Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Desain Pedoman Praktikum Kimia yang Berorientasi Keterampilan Proses Arif, Syaiful
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 1 No 1 (2016): Penelitian Pendidikan dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.207 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v1i1.10

Abstract

Pedoman praktikum kimia berbasis eksperimen SMA/MA kelas XI semester genap merupakan perangkat pembelajaran di laboratorium yang sudah divalidasi oleh ahli isi/materi pelajaran kimia dan ahli media/desain pembelajaran. Pengembangan ini bertujuan untuk (1) Untuk mendeskripsikan kelayakan materi/isi buku panduan praktikum berbasis eksperimen yang dikembangkan (2) untuk mendeskripsikan kelayakan kontruksi/desain buku panduan praktikum yang berbasis eksperimen. Rancangan penelitian mengunakan 4-D ( four D Models) yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), penyebaran (desseminite). Kriteria  panduan praktikum dinyatakan layak jika penilaian terhadap buku panduan diperoleh ≥ 61 %. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar validasi dan angket, lembar validasi digunakan untuk memberikan tanggapan dan penilaian terhadap panduan praktikum kimia yang dikembangkan. Lembar validasi ini diberikan kepada tim ahli isi/materi pelajaran kimia dan tim ahli media/desain pembelajaran. Sedangkan lembar angket diberikan kepada guru dan siswa pada saat ujicoba terbatas, angket ini digunakan untuk mengetahui respon siswa dan guru tentang buku panduan praktikum yang dikembangkan. Data yang diperoleh diolah berdasarkan skala likert didapatkan bahwa (1) kelayakan panduan praktikum kimia dari segi ahli isi/materi pelajaran diperoleh rata-rata sebesar 78,15 %, yang artinya memenuhi dan layak untuk di ujicobakan (2) kelayakan panduan praktikum kimia dari segi ahli media/desain pembelajaran diperoleh rata-rata sebesar 80,98 % yang artinya memenuhi dan layak untuk di ujicobakan (3) hasil angket respon guru kimia  diperoleh rata-rata sebesar 84 % yang artinya sangat memenuhi dan mudah penggunaannya (4)  hasil angket respon siswa diperoleh rata-rata sebesar 79,3 % yang artinya memenuhi dan menarik dan mudah dipergunakan.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) DENGAN KEBUGARAN JASMANI PADA TIM SEPAKBOLA PUTRA USIA 18 TAHUN ELFAZA FC SURABAYA ARIF, SYAIFUL
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 5, No 3 (2017): Edisi Agustus 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani adalah kadar hemoglobin. Sekolah sepakbola merupakan wadah bagi pemain untuk meningkatkan kebugaran jasmani yang secara tidak langsung dipengaruhi oleh tingkat kadar hemoglobin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan kadar hemoglobin dengan kebugaran jasmani dan mengetahui besarnya hubungan antara kadar hemoglobin dengan kebugaran jasmani, agar pelatih dapat memberi porsi latihan yang cukup dan sesuai dengan kebugaran jasmaninya masing – masing dan agar kadar hemoglobin pemain tetap dalam keadaan normal. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen melalui pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Desain korelasional tujuannya adalah menghubungkan dua variabel atau lebih. Hubungan antar variabel yang digunakan adalah hubungan sebab akibat, terjadi apabila variabel yang satu menjadi penyebab variabel yang lain. Sample dalam penelitian ini adalah seluruh pemain sepakbola putra usia 18 tahun Elfaza Surabaya dengan jumlah sampel sebesar 23 pemain. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes MFT dan tes pengambilan darah. Korelasi Product Moment digunakan untuk analisis data. Berdasarkan hasil analisis diketahui nilai terendah tes kadar hemoglobin adalah 12.3, sedangkan nilai tertingginya 17.0. Nilai rata – rata sebesar 14.782 dengan standar deviasi sebesar 1.391. Nilai terendah tes kebugaran jasmani adalah 29.10 dan tertingginya adalah 49.90. Hasil tes  kebugaran jasmani mempunyai rata – rata sebesar 44.704 dengan standar deviasi 6.981. Hasil korelasi  Product Moment menunjukkan bahwa hasil korelasi sebesar 0.744 dan taraf signifikasi sebesar 0.0000744. Dapat diketahui hasil koefisien determinasi sebesar 55.35%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan kebugaran jasmani pada pemain sepakbola putra usia 18 Tahun Surabaya yaitu sebesar 55.35% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Kata Kunci: kadar hemoglobin, kebugaran jasmani, Sepakbola
KARAKTERISASI PISAU DARI BAHAN WIRE ROPE TEMPA MANUAL Arif, Syaiful; Koswara
JTTM : Jurnal Terapan Teknik Mesin Vol 1 No 2 (2020): JTTM: Jurnal Terapan Teknik Mesin
Publisher : Teknik Mesin - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/msn.v1i2.36

Abstract

Pisau banyak dijumpai pada pengolahan makanan, untuk pembuatan pisau dilakukan oleh pande besi tradisional memproduksi pisau dengan pengetahuan metalurgi yang terbatas dimana pisau yang dihasilkan berkualitas rendah. Kualitas pisau yang di produksi pande besi tradisional dapat ditingkatkan dengan cara pemilihan material dasar, proses pembuatan, perlakuan panas serta proses akhir yang tepat, dengan memanfaatkan berbagai limbah salah satunya wire rope. Wire rope terbuat dari kawat baja yang disebut piano wire memiliki baja karbon C : 0,8 %. dengan campuran boraks dan amonium klorida sebagai fluks ketika pencampuran untuk memudahkan peleburan. Kualitas pisau sangat dipengaruhi oleh tingkat kekerasan dan ketangguhan material pisau. Pengujian dilakukan meliputi pengujian komposisi kimia, uji metalografi, uji kekerasan. Bagian tepi pisau memiliki kekerasan 712 HV sedangkan pangkal pisau 241 HV dikarenakan proses heat treatment pada tepi tajam, sedangkan komposisi kimia Fe-98,6 %, C-0,42 %, Si-0,206 %, Mn-0,505 %, Cr-0,05% dan P-0,0149 %. Fasa yang terjadi pada tepi tajam lebih dominan martensite sedangkan pangkal pisau ferrite, menunjukan bahwa pisau dapat digunakan.
EPISTEMIC RATIONALITY IN ISLAMIC EDUCATION: The Significance for Religious Moderation in Contemporary Indonesian Islam Prasetia, Senata Adi; Asrohah, Hanun; Najiyah, Siti Firqo; Arif, Syaiful
ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam Vol 22, No 2 (2021): Islamic Education and History
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ua.v22i2.12771

Abstract

This article discusses the concept of epistemic rationality in Islamic education and its significance for strengthening religious moderation in contemporary Indonesian Islam. The questions are: (1) How is the conception of epistemic rationality? (2) To what extent is the role of epistemic rationality in Islamic education? (3) How do classical Islamic treasures view the epistemic rationality and its significance for strengthening religious moderation in Indonesian Islam? Afterwards, the theoretical assumption underlying this article is that the strengthening of religious moderation without being supported by epistemic rationality is null and void. This article finds that the passion of reading in Islam processed through epistemic rationality has provided huge contribution for Islamic civilization so that it reaches its golden age. Hence, in Indonesian Islamic education context, strengthening religious moderation must be delivered through epistemic rationality as basic reasoning in understanding religious text and digging the diversity phenomenon in order to avoid radicalism and blind fanaticism. Epistemic rationality must be considered as starting point to build curriculum structure and learning contents that emphasize more on the competency of ‘know-how’ and ‘know-why’ rather than ‘know-what’.
SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK TERMODIFIKASI KITOSAN SECARA REDUKSI KIMIA: REVIEW ARTIKEL Saputra, Aswin Caesar; Alimuddin, Alimuddin; Arif, Syaiful
PROSIDING SEMINAR KIMIA Vol 2 No 2 (2024): Prosiding SNKT III 2023
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanoparticle is a compound particle that is synthesized in sizes ranging from 1-100 nanometers. Some things that need to be considered in the synthesis of silver nanoparticles are from their size, shape and morphology. In chemical methods, nanoparticles are made by reducing Ag+ ions, so that reducing agents and stabilizers play an important role in synthesis. Different reducing agents will affect the size of the resulting nanoparticles. Based on the literature review, a popular method used to synthesize silver nanoparticles is to use sodium borohydride as a silver nitrate reductor which has the advantage of being able to reduce and stabilize silver nitrate well, if modified with chitosan, silver nanoparticles formed will be more stable and can last longer. Based on previous research, chitosan-modified silver nanoparticles were used for antibacterial activity tests conducted against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria and for colorimetric detection of Hg2+ metal in water, where there was a color change in silver nanoparticles from yellow to colorless which showed high selectivity of chemical sensors to detect target analytes. Keywords : Silver Nanoparticles, Reducing Agents, Stabilizer, Chemical sensors.
SILVER NANOPARTICLES CAPPED L-Cysteine AS A MERCURY ION DETECTOR BY COLORIMETRY: A JOURNAL REVIEW Arrasyid, Rizky; Arif, Syaiful; Alimuddin, Alimuddin
PROSIDING SEMINAR KIMIA Vol 2 No 1 (2023): Prosiding SNK 2023
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanoparticles are a field of research on the atomic scale with a particle size of 1-100 nm. There are many applications of nanoparticles in various fields, such as heavy metal detectors. One type of nanoparticle that can be used as a detector is L-Cysteine modified silver nanoparticles (AgNPs-L-Cys). Thus, the purpose of this review is to determine the ability of L-Cysteine modified silver nanoparticles to detect heavy metals from literature data. Based on the results of the literature, one of the heavy metals that can be detected using AgNPs-L-Cys is Hg. The color of the solution synthesized by AgNPs-L-Cys is a yellow solution. From the results of some literature, there are differences in color changes in the addition of Hg solution to AgNPs-L-Cys solutions such as changes in color from yellow to white, dark yellow to clear, and brown to light yellow. The maximum wavelengths for detecting Hg2+ metal ions from several literatures were found to be 420 nm, 410 nm, 392 nm and 390 nm. The linearity results were obtained in the range of 1-2500 nM with a relation coefficient of 0.994 and 40-1040 nM with a relation coefficient of 0.998. When compared to gold nanoparticles modified L-Cysteine (GNPs-Cys), AgNPs-L-Cys has a wider range where GNPs-Cys has a range of 100-2000 nM with a correlation coefficient of 0.9747. The LOD results obtained from several literatures were 45.39 nM and 8 nM. The % recovery results obtained from several literatures are 98.38% ± 14.1% and 91.5%∼109.1%. From these data, AgNPs-L-Cys can be used for the detection of Hg2+ metal ions with high selectivity, sensitivity, simplicity and detection speed. Keywords: Silver Nanoparticles, L-Cysteine, Mercury, Colorimetry
SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK TERMODIFIKASI KITOSAN SEBAGAI METODE ANALISIS: REVIEW ARTIKEL Zaki, Faisal; Yusuf, Bohari; Arif, Syaiful
PROSIDING SEMINAR KIMIA Vol 2 No 2 (2024): Prosiding SNKT III 2023
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Silver nanoparticles themselves have been very much developed both through the method of synthesizing silver nanoparticles both physically, chemically and biologically. In the chemical method we can do by reducing Ag+ ions into silver nanoparticles which have an attachment to the reductant and also have a very strong ability to reduce Ag+ ions to become silver nanoparticles have a small size. Based on the literature review used, the reductor is Sodium Borohydrate (NaBH4). Chitosan acts as a capping agent which functions as a stabilizer in the silver nanoparticles. Silver nanoparticles modified using chitosan from previous research, namely for activity tests as antioxidants, as metal sensors and as antibacterials Where there is a change in color on silver nanoparticles from clear to yellow. Keywords: Silver Nanoparticles, Chitosan, Reducing Agent, Stabilizer, Chemical Sensor
KOMPARASI KEMAMPUAN BERPIKIR ILMIAH PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING Arif, Syaiful; Velayati, Jihan Maghfiroh
JURNAL SPEKTRA Vol 10, No 1 (2024): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v10i1.321

Abstract

Perkembangan abad 21 yang pesat membawa perubahan signifikan pada pembelajaran IPA, dimana peserta didik diarahkan dapat mengaplikasikan teori dalam kehidupan sehari-hari melalui berpikir ilmiah. Namun, realita di lapangan kemampuan berpikir ilmiah peserta didik berada dalam kategori rendah. Maka perlu adanya model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah, diantaranya model Problem Based Leaning dan Contextual Teaching and Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan signifikan antara kemampuan berpikir ilmiah peserta didik yang menggunakan model Problem Based Learning dan Contextual Teaching and Learning. Pendekatan kuantitatif dipilih untuk menyelesaikan penelitian dengan menggunakan teknik analisis komparatif melalui quasi experiment. Populasi berasal dari kelas VIII, sedangkan sampel yang dipilih kelas VIII B dan VIII C melalui teknik cluster sampling. Teknik pengumpulan data dengan instrumen tes uraian yang dilakukan setiap pertemuan. Data yang telah didapatkan dianalisa dengan uji t two tailed dan one tailed. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan berpikir ilmiah peserta didik yang menggunakan model Problem Based Learning dengan rerata 80,84 dan Contextual Teaching and Learning dengan rerata 86,90. Sementara itu, melalui hasil uji t one tailed dapat diketahui bahwa model Contextual Teaching and Learning lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah peserta didik daripada model Problem Based Learning.
Pandangan dan Perjuangan Ideologis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam Sistem Kenegaraan di Indonesia Arif, Syaiful
Jurnal Aspirasi Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.334 KB) | DOI: 10.46807/aspirasi.v7i1.1282

Abstract

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) is a trans-national Islamic movement and carrying the re-establishment of a global Islamic caliphate. Theoretically, this establishment addressed for the sake of Islamic law at the level of politics and society. The problem is, when the ideas and struggles were developed in Indonesia, which has the basic form of the state and the final state, namely the Republic of Indonesia (NKRI) and the Pancasila, the struggle HTI is part of the defamation against the state. Although this political struggle will not succeed, but it is quite effective conduct of delegitimation on national awareness among Muslims that they managed to recruit a member. This article will explain the state of political ideology and agenda HTI. Therefore, this paper aims to explore the views HTI about sharia and its position for the state system of caliphate and the glory (political) Islam that sought to establish global world as well as in Indonesia nationally. In addition, HTI put ideological struggle in the context of the ideological threat on Pancasila and the Homeland, because the idea khilafahnya necessarily contradictory with the nation-state of the Republic of Indonesia. The data of this article comes from the literature. The results of the literature review were then analyzed through political discourse and the Islamic state, which raises the style Islamic political discourse in the context of political discourse HTI in Indonesia. The article concludes, HTI do delegitimation nationality, Pancasila and state buildings Homeland. It departs from the perspective of Islamic law formalist and holistic, where Sharia law is understood as the rules governing the whole life of the community, through the formalization into the constitution and state law. Cita re-establishment of the Islamic caliphate is a structural condition for the enforcement of Islamic Shari’a.   Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan gerakan Islam transnasional dan mengusung pendirian kembali khilafah Islamiyyah secara global. Secara teoretis, pendirian ini ditujukan demi tegaknya syariat Islam pada level politik dan kemasyarakatan. Persoalannya, ketika gagasan dan perjuangan tersebut dikembangkan di Indonesia, yang memiliki bentuk negara dan dasar negara final, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila, maka perjuangan HTI merupakan bagian dari upaya penistaan terhadap negara. Meskipun secara politik perjuangan ini tidak akan berhasil, namun cukup efektif melakukan delegitimasi atas wawasan kebangsaan di kalangan Muslim yang berhasil mereka rekrut menjadi anggota. Tulisan ini hendak menjelaskan ideologi politik dan agenda kenegaraan HTI. Karena itu, tulisan ini bertujuan menggali pandangan HTI tentang syariat dan posisinya bagi sistem kenegaraan khilafah dan kejayaan (politik) Islam yang ingin ditegakkan di dunia global serta di Indonesia secara nasional. Di samping itu, menempatkan perjuangan ideologis HTI dalam konteks ancaman ideologis atas Pancasila dan NKRI, karena gagasan khilafahnya tentu kontradiktif dengan negarabangsa Republik Indonesia. Data-data artikel ini berasal dari studi pustaka. Hasil dari studi pustaka itu kemudian ditelaah melalui diskursus politik dan kenegaraan Islam, sehingga memunculkan diskursus politik Islam ala HTI dalam konteks wacana politik di Indonesia. Artikel ini menyimpulkan, HTI melakukan delegitimasi kebangsaan, Pancasila dan bangunan kenegaraan NKRI. Hal ini berangkat dari pandangan tentang syariat Islam yang formalis dan holistik, di mana syariat dipahami sebagai tata aturan hukum seluruh kehidupan masyarakat, melalui formalisasi ke dalam konstitusi dan hukum negara. Cita pendirian kembali khilafah Islamiyyah merupakan kondisi struktural bagi tegaknya syariat Islam ini.
ANALYSIS OF THE EFFECT OF SCIENTIFIC LITERACY AND QUESTIONING ABILITY ON SCIENCE LEARNING OUTCOMES Syahwati, Fitriana; Arif, Syaiful
INSECTA: Integrative Science Education and Teaching Activity Journal Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Science Education, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/insecta.v3i2.5127

Abstract

Achieving a learning purpose can be measured by learning participants. Learning results are the output of the learning process that learners produce from the learning activities that have been followed. These learning results relate to learners' ability and a supportive and far-reaching learning approach. So it is very important to know between components in the learning result. The scientific literacy approach and the ability to ask questions are key elements in improved learning. The study was intended to identify the impact between scientific literacy and the ability to inquire about the results of studying science at MTs Ngawi. The method of research used was the quantitative study method. The study population is MTS Ngawi with a study sample of 120 respondents from an ix class at kendal's MTS Al-Hidayah and MTsN 3 Ngawi. The study uses a question item test as an instrument for data collection that has been tested as a validity and religious one. The data obtained is analyzed with a quantitative description and statistics using linear mixed regression test analysis, anova, and coefficient determinations (R2). Based on the results of this study, it has been achieved that scientific literacy variables and the ability to ask affect simultaneously the results of studying science in 79% MTs with a regression of 62.824.