cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Prestasi Olahraga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2019)" : 24 Documents clear
EFEK PERENDAMAN AIR DINGIN TERHADAP FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING SETELAH MELAKUKAN LATIHAN INTENSITAS TINGGI SARI HARAHAP, DESYTA; JAYADI, IKA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latihan intensitas tinggi adalah jenis latihan yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu, semakin banyak kerja yang dilakukan dalam unit tertentu semakin tinggi intensitas latihannya. Weigh training merupakan salah satu jenis latihan untuk mengembangkan kekuatan dan fleksibilitas pada atlet. Dan dalam latihan ini apat menimbulkan kelelahan yang mendekati maksimal sehingga menurunkan fleksibilitas seorang atlet. Cold water immersion dalam hal ini berperan penting dalam memberikan efek terhadap pemulihan kekuatan otot kaki pasca latihan dan memberikan efek pelemasan terhadap kinerja otot yang telah digunakan atau diforsir selama latihan berlangsung terutama pada latihan dengan intensitas tinggi sehingga mempengaruhi fleksibilitas otot hamstring yang menjadi tumpuan utama latihan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek perendaman air dingin terhadap fleksibilitas otot hamstring setelah melakukan latihan intensitas tinggi atlet putri UKM Bola Tangan Universitas Negeri Surabaya. Dengan melakukan tes kelentukan terhadap otot hamstring diharapkan dapat mengetahui efek perendaman air dingin dan menjadi acuan untuk pemulihan yang efektif dan evisien. Subjek penelitian adalah 14 anggota UKM Bola Tangan Putri Universitas Negeri Surabaya. Hasil dari penelitian ini padaa saat pre test yaitu melakukan tes fleksibilitas menggunakan bench sit and reach mendapatkan hasil rata rata sebesar 40 cm. Setelah itu dilakukan post test 1 berupa latihan weigh training dengan intensitas tinggi menghasilkan rata-rata sebesar 37.43 cm dan post test 2 berupa perlakuan menggunakan perendaman air dingin setelah melakukan latihan mendapatkan rata rata fleksibilitas sebesar 39,5 cm. Dalam penelitian ini membuktikan bahwa recovery menggunakan cold water immersion terhadap fleksibilitas otot hamstring memberikan pengaruh signifikan dalam melakukan pemulihan setelah melakukan latihan intensitas tinggi terhadap UKM Handball Putri Universitas Negeri Surabaya.
EVALUASI INDEK KEBUTUHAN LATIHAN ( INDEX OVERALL DEMAND) ATLET PENCAK SILAT SMA NEGERI OLAHRAGA JAWA TIMUR FARID, M.; SUBAGIO, IRMANTARA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pencak silat merupakan beladiri asal Indonesia warisan bangsa yang saat ini perkembanganya sudah mendunia yang mana sudah diperlombakan di berbagai event nasional maupun Internasional. Akan tetapi banyak pelatih Indonesia khususnya pencak silat sangat kurang dalam pemahaman dalam mengatur berapa dosis latihan yang akan di berikan kepada setiap atlit. Dalam khasus ini sangat berpengaruh pada tingkat pencapaian prestasi atlit, apabila dosis latihan yang di berikan tidak sesuai dengan kemampuan atlit tentunya akan mengakibatkan kelelahan yang berlebih sehingga bisa menyebabkan cidera dan overtraining dan apa bila dosis yang di berikan kurang dari dosis yang semestinya pasti tidak akan terjadi peningkatan pada performance atlit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa besar indek kebutuhan latihan SMA Negeri Olahraga Jawa Timur dengan cara megunakan metode index overall demand ,yang mana metode ini untuk mengetahui seberapa tinggi kualitas dosis latihan yang di berikan oleh setiap individu berdasrkan perhitungan waktu kerja bersih ( volume absolut) perbandingan waktu kerja bersih dan waktu istirahat (absolut density) dan intensitas secara keseluruhan (overall intensity ). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui pengamatan secara langsung untuk mengetahui beberapa faktor ? faktor penting guna menunjang ketahap selanjutnya, yaitu volume relative, volume rest interval, heat rate performance . Hasil penelitian menunjukan bahwa rata ?rata hari pertama untuk rata ?rata volume absolut 56.03, absolut density 26.39, overall intensity 76.48 dan index overall demand 11.42. Pada hari kedua rata ? rata volume absolut 64.17, absolut density 64.21, overall intensity 74.18, overall intensity 30.85. Pada hari ketiga volume absolut 50.83, absolut density -1.10, overall intensity 66.74. index overall demand -0.25 . Menurut hasil rata ?rata diatas dapat di ketahui bahwa indek kebutuhan latihan (index overall demand) atlet pencak silat SMA Negeri Olahraga Jawa Timur masih tergolong sangat rendah sekali. Dikarenakan tingginya waktu istirhat yang mempengaruhi hasil dari volume absolut yang berdampak pada hasil absolut desnity dan juga tidak di tunjang dengan intensitas yang lebih tinggi pada masing ? masing individu yang mnyebabkan turunya hasil dari index overall demand bahkan minus karena latihan terlalu banyak melakukan istirahat. Kata Kunci : Index Overall Demand, Pencak Silat, SMA Negeri Olahraga Jawa Timur ABSTRACT Pencak silat is a martial art from Indonesia, a nations heritage that is currently developing worldwide, which has been competed at various national and International events. However, many Indonesian trainers, especially pencak silat, are very lacking in understanding how many doses of training will be given to each athlete. In this case it is very influential on the level of achievement of athletes, if the dose of exercise provided is not in accordance with the abilities of athletes, of course it will lead to excessive fatigue so that it can cause injury and overtraining and what if the dose is given less than the exact dose will not occur improvement in athlete performance. This study aims to evaluate how much the index of training needs of the Sports High School East Java by using the index overall demand method, which is this method to find out how high the quality of exercise dose given by each individual based on calculation of net work time (absolute volume) comparison clean work time and rest time (absolute density) and (overall intensity). This research is a quantitative study using a descriptive approach. Data retrieval is done through direct observation to find out some important factors to support the next stage, namely volume relative, volume rest interval, heat rate performance. The results show that the first day average for the absolute volume average is 56.03, absolute density 26.39, overall intensity 76.48 and the index overall demand 11.42. On the second day the average absolute volume is 64.17, absolute density 64.21, overall intensity 74.18, overall intensity 30.85. On the third day the absolute volume is 50.83, absolute density -1.10, overall intensity 66.74. index overall demand -0.25. According to the above average results, it can be seen that the index of training needs (index overall demand) of martial arts athletes in Sports High School East Java is still very low. Due to the high istirhat time that affects the results of absolute volumes that have an impact on the absolute results of desnity and also not supported by the higher intensity of each individual which causes the decline in the results of the index overall demand even minus the exercise too much rest. Keyword : Index Of Overall Demand, Pencak Silat, Sports State High School East Java.
PENGARUH LATIHAN HALF SQUAT JUMP DAN KNEE TUCK JUMP DENGAN INTENSITAS 45%-65% TERHADAP KEMAMPUAN VERTICAL JUMP ATLET PUTRA BOLAVOLI PATRIALIST ANGGA NASUTION, MOCHAMMAD; , MUHAMMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Half Squat Jump dan Knee Tuck Jump merupakan beberapa bentuk latihan yang digunakan untuk meningkatkan tinggi loncatan. Pada penelitian ini latihan Half Squat Jump dan Knee Tuck Jump digunakan untuk meningkatkan kemampuan Vertical Jump pada atlet bolavoli. Dan rumusan masalah pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada pengaruh serta perbedaan pengaruh latihan Half Squat Jump dan Knee Tuck Jump terhadap kemampuan Vertical Jump atlet putra bolavoli patrialist. Metode penelitian yang digunakan disini adalah kategori kuantitatif dengan metode eksperimen semu, dan terdapat adanya hubungan sebab akibat antar variabel namun tidak menggunakan kelompok kontrol. Sasaran penelitian yaitu atlet putra bolavoli patrialist dengan rentang usia 13-16 tahun yang berjumlah 20 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok menggunakan teknik ordinal pairing. Teknik pengumpulan data menggunakan test Jump MD. Hasil penelitian menggunakan perhitungan statistik uji t Paired Sample T-Test diketahui bahwa kelompok latihan Half Squat Jump memiliki pengaruh terhadap peningkatan Vertical Jump dikarenakan hasil sig. (2-tailed) 0,000<0,05 sedangkan pada latihan Knee Tuck Jump juga memiliki pengaruh terhadap peningkatan kemampuan Vertical Jump dikarenakan hasil sig. (2-tailed) 0,000<0,05. Dan dapat disimpulkan bahwa latihan Half Squat Jump dan Knee Tuck Jump memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan Vertical Jump. Data peningkatan Vertical Jump kelompok Half Squat Jump memiliki presentase 8,28% sedangkan peningkatan presentase peningkatan Vertical Jump pada kelompok Knee Tuck Jump memiliki presentase 9,35%. Kata Kunci: Pengaruh, Half Squat Jump, Knee Tuck Jump, Vertical Jump Abstract Half Squat Jumps and Knee Tuck Jumps are some of the forms of exercise used to increase jump height. In this study Half Squat Jump and Knee Tuck Jump exercises were used to improve the ability of vertical jump in volleyball athletes. And the formulation of the problem in this study is to determine whether there is influence and the difference in the effect of Half Squat Jump and Knee Tuck Jump training on the ability of the vertical jump athlete male volleyball patrialist. The research method used here is quantitative category with quasi-experimental methods, and there is a causal relationship between variables but does not use a control group. The target of the study was male volleyball patrialist athletes with a age range of 13-16 years, totaling 20 people and divided into 2 groups using the pairing ordinal technique. The data collection technique uses the Jump MD test. The results of the study used a Paired Sample T-Test t-test statistical calculation. It was known that the Half Squat Jump exercise group had an influence on the increase in vertical jump due to the results of the sig. (2-tailed) 0,000 <0,05 while in Knee Tuck Jump exercise also had an influence on increasing vertical jump ability due to the results of sig. (2-tailed) 0,000 <0,05. And it can be concluded that the Half Squat Jump and Knee Tuck Jump exercises have a significant influence on increasing the vertical jump ability. Data on the increase in vertical jump of the Half Squat Jump group has a percentage of 8.28% while the increase in the percentage of vertical jump increase in the Knee Tuck Jump group has a percentage of 9.35%. Keywords: Influence, Half Squat Jump, Knee Tuck Jump, Vertical Jump
ANALISIS STATISTIK TEKNIK TENDANGAN KATEGORI TANDING KELAS D PUTRA MAHASISWA PADA KEJUARAAN PENCAK SILAT SE-JAWA TIMUR OPEN PIALA REKTOR UNESA KE 1 2018 DAILAMI, MUHAMMAD; JATMIKO, TUTUR
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTendangan merupakan salah satu teknik gerak dalam olahraga pencak silat yang mempunyai nilai tinggi dan merupakan salah satu teknik yang sering digunakan dalam pertandingan. Penggunaan teknik tendangan dalam pertandingan cenderung lebih efektif terhadap pengumpulan angka dan pencapaian sasaran serang.Tujuan dari penelitian ini adalah mengenalkan bagaimana peran fisiologi dan ilmu kepelatihan dipadukan dengan sains olahraga khususnya kemampuan statistik menghasilkan sebuah kesempurnaan. Dan untuk mengetahui statistik teknik tendangan lurus, tendangan sabit, tendangan T, tendangan belakang dan tendangan yang paling dominan digunakan pesilat kategori tanding kelas D putra mahasiswa pada Kejuaraan Pencak Silat se-Jawa Timur Open Piala Rektor Unesa ke 1 2018.Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif karena data yang dihasilkan berupa angka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik tendangan lurus sebanyak 159 kali dengan presentase 34,59%, tendangan sabit sebanyak 180 kali dengan presentase 39,05%, tendangan T sebanyak 120 kali dengan presentase 26,03%, tendangan belakang sebanyak 2 kali dengan presentase 0,42% dan teknik tendangan sabit yang paling dominan digunakan dari 26 pertandingan.Kata Kunci : Tendangan, Statistik, Pertandingan, DominanABSTRACTKick is one of the most advanced techniques in pencak silat and is one of the most commonly used techniques in competition. The use of kicking techniques in the game tends to be more effective in collecting points and achieving target attacks.The purpose of this study is to identify how the role of physiology and coaching science is integrated with sports science and the statistical ability to produce perfection. And to find out the statistics on straight kicks, crescent kicks, T kicks, back kicks and kicks were used as a Class D student?s son in the East Java Pencak Championship Open At The First of Piala Rektor UNESA 1 2018.This study includes quantitative research because the data generated is numerical. The results showed that the kick technique was 159 times with 34.59% presentation, a sickle kick 180 times 39.05%, T kick 120 times with 26.03%, back kick 2 times with 0 , 42% and the dominant crescent kick technique were used from 26 games.
ANALISIS SKOR GERAK RANGKAIAN SENAM RITMIK PADA ALAT PITA ISLAMIA, ALWIYAH; JANUARUMI MARHAENDRA, FRANSISCA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk melihat hasil penilaian dalam setiap gerakan dan kesalahan yang dilakukan, serta untuk melihat perbandingan skor saat melakukan rangkaian gerak senam ritmik pada alat pita. Studi penelitian ini adalah dua pesenam senam ritmik PUSLATDA Jawa Timur yang dinilai oleh empat juri Nasional. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif karena hasil dari penelitian menggambarkan bagaimana hasil skor akhir dan apa saja yang menyebabkan hasil skor senam ritmik pada alat pita. Pengambilan data pada penelitian ini adalah dengan tes dan dokumentasi yang berupa kertas penilaian dan rekaman vidio. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, hasil skor akhir mengalami penurunan. Gerakan pada rangkaian terjadi kesalahan yang membuat pemotongan nilai dan skor akhir mengalami penurunan. Nilai yang sangat berperan penting pada skor akhir adalah nilai eksekusi. Kata Kunci : Penilaian, evaluasi, senam ritmik.
EFEKTIVITAS TAKTIK POWER PLAY FUTSAL DALAM MENCETAK GOL KARTADINATA, DENNY; FARUK, MOHAMMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai seorang pemain futsal, kemampuan teknikal dan taktikal individu yang baik harus dimiliki selain mental yang bagus. Dalam suatu permainan futsal, terdapat berbagai macam sistem strategi. Salah satunya adalah power play yang biasanya digunakan untuk mengejar ketertinggalan poin di menit-menit ahir pertandingan. Power play dimainkan oleh lima orang pemain termasuk penjaga gawang. Beberapa tim futsal melakukan taktik power play untuk menambah jumlah gol dan memperkecil poin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keefektifan dari strategi power play dalam mencetak gol pada permainan futsal. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dengan perbandingan 2 tim yang akan melakukan pertandingan uji coba untuk mendapatkan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taktik power play efektif dalam permainan futsal dari segi bola passing, durasi penguasaan bola dan juga gol lebih banyak pada saat tim melakukan taktik power play. Simpulan pada penelitian ini adalah taktik power play yang dilakukan dalam pertandingan uji coba efektif untuk mencetak gol yang lebih banyak. Kata kunci: Efektivitas, Taktik, Power play, Futsal, Gol.
PERBANDINGAN DENYUT NADI, STATUS HIDRASI DAN JUMLAH KALORI DALAM AKTIVITAS SUBMAKSIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MUSIK DAN TANPA MUSIK PADA MAHASISWA FIO UNESA THAURICHIA WAHYU LESTARI, YANI; ASHADI, KUNJUNG
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas Olahraga adalah aktivias yang dilakukan secara terencana, terstruktur, sistemastis serta dilakukan secara berkelanjutan. Seseorang yang melakukan olahraga harus memperhatikan bebrapa faktor diantaranya intensitas latihan yang dilakukan, frekuensi latihan, durasi, serta tipe latihan yang digunakan. Pada penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengetahui perbandingan denyut nadi, status hidrasi, dan jumlah kalori dalam aktivitas submaksimal dengan menggunakan musik dan tanpa musik.Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan menggunakan subjek penelithan sebanyak sepuluh mahasiswa yang dipilih secara proposive sampling. Data yang dicari pada penelitian ini adalah denyut nadi, status hidrasi, dan jumlah kalori. Teknik analisis data yang digunakan adalah mean, standar deviasi, uji normalitas, uji homogenitas, paired t-test, independent samples t-test.Hasil penelitian ini adalah bahwa tidak tedapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang menggunakan musik dan tanpa musik terhadap denyut nadi latihan dan denyut nadi pemulihan ( p > 0,05). Tredapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang menggunakan musik dan anpa musik terhadap status hidrasi ( p > 0,05). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompo yang menggunakan musik dan tanpa musik terhadap jumlah kalori yang dikeluarkan (p > 0,05).
EVALUASI SISTEM KEPELATIHAN RENANG PERKUMPULAN HIU SURABAYA DWI SULISTYAWAN, ARIF; SUBAGIO, IRMANTARA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan dan pencapaian sistem kepelatihan perkumpulan renang renang HIU berdasarkan model CIPP. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data dengan teknik validasi dan angket dan deskriptif kualitatif. Hasil validasi memperoleh skor rata-rata sebesar 83,3% dengan kategori sangat baik. Angket CIPP yang disebarkan kepada subjek penelitian juga mendapat kriteria sangat baik pada semua aspeknya, dengan uraian skor rata-rata pada aspek konteks sebesar 84,85%, pada aspek input sebesar 82,71%, pada aspek proses sebesar 84,37% dan aspek produk sebesar 84,58%. Program latihan yang dijalankan di perkumpulan renang HIU selalu mengalami peningkatan intensitas latihan ketika menjelang kejuaraan Indonesia Open. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil observasi dan hasil angket yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan dan pencapaian program latihan perkumpulan renang renang HIU berjalan dengan sangat baik. Kata Kunci : Sistem Kepelatihan, Perkumpulan renang HIU
HUBUNGAN KELINCAHAN DAN KESEIMBANGAN TERHADAP HASIL RECEIVE PADA ATLET SEPAK TAKRAW PUTRI PUSLATDA JAWA TIMUR VICA RISKITA PUTRI, AMELIA; BULQINI, ARIF
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Receive atau penerimaan bola pertama merupakan suatu teknik yang harus dikuasai oleh pemain sepaktakraw. Teknik ini digunakan pada saat menerima bola dari serangan-serangan yang diberikan oleh pemain lawan. Menerima bola pertama (receive) merupakan suatu gerak kerja yang tidak kalah penting dari sebuah service. Teknik ini juga merupakan salah satu tantangan yang harus dikuasai oleh pemain, suatu kegagalan dalam receive akan sangat menguntungkan bagi lawan (Hanafi, 2015: 28). Suatu receive yang baik akan memudahkan dalam memperoleh poin. Berdasarkan survei yang telah peneliti lakukan di PUSLATDA sepak takraw putri Jawa Timur masih banyak penerimaan bola pertamanya (receive) yang kurang baik. Sedangkan suatu prestasi olahraga dapat tercapai, jika memenuhi komponen seperti atlet yang sangat berpotensial, yang kemudian dibina serta diarahkan oleh sang pelatih, sarana dan prasarana latihan yang baik, kebutuhan serta kesejahteraan atlet yang perlu perhatian dari pembina/pengurus induk cabang olahrga, serta adanya try out untuk dijadikan evaluasi hasil pembinaan dan juga yang paling utama yaitu pembentukan program latihan yang mencakup teknik, fisik dan mental bertanding (Hanif, 2015: 10). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kelincahan dan keseimbangan terhadap hasil receive pada atlet sepak takraw putri PUSLATDA Jawa Timur. penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain penelitian korelasional, yang melibatkan 10 orang atlet sepak takraw putri PUSLATDA jawa timur sebagai populasi yang akan diteliti. Teknik analisis data yang digunakan yaitu rata-rata (mean), standar deviasi, uji normalitas, uji regresi linear berganda dan koefisien determinasi (R square). Berdasarkan hipotesis dan analisis data yang telah diperoleh maka dapat diketahui bahwa ada pengaruh antara variabel bebas kelincahan terhadap variabel terikat receive dengan sumbangan evektif yang di berikan sebesar 92%, namun tidak terdapat pengaruh antara variabel bebas keseimbangan terhadap variabel terikat hasil receive , namun secara simultan (bersama) terdapat pengaruh yang signifikan antara varial bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) sebesar 88,3% sedangkan sisanya 11,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan data dan pembahasan dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan secara parsial (tersendiri) antara variabel kelincahan terhadap hasil receive akan tetapi tidak terdapat hubungan secara parsial (tersendiri) antara variabel keseimbangan terhadap hasil receive, namun secara simultan (bersama) terdapat hubungan antara variabel keseimbangan dan kelincahan terhadap hasil receive pada atlet sepak takraw putri PUSLATDA Jawa Timur. Kata Kunci: Kelincahan, Keseimbagan, Receive Sepaktakraw
PERBANDINGAN KONDISI FISIK DAN ANTROPOMETRI ATLET BOLAVOLI PUTRI KLUB EAGLE SC SURABAYA DENGAN KLUB SPARTA SIDOARJO EKKA ERISTIKAMAYA, DHELILA; IRSYADA, MACHFUD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klub Eagle SC dan Sparta merupakan klub bolavoli yang berfokus pada pembinaan atlet usia dini, dalam pencapaian prestasi bagi seorang atlet usia dini ada beberapa faktor yang mempengaruhi performanya salah satu faktor tersebut adalah kondisi fisik. Kondisi fisik dibutuhkan setiap atlet bolavoli untuk dapat mendukung peformanya dalam bertanding. Komponen kondisi fisik yang harus dimiliki atlet bolavoli meliputi kekuatan, kecepatan, kelentukan, kelincahan, dan daya ledak otot tungkai. Tidak hanya kondisi fisik, pengukuran antropometri juga menjadi acuan untuk meningkatkan peforma atlet dalam bertanding. Antropometri yang dibutuhkan untuk atlet bolavoli meliputi tinggi badan, berat badan, panjang lengan dan panjang tungkai yang ideal. Dilihat dari karakteristik olahraga bolavoli yang menggunakan net sebagai pembatas permainan dengan ketinggian untuk putri 2,24cm dan putra 2,43cm mengharuskan atletnya memiliki tinggi badan yang mendukung. Metode penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan analisis pendekatan deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data hasil tes kondisi fisik dan pengukuran antropometri dan kemudian membandingkan keduanya. Dari data hasil tes dan pengukuran tersebut supaya dijadikan acuan dalam pembuatan program latihan berikutnya. Subjek penelitian adalah 12 atlet dari klub Eagle SC Surabaya dan 12 atlet dari klub Sparta Sidoarjo. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengambil data kekuatan otot lengan dan perut menggunakan tes sit up dan push up, kelentukan diukur dengan menggunakan tes duduk raihan menggunakan alat sit and reach, daya ledak otot tungkai diukur dengan tes vertical jump dengan menggunakan alat jump MD, kecepatan diukur dengan tes lari 30 meter, dan kelincahan diukur dengan tes lari suttle run. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil tes sit up atlet Eagle SC Surabaya sebanyak 35 kali sementara untuk rata-rata atlet Sparta Sidoarjo sebanyak 33 kali. Rata-rata hasil tes push up atlet Eagle SC Surabaya sebanyak 28 kali sementara untuk rata-rata atlet Sparta Sidoarjo sebanyak 35 kali. Untuk rata-rata hasil tes kelentukan dengan alat sit and reach atlet Eagle SC Surabaya sebesar 18.83 inchi sementara untuk rata-rata atlet Sparta Sidoarjo sebesar 15.79 inchi. Rata-rata hasil tes vertical jump atlet Eagle SC Surabaya dengan alat jump MD sebesar 48.08 cm sementara untuk rata-rata atlet Sparta Sidoarjo sebesar 41.5 cm. Rata-rata hasil tes lari 30 meter atlet Eagle SC Surabaya meter sebesar 4.65 detik sementara untuk rata-rata atlet Sparta Sidoarjo sebesar 5.19 detik. Rata-rata hasil tes suttle run 4x10 meter atlet Eagle SC Surabaya sebesar 14.31 detik sementara untuk rata-rata atlet Sparta Sidoarjo sebesar 13.93 detik. Hasil pengukuran untuk tes berat badan atlet Eagle SC Surabaya rata-rata sebesar 59.08 kg sementara untuk tes berat badan Sparta Sidoarjo rata-rata sebesar 50.75 kg. Hasil pengukuran untuk tes tinggi badan atlet Eagle SC Surabaya rata-rata sebesar 170 cm sementara untuk tes tinggi badan atlet Sparta Sidoarjo rata-rata sebesar 154 cm. Hasil pengukuran untuk tes panjang lengan atlet Eagle SC Surabaya rata-rata sebesar 35 cm. sementara untuk tes panjang lengan atlet Sparta Sidoarjo dengan rata-rata 35 cm. Hasil pengukuran untuk tes panjang tungkai atlet Eagle SC Surabaya rata-rata 39 cm sementara untuk panjang tungkai atlet Sparta Sidoarjo rata-rata 38 cm.Kata Kunci : Perbandingan, Kondisi Fisik, Antropometri, Bolavoli

Page 1 of 3 | Total Record : 24