cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informatika
  • jurnal-manajemen-informatika
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2019)" : 25 Documents clear
ANALISIS PERFORMANSI QUALITY OF SERVICE (QOS) PADA JARINGAN MULTI PROTOCOL LABEL SWITCHING DENGAN METODE INTSERV AMAR GHANI, MUHAMMAD
Jurnal Manajemen Informatika Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Teknologi Informasi terus melakukan inovasi berusaha dalam menyediakan layanan trafik untuk mengirimkan suatu data kepada pelanggan secara cepat, permasalahan yang dihadapi dalam sebuah jaringan adalah kecepatan yang diterima pelanggan dengan kesepakatan awal pada saat penyedia layanan menawarkan berbeda karena tidak adanya jaminan bandwidth yang tersedia. Jaringan dengan teknologi Multi-Protocol Label Switching (MPLS) saat ini banyak digunakan oleh perusahaan besar dalam pelayanan kepada pelanggan. MPLS merupakan metode forwarding atau meneruskan data melalui suatu jaringan dengan menggunakan informasi dalam label yang dilekatkan pada paket IP dimana arsitektur network memadukan layer dua dan layer tiga untuk mempercepat paket yang dikirim. MPLS menyediakan manajemen bandwidth yang memiliki peranan dan implementasi layanan komunikasi kepada pelanggan, manajemen ini akan lebih baik daripada best effort service karena best effort akan mengirimkan paket sesuai dengan usaha maksimal nya, apabila terjadi gangguan atau kepadatan trafik maka best effort tidak dapat menjamin kecepatan bandwidth yang diterima pelanggan. Intergrated Service merupakan model QoS untuk masalah pengaturan bandwidth secara end-to-end pada suatu jaringan. Pada penelitian ini bandwidth yang diterapkan tidak dapat diatur dari server menuju pelanggan tertentu melainkan hanya pada router yang memiliki tunnel. Intserv digunakan karena sangat membantu dalam menjamin ketersedian bandwidth dalam trafik yang cukup padat. Intserv akan bekerja sama dengan Traffic Engineering, traffic Engineering pada MPLS dapat melakukan perpindahan pada link trafik yang mengalami congestion sehingga link dapat berpindah ke link yang kosong tetapi Intserv tidak dapat diterapkan pada sautu IP tertentu karena reservasi bandwidth yang dijalankan akan diterapkan pada link atau transmisi yang digunakan. Berdasarkan permasalahan diatas, tugas akhir ini diimplementasikan teknologi MPLS-Intserv dengan menggunakan router mikrotik. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa metode Intserv dapat menjamin ketersediaan bandwidth yang sudah disepakati diawal, Intserv akan memprioritaskan router yang dijadikan tunnel terlebih dahulu sehingga adanya gangguan yang dilakukan oleh pelanggan baik aktifitas download file FTP dari server maupun Bandwidth test dari server tidak akan mempengaruhi ketersediaan bandwidth yang ada. Kata Kunci: Multi-Protocol Label Switching (MPLS), Integrated Service (Intserv), Traffic Engineering, Quality Of ServiceDevelopment of information technology to innovation traffics in providing services to send data to customers quickly, problems in a network that received customers with the initial agreement when providers offered different because there is no guarantee bandwidth is available. Network with technology multi-protocol label switching ( mpls ) currently much used by large companies in service to customers. Mpls is method forwarding or forward data over a network using information in label attached to a package ip where architecture network blends layer layer two and three to accelerate package sent. Mpls provide bandwidth management and the implementation of the having the role of communications services to customers, This management will be better than the best efforts because the best efforts will be to send the package to its maximum, if there is interference or traffic congestion and the best efforts cannot guarantee the bandwidth received by the customer.Intergrated service is a model qos to issue arrangement bandwidth in end-to-end in a network. In this research bandwidth applied unmanageable from server to specific customers but only in having tunnel router. Intserv used because it helps to ensure the increased availability of bandwidth which are dense enough. traffics in Intserv will cooperate with traffic engineering,Traffic engineering in mpls can do displacement in link traffics in congestion and link can walk across to links empty but intserv not applicable in sautu ip certain reservation bandwidth run to be applied to link or transmission used.Based on the above, the end of this technology implemented mpls-intserv using mikrotik router, From the results of the tests show that method intserv can guarantee the availability of bandwidth intserv after the agreement with, early intserv will place a router used as tunnel beforehand so that any disturbance activities conducted by good customers download files from the server ftp server and bandwidth test will not affect the availability of bandwidth Keywords: Multi ?Protocol Label Switching (MPLS), Integrated Service (Intserv), Traffic Engineering, Quality Of Service
IMPLEMENTASI JARINGAN HOTSPOT DENGAN CAPTIVE PORTAL ZEROSHELL DAN USER MANAGEMENT LDAP LAILY SIREGAR, ROFIATUL
Jurnal Manajemen Informatika Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemanfaatan teknologi di lingkungan kerja atau perkantoran tentu sangat menunjang pekerjaan dalam mengakses data, informasi, dan lain banyak hal. Dalam memfasilitasi pegawai, maka layanan wireless menjadi pilihan tepat untuk diterapkan. Fasilitas koneksi wireless bisa membuat ruangan jadi lebih rapi karena tidak perlu mengatur banyak kabel, mudah untuk diakses banyak perangkat seperti smartphone, laptop, printer dan komputer personal pegawai itu sendiri. Layanan wireless ini yang sering kita sebut dengan Wi-Fi (Wireless Fidelity) Memang cukup banyak keuntungan dari layanan Wi-Fi namun tentunya ada kekurangan, diantaranya mengingat SSID serta password yang banyak dan rumit, dimana suatu kantor umumnya terdapat beberapa ruangan berbeda untuk setiap bidangnya terlebih lagi instansi tersebut memiliki gedung yang besar. Hal itu menyebabkan kesulitan dalam mengingat SSID serta password setiap ruangan. Selain itu, pengguna yang berasal dari luar lingkungan kantor asal mengatahui password maka dapat mengakses dengan bebas. Melihat dari permasalahan tersebut, hotspot dapat menjadi solusi yang dapat diimplementasikan pada instansi terkait. Hotspot memberi kemudahan, keamanan dan pembatasan user dalam hak akses. Pada penelitian ini menggunakan zeroshell sebagai captive portal yang akan memblok web HTTP dan HTTPS untuk meminta autentikasi terlebih dahulu sebelum diberi hak akses ke internet serta OpenLDAP merupakan salah satu software yang menerapkan protokol LDAP berfungsi sebagai backend database jaringan yang menyimpan profil users. Dari hasil pengujian menunjukan bahwa captive portal dapat memblok web HTTP dan HTTPS hanya saja di perangkat tertentu dan penngujian users autentikasi, autorisasi, dan akunting di LDAP dapat terpenuhi. Abstract Utilizing technology in work or office environments certainly supports work in accessing data, information, and many other things. In facilitating employees, wireless services became the best option for implementation. Wireless connection facilities can make the room neater because there is no need to set up many cables and easy to access many devices such as smartphones, laptops, printers and personal computers of the employees themselves. This wireless service is what we often call Wi-Fi (Wireless Fidelity). It is quite a lot of advantages of Wi-Fi services but of course there are disadvantages, including remembering SSIDs and passwords that are many and complicated, where an office generally has several different rooms for each field. Moreover, the agency has a large building. This causes difficulties in remembering the SSID and password for each room. In addition, users who come from outside the office environment as long as they know the password can access freely. Looking from these problems, hotspots can be a solution that can be implemented in related institutions. Hotspots provide convenience, security and restrictions on user access rights. In this research using zeroshell as a captive portal that will block HTTP and HTTPS webs to request authentication before being given the access to the internet and OpenLDAP is one of the software that applies the LDAP protocol to function as a backend of network databases that store users profiles. From the test results of the test show that captive portals can block HTTP and HTTPS web only on certain devices and testing users of authentication, authorization, and accounting in LDAP can be fulfilled. Keywords: Hotspot, Zeroshell, Captive Portal, Authentication, Authorization, Accounting.
RANCANG BANGUN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMINATAN MATA KULIAH MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED PRODUCT Alifa, Fauziah
Jurnal Manajemen Informatika Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

penentuan bidang minat yang diinginkan oleh mahasiswa semester lima Prodi D3 Manajemen Informatika Universitas Negeri Surabaya yang sesuai dengan keinginan dan minat merupakan suatu hal yang diharapkan. Akan tetapi tidak mudah untuk memutuskan serta memilih peminatan yang sesuai dikarenakan oleh keterbatasan informasi yang mereka miliki dari setiap bidang minat. Berbagai kendala dan faktor mahasiswa dalam memilih peminatan yang sesuai dengan kriteria memang cukup membingungkan, apalagi jika mahasiswa tersebut hanya ikut-ikutan temannya dalam menentukan peminatan atau kurangnya percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. Oleh karena itu peneliti berinisiatif untuk membuat sistem pendukung keputuan untuk membantu mahasiswa Prodi D3 Manajemen Informatika dalam memilih peminatan berbasis web. Aplikasi pendukung keputusan untuk membantu mahasiswa Prodi D3 Manajemen Informatika dalam memilih peminatan ini dibuat menggunakan software Dreamweaver sebagai aplikasi untuk penyusunan kode program, MySQL sebagai database untuk menyimpan data, dan Power Designer sebagai aplikasi untuk merancang sistem yang dibutuhkan. Metode yang digunakan dalam pengambilan keputusan yaitu menggunakan metode WP (Weighted Product). Pembobotan yang diambil untuk peminatan yaitu dengan dengan cara perkalian untuk menghubungkan rating atribut, dimana rating setiap atribut harus dipangkatkan dulu dengan bobot atribut yang bersangkutan. Pemilihan peminatan ditentukan berdasarkan nilai mata kuliah tertentu dari semester 1-4 dan hasil tes kemampuan dasar. Sistem pendukung keputusan peminatan mata kuliah menggunakan metode Weighted Product diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam memilih bidang minat sesuai keinginan agar dapat mengoptimalkan prestasi akademik. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi sistem pendukung keputusan yang mempunyai dua hak akses yaitu admin dan mahasiswa. Admin bertugas untuk memproses data alternatif, kriteria, dan soal tes kemampuan dasar. Sedangkan mahasiswa bertugas untuk memasukkan nilai mata kuliah, melakukan tes kemampuan dasar dan melakukan proses peminatan.
PERANCANGAN ARSITEKTUR SISTEMI INFORMASI UNTUK BIDANG AKADEMIK MENGGUNAKAN PENDEKATAN TOGAF-ADM Mardiana, Iin
Jurnal Manajemen Informatika Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PTN-X merupakan perguruan tinggi negeri dengan status badan layanan umum dibawah naungan kementrian riset, teknologi, dan pendidikan tinggi. Dalam menjalankan fungsi bisnisnya PTN-X mempunyai 2 fungsi yaitu menjalankan aktifitas di bidang akademik dan non-akademik. Pada bidang akademik di PTN-X dijalankan oleh BAKPK sebagai biro berwenang menjalankan fungsi bidang akademik karena sejatinya bidang akademik merupakan bisnis utama sebuah perguruan tinggi didukung dengan adanya pengembangan sistem informasi yang cukup kompleks, namun kesesuaian sistem informasi yag ada saat ini belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan bisnis yang ada, oleh karena itu diperlukan perancangan arsitektur sistem informasi  untuk mengetahui keselarasan sistem informasi dengan proses bisnis yang ada. Pada penelitian ini menggunakan metode TOGAF sebagai kerangka penelitian, namun hanya menggunakan 4 fase yaitu pengenalan, visi arsitektur, arsitektur bisnis, arsitektur sistem informasi. Pada teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen, observasi dan wawancara dengan pemilihan narasumber berdasarkan stakeholder yang ada pada struktur organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan arsitektur sistem informasi menghasilkan dokumen arsitektur sistem informasi meliputi 17 model bisnis yang telah di sesuaikan dengan kondisi saat ini dam 3 model bisnis yang disesuaikan dengan kondisi akan datang. Serta terdapat penambahan fitur atau upgrade pada SIAKADU dan SIPENMARU. Penelitian ini menghasilkan dokumen arsitektur sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, sehingga dapat digunakan sebagai panduan dalam pengembangan sistem informasi bidang akademik pada PTN-X.Kata Kunci : Arsitektur Enterprise, Arsitektur Sistsem Informasi, Perguruan Tinggi Negeri, Bagian Akademik, TOGAF-ADM
RANCANG BANGUN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING PADA WARUNK UPNORMAL Anggraini, Dinda Ayu
Jurnal Manajemen Informatika Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warunk Upnormal merupakan warung kekinian yang terkenal dengan menunya yang variatif mulai dari olahan mie instan hingga sajian daging sapi wagyu dari Jepang. Dengan menu variatif dan tempat yang interaktif, Warunk Upnormal memiliki daya tarik yang tinggi sehingga mendatangkan ratusan pengunjung per harinya. Namun dari menu yang variatif dan jumlah pengunjung yang masif, Warunk Upnormal seringkali kehabisan bahan baku yang akibatnya dalam kurun waktu tertentu Warunk Upnormal harus menonaktifkan beberapa menunya. Masalah tersebut cukup krusial yang akan berdampak panjang hingga ke ranah kepuasan pelanggan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan suatu aplikasi Material Requirement Planning menggunakan metode Lot for Lot dan Economic Order Quantity untuk menangani pengelolaan bahan baku secara matematis dan sistematis. Dalam proses pengolahan MRP terdapat beberapa langkah yaitu Netting, Lot Sizing, Offsetting, dan Exploison. Dari proses pengolahan MRP dihasilkan output berupa laporan rencana pembelian bahan baku dan laporan stok bahan baku. Selain itu disajikan laporan penjualan, laporan purchase order, laporan penerimaan bahan baku, serta laporan bahan baku masuk dan keluar dari gudang. Berdasarkan aplikasi yang dibuat dan serangkaian uji coba yang telah dilakukan pada Warunk Upnormal, Website Material Requirement Planning ini dapat membantu Warunk Upnormal dalam mengelola perencanaan kebutuhan bahan baku serta aliran bahan baku masuk dan keluar menjadi lebih terkontrol.Kata Kunci : Material Requirement Planning, Lot for Lot, Economic Order Quantity, MRP, Lot Size
RANCANG BANGUN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING PADA MEBEL RIZKY Aziz, Mochammad Fahmi
Jurnal Manajemen Informatika Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan yang melakukan produksi memiliki nilai urgensi yang tinggi dalam melakukan pengendalian terhadap material atau bahan baku, dimana bahan baku berperan sebagai komponen penyusun dari produk akhir perusahaan tersebut. Pembelanjaan bahan baku yang belum terencana dengan matang, seringkali mengalami kekurangan bahan baku atau kelebihan bahan baku sehingga proses produksi tertunda dan mengakibatkan holding cost yang tinggi. Sehingga dibutuhkan perhitungan bahan baku yang akurat secara matematis dan sistematis. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan perencanaan kebutuhan komponen bahan baku dengan teknik yang disebut Material Requirement Planning (MRP). Material Requirement Planning adalah teknik perencanaan dan penjadwalan menggunakan logika matematik untuk merencanakan pembelian bahan baku. Hasil yang diharapkan dari perhitungan MRP dengan menggunakan salah satu metode lot sizing Economic Order Quantity (EOQ) adalah, perusahaan dapat melakukan pengadaan kebutuhan bahan baku yang tepat dengan menggunakan aplikasi berbasis web.Kata Kunci: Material Requirement Planning, Lot Sizing, Economic Order Quantity, Aplikasi web
PENGUKURAN DAN PERBAIKAN USER EXPERIENCE SIAKADU MOBILE WEB (STUDI KASUS : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA) Zulfahmi, Muhammad Hauwin
Jurnal Manajemen Informatika Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siakadu adalah salah satu sistem informasi penting di Universitas Negeri Surabaya karena hampir semua informasi akademik diakses di siakadu. Terdapat dua macam mode tampilan siakadu yang bisa diakses mahasiswa, yaitu tampilan desktop dan mobile web. Dari survei yang dilakukan, siakadu mobile web kurang diminati oleh mahasiswa. Tujuan drai penelitian ini yaitu untuk mengukur dan meningkatkan user experience siakadu mobile web. Hasil pengukuran user experience siakadu mobile web desain saat ini dengan UEQ, menunjukkan nilai netral pada semua skala UEQ. Untuk meningkatkan nilai skala UEQ dilakukan perbaikan desain siakadu mobile web. Desain perbaikan berupa prototype yang diujicoba oleh mahasiswa pengguna siakadu mobile web. Hasil pengukuran user experience siakadu mobile web desain perbaikan dengan UEQ, menujukkan hasil persepsi positif pada semua skala UEQ. Berdasarkan hasil UEQ siakadu mobile web desain saat ini dan desain perbaikan, terjadi peningkatan user experience dari yang sebelumnya persepsi netral menjadi persepsi positif pada tiap skala UEQ.Kata Kunci : Siakadu, Pengukuran, Mobile Web, User Experience, UEQ
SISTEM INFORMASI KELULUSAN DAN KRIPTOGRAFI IJASAH PADA LEMBAGA PENDIDIKAN PENERBANGAN Ramadhan, Kevin Andhika
Jurnal Manajemen Informatika Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem informasi merupakan suatu sistem yang berisi kumpulan data yang akan diolah menjadi suatu informasi yang nantinya dapat digunakan atau dimanfaatkan untuk tujuan tertentu maupun dalam menunjang proses pengambilan keputusan. Sedangkan keamanan informasi merupakan proses pengamanan data atau informasi dari upaya penyalahgunaan agar data atau informasi yang merupakan salah satu asset suatu organisasi dapat terjaga dan tidak digunakan oleh pihak lain tanpa ijin. Dalam pelaksanaannya salah satu lembaga pendidikan penerbangan di Sidoarjo melakukan aktifitas administrasi layanan kelulusan masih dilakukan dengan manual. Adapun system yang digunakan hanya berupa pemanfaatan Microsoft office. Sehingga dirasa sangat kurang efektif dan efisien dalam pelaksanaan pelayanannya. Selain itu tidak terdapat upaya pengamanan ataupun validasi ijazah yang dikeluarkan oleh lembaga tersebut juga membuat dokuen ijazah yang dikeluarkan sangat beresiko terhadap penyalahgunaan, pemalsuan, maupun penggandaan. Sehingga perlu adanya pengamanan dokumen sertifikat untuk menghidari penyalahgunaan tersebut. Untuk itu dibangun sebuah system informasi kelulusan dan pengamanan ijazah pada Lembaga Pendidikan penerbangan di Sidoarjo. Dalam pelaksanaannya system ini dibangun berbasis wesite dan mobile application untuk membantu sekolah melakukan pelayanan administrasi kelulusan dan melakukan validasi ijazah. Sedangkan upaya pengamanan ijazah dilakukan dengan membuat QR Code pada ijazah dengan menggunakan kriptografi agar QR Code yang ada pada ijazah tidak mudah dipalsukan. Diharapkan dengan adanya system informasi elulusan dan pengamanan ijazah sekolah akan lebih mudah melakukan pelayanan administrasi kelulusan dan ijazah yang dikeluarkan terjamin keamanannya sehingga tidak mudah disalahgunakan. Kata Kunci : Sistem Informasi Kelulusan, Keamanan informasi, QR Code, Ijasah.
ANALISIS KESESUAIAN TEKNOLOGI PENGGUNAAN DIGITAL PAYMENT PADA APLIKASI OVO Puspita, Yuanita Candra
Jurnal Manajemen Informatika Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital payment merupakan teknologi yang memberikan pandangan baru bagi masyarakat tentang pembayarang non?tunai yang jauh  lebih praktis, efisien dan aman dalam setiap bertransaksi. Sebagian orang mengenal digital payment sebagai dompet digital atau uang ponsel  yang bisa digunakan membayar berbagai transaksi yang telah tersedia. Salah satu aplikasi yang mendukung adanya teknologi ini adalah OVO. Model yang digunakan pada penelitian ini adalah Task Technology Fit dan dikombinasikan dengan salah satu variabel dari Technology Acceptance Model (TAM) yaitu perceived usefulness. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesesuaian tugas teknologi digital payment terhadap masyarakat umum yang menggunakan aplikasi OVO. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuisioner secara offline dan online sebanyak ±?551 responden. Responden tersebut terdiri dari masyarakat umum yang menggunakan aplikasi OVO. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode PLS-SEM dengan bantuan software SMARTPLS. Kata Kunci : Digital Payment, Task Technology Fit, Perceived Usefulness.
PEMBUATAN APLIKASI USULAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA BERBASIS WEB AKBAR PRIAMBODO, MUHAMMAD
Jurnal Manajemen Informatika Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan pembangunan desa merupakan proses tahapan kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah desa dengan masyarakat dalam rangka mencapai tujuan pembangunan desa. Dengan adanya kemajuan teknologi dapat menunjang kegiatan Usulan Perencanaan Kegiatan Pembangunan Desa. Permasalahan yang ada saat ini masih banyak desa yang melaporkan hasil RKP Desa dengan sistem manual. Analisis sistem dilakukan dengan cara menguraikan suatu sistem utuh kedalam bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan yang akan ditemukan kelemahan dan kelebihan pada sistem tersebut. Dari Aplikasi APEDA ini diharapkan dapat lebih dapat mempermudah kegiatan perancangan RKP Desa di suatu desa hingga tervalidasi oleh pihak Kabupaten.

Page 2 of 3 | Total Record : 25