cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 59 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2020)" : 59 Documents clear
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PART AND WHOLE TERHADAP HASIL BELAJAR RENANG GAYA BEBAS (CRAWL) ARSA RAHMADINI, DIVETI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam pembelajaran renang di sekolah SMP AL-Falah Surabaya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar renang, khususnya pada renang gaya bebas (crawl). Banyak faktor yang mempengaruhi mereka dalam belajar berenang, salah satunya adalah pemilihan metode pembelajaran. Karena dalam mengajarkan renang di sekolah diperlukan metode yang tepat agar memudahkan siswa dalam memahami dan mempraktikkan gaya dalam berenang. Metode yang digunakan harus disesuaikan dengan sarana dan prasarana yang dimiliki, selain itu pemilihan metode juga disesuaikan dengan karakteristik kelas. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode part and whole. Dari permasalahan tersebut dapat kita rumuskan rumusan masalah: 1) pengaruh metode part and whole terhadap hasil belajar renang gaya bebas (crawl), 2) seberapa besar pengaruh metode part and whole terhadap hasil belajar renang gaya bebas (crawl). Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain one group Pretest-Psottest desaign. Penelitian ini dilakukan di sekolah SMP AL-Falah Surabaya dengan jumlah sampel 24 siswi kelas VII. Dari penelitian dan analisis data dapat disimpulkan jika adanya pengaruh terhadap hasil belajar renang gaya bebas (crawl) dari metode pembelajaran part and whole. Dengan adanya pengaruh tersebut maka terdapat peningkatan hasil belajar renang gaya bebas (carwl) siswi kelas VII, peningkatannya adalah sebesar 78,09%. Kata Kunci: hasil belajar, renang gaya bebas (crawl), metode part and whole Abstract In swimming learning at the Middle School of Al-Falah Surabaya, most of the students had difficulties, especially in freestyle swimming (crawl). Lots of factors affect students? difficulty in learning freestyle swimming (crawl). One of the factors was the selection of learning methods. Therefore, teaching swimming at the school needs appropriate methods to make the students easier to understand and practice the style of swimming. The method used must be adjusted to the facilities and infrastructure that are owned. Besides, the selection of methods is also adjusted to the characteristics of the class. One method that can be used is the part and the whole method. Based on those research problems, this study formulated two purposes to find out: 1) the effect of the parts and whole methods towards the results of freestyle learning (crawl), 2) the great effect of the parts and whole methods towards the results of freestyle learning. This type of study used a quasi-experiment with one group of Pretest-Posttest design. Moreover, This study was conducted at the Middle School of Al-Falah Surabaya, with 24students in VII class as a sample. The result of this study can be concluded that there was an influence on the learning outcomes of freestyle swimming (crawl) with the method of learning part and whole. Additionally, there was an increase in the learning outcomes of freestyle swimming (crawl) of grade VII students, about 78.09%. Keywords: learning outcomes, freestyle swimming (crawl), part and whole
PENERAPAN PART AND WHOLE METHOD TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN RENANG GAYA BEBAS MAHASISWA MELALUI KOMUNITAS BELAJAR TIARA KRISNA PUTRI, GALUH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mahasiswa sebagai calon guru PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) yang akan memberikan pengetahuan mengenai keterampilan renang diwajibkan mampu menguasai keterampilan renang, namun pada kenyataannya terdapat mahasiswa yang belum mampu mempraktikkan teknik berenang dengan baik, sehingga dengan adanya penerapan part and whole memudahkan mahasiswa mempelajari tahapan gaya bebas (crawl) dengan baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan part and whole method terhadap peningkatan keterampilan renang gaya bebas (crawl) mahasiswa melalui komunitas belajar. Komunitas belajar dalam penelitian ini bermaksud sebagai wadah mahasiswa untuk mendapat informasi dan menambah ilmu tentang keterampilan renang, sampel penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan olahraga yang belum lulus matakuliah renang, sampel ini dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan syarat - syarat yang dibuat oleh peneliti dan sebanyak 15 subjek. Desain penelitian ini merupakan One group pretest-posttest, proses pengambilan data ini menggunakan tes keterampilan dengan item-item tes yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan yang signifikan dari penerapan part and whole method terhadap keterampilan renang gaya bebas (crawl) mahasiswa melalui komunitas belajar perhitungan dengan menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Science), diketahui bahwa mean pretest mendapat nilai 19,58 , mean postest dengan nilai 80,00, nilai minimum pretest 00,00 dan nilai minimum posttest 31,25, berdasarkan dari hasil analisis terdapat signifikansi 0,000, yang artinya terdapat peningkatan yang signifikan antara pretest dan posttest, data dinyatakan signifikan bila hasil lebih kecil dari 0,05.Pada hasil keterampilan renang gaya bebas mahasiswa adanya peningkatan dibuktikan dengan perhitungan persentase 46,28%. Kata Kunci: part and whole method, gaya bebas (crawl), komunitas belajar Abstract Students as a candidate of PJOK?s teachers physical education that will give a knowledge about swimming skills are required to master the swimming skills. However, in fact, there are students who have not been able to practice swimming technique correctly. Therefore, part and whole applied to facilitate students to learn the stages of free style (Crawl) properly. . This study aims to test the effect of the application of the part and whole method to increase the swimming skills of free style (crawl) students through learning communities. Learning community in this research is intended as a forum for students to get information and increase knowledge about swimming skills, the sample of this research is the students of physical education who have not passed the course pool, the sample is done by purposive sampling. Data collection was carried out with terms created by the researcher and use 15 subjects. This research design is One group pretest-posttest, the process of taking the data uses the skills test with determined test items. The results of this study show that there is a significant increase from the application of part and whole method on the swimming skills of free style (crawl) students through learning communities. Data calculation by using SPSS (Statistical Package for the Social Science), it is known that the mean pretest score 19,58 , the mean posttest with a value of 80.00, the minimum value of the pretest 00,00 and the minimum value of a posttest 31,25, based on the results of the analysis there is a significance of 0.000, which means that there is a significant increase between the pretest and posttest, data declared significant when the results smaller than 0.05. On the results of the swimming skills of free style students the increase is proved by calculation of the percentage of 46,28% . Keywords: part and whole method, free style (crawl), learning communities
PERBANDINGAN KUALITAS HIDUP MAHASISWA PENDIDIKAN OLAHRAGA, PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA DAN PENDIDIKAN KESEHATAN DAN REKREASI DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ARIFAN, RERI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kualitas hidup adalah suatu persepsi seseorang dalam kehidupan yang dijalani dengan konteks nilai dan budaya individu yang terangkum dalam aspek keadaan psikologis, kesehatan fisik, dan hubungannya dengan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mencari tahu perbedaan kualitas hidup mahasiswa pendidikan olahraga, pendidikan kepelatihan olahraga dan Ilmu keolahragaan di Universitas Negeri Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional design yang menggunakan subjek penelitian pada mahasiswa dengan tiga jurusan yang berbeda. Teknik analisis data yang digunakan adalah mean, persentase, dan uji beda dengan menggunakan kruskall wallis serta uji korelasi dengan menggunakan Chi-Square test. Hasil dari penelitian ini adalah kesehatan fisik mahasiswa pendidikan olahraga 93,8% kurang & 6,3% baik, kesehatan fisik mahasiswa Pendidikan kepelatihan olahraga 80% kurang & 20% baik, kesehatan fisik mahasiswa Ilmu keolahragaan 90% kurang & 10% baik. Kesehatan psikologis mahasiswa Pendidikan olahraga 75% kurang & 25% baik, kesehatan psikologis mahasiswa Pendidikan kepelatihan olahraga 65% kurang & 35% baik, kesehatan psikologis mahasiswa Ilmu keolahragaan 57,5% kurang & 42,5% baik. Hubungan sosial 71,9% kurang & 28,1% baik, Hubungan sosial mahasiswa Pendidikan kepelatihan olahraga 55% kurang & 45% baik, Hubungan sosial mahasiswa Ilmu keolahragaan 65% kurang & 35% baik. Kesehatan lingkungan mahasiswa Pendidikan olahraga 90,6% kurang & 9,4% baik, Kesehatan lingkungan pada mahasiswa Pendidikan kepelatihan olahraga 90% kurang & 10% baik, Kesehatan lingkungan pada mahasiswa Ilmu keolahragaan 92,9% kurang & 7,1% baik. Setelah dilakukan uji beda kualitas hidup pada ketiga jurusan didapatkan hasil nilai asymp sig. 0,62. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan diantara mahasiswa Pendidikan olahraga, Pendidikan kepelatihan olahraga, dan Ilmu keolahragaan terhadap kualitas hidup. Kata kunci: fisik, kualitas hidup, lingkungan, psikologis, sosial Abstract Quality of life is an individuals perception of the life a person lives with the cultural context and individual values ??that are summarized in aspects of physical health, psychological states, and their relationship with the environment. The purpose of this study is to find out the differences in the quality of life of sports education students, sports coaching education and health and recreation education at State University Of Surabaya. The research method used in this study is quantitative with a descriptive approach. The research design used in this study is a cross sectional design that uses research subjects for students with three different study programs. The data analysis technique used is the mean, percentage, and different test using kruskall wallis and the correlation test using the Chi-Square test. The results of this study are the physical health of sports education students 93.8% poor & 6.3% good, physical health of students of sports coaching education 80% poor & 20% good, physical health of students of health and recreation education 90% poor & 10% good. Psychological health of students Physical education 75% poor & 25% good, psychological health of students Physical education training 65% poor & 35% good, psychological health of students Health and recreation education 57.5% poor & 42.5% good . Social relations 71.9% poor & 28.1% good, Social relations of students Education in sports education 55% poor & 45% good, Social relations of students Health and recreation education 65% poor & 35% good. Environmental health of students Sports education 90.6% poor & 9.4% good, Environmental health of students Sports education 90% poor & 10% good, Environmental health of students Health and recreation education 92.9% poor & 7.1% good. After a different quality of life test was performed on the three study programs, the results obtained were asymp sig. 0.62. The conclusion of this study is that there are no significant differences between students of sports education, sports coaching education, and health and recreation education on quality of life. Keywords: physical, quality of life, environment, psychological, social
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) PADA SISWA SMA NEGERI DI KOTA SURABAYA LARASATI, NIKEN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perilaku hidup bersih dan sehat adalah segala perilaku yang dilaksanakan dengan sadar sebagai hasil pembelajaran, yang membentuk seseorang, keluarga, kelompok, atau masyarakat dapat mandiri di bidang kesehatan dan turut terlibat dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Usaha kesehatan Sekolah atau biasa disebut UKS merupakan wadah dan program untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin. Usaha membina, mengembangkan, dan meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik dilaksanakan melalui program pendidikan di sekolah, serta melalui usaha-usaha lain di luar sekolah yang dilakukan dalam rangka pembinaan dan pemeliharaan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usaha kesehatan sekolah (UKS) dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di SMA Negeri di-Kota Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimen dengan desain penelitian korelasional. Populasi penelitian ini adalah 5 SMA Negeri di Surabaya dengan pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling berdasarkan wilayah yaitu Surabaya Pusat, Surabaya Barat, Surabaya Timur, Surabaya Selatan, dan Surabaya Utara. Instrumen pada penelitian ini menggunakan Health Promoting School Observation Sheets For High School dan Indonesia Global school-based student health survey 2015. Analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, korelasi Spearmen dan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil analisis data penelitian antara program Trias UKS dan PHBS menunjukkan bahwa pada; 1) Program pendidikan kesehatan terdapat hubungan yang signifikan dengan domain pola makan dan kesehatan mental, dengan besar sumbangan pada pola makan 1,84% dan pada kesehatan mental 1,32%. 2) Program pelayanan kesehatan terdapat hubungan yang signifikan dengan aktivitas fisik dan penggunaan tembakau, dengan besar sumbangan aktivitas fisik sebesar 2,2% dan pada penggunaan tembakau 1,23%. 3) Pada program pendidikan lingkungan sehat juga terdapat hubungan yang signifikan dengan pola makan, dengan besar sumbangan 2,28%. Kata kunci: PHBS, UKS, SMA Abstract Clean and healthy life behavior are all behaviors that are carried out consciously as a result of learning, which forms a person, family, group, or community that can be independent in the health sector and are involved in realizing public health. School health business or commonly called UKS is a forum and program to improve the ability to live healthy and health status of students as early as possible. Efforts to foster, develop, and improve the ability to live healthy and health status of students are carried out through education programs in schools, as well as through other efforts outside of school carried out in the context of fostering and maintaining public health. This study aims to determine the correlation between school health efforts (UKS) with clean and healthy living behavior (PHBS) in Public High Schools in Surabaya City. This type of research is a non-experimental research with a correlational research design. The population of this study was 5 state high schools in Surabaya by using random cluster sampling based on regions, namely Central Surabaya, West Surabaya, East Surabaya, South Surabaya, and North Surabaya. The instruments in this study used the Health Promoting School Observation Sheets for High Schools and the Indonesia Global School-based Student Health Survey 2015. Analysis of the data used was the test for normality, Spearmen correlation and the coefficient of determination. Based on the results of an analysis of research data between the UKS Trias program and PHBS shows that at; 1) The health education program has a significant correlation with the domain of diet and mental health, with a large contribution to the diet of 1.84% and to mental health 1.32%. 2) The health service program has a significant correlation with physical activity and tobacco use, with a contribution of physical activity of 2.2% and on tobacco use 1.23%. 3) In the healthy environment education program there is also a significant correlation with diet, with a contribution of 2.28%. Keywords: PHBS, UKS, public high school
HUBUNGAN ANTARA LITERASI KESEHATAN DENGAN PELAKSANAAN PROGRAM UKS DI SMAN KOTA SURABAYA SAFITRIYANA HIDAYANTI, DESI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Literasi kesehatan adalah keahlian seseorang untuk mendapatkan, memproses dan menelaah dasar dari informasi kesehatan dan kebutuhan pelayanan yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan terkait dengan kesehatan. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) ialah upaya agar meningkatkan pola hidup sehat dan kualitas kesehatan peserta didik yang dilaksanakan di sekolah sejak dini. Dengan meningkatkan literasi kesehatan seseorang maka akan berakibat positif terhadap kesehatannya. Di lingkungan sekolah peserta didik dapat menerapkan literasi kesehatan pada program UKS (trias UKS) agar kesehatan dari peserta didik tersebut meningkat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan dengan pelaksanaan program UKS SMA Negeri di Kota Surabaya. Peneliti menggunakan jenis penelitian non eksperimen dengan desain penelitian korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga kuesioner yaitu, HLS-EU-Q16, Newest Vital Sign, dan Promoting School Observation Sheets For High School. Populasi penelitian ini adalah 22 SMA Negeri yang ada di Kota Surabaya dengan sampel berjumlah 5 SMA Negeri di Kota Surabaya dengan pemilihan sampel menggunakan cluster random sampling berdasarkan wilayah. Sedangkan untuk analisis data peneliti menggunakan korelasi spearman dan persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi kesehatan persepsi (domain penerapan) dengan program UKS (pelayanan kesehatan) terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai sig. 0,016 ( 0,05) dan besar sumbangan sebesar 1,77%. Untuk domain mencari, menilai dan memahami tidak ada hubungan yang signifikan dengan program UKS. Sedangkan untuk literasi kesehatan fungsional dengan program UKS (pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan) memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai sig. Berturut-turut 0,00 dan 0,00 ( 0,05) dengan besar sumbangan sebesar 16,6% dan 3,9%. Sedangkan untuk literasi kesehatan fungsional dengan program UKS lingkungan sekolah sehat tidak memiliki hubungan yang signifikan. Dari hasil penelitian tersebut dapat dikatakan pemahaman literasi kesehatan tinggi secara tidak langsung akan mempengaruhi program UKS di SMA Negeri di Kota Surabaya. Kata Kunci: literasi kesehatan, program UKS, SMA Negeri Abstract Health literacy is an individuals proficiency to acquire and examine related to health information and service needs that will be used for health decision making. School Health Promotion is an early stage to improve healthy lifestyles and the quality of student?s health which is supported by school. Increased health literacy in students will have a positive impact on their health. In the school environment, students can apply health literacy by the School Health Promotion program (trias UKS) so that the health of the students improves. This study aims to determine the correlation between health literacy and the implementation of School Health Promotion of State High School in the city of Surabaya. The researcher used non-experimental research types with correlational research designs. Data collection was done used three questionnaires namely, HLS-EU-Q16, Newest Vital Sign, and Promoting School Observation Sheets for High School. The population of this study was twenty-two state high schools in the city of Surabaya used a sample of five state high schools in the city of Surabaya with sample selection using cluster random sampling by area. Although, the data analysis researchers used Spearman correlation and percentages. Referring to the results of the study showed that perceptual health literacy (application domain) with the School Health Promotion (Service program) there was a significant relationship with sig. 0.016 (?> 0.05) and a contribution of 1.77%. For the domain searching, assessing and understanding there is no significant relationship with the School Health Promotion. However, functional health literacy with the School Health Promotion program has a significant relationship with sig. Correspondingly 0.00 and 0.00 (?> 0.05) with a contribution of 16.6% and 3.9%. As for functional health literacy with the School Health Promotion program a healthy school environment does not have a significant relationship. From the results of this research it can be said that comprehension of high health literacy will obliquely affect the School Health Promotion in State High Schools in the City of Surabaya. Keywords: health literacy, school health promotion program, state high school
HUBUNGAN ANTARA LITERASI KESEHATAN DENGAN PELAKSANAAN PROGRAM UKS DI SMAN KOTA SURABAYA SAFITRIYANA HIDAYANTI, DESI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Literasi kesehatan adalah keahlian seseorang untuk mendapatkan, memproses dan menelaah dasar dari informasi kesehatan dan kebutuhan pelayanan yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan terkait dengan kesehatan. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) ialah upaya agar meningkatkan pola hidup sehat dan kualitas kesehatan peserta didik yang dilaksanakan di sekolah sejak dini. Dengan meningkatkan literasi kesehatan seseorang maka akan berakibat positif terhadap kesehatannya. Di lingkungan sekolah peserta didik dapat menerapkan literasi kesehatan pada program UKS (trias UKS) agar kesehatan dari peserta didik tersebut meningkat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan dengan pelaksanaan program UKS SMA Negeri di Kota Surabaya. Peneliti menggunakan jenis penelitian non eksperimen dengan desain penelitian korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga kuesioner yaitu, HLS-EU-Q16, Newest Vital Sign, dan Promoting School Observation Sheets For High School. Populasi penelitian ini adalah 22 SMA Negeri yang ada di Kota Surabaya dengan sampel berjumlah 5 SMA Negeri di Kota Surabaya dengan pemilihan sampel menggunakan cluster random sampling berdasarkan wilayah. Sedangkan untuk analisis data peneliti menggunakan korelasi spearman dan persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi kesehatan persepsi (domain penerapan) dengan program UKS (pelayanan kesehatan) terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai sig. 0,016 ( 0,05) dan besar sumbangan sebesar 1,77%. Untuk domain mencari, menilai dan memahami tidak ada hubungan yang signifikan dengan program UKS. Sedangkan untuk literasi kesehatan fungsional dengan program UKS (pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan) memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai sig. Berturut-turut 0,00 dan 0,00 ( 0,05) dengan besar sumbangan sebesar 16,6% dan 3,9%. Sedangkan untuk literasi kesehatan fungsional dengan program UKS lingkungan sekolah sehat tidak memiliki hubungan yang signifikan. Dari hasil penelitian tersebut dapat dikatakan pemahaman literasi kesehatan tinggi secara tidak langsung akan mempengaruhi program UKS di SMA Negeri di Kota Surabaya. Kata Kunci: literasi kesehatan, program UKS, SMA Negeri Abstract Health literacy is an individuals proficiency to acquire and examine related to health information and service needs that will be used for health decision making. School Health Promotion is an early stage to improve healthy lifestyles and the quality of student?s health which is supported by school. Increased health literacy in students will have a positive impact on their health. In the school environment, students can apply health literacy by the School Health Promotion program (trias UKS) so that the health of the students improves. This study aims to determine the correlation between health literacy and the implementation of School Health Promotion of State High School in the city of Surabaya. The researcher used non-experimental research types with correlational research designs. Data collection was done used three questionnaires namely, HLS-EU-Q16, Newest Vital Sign, and Promoting School Observation Sheets for High School. The population of this study was twenty-two state high schools in the city of Surabaya used a sample of five state high schools in the city of Surabaya with sample selection using cluster random sampling by area. Although, the data analysis researchers used Spearman correlation and percentages. Referring to the results of the study showed that perceptual health literacy (application domain) with the School Health Promotion (Service program) there was a significant relationship with sig. 0.016 (?> 0.05) and a contribution of 1.77%. For the domain searching, assessing and understanding there is no significant relationship with the School Health Promotion. However, functional health literacy with the School Health Promotion program has a significant relationship with sig. Correspondingly 0.00 and 0.00 (?> 0.05) with a contribution of 16.6% and 3.9%. As for functional health literacy with the School Health Promotion program a healthy school environment does not have a significant relationship. From the results of this research it can be said that comprehension of high health literacy will obliquely affect the School Health Promotion in State High Schools in the City of Surabaya. Keywords: health literacy, school health promotion program, state high school
HUBUNGAN ANTARA LITERASI KESEHATAN DENGAN PELAKSANAAN PROGRAM UKS DI SMAN KOTA SURABAYA SAFITRIYANA HIDAYANTI, DESI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Literasi kesehatan adalah keahlian seseorang untuk mendapatkan, memproses dan menelaah dasar dari informasi kesehatan dan kebutuhan pelayanan yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan terkait dengan kesehatan. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) ialah upaya agar meningkatkan pola hidup sehat dan kualitas kesehatan peserta didik yang dilaksanakan di sekolah sejak dini. Dengan meningkatkan literasi kesehatan seseorang maka akan berakibat positif terhadap kesehatannya. Di lingkungan sekolah peserta didik dapat menerapkan literasi kesehatan pada program UKS (trias UKS) agar kesehatan dari peserta didik tersebut meningkat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan dengan pelaksanaan program UKS SMA Negeri di Kota Surabaya. Peneliti menggunakan jenis penelitian non eksperimen dengan desain penelitian korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga kuesioner yaitu, HLS-EU-Q16, Newest Vital Sign, dan Promoting School Observation Sheets For High School. Populasi penelitian ini adalah 22 SMA Negeri yang ada di Kota Surabaya dengan sampel berjumlah 5 SMA Negeri di Kota Surabaya dengan pemilihan sampel menggunakan cluster random sampling berdasarkan wilayah. Sedangkan untuk analisis data peneliti menggunakan korelasi spearman dan persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi kesehatan persepsi (domain penerapan) dengan program UKS (pelayanan kesehatan) terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai sig. 0,016 ( 0,05) dan besar sumbangan sebesar 1,77%. Untuk domain mencari, menilai dan memahami tidak ada hubungan yang signifikan dengan program UKS. Sedangkan untuk literasi kesehatan fungsional dengan program UKS (pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan) memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai sig. Berturut-turut 0,00 dan 0,00 ( 0,05) dengan besar sumbangan sebesar 16,6% dan 3,9%. Sedangkan untuk literasi kesehatan fungsional dengan program UKS lingkungan sekolah sehat tidak memiliki hubungan yang signifikan. Dari hasil penelitian tersebut dapat dikatakan pemahaman literasi kesehatan tinggi secara tidak langsung akan mempengaruhi program UKS di SMA Negeri di Kota Surabaya. Kata Kunci: literasi kesehatan, program UKS, SMA Negeri Abstract Health literacy is an individuals proficiency to acquire and examine related to health information and service needs that will be used for health decision making. School Health Promotion is an early stage to improve healthy lifestyles and the quality of student?s health which is supported by school. Increased health literacy in students will have a positive impact on their health. In the school environment, students can apply health literacy by the School Health Promotion program (trias UKS) so that the health of the students improves. This study aims to determine the correlation between health literacy and the implementation of School Health Promotion of State High School in the city of Surabaya. The researcher used non-experimental research types with correlational research designs. Data collection was done used three questionnaires namely, HLS-EU-Q16, Newest Vital Sign, and Promoting School Observation Sheets for High School. The population of this study was twenty-two state high schools in the city of Surabaya used a sample of five state high schools in the city of Surabaya with sample selection using cluster random sampling by area. Although, the data analysis researchers used Spearman correlation and percentages. Referring to the results of the study showed that perceptual health literacy (application domain) with the School Health Promotion (Service program) there was a significant relationship with sig. 0.016 (?> 0.05) and a contribution of 1.77%. For the domain searching, assessing and understanding there is no significant relationship with the School Health Promotion. However, functional health literacy with the School Health Promotion program has a significant relationship with sig. Correspondingly 0.00 and 0.00 (?> 0.05) with a contribution of 16.6% and 3.9%. As for functional health literacy with the School Health Promotion program a healthy school environment does not have a significant relationship. From the results of this research it can be said that comprehension of high health literacy will obliquely affect the School Health Promotion in State High Schools in the City of Surabaya. Keywords: health literacy, school health promotion program, state high school
HUBUNGAN ANTARA LITERASI KESEHATAN DENGAN PELAKSANAAN PROGRAM UKS DI SMAN KOTA SURABAYA SAFITRIYANA HIDAYANTI, DESI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Literasi kesehatan adalah keahlian seseorang untuk mendapatkan, memproses dan menelaah dasar dari informasi kesehatan dan kebutuhan pelayanan yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan terkait dengan kesehatan. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) ialah upaya agar meningkatkan pola hidup sehat dan kualitas kesehatan peserta didik yang dilaksanakan di sekolah sejak dini. Dengan meningkatkan literasi kesehatan seseorang maka akan berakibat positif terhadap kesehatannya. Di lingkungan sekolah peserta didik dapat menerapkan literasi kesehatan pada program UKS (trias UKS) agar kesehatan dari peserta didik tersebut meningkat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan dengan pelaksanaan program UKS SMA Negeri di Kota Surabaya. Peneliti menggunakan jenis penelitian non eksperimen dengan desain penelitian korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga kuesioner yaitu, HLS-EU-Q16, Newest Vital Sign, dan Promoting School Observation Sheets For High School. Populasi penelitian ini adalah 22 SMA Negeri yang ada di Kota Surabaya dengan sampel berjumlah 5 SMA Negeri di Kota Surabaya dengan pemilihan sampel menggunakan cluster random sampling berdasarkan wilayah. Sedangkan untuk analisis data peneliti menggunakan korelasi spearman dan persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi kesehatan persepsi (domain penerapan) dengan program UKS (pelayanan kesehatan) terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai sig. 0,016 ( 0,05) dan besar sumbangan sebesar 1,77%. Untuk domain mencari, menilai dan memahami tidak ada hubungan yang signifikan dengan program UKS. Sedangkan untuk literasi kesehatan fungsional dengan program UKS (pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan) memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai sig. Berturut-turut 0,00 dan 0,00 ( 0,05) dengan besar sumbangan sebesar 16,6% dan 3,9%. Sedangkan untuk literasi kesehatan fungsional dengan program UKS lingkungan sekolah sehat tidak memiliki hubungan yang signifikan. Dari hasil penelitian tersebut dapat dikatakan pemahaman literasi kesehatan tinggi secara tidak langsung akan mempengaruhi program UKS di SMA Negeri di Kota Surabaya. Kata Kunci: literasi kesehatan, program UKS, SMA Negeri Abstract Health literacy is an individuals proficiency to acquire and examine related to health information and service needs that will be used for health decision making. School Health Promotion is an early stage to improve healthy lifestyles and the quality of student?s health which is supported by school. Increased health literacy in students will have a positive impact on their health. In the school environment, students can apply health literacy by the School Health Promotion program (trias UKS) so that the health of the students improves. This study aims to determine the correlation between health literacy and the implementation of School Health Promotion of State High School in the city of Surabaya. The researcher used non-experimental research types with correlational research designs. Data collection was done used three questionnaires namely, HLS-EU-Q16, Newest Vital Sign, and Promoting School Observation Sheets for High School. The population of this study was twenty-two state high schools in the city of Surabaya used a sample of five state high schools in the city of Surabaya with sample selection using cluster random sampling by area. Although, the data analysis researchers used Spearman correlation and percentages. Referring to the results of the study showed that perceptual health literacy (application domain) with the School Health Promotion (Service program) there was a significant relationship with sig. 0.016 (?> 0.05) and a contribution of 1.77%. For the domain searching, assessing and understanding there is no significant relationship with the School Health Promotion. However, functional health literacy with the School Health Promotion program has a significant relationship with sig. Correspondingly 0.00 and 0.00 (?> 0.05) with a contribution of 16.6% and 3.9%. As for functional health literacy with the School Health Promotion program a healthy school environment does not have a significant relationship. From the results of this research it can be said that comprehension of high health literacy will obliquely affect the School Health Promotion in State High Schools in the City of Surabaya. Keywords: health literacy, school health promotion program, state high school
HUBUNGAN PENDAPATAN ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI SISWA RIDHO ISLAMI, ACHMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keadaan status gizi dapat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi para orang tua, karena semua kebutuhan makanan dan minuman yang mendukung gizi didapat dari penghasilan orang tua. Pendapatan orang tua adalah salah satu faktor yang berdampak dalam memenuhi kebutuhan primer yaitu makanan Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara pendapatan orang tua dengan status gizi siswa SDN Buncitan kabupaten Sidoarjo dan Untuk mengetahui seberapa besar sumbangan pendapatan orang tua terhadap status gizi siswa SDN Buncitan kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian non eksperimen melalui pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SDN Buncitan, Sidoarjo dengan jumlah populasinya adalah 532 siswa. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling, dan jumlah sampel yang diambil berjumlah 124. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah IMT/U untuk status gizi dan angket untuk pendapatan orang tua. Analisa data yang digunakan adalah koefisien kontingensi. Berdasarkan paparan analisa data memberi gambaran bahwa siswa dengan status gizi kurus berjumlah 8 (tersebar pada pendapatan orang tua kategori kurang 3, sedang 4, serta tinggi 1. Status gizi normal berjumlah 94 (tersebar dalam pendapatan orang tua kurang 23, sedang 52, tinggi 17, tinggi sekali 2). Status gizi siswa gemuk 19 (tersebar dalam pendapatan orang tua yaitu kurang 2, sedang 10, tinggi 7). Status gizi obesitas 3 (tersebar merata dalam pendapatan orang tua kurang, sedang, dan tinggi masing-masing 1). Hasil perhitungan data menggunakan SPSS 20.0 menghasilkan sig 0.223, hal ini menunjukkan sig (0.233) > alpha (0.005) yang berarti Ho diterima dan H1 ditolak. Hal ini dapat ditarik simpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan orang tua dan status gizi siswa di SDN Buncitan Sidoarjo. Kata Kunci: pendapatan orang tua, status gizi Abstract The status of nutrition can be affected by the economic circumstances of parents, since all the dietary and drinking-related needs are derived from the parents income. The income of the parent is one of the factors that have an impact on meeting the primary needs of the food the purpose of this study is to find out if there is a link between the income of the parent and the nutrition status of Elementary School in district sidoarjo. The kind of research used in this study is non-experimental research through a quantitative descriptive approach with correlation design. The population in this study was a Elementary School buncitan student, sidoarjo with the populous number of 532 students. This study used the simple random sampling technique, and 124 samples are taken. In research the instrument used is imt/u for the nutritional status and questionnaire for parent incomes. The data analysis used is contingency coefficient. Based on the data analysis, it told us that there are 8 students with under-nutrition from 3 different category of parents income. 3 from low income, 4 from middle income, and 1 from upper income. The 94 students are in a good supply of nutrition and coming from different level of parents income. 23 from lower income, 52 from middle income, 17 from upper income, and 2 from higher income. There are 3 students with obesity that coming from each level of parents income (lower, middle, upper). From the data calculation with SPSS 20.0 method, the result is sig 0.223. This shows that sig (0.233) is higher than the alpa (0.005) which means H0 is accepted and H1 is rejected. The conclusion is there is no significant correlation between parents income and the student of Elementary School Buncitan Sidoarjos nutritional status. Keywords: parental income, nutritional status