cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 59 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2020)" : 59 Documents clear
SURVEI LITERASI KESEHATAN PADA MAHASISWA S1 PRODI PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA BAYU TRIANGGORO, TIWA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Literasi kesehatan adalah kemampuan seseorang dalam mengakses, memahami, dan menggunakan informasi kesehatan dalam menjaga kesehatan dikehidupan sehari-hari. Literasi kesehatan juga mempunyai peran sangat penting dalam bidang kesehatan sehingga pencapaian literasi kesehatan juga tanggung jawab sesama individu maupun sosial. Maka dari itu literasi kesehatan sangatlah penting bagi masyarakat dikehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kualitas hidup, kemampuan dalam bertindak dan mengontrol kesehatannya sebagai individu, keluarga, dan masyarakat.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemahaman tentang literasi kesehatan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini juga merupakan penelitian survei, yang menggunakan teknik cluster random sampling. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah mahasiswa angkatan 2017, dikarenakan sudah lebih setahun menjadi mahasiswa, sudah dapat merubah pola pikirnya, dapat beradaptasi dengan situasi dan kondisi dikuliahnya, serta dianggap matang karena mereka sudah merantau hampir 3 tahun dibandingkan dengan angkatan dibawahnya yang masih beradaptasi dengan lingkungan baru mereka. Pada penelitian ini teknik yang digunakan yaitu mean, standart deviasi, serta persentase. Berdasarkan hasil nilai total dari penelitian ini dapat digambarkan bahwa rata-rata literasi kesehatan mahasiswa program studi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya yaitu 77,87%. Sedangkan berdasarkan kategori tinggi dengan jumlah 210 mahasiswa sebesar 80,2%, kategori sedang dengan jumlah 50 mahasiswa sebesar 19,1%, dan kategori rendah dengan jumlah 2 mahasiswa sebesar 0,8%. Kata Kunci: literasi kesehatan, kualitas hidup Abstract Health literacy is a persons ability to access, understand and use health information in maintaining health in their daily lives. Health literacy also has a very important role in the health sector so that the achievement of health literacy is also the responsibility of fellow individuals and socially. Then of the literacy health is very important for people in life everyday to improve the quality of life, ability to act and control of her health as individuals, families, and public. The aim of the research is that to know the understanding of literacy health of students the University of Surabaya. Research is also a research survey, which uses techniques cluster random sampling. In the study s sample that is used is the students Forces in 2017. Due to the already over a year became a student, has been able to change patterns of thought, can adapt to the situation and condition his lecture, and considered to be mature because they ve migrated almost 3 years compared with the Force beneath which they adapt to the environment of new them. In this study the techniques used are mean, standard deviation, and percentage. Based on the results of the total value of this study it can be illustrated that the average health literacy of students at the Surabaya State University Education Study Program is 77.87%. While based on the high category with the number of 210 students at 80.2%, the medium category with the number of 50 students at 19.1%, and the low category with the number of 2 students at 0.8%. Keywords: health literacy, quality of life
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET PUTRI DI SMP NEGERI 1 JATIROGO DAN SMP NEGERI 4 TUBAN ANJAR PURBANINGRUM, RINDANG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani merupakan kemampuan daya fisik tahan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan, berlari, dll secara optimal dan tidak merasakan kelelahan yang berarti serta masih memiliki cadangan energi untuk melakukan kegiatan yang lainnya. Di SMP Negeri 1 Jatirogo dan SMP Negeri 4 Tuban sama-sama memiliki ekstrakurikuler bola basket putri. Namun, dari kedua sekolah dan pelatih basket tersebut sampai saat ini belum pernah mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan dan jika ada, seberapa besar perbedaan tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket putri di SMP Negeri 1 Jatirogo dan SMP Negeri 4 Tuban. Jenis dari penelitian ini adalah non eksperimen dengan desain penelitian yaitu desain komparatif yang bertujuan membandingkan satu kelompok sampel dengan kelompok sampel lainnya. Dalam penelitian ini pengambilan data menggunakan Purposive sampling dengan instrumen yang digunakan adalah Multistage Fitness Test (MFT). Berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS, maka diperoleh nilai signifikansi 0.00<0.05 yang artinya terdapat perbedaan tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket putri di SMP Negeri 1 Jatirogo dan SMP Negeri 4 Tuban. Sedangkan hasil rata-rata dari SMP Negeri 1 Jatirogo sebesar 28,52 dan SMP Negeri 4 Tuban sebesar 25,40. Hal ini berarti, tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket putri di SMP Negeri 1 Jatirogo lebih tinggi daripada SMP Negeri 4 Tuban, dengan selisih nilai 3,11. Kata kunci: kebugaran jasmani, ekstrakurikuler, bola basket Abstract Physical fitness is the ability of ones physical endurance to carry out daily activities such as walking, running, etc optimally and do not feel significant fatigue and still have energy reserves to do other activities. In State Junior High School 1 Jatirogo and State Junior High School 4 Tuban both have womens basketball extracurriculars. Basketball sport really need good physical fitness to support good performance as well. However, from the two schools and the basketball coaches, have never known the physical fitness level of their students. This study aims to determine whether there are differences and if there are, how big is the difference in the physical fitness level of students who follow womens basketball extracurricular in State Junior High School 1 Jatirogo and State Junior High School 4 Tuban. This type of research used non-experimental and the comparative design as a research design that aims to compare one sample group with another sample group. In this research, the data collection used purposive sampling with the instrument used Multistage Fitness Test (MFT). Based on calculations using SPSS showed a significance value of 0.00 <0.05, which means there are differences in the level of physical fitness of students who take extracurricular basketball in State Junior High School 1 Jatirogo and State Junior High School 4 Tuban. While the average results of State Junior High School 1 Jatirogo was 28.52 and State Junior High School 4 Tuban was 25.40, the physical fitness level of students who took extracurricular womens basketball at State Junior High School 1 Jatirogo was higher than State Junior High School 4 Tuban with a difference value of 3.11.Keywords: physical fitness, extracurricular, basketball
PERBANDINGAN LITERASI KESEHATAN ANTARA SISWA JURUSAN IPA DAN IPS SMA NEGERI DI KOTA SURABAYA CIPTA SAYEKTI, ARMANDA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Literasi kesehatan merupakan sebuah kemampuan seseorang untuk memperoleh, mengolah dan menerapkan informasi seputar kesehatan. Kemampuan ini sangat diperlukan guna menunjang kualitas hidup yang lebih baik. Terlebih pada usia remaja dimana usia tersebut masih dalam kondisi labil dan proses menilai baik dan buruk, maka dari itu literasi kesehatan sangat penting dimiliki agar paham tentang kesehatan dan dapat menentukan keputusan terhadap masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan literasi kesehatan antara siswa jurusan IPA dan IPS SMA Negeri di Kota Surabaya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah siswa jurusan IPA dan IPS SMA Negeri di Kota Surabaya. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dengan jumlah 5 sekolah. Instrumen penelitian menggunakan angket HLS EU Q16 (Health Literacy Survey Europe Union Question 16) dan NVS (Newest Vital Sign). Teknik analisis data yang digunakan adalah chi square dan persentase. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukkan tingkat literasi kesehatan persepsional siswa jurusan IPA kategori rendah 1,6%, sedang 19,8%, tinggi 78,6% dan tingkat literasi kesehatan fungsional kategori kemungkinan besar literasi terbatas 16,1%, kemungkinan literasi terbatas 38%, kemungkinan literasi cukup 45,8%. Tingkat literasi kesehatan persepsional siswa jurusan IPS kategori rendah 1,4%, sedang 25%, tinggi 73,6% dan tingkat literasi kesehatan fungsional kategori kemungkinan besar literasi terbatas 22,9%, kemungkinan literasi terbatas 39,3%, kemungkinan literasi cukup 37,9%. Perhitungan menggunakan chi square diperoleh hasil 0,608 untuk mencari literasi kesehatan, 0,296 untuk memahami literasi kesehatan, 0,782 untuk menilai literasi kesehatan, 0,259 untuk menerapkan literasi kesehatan dan 0,271 untuk literasi kesehatan persepsional, sedangkan 0,205 untuk literasi kesehatan fungsional. Jadi tidak ada perbedaan yang signifikan literasi kesehatan antara siswa jurusan IPA dan IPS SMA Negeri di Kota Surabaya. Kata kunci: literasi kesehatan, sma negeri, jurusan IPA, jurusan IPS Abstract Health literacy is a persons ability to obtain, process and apply information about health. This ability is needed to support a better quality of life. Especially at the age of adolescence where at that age are still in an unstable condition and the process of assessing good and bad, therefore health literacy is very important possessed so that they understand health and determine the decision on health problems. This study aims to determine the comparison of health literacy between students majoring in Sciences and Social Sciences at State High Schools in the City of Surabaya. This research is a type of comparative research with a quantitative approach. The population of this study were students majoring in Sciences and Social Sciences at State High School in the city of Surabaya. Sampling using cluster random sampling techniques with a sample of 5 schools. The research instrument used the HLS EU Q16 (Health Literacy Survey Europe Union Question 16) questionnaire and NVS (Newest Vital Sign). Data analysis techniques used Chi Square and percentages. Based on the results of statistical analysis shows that the perceptional health literacy level of students majoring in Sciences is low category 1.6%, moderate 19.8%, high 78.6% and functional health literacy level is likely that literacy is limited to 16.1%, the possibility of limited literacy 38 %, the probability of literacy is quite 45.8%. The level of perceptional health literacy in social studies majors in the low category is 1.4%, moderate 25%, high 73.6% and the functional health literacy level is most likely limited literacy 22.9%, the possibility of limited literacy is 39.3%, the likelihood of adequate literacy 37 9%. Calculations using chi square obtained results of 0.608 to look for health literacy, 0.296 to understand health literacy, 0.782 to assess health literacy, 0.259 to apply health literacy and 0.271 for perceptional health literacy, while 0.205 for functional health literacy. So, that there were no significant differences health literacy between students majoring in Sciences and Social Sciences at State High Schools in Surabaya. Keywords: health literacy, state high school, department of science, department of social science
IDENTIFIKASI KEBUGARAN JASMANI SISWA EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT PERGURUAN TAPAK SUCI KATEGORI TANDING DAN SENI DI SMP MUHAMMADIYAH 2 SURABAYA SUBHAN, AGIL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ekstrakurikuler pencak silat merupakan salah satu ekstrakurikuler yang melibatkan siswa pada banyak aktivitas gerak yang tentunya dapat memengaruhi keterampilan, kekuatan, kecepatan, dan kebugaran jasmani. Hal ini berarti pencak silat memerlukan kondisi fisik prima dan siswa harus mempunyai VO2Max yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani pada siswa ekstrakurikuler pencak silat perguruan tapak suci di SMP Muhammadiyah 2 Surabaya kategori tanding yang berjumlah 34 siswa dan kategori seni yang berjumlah 30 siswa. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Kebugaran jasmani diukur berdasarkan tingkat VO2Max siswa menggunakan lari multitahap (MFT= multistage fitness test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kebugaran jasmani siswa dalam kategori tanding sebesar 30,9 masuk dalam kategori kurang. Terdiri atas tingkat kebugaran jasmani baik sebanyak 2 siswa (5,8%), sedang sebanyak 4 siswa (11,76%), kurang sebanyak 12 siswa (35,29%), sangat kurang sebanyak 16 siswa (47,06%). Sedangkan nilai rata-rata kebugaran jasmani siswa dalam kategori seni sebesar 32.57 masuk dalam kategori kurang. Terdiri atas tingkat kebugaran jasmani baik sebanyak 1 siswa (3,33%), sedang sebanyak 4 siswa (13,33%), kurang sebanyak 11 siswa (36,67%), sangat kurang sebanyak 14 siswa (46,67%). Kata Kunci: kebugaran jasmani, pencak silat, tapak suci, kategori tanding, kategori seni Abstract Pencak silat extracurricular activities have various movements and tend to affect movement skills, strength, speed and even physical fitness. It is already clear that pencak silat requires excellent physical condition components and this proves students should have VO2Max was good. This research aims to determine the level of physical fitness on pencak silat tapak suci extracurricular students in Muhammadiyah 2 Surabaya junior high school between fight category with total of 32 students and art category with total of 28 students. This research use quantitative research with a descriptive approach. Engineering tests carried out to measure the ability of VO2Max with multistage running (multistage fitness test=mft). Engineering tests and measurements carried out with multistage running (multistage fitness test/mft) to measure the ability of VO2Max. The results showed that the average physical fitness students of pencak silat extracurricular fight category is 30.9 and entered in the less category. Consists of good level of 2 students (5,8%), moderate level of 4 students (11.76%), less level of 12 students (35.29%), very less level of 16 students (47,06%). While the average physical fitness students of pencak silat extracurricular art category is 32.57 and entered in the less category. Consists of good level of 1 student (3,33%), moderate level of 4 students (13.33%), less level of 11 students (36.67%), very less level of 7 students (25%). Keywords: physical fitness, pencak silat, tapak suci, fight category, art category
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN PART AND WHOLE METHOD TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI BOLAVOLI FAUZIA, KHUSNUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada pembelajaran Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan guru harus memiliki kreativitas dalam mengajar seperti menggunakan metode yang bervariasi. Contoh memberikan metode part and whole yang merupakan metode gabungan dari metode bagian dan metode keseluruhan, ada variasi dan penekanan yang berbeda sehingga siswa akan lebih aktif dan tertarik mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji implementasi serta menganalisis seberapa besar metode part and whole terhadap hasil belajar materi bolavoli. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan one group pretest-posttest design yang dilakukan di SMAN 1 Sooko Mojokerto pada kelas X yang berjumlah 12 kelas dengan populasi 384 siswa, dan jumlah sampel penelitian 32 siswa. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan aplikasi SPSS, dapat diperoleh nilai signifikan 0,00 < 0,05 dengan peningkatan ranah pengetahuan diperoleh persentase 61%, dan pada ranah keterampilan passing bawah sebesar 30%, passing atas sebesar 36%, servis atas sebesar 35%, dan smash sebesar 39%. Dari hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh implementasi yang signifikan dari metode part and whole terhadap hasil belajar materi bolavoli Kata Kunci: metode part and whole, bolavoli Abstract Physical Education learning, a teacher should be creative in teaching by using various methods. For example part and whole method, which is a composite of part method and whole method. There is a different variation and emphasizing on that method, so that students will be more active and interesting to follow the learning process. This research aims to know and try the implementation of part and whole method, and also to analyze how big the influence of this method for students? outcomes in learning volleyball. This research is an experimental research, which takes a quantitative approach. The sampling of this research used one group pretest-posttest design. It was done on 12 classes of X grade in Senior High School 1 Sooko Mojokerto, with a population of 384 students, and the sample of research is 32 students. Based on the result of data analysis using SPSS, the significant value gained is 0.00 < 0.05 can be obtained with a increase in the realm of knowledge obtained by a percentage of 61%. The percentage of difference value on underhand pass, overhead pass, overhead serve, and smash skill posttest and pretest in a row are 30%, 36%, 35% and 39%. And the results of the analysis of these data can be concluded that there I a significant effect of implementation part and whole methods on learning outcome of volleyball. Keyword: part and whole method, volleyball
PERBANDINGAN PERILAKU KESEHATAN ANTARA SISWA JURUSAN IPA DAN IPS SMA NEGERI DI KOTA SURABAYA DANANG SURYO BAHARUDDIN, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan kesehatan adalah upaya pemberian suatu konsep pengetahuan dan informasi di dalam bidang kesehatan, sehingga manusia mampu menangkap pesan dari informasi yang telah disampaikan dan merubah perilakunya. Perilaku kesehatan dalam Global School-based Student Health Survey Indonesia 2015 (GSHS) dibagi menjadi 10 dimensi yaitu; penggunaan alkohol, perilaku diet, penggunaan obat-obatan, kebersihan, kesehatan mental, aktivitas fisik, faktor pelindung, perilaku seksual, penggunaan tembakau, dan kekerasan dan cedera yang tidak disengaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan perilaku kesehatan antara siswa jurusan IPA dan IPS pada 5 SMA Negeri di Kota Surabaya. Penelitian menggunakan jenis penelitian non-eksperimen, dengan desain komparatif yang membandingkan kelompok sampel dengan kelompok lainnya. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner 2015 Indonesia global school-based student health survey dari WHO. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri Jurusan IPA dan IPS di Kota Surabaya. Pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling dari 5 wilayah di Kota Surabaya, masing-masing sekolah diambil 1 kelas dari jurusan IPA dan IPS secara acak dengan jumlah responden 332 siswa. Analisis data menggunakan chi-square dan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dari perilaku kesehatan pada 5 sekolah jurusan IPA dan IPS dari 10 dimensi, 8 diantaranya tidak ada perbedaan yang signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil persentase 8 domain siswa IPA dan IPS masuk dalam kategori baik dan nilai rata-ratanya tidak berbeda terlalu tinggi dari kedua jurusan. Sedangkan untuk 2 dimensi sisanya terdapat perbedaan yang signifikan dari kedua jurusan, dilihat dari persentasenya jurusan IPS lebih baik daripada IPA dengan perolehan hasil untuk dimensi aktivitas fisik dari jurusan IPS pada kategori buruk (68,6%), kategori sedang (29,3%), dan kategori baik (2,1%). Untuk jurusan IPA kategori buruk (76,6%), kategori sedang (18,8%), dan kategori baik (4,7%). Kemudian dari dimensi kekerasan dan cedera yang tidak disengaja jurusan IPS semua masuk kategori baik (100%). Untuk jurusan IPA kategori sedang (3,1%) dan kategori baik (96,9%). Kata Kunci: siswa, pendidikan kesehatan, perilaku kesehatan Abstract Health education is an effort providing a concept of knowledge and information health so that humans afford to gain messages of the information which is given and change their behavior. Health attitudes in Global School-based Student Health Survey Indonesia 2015 (GSHS) are divided into ten dimensions; those are alcohol use, dietary behavior, drug use, hygiene, mental health, physical activity, protective factors, sexual behavior, tobacco use, and accidental violence and injury. The purpose of the research is to know the comparison of health behavior between students majoring in Science and Social Science at five state high schools in Surabaya. This research uses non-experimental research methods with a comparative design which differentiate sample groups from others. A method used was a survey by collecting data using question 2015 Indonesia global school-based student health survey from WHO. The population of this research was all eleventh-grade students majoring in Science and Social Science in Surabaya. The process of taking the sample groups was by multistage random sampling from five areas in Surabaya, each school was taken on class majoring in Science and Social Science randomly with 332 total respondents. The data analyses used chi-square and percentage. Based on the results provided the news of health behavior in each dimension at five schools majoring Science and Social Science of the ten, eight of them were no significant differences. Those were able to be seen from the percentage of eight domain students majoring in Science and Social science that was categorized well and the average was no highly different the two majors. Meanwhile, the two of the dimensions were significant from difference, from the percentage majoring Social science was better than Science with the result of physical activity from majoring Social science the poor category was (68,6%), the middle category was (29,3%), and in the good category was (2,1%). For majoring Science, in the poor category was (76,6%), the middle category was (18,8%), and the good category was (4,7%). Further information on accidental violence and injury dimensions, majoring in Social science the good category (100%). From majoring in Science, the middle category (3,1%) and the good category (96,9%). Keywords: students, health education, health behavior
PENGARUH MEDIA ALAT BANTU TERHADAP KETERAMPILAN TEKNIK DASAR LAY UP ZERO STEP KURNIA HERNAWAN, YOSSI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peraturan permainan bola basket mengalami perubahan yang cukup pesat satu diantaranya adalah lay up. Yang awalnya hanya 2 step berubah menjadi 3 step atau zero step untuk memudahkan siswa ekstrakurikuler memahami zero step dibutuhkan media alat bantu. Media alat bantu merupakan salah satu komponen paling penting dalam proses pelatihan yang dilakukan di kegiatan ekstrakurikuler untuk melatih lay up zero step dalam permainan bola basket. Lay up zero step merupakan peraturan baru yang dikembangkan dari lay up permainan bola basket. Di dalam peraturan yang lama lay up boleh dilakukan oleh pemain hanya dalam 2 langkah, sedangkan zero step menggunakan 3 langkah, artinya ketika pemain mematikan bola dalam posisi melangkah, langkah pertama di abaikan (zero) kemudian dilanjutkan dengan 2 langkah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media alat bantu terhadap keterampilan lay up zero step bola basket. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan menggunakan one group pretest-posttest design. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling, dengan sampel 13 siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket. Berdasarkan uji hipotesis pada lay up zero step bola basket pengaruh media alat bantu memiliki nilai sig 0.00<0.05, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh metode bagian pada hasil lay up bola basket. Di buktikan dengan perhitungan persentase pengaruh media alat bantu untuk nilai lay up pre-test dan lay up post-test dengan peningkatan 5,23%, untuk nilai zero step pre-test dan zero step post-test dengan persentase peningkatan 6%. Kata kunci: media alat bantu, lay up zero step, bola basket Abstract The rules of the basketball game have changed quite rapidly, one of which is lay up. Initially only 2 steps turned into 3 step zero step to make it easier for extracurricular students to understand zero step. Aids media is one of the most important components in the training process carried out in extracurricular activities to train lay up zero step in basketball games. Lay up zero step is a new rules developed from basketball game lay up. In the old game lay up can be done by the player in only 2 steps, while zero step uses 3 steps, meaning that when the player turns the ball in a stride position, the first step is ignored (zero) then continued with 2 steps. This study aims to determine the effect of media aids on basketball layup zero step skills. This type of research is quasi-experimental using one group pretest-posttest design. Determination of the sample using purposive sampling, with a sample of 13 male students who took basketball extracurricular activities. Based on the hypothesis test on the layup zero step of basketball the influence of media aids has a sig value of 0.00<0.05, it can be stated that there is an influence of the method section on the results of the basketball lay-up. Proven by calculating the percentage of media influence of tools for the value of lay-up pre-test and lay-up post-test with an increase of 5.23%, and for the value of zero step pre-test and zero step post-test with a percentage increase of 6% Keywords: aids media, lay up zero step, basketball
SURVEI PERILAKU YANG BERKAITAN DENGAN KESEHATAN DI FAKULTAS ILMU OLAHRAGA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA SEPTI HARININGTYAS, DWI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perilaku merupakan suatu aktivitas yang bersangkutan dengan makhluk hidup. Perilaku kesehatan adalah suatu tanggapan seseorang terhadap rangsangan atau objek yang berkaitan dengan sakit dan penyakit. Perilaku kesehatan meliputi 3 dimensi yakni dimensi perilaku kesehatan, dimensi pentingnya perilaku kesehatan, dan dimensi perilaku umum. Banyak perilaku mahasiswa yang mengkhawatirkan yaitu perilaku merokok, minum alkohol, pola makan, aktivitas fisik, dan perilaku lain. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui gambaran perilaku yang berkaitan dengan kesehatan mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini tergolong penelitian survei yang menggunakan sampel teknik cluster random sampling. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa angkatan 2017. Teknik analisa data yang digunakan mean, standar deviasi dan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dapat digambarkan bahwa rata-rata perilaku kesehatan mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Surabaya yang terdiri dari 3 jurusan yaitu PJKR, PKO, dan PKR dapat dikategorikan baik dengan jumlah 70 mahasiswa sebesar 62,5%, dan untuk kategori kurang baik dengan jumlah 42 mahasiswa sebesar37,5%. Kata Kunci: perilaku kesehatan, mahasiswa, fakultas ilmu olahraga, UNESA Abstract Behavior is an activity related to living things. Health behavior is a persons response to stimuli or objects related to illness and disease. Health behavior includes 3 dimensions namely the dimensions of health behavior, the dimensions of the importance of health behavior, and the dimensions of general behavior. Many worrying student behavior is smoking, drinking alcohol, eating patterns, physical activity, and other behaviors. The purpose of this research is to find out the behavioral picture related to the health of students of the Faculty of Sports, Surabaya State University. This research is classified as a survey research that uses cluster random sampling techniques. The sample used is the 2017 class of students. The data analytic technique used is mean, standard deviation and percentage. Based on the results of the study it can be illustrated that the average health behavior of the students of the Faculty of Sports, State University of Surabaya consisting of 3 majors, namely Physical Education, Health and Recreation, Sport Coaching Education, and Recreational Health Education can be categorized well with 70 students amounting to 62.5%, and for the unfavorable category with the number 42 students by 37.5%. Keywords: health behavior, student, sport sciences faculty, surabaya state university
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA COLOURS PAPER TERHADAP KETERAMPILAN PUKULAN SERVICE PANJANG FOREHAND BULUTANGKIS PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS DI MAN 3 BLITAR ARDITYA AJI, DICKY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penerapan media kertas warna merupakan salah satu cara dalam pengembangan program latihan secara lebih mudah, menyenangkan dan menarik untuk dilakukan pada aktivitas latihan agar mencapai tujuan latihan menggunakan media kertas warna saat latihan servis panjang forehand bulutangkis. Dengan penerapan media kertas warna, diharapkan bisa meningkatkan keterampilan siswa saat mengontrol pukulan servis panjang forehand ke sasaran. Jenis penelitian populasi eksperimen semu melalui deskriptif kuantitatif. Desain penelitian ialah one group pretest?posttest design. Yakni tak terdapat kelompok kontrol, serta tak dipilih random. Berdasarkan hasil penghitungan tabel 3, dijelaskan nilai rata-rata pretest 9,25 dan naik 43 % menjadi 13,2 pada saat posttest nilai signifikan 0,001 < 0, 05. Kesimpulan akhir penelitian ada pengaruh signifikan terhadap penerapan media kertas warna pada keterampilan pukulan service panjang forehand bulutangkis pada ekstrakurikuler bulutangkis di MAN 3 Blitar. Kata Kunci: media colours paper, service forehand Abstract The application of colors paper media is a way to develop training material in a way that is easier, more pleasure and attractive achieve the training objectives by using media colors paper during service exercises long badminton forehand. With the application of color papers this paper is expected to be able to improve students abilities in directing long forehand service punches to various targets. In this study using the method Research using a quasi-experimental population research type quantitative descriptive. The study was one group pretest-posttest design. There are not controls groups and also not chosen randomly. Based on calculation results in table 3, it can be explained that the average pretest value was 9.25 and increased by 43% to 13.2 at the posttest with a significance of 0.001 <0.05. It can be concluded at the end that there is a significant influence on the application of the colors paper media to the long service forehand badminton punch skills in badminton extracurricular activities at Senior High School Islam 3 Blitar. Keywords: media colours paper, forehand service
PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR ANAK DISABILITAS GRAHITA C-1 MELALUI PERMAINAN HALANG RINTANG SATRIA WIDIANTO, BAGUS
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Jasmani Kesehatan Adaptif memiliki tujuan meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan, sosial, intelektual dan kecakapan gerak peserta didik penyandang disabilitas. Pendidikan Jasmani Kesehatan Adaptif di lakukan dengan berbagai macam salah satunya adalah permainan. Contoh memberikan permainan halang rintang yang bermain dari start hingga finish dengan melewati banyak halangan atau rintangan sehingga peserta didik akan lebih aktif dan tertarik. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan untuk mengetahui besarnya peningkatan motorik kasar pada anak disabilitas grahita dengan diberikannya permainan halang rintang dan besarnya peningkatan motorik kasar anak disabilitas grahita melalui permainan halang rintang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif untuk pengambilan data sampel menggunakan one group pretest-postest design. Bersumber pada hasil analisis data menggunakan aplikasi SPSS, memiliki hasil sig 0,00<0,05 diartikan ada perbedaan yang signifikan. Hasil nilai rerata pre-test 18,1 dan post-test 24,0 sehingga ada selisih 5,9. Hasil hitung tes kecakapan motorik kasar peserta didik sebesar 32,6%. Dari hasil analisis data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan terhadap keterampilan motorik kasar melalui permainan halang rintang. Kata Kunci: keterampilan motorik kasar, disabilitas grahita C-1, Halang Rintang Abstract Adaptive Health Physical Education aims to enhance the physical growth and development, motion skills, social and intellectual skills of students with disabilities. Adaptive Health Physical Education is done with various kinds, one of which is a game. One of the examples is to give an obstacle game that plays from start to finish by going through many hitch or obstacles, thus students will be more active and interested. This study aims to know the increase in gross motor skills of children with disabilities through obstacle games and the magnitude of increase in gross motor skills of children with disabilities through obstacle games. This type of research is quasi-experimental research with a quantitative approach which is used to collect data sample using the design of one group pretest-posttest. Based on the results of data analysis using the SPSS application, there is significant result of 0.00 <0.05 which means that there are significant differences. The result of the average score of pre-test is 18.1 and post-test is 24.0, so that there is a difference of 5.9, with the increase in the gross motor skills test results of students by 32.6%. From the results of data analysis, it can be concluded that there is a significant increase in gross motor skills through the obstacle course Keywords: grossmotorskill, mentaldisabilityC-1, halangrintang