cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Olahraga
  • jurnal-kesehatan-olahraga
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2017): Edisi Agustus 2017" : 7 Documents clear
ANALISIS KETERAMPILAN TEKNIK BERMAIN PADA PERMAINAN TUNGGAL DAN GANDA PUTRA DALAM CABANG OLAHRAGA BULUTANGKIS KHOIRUL UMAM, ACHMAD
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 5, No 3 (2017): Edisi Agustus 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan teknik dalam bermain bulutangkis merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh semua atlet pada saat pertandingan, serta pelatih yang dituntut untuk bisa memenuhi kebutuhan atlitnya agar dapat mencapai prestasi yang tinggi dalam cabang olahraga bulutangkis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan teknik yang dominan dipakai oleh atlet dunia dalam pertandingan yang sebenarnya. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian non-eksperimen dengan metode penelitian analisis deskriptif dengan rumus persentase. Subjek penelitian ini adalah pertandingan tunggal putra peringkat 1 dan 2 pada Olimpiade RIO 2016 Men’s Single Final dan pertandingan ganda putra peringkat 1 dan 2 pada Yonex Denmark Open 2016 Men’s Double Semifinal. Hasil penelitian ini diperoleh dari analisis teknik yang paling dominan digunakan dalam pertandingan yang sebenarnya. Adapun hasil penelitian pada tunggal putra diperoleh hasil sebagai berikut ini : teknik netting (21,789%), teknik net clear/underhand lob (20,726%), teknik overhead drop (18,335%), teknik smash (13,020%), teknik overhead lob (12,666%), teknik short serve (6,820%), teknik drive (5,580%), teknik dropshoot (0,974%), dan teknik long serve (0,089%). Sedangkan pada ganda putra diperoleh hasil sebagai berikut : teknik drive (21,891%), teknik overhead drop (17,487%), teknik smash (16,580%), teknik clear/overhead lob (14,378%), teknik short serve (13,342%), teknik net clear/underhand lob (9,067%), teknik netting (6,606%), teknik long serve (0,389%) dan teknik dropshoot (0,259%). Hasil tersebut didapatkan dengan menggunakan rumus persentase . Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan: 1) Teknik netting dan net clear/lob merupakan teknik yang paling dominan dibutuhkan pada pertandingan tunggal putra yang dikategorikan kedalam permainan lambat/lama dengan frekuensi pertandingan selama 17 menit 14  detik dan dilakukan dengan 1129 kali pukulan. 2) Teknik drive merupakan teknik yang paling dominan digunakan pada pertandingan ganda putra yang dikategorikan kedalam permainan cepat dengan frekuensi pertandingan selama 8 menit 47 detik dan dilakukan dengan 772 kali pukulan.  Kata kunci : Bulutangkis, Teknik, Keterampilan bermain
PENINGKATAN DAYA TAHAN AEROBIK MELALUI PENGEMBANGAN LATIHAN FARTLEK PADA SSB ANAK BANGSA SURABAYA USIA 15 – 16 TAHUN ALFIN HARIYANTO, ACH
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 5, No 3 (2017): Edisi Agustus 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepakbola merupakan cabang olahraga yang membutuhkan kondisi fisik yang prima, dalam cabang olahraga sepakbola daya tahan aerobik (VO2max) dan anaerobik sangat menunjang dalam peforma atlet. Daya tahan aerobik (VO2max) adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan oksigen selama kegiatan secara maksimal. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah latihan fartlek terhadap peningkatan daya tahan aerobik (VO2max). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan pre-test dan post-test. Sampel penelitian sebanyak 16 orang. Hasil penelitian diperoleh rata – rata nilai VO2max pada pre-test sebesar 36,975 dan post-test sebesar 42,368. Berdasarkan uji normalitas data pre-test diperoleh x2tabel lebih besar dari x2hitung (5,991 > 2,1432) dan post-test (5,991 > 2,4222), sehingga data berdistribusi normal. Perhitungan uji perbedaan rata – rata nilai VO2max sebelum dan sesudah diberi latihan fartlek diperoleh thitung 11,014 nilai ttabel dengan taraf signifikansi 0,05 dengan df = 15 adalah 1,753. Karena thitung lebih besar dari ttabel (11,014 > 1,753), maka H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan nilai VO2max sebelum dan sesudah diberi perlakuan atau latihan fartlek. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui pengembangan latihan fartlek dapat meningkatkan daya tahan aerobik (VO2max). Kata Kunci : Sepakbola, Latihan Fartlek, Daya Tahan Aerobik (VO2max)
PENGARUH MANIPULASI MASASE OLAHRAGA TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM LAKTAT DALAM DARAH SETELAH LATIHAN ANAEROBIK KASMADI,
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 5, No 3 (2017): Edisi Agustus 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masase olahraga merupakan suatu manipulasi yang dilakukan dengan manual pada bagian tubuh tertentu yang memberikan efek memperlancar sirkulasi darah ke arah jantung sehingga mempercepat metabolisme zat sisa pembakaran ( asam laktat). Asam laktat merupakan sisa-sisa metabolisme energi anaerobik yang dapat menyebabkan rasa nyeri pada otot.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari pengaruh manipulasi masase olahraga terhadap penurunan kadar asam laktat dalam darah setelah latihan anaerobik. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan  Randomized Pretest-Postest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini mahasiswa Jurusan Pendidikan Kesehatan Dan Rekreasi  angkatan tahun 2016  Universitas Negeri Surabaya.  Sampel penelitian sebanyak 20 yang di peroleh melalui teknik purposive Sampling.  Variabel dalam penelitian ini terdiri dari, variabel bebas yaitu latihan anaerobik dan manipulasi masase olahraga dan variabel terikat penurunan kadar asam laktat. Teknik analisis data menggunakan Uji beda (Uji t) dan  uji normalitas.  Hasil penelitian diperoleh rata-rata pre-test sebesar 13,68 mM/l  dan data post-test 8,55 mM/l. Berdasar uji normalitas data pre-test diperoleh x2tabel lebih besar dari pada x2 hitung(2,3522>3,841) dan post-test (2,3138>3,841) dengan demikian data berdistribusi normal. Berdasarkan uji perbedaan diperoleh thitung  sebesar 14,17 dengan taraf signifikan 0,05 dengan df = 9 adalah 1,833. Karena t hitung lebih besar daripada t tabel maka Ho ditolak yang berarti manipulasi masase olahraga efektif dalam menurunkan kadar asam laktat dalam darah setelah latihan anaerobik. Dengan demikian dapat disimpulkan manipulasi masase olahraga selama 10 menit berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar asam laktat dalam darah setelah latihan anaerobik dengan persentase penurunan sebesar 37,5 % Kata kunci: Latihan Anaerobik, Masase Olahraga, Asam Laktat
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) DENGAN KEBUGARAN JASMANI PADA TIM SEPAKBOLA PUTRA USIA 18 TAHUN ELFAZA FC SURABAYA ARIF, SYAIFUL
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 5, No 3 (2017): Edisi Agustus 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani adalah kadar hemoglobin. Sekolah sepakbola merupakan wadah bagi pemain untuk meningkatkan kebugaran jasmani yang secara tidak langsung dipengaruhi oleh tingkat kadar hemoglobin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan kadar hemoglobin dengan kebugaran jasmani dan mengetahui besarnya hubungan antara kadar hemoglobin dengan kebugaran jasmani, agar pelatih dapat memberi porsi latihan yang cukup dan sesuai dengan kebugaran jasmaninya masing – masing dan agar kadar hemoglobin pemain tetap dalam keadaan normal. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen melalui pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Desain korelasional tujuannya adalah menghubungkan dua variabel atau lebih. Hubungan antar variabel yang digunakan adalah hubungan sebab akibat, terjadi apabila variabel yang satu menjadi penyebab variabel yang lain. Sample dalam penelitian ini adalah seluruh pemain sepakbola putra usia 18 tahun Elfaza Surabaya dengan jumlah sampel sebesar 23 pemain. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes MFT dan tes pengambilan darah. Korelasi Product Moment digunakan untuk analisis data. Berdasarkan hasil analisis diketahui nilai terendah tes kadar hemoglobin adalah 12.3, sedangkan nilai tertingginya 17.0. Nilai rata – rata sebesar 14.782 dengan standar deviasi sebesar 1.391. Nilai terendah tes kebugaran jasmani adalah 29.10 dan tertingginya adalah 49.90. Hasil tes  kebugaran jasmani mempunyai rata – rata sebesar 44.704 dengan standar deviasi 6.981. Hasil korelasi  Product Moment menunjukkan bahwa hasil korelasi sebesar 0.744 dan taraf signifikasi sebesar 0.0000744. Dapat diketahui hasil koefisien determinasi sebesar 55.35%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan kebugaran jasmani pada pemain sepakbola putra usia 18 Tahun Surabaya yaitu sebesar 55.35% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Kata Kunci: kadar hemoglobin, kebugaran jasmani, Sepakbola
PENGARUH PENERAPAN COLD WATER IMMERSION (CRYOTHERAPY) PASCA LATIHAN TERHADAP RECOVERY WUSHU SANSHOU PUTRA SURABAYA AGUNG ADHITYA RAKHMAN, PANJI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 5, No 3 (2017): Edisi Agustus 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak sekali metode yang bisa di gunakan dalam melakukan pemulihan untuk atlet, salahsatunya adalah dengan menggunakan metode cryotherapy “cool water immersion” salah satu metode yang mulai berkembang dan banyak di gunakan untuk para atlet dalam menjaga kondisi, dan mengembalikan kondisi tubuh seperti semula sehingga dapat memberikan pencapaian hasil yang maksimal, banyak juga cara yang dapat di lakukan untuk menguji recovery seorang atlet. Salah satunya adalah  dengan denyut nadi dan juga suhu tubuh.   Metode cryotherapy “cool water immersion”  dinilai efektif sebagai metode pemulihan pasca kegiatan olahraga, karena efek daripada metode ini dapat dirasakan oleh tubuh secara langsung, dengan melakukan pencelupan, tubuh bagian bawah yang dicelupkan terlebih dahulu akan menerima tekanan dari air dari bagian paling bawah hingga ke bagian atas, inilah yang dinamakan prinsip hydromassage. Sehingga dengan adanya tekanan dari air, darah kotor hasil kegiatan oksidasi yang beredar keseluruh tubuh dengan kandungan asam laktat akan dikembalikan ke bagian jantung untuk kemudian diproses menjadi darah bersih kembali. Hal ini karena berendam dalam air dingin akan menimbulkan terjadinya fasokonstriksi pada pembuluh darah yang dapat memperlambat penyebaran darah keseluruh tubuh sehingga pemulihan denyut nadi dapat terkontrol                 Hasil dari pengamatan yang ada, mekukan metode cryotherapy “cool water immersion”, dengan pengukuran yang di lakukan dengan menggunakan suhu tubuh memiliki nilai rata-rata 13.480, 18.480, 22.240, yand dilakukan tiap 5 menit dan menurut pengujian ttabel dengan suhu tubuh, telah di peroleh hasil 000 >0.05, 0.30 >0.05 dan 0.42>0.05. Dari nilai t hitung antara pemulihan dengan metode cryotherapy, dapat disimpulkan bahwa t hitung yang di lakukan tiap 5 menit lebih besar dari 0.05 dengan kata lain pemulihan aktif dengan menggunakan metode pengukuran suhu memiliki pengaruh yang signifikan Kata Kunci : cold water immersion, recovery, denyut nadi, suhu tubuh
PENGARUH MODIFIKASI PERMAINAN LEMPAR TANGKAP BOLA TERHADAP KOORDINASI GERAK MANIPULATIF ANAK TUNAGRAHITA RINGAN SISWA SMPLB-C ALPHA KUMARA WARDHANA II SURABAYA ZAINAL ARIFIN, MUHAMMAD
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 5, No 3 (2017): Edisi Agustus 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The motoric development of tunagrahita children is not fast than the motoric development of natural children. Because it influenced by the intellectual ability some child and less of coordination movement is the indicator motoric which had the tunagrahita children. The purpose of this research is to know the influence of modification throw-catch ball game for coordination move manipulative. This research use experimental apparent research with use pre test post test plan. The sample of this research use 14 sample with use purposive sampling. The instruments of this research use motor fitness test with use modification throw on the target with move coordination.The result of this research got the average coordination move manipulative on pre test is 4,64 times of pitch and post test is 5,50 times of pitch. Based on normality data pre test got tabel is bigger from hitung (5,991> 1,107) and post test (5,991 > 1,315), so the distribution data is normal. The accounting of difference test average of coordination move manipulative before and after given modification throw-catch ball game got thitung  2,747, the value ttabel with significance 0,05 with df = 13 is 1,771. Because thitung is bigger from ttabel (2,747 > 1,771). So can take the conclusion there is the influence of modification throw-catch ball game for coordination move manipulative.
ANALISIS MOTIVASI PADA KOMUNITAS MASYARAKAT PELAKU OLAHRAGA REKREASI BOLAVOLTIK DI KECAMATAN PACET ROBBY PRAMADYA, YANNIS
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 5, No 3 (2017): Edisi Agustus 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS MOTIVASI PADA KOMUNITAS MASYARAKAT PELAKU OLAHRAGA REKREASI BOLAVOLTIK DI KECAMATAN PACET Nama: Yannis Robby Pramadya NIM: 12060484060 Program Studi : S1 Ilmu Keolahragaan Jurusan: Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Fakultas : Ilmu Keolahragaan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing: Dr. Andun Sudijandoko, M.Kes. Motivasi merupakan salah satu faktor penentu sebagai pendorong tingkah laku manusia, sehingga dengan adanya motivasi seseorang dapat mendorong dirinya untuk lebih giat berlatih dan mencapai hasil yang maksimal. Dengan adanya motivasi tersebut akan mendorong seseorang untuk berlatih, bekerjakeras, dan dapat bertahan lebih lama dalam mengikuti suatu kegiatan atau latihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar motivasi intrinsik dan ekstrinsik pada komunitas masyarakat pelaku olahraga rekreasi bolavoltik di Kecamatan Pacet. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei. Instrumen yang digunakan berupa angket. Subjek penelitian yang digunakan adalah masyarakat pelaku olahraga rekreasi bolavoltik di Kecamatan Pacet sebanyak 60 orang. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab IV dapat diambil simpulan bahwa motivasi pada komunitas masyarakat pelaku olahraga rekreasi bolavoltik di Kecamatan Pacet tergolong sangat besar atau sangat baik. Dilihat dari jenis motivasinya menunjukkan bahwa motivasi intrinsic untuk mengikuti olahraga rekreasi bolavoltik di Kecamatan Pacet lebih besar daripada motivasi ekstrinsik. Rata-rata motivasi intrinsic sebesar 84% dalam predikat sangat baik sedangkan motivasi ekstrinsik sebesar 66% dalam predikat baik. Motivasi intrinsik pada komunitas masyarakat pelaku olahraga rekreasi bolavoltik di Kecamatan Pacet yang tergolong besar karena merupakan kebutuhan, harapan, minat, dan kesenangan, sedangkan motivasi ekstrinsik yang tergolong besar karena keluarga, lingkungan, dan imbalan.   Kata Kunci: Motivasi intriksik, Motivasi ekstrinsik, Olahraga rekreasi bolavoltik (bolavoli plastik), Kecamatan Pacet.

Page 1 of 1 | Total Record : 7