan subjek penelitian SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong berjumlah 163 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah MFT (Multistage Fitness Test). Teknik analisis data menggunakan Uji-T Tes. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui nilai persentase tingkat kebugaran jasmani siswa peserta ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Porong kategori sangat baik 0,6%, kategori baik 3,7%, kategori sedang 11,7%, kategori kurang 17,2%, dan kategori sangat kurang 63,8%. Sedangkan siswa peserta ekstrakurikuler SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong kategori sangat baik 0%, kategori baik 18,4%, kategori sedang 36,8%, kategori kurang 12,3%, dan kategori sangat kurang 32,5%. Hasil analisis dapat diketahui nilai signifikansi lebih kecil dibandingkan nilai alpha (5%) atau (0,000 < 0,005) diartikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan. Sehingga disimpulkan tingkat kebugaran jasmani siswa peserta ekstrakurikuler SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong lebih baik dibandingkan SMA Negeri 1 Porong. Kata Kunci: kebugaran jasmani, SMA Negeri 1 Porong, SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong Abstract Extracurricular activities are important in schools to develop knowledge, skills, broaden insights, and build the character of students in accordance with the interests and talent. The purpose of this study was to determine the comparison in the physical fitness level of students who are participating in extracurricular activities in public senior high school 1 Porong and private senior high school Kemala Bhayangkari 3 Porong. The research method in this study is comparative research by using a comparative design. The research subjects 158 students from public senior high school 1 Porong while the research subjects 163 from private senior high school Kemala Bhayangkari 3 Porong. The research instrument used was MFT (Multistage Fitness Test). The data was analyzed by using the T-Test. Based on the results of the study, it can be seen the percentage of physical fitness level of students participating in extracurricular activities at public senior high school 1 Porong is very good category with 0,6%, good category is 3,7%, the moderate category is 11,7%, the poor category is 17,2%, and the very poor category is 63,8%. While extracurricular students at private senior high school Kemala Bhayangkari 3 Porong is very good category with 0%, good category is 18,4%, moderate category is 36,8%, the poor category is 12,3%, and the very poor category is 32,5%. The results of the analysis that can be seen are significantly smaller than alpha (5%) or (0,000 < 0,005), meaning that there are significant differences. So it can be concluded the level of physical fitness of students participating in extracurricular activities at private senior high school Kemala Bhayangkari 3 Porong better than public senior high school Negeri 1 Porong. Keywords: physical fitness, SMA Negeri 1 Porong, SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong
SURVEI LITERASI KESEHATAN PESERTA DIDIK TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS DAN KEJURUAN DI KOTA SURABAYA YUSUF CANDRAKUSUMA, GALIH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Literasi kesehatan adalah kemampuan untuk mengakses, memahami, menilai, mengevaluasi dan menyampaikan informasi kesehatan sebagai cara untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan. Literasi kesehatan yang rendah dapat menyebabkan kemampuan manajemen diri yang buruk, sehingga berdampak pada ketidakpatuhan akan pengobatan dan kualitas kesehatan yang buruk. Peserta didik sekolah menengah atas merupakan tingkatan tertinggi dalam pendidikan dasar dan menengah. Mereka dianggap telah mengetahui dan mendapatkan lebih banyak macam informasi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat literasi kesehatan peserta didik tingkat SMA/SMK di Kota Surabaya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian non eksperimen dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner HLS EU Q16 dan NVS (Newest Vital Sign). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMA dan SMK yang berada di Kota Surabaya, sedangkan sampel pada penelitian ini adalah 5 SMAN, 5 SMAS, dan 5 SMK dengan responden sebanyak 1066 peserta didik. Analisis data pada penelitian ini menggunakan rata-rata, persentase dan standar deviasi. Berdasarkan hasil penelitian literasi peserta didik SMA dan SMK di Kota Surabaya dapat dijelaskan bahwa sebanyak 1,5% masuk dalam kategori sangat rendah, 3,56% masuk kategori rendah, 15,29% masuk kategori sedang, dan 79,6% masuk kategori tinggi. Sedangkan untuk literasi kesehatan fungsional peserta didik, sebanyak 36,9% kemungkinan besar literasi terbatas, 38,46% kemungkinan literasi terbatas, dan sebesar 24,57% kemungkinan literasi cukup. Kata Kunci: literasi, literasi kesehatan, peserta didik Abstract Health literacy is the ability to access, understand, assess, evaluate and convey health information as a way to maintain and health improved. The effect of low health literacy can decrease poor self-management capabilities. So it affects to the disobedience treatment and poor health outcomes. Senior High School student is the highest level in primary and secondary education. They have known and gained more health information. This research purpose is to know the health literacy level of senior high school students Surabaya. This research is non-experimental research with a survey method. Data collection is carried out using the questionnaire HLS EU Q16 and NVS (Newest Vital Sign). The research populations are all senior high school in Surabaya, while the samples on this study were 5 state senior high school, 5 private senior high schools, and 5 vocational high schools in Surabaya with respondents as many as 1066 students. Data analysis on this study use average, percentage and standard deviation. Based on the results of health literacy study can be explained that as much as 1,5% entered in very low category, 3,56% in low category, 15,29% in sufficient category, and 79,6% advanced category. While of student functional health literacy, as much as 36,9% is suggests high likelihood (50% or more) of limited literacy, 38,46% indicates the possibility of limited literacy, and 24,57% almost always indicates adequate literacy. Keywords: literacy, health literacy, student
PERBANDINGAN TINGKAT DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI ANTARA SISWA JURUSAN AGAMA DENGAN JURUSAN BAHASA DI MAN 3 KABUPATEN KEDIRI ZULFIKAR RIZKI, AINUN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak MAN 3 Kabupaten Kediri adalah sekolah yang berwawasan islami dan memiliki 4 jurusan yaitu MIA, IIS, Agama dan Bahasa. Di sekolah ini memiliki pembelajaran olahraga yang siswanya memiliki aktivitas gerak yang cukup lelah dan akan mempengaruhi daya tahan kardiorespirasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari perbedaan tingkat daya tahan kardiorespirasi antara siswa jurusan agama dengan jurusan bahasa. Penelitian non eksperimen adalah yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas agama dan siswa kelas bahasa. Besar siswa populasi dalam penelitian ini adalah 68 siswa untuk kelas agama dan 36 siswa untuk kelas bahasa. Tes yang digunakan untuk mengambil data dalam penelitian ini adalah menggunakan Balke test. Berdasarkan data yang diperoleh, bahwa tingkat daya tahan kardiorespirasi siswa jurusan agama sebesar 25,96 untuk rata-rata dengan 6,918 untuk standar deviasi. Sedangkan untuk tingkat daya tahan kardiorespirasi jurusan bahasa sebesar 27,50 dengan standar deviasi 7,621. Penghitungan ini menggunakan statistical program for social science (SPSS). Hasil penghitungan menggunakan taraf signifikan 5%. Sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Maka dari itu adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat daya tahan kardiorespirasi siswa jurusan agama dengan jurusan bahasa yaitu sebesar 1,54. Kata Kunci: tingkat daya tahan kardiorespirasi, jurusan agama, jurusan bahasa, Balke test. Abstract MAN 3 Kediri is an Islamic base senior high school and has four majors in example MIA (natural science), IIS (social science), Religion and Language. The school has physical exercise lesson which makes the students to do exhausting activities, and affects their cardio respiration endurance or heart endurance.The aim of this research is to find the differences of cardio respiration endurance level between the students in religion and language major. Non-experimental research is used with descriptive quantitative approach to analyze the data. The population of this research are the students who majoring religion and the students who majoring language. The number of this research sample is 68 students from religion major and 36 students from language major. To collect the data, this research used Balke test.According to the data that have been collected, the average of cardio respiration endurance level of students in religion major is 25.96 with the standard deviation 6.918. Moreover, the students of language major has 27.50 for their cardio respiration endurance level with 7.621 for standard deviation. Statistical program for social science (SPSS) is applied to calculate the data. The result of calculation used 5% significance degree, so that Ha is accepted while Ho is rejected. Therefore, the significant difference of cardio respiration endurance level among the students in religion major and the students in language major is 1.54. Keywords: cardio respiration endurance level, religion major, language major, Balke test