cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sapala
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2019)" : 15 Documents clear
DIASPORA DALAM NOVEL TANAH SEBERANG KARYA KURNIA GUSTI SAWIJI: PERSPEKTIF KAJIAN BUDAYA SUKMA MEGA MARTHA, IVAN
Jurnal Sapala Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan, 1) bentuk diaspora dalam novel Tanah Seberang karya Kurnia Gusti Sawiji, 2) faktor penyebab seseorang menjadi diaspora dalam novel Tanah Seberang karya Kurnia Gusti Sawiji, dan 3) peranan diaspora selama di luar negeri dalam novel Tanah Seberang karya Kurnia Gusti Sawiji. Teori yang digunakan ialah teori diaspora James Clifford dengan perspektif kajian budaya. Teori tersebut membagi diaspora dalam beberapa bagian yakni bentuk, penyebab, dan peran. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan data yang berhubungan dengan unit-unit rumusan masalah, sedangkan pendekatannya adalah objektif. Sumber data menggunakan novel Tanah Seberang karya Kurnia Gusti Sawiji dengan data yakni unit-unit teks yang berhubungan degan rumusan masalah. Teknik pengumpulan data dengan cara dokumentatif, dan analisis data menggunakan cara kerja hermeneutik. Untuk keabsahan data penelitian menggunakan cara validitas beberapa tahap. Hasil penelitian menunjukkan 3 pokok yakni, 1) bentuk diaspora dalam novel Tanah Seberang karya Kurnia Gusti Sawiji berupa perilaku hasil perpaduan dua budaya yakni budaya negara asal dan negara kedua mereka. Perilaku tersebut berupa pandangan hidup, gaya hidup, kenangan masa lalu, alienasi, harapan-harapan, kewarganegaraan, penderitaan, dan keinginan untuk kembali ke tanah air. 2) faktor penyebab menjadi diaspora ialah dilandasi alasan ekonomi atau pekerjaan, hubungan cinta, serta faktor pendidikan, dan 3) peranan diaspora ketika berada di luar negeri ialah mencangkup bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi baik membantu sesama diaspora atau berbakti pada negeri.
NILAI FILOSOFIS PADA PENAMAAN MOTIF BATIK SURABAYA DALAM KAJIAN LINGUISTIK ANTROPOLOGI NUR FARIDA, DEVI
Jurnal Sapala Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batik Surabaya merupakan kebudayaan yang belum dikenal oleh kebanyakan orang. Kebudayaan merupakan bagian dari bahasa yang dalam ini berwujud penamaan sebagai pembeda batik yang satu dengan lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk lingual, makna referensial, dan nilai filosofis pada penamaan motif batik Surabaya dalam kajian Linguistik Antropologi. Bentuk lingual yang digunakan berupa afiksasi, reduplikasi, dan akronimisasi. Bentuk berdasarkan asal-usulnya berupa nama tempat, tokoh, anggota tubuh, aktivitas, tumbuhan, dan hewan. Makna referensial yang digunakan yaitu berdasarkan segitiga makna Ogden dan Richards yang memiliki kategori budaya, sosial, sejarah, alam, religi, dan ekonomi. Nilai filosofis yang digunakan yaitu nilai filosofis moral, adat/tradisi, pendidikan sejarah, dan kerohanian. Sumber data penelitian ini yaitu primer dan sekunder. Data penelitian yang digunakan yaitu daftar nama motif batik Surabaya yang diperoleh dari rumah batik Te`ye`ng (Benowo), rumah batik Bayu Sumilir (Ketintang Madya III), dan rumah batik Seru Mangrove (Sidoarjo). Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu simak dan cakap dengan teknik catat, rekam, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode padan intralingual dan ekstralingual. Dalam penelitian ini ditemukan bentuk lingual berupa afiksasi, reduplikasi, frasa preposisi, klausa, dan akronimisasi. Makna referensial yang diperoleh yaitu makna referensial budaya, sosial, sejarah, ekonomi, religi, dan alam. Nilai filosofis yang diperoleh yaitu nilai filosofis moral, adat/tradisi, pendidikan sejarah, dan kerohanian. Dalam penelitian ini, frasa preposisi, klausa, dan akronimisasi menjadi bentuk baru dalam dunia penamaan perbatikan. Makna referensial yang mendominasi batik Surabaya adalah makna referensial alam, dan di dalamnya terkandung nilai filosofis moral. Kata Kunci: penamaan, motif batik, linguistik antropologi Abstract Batik Surabaya is a culture that is not yet known by most people. Culture is part of the language which is in the form of naming as a differentiator of batik from one another. Therefore, this study aims to explain the lingual form, referential meaning, and philosophical value in naming Surabaya batik motifs in Anthropology Linguistic studies. The lingual form used is affixation, reduplication, and accronization. Form based on its origin in the form of place names, figures, limbs, activities, plants, and animals. The data sources of this research are primary and secondary. The research data used were a list of Surabaya batik motifs obtained from the Teye`ng (Benowo) batik house, the Bayu Sumilir (Ketintang Madya III) batik house, and the Seru Mangrove batik house (Sidoarjo). Data collection methods used are listening and competent with note taking, recording, and documentation techniques. Data analysis techniques using intralingual and extralingual equivalent methods. In this study lingual forms were found in the form of affixation, reduplication, prepositional phrases, clauses, and accronization. The referential meaning that is obtained is the referential meaning of culture, social, history, economy, religion, and nature. Philosophical values ??obtained are moral philosophical values, customs / traditions, historical education, and spirituality. The phrase preposition, clause, and acronymization become a new form in the world of batik naming. Keywords: naming, batik motifs, anthropological linguistics
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM NOVEL AROMA KARSA KARYA DEE LESTARI KAJIAN SEMIOLOGI ROLAND BARTHES MARIFAH, NADIATUL
Jurnal Sapala Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul Representasi Perempuan dalam Novel Aroma Karsa karya Dee Lestari Kajian: Semiologi Roland Barthes ini bertujuan untuk mengetahui representasi perempuan modern melalui beberapa tokoh perempuan pada novel dengan menggunakan analisis semiologi Roland Barthes dengan dua tahap yaitu tahapan denotasi dan konotasi di dalamnya. Dari beberapa data kutipan novel tersebut ditemukan 34 kutipan yang peneliti anggap lebih kuat menggambarkan karakter perempuan modern dalam Novel Aroma Karsa melalui beberapa tokoh perempuan. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kualitatif dengan analisis semiologi Roland Barthes dengan signifikasi dua tahap, yaitu secara tataran denotasi dan secara tataran konotasi. Melalui analisis tersebut dapat diketahui hasil representasi perempuan adalah cerdas, pemberani, pekerja keras dan kuat. Kata Kunci : Representasi, Perempuan, Semiologi Abstract The research entitled Representation of Women in the Novel Aroma Karsa by Dee Lestari Study: Semiology of Roland Barthes aims to determine the representation of modern women through several female figures in the novel by using Roland Barthess semiological analysis with two stages: denotation and connotation stages in it. From some of the novels excerpt data found 34 quotations which researchers consider more strongly describe the character of modern women in the Novel Aroma Karsa through several female figures. The research method used is a qualitative method with Roland Barthess semiological analysis with the significance of two stages, namely at the level of denotation and at the level of connotation. Through this analysis, it can be seen that women are intelligent, brave, hardworking and strong. Keywords:Representation,Women,Semiology
SIMBOLISASI DALAM NASKAH KITAB SEJATINE MENUNGSO: KAJIAN SEMIOSIS UMBERTO ECO AYUNINGTYAS, DEWI
Jurnal Sapala Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Naskah lama merupakan bukti peradaban Nusantara terdahulu, di dalamnya memuat ajaran adiluhung yang masih relevan bagi masa sekarang. Kehadiran naskah lama yang lebih awal dari karya sastra modern menyimpan berbagai ilmu pengetahuan dan ajaran-ajaran yang saat ini sulit ditemukan. Dengan demikian, diperlukan upaya pelestarian naskah lama nusantara. Salah satu upaya pelestarian naskah lama yakni melalui penelitian ilmiah. Naskah yang digunakan sebagai objek penelitian, yaitu naskah Kitab Sejatine Menungso. Penelitian terhadap naskah Kitab Sejatine Menungso sangat penting dilakukan untuk mengungkapkan makna ajaran dalam simbol-simbol. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk menelaah (a) bagaimanakah kode dalam naskah Kitab Sejatine Menungso? (b) bagaimanakah signifikasi dan atau komunikasi yang dihasilkan dari kode dalam naskah Kitab Sejatine Menungso? (c) bagaimanakah makna ajaran yang terkandung dalam naskah Kitab Sejatine Menungso? Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kode, signifikasi dan atau komunikasi, makna ajaran yang terkandung dalam naskah Kitab Sejatine Menungso. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan sumber data penelitian yaitu naskah Kitab Sejatine Menungso. Data penelitian ini adalah simbol, kata, frasa, klausa, dan kalimat yang merupakan kode, signifikasi dan atau komunikasi, dan makna ajaran naskah Kitab Sejatine Menungso. Teknik pengumpulan data dengan studi lapangan dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik hermenutika. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, pertama kode dalam Naskah Kitab Sejatine Menungso sepuluh (10) kode. Kedua, signifikasi dan atau komunikasi dalam naskah Kitab Sejatine Menungso, yakni:(1)hubungan erat Allah, Muhammad, dan Adam; (2) wahyu Allah kepada Nabi Muhammad yakni perintah salat; (3) manusia memiliki badan sempurna dari makhluk lainnya dan berisi ruh atas kehendakNya; (4) tingkatan ilmu dalam Islam, yaitu syari?at, tarekat, hakikat, ma?rifat; (5) Allah menciptakan makhlukNya di daratan, lautan, langit; (6) bangunan dan kubah masjid sebagai tempat ibadah umat Islam bentuk kebesaran Allah, (7) tiga lingkaran terdapat lafal Allah sebagai bukti Allah adalah akar (awal segalanya), Muhammad adalah utusanNya, dan Adam (manusia) adalah makhluk yang kecil; (8) empat bagian martabat tujuh; (9) Lailahaillallah sebagai pondasi umat Islam; (10) Allah menciptakan suatu hal (badan manusia) yang utuh. Ketiga, ajaran yang dalam naskah Kitab Sejatine Menungso, yaitu: (1) Ke-Esaan Allah (Ajaran Tauhid Lailahaillallah), (2) Dua Puluh Sifat Allah, (3) Salat Lima Waktu (4) Ajaran Dzikir. (5) Ajaran Tasawuf (Syari?at, Tarekat, Hakikat, Ma?rifat). Kata Kunci: naskah, kode, signifikasi dan atau komunikasi, makna ajaran Abstract Old manuscripts are evidence of the earlier Archipelago civilization, in which contained valuable teachings that are still relevant for the present. The presence of an old manuscript which is earlier than modern literary works holds various sciences and teachings which are currently difficult to find. Thus, efforts are needed to preserve the old archipelago script. One of the efforts to preserve old texts is through scientific research. The manuscript used as the object of research is the manuscript of Kitab Sejatine Menungso. Research on the manuscript of Kitab Sejatine Menungso is very important to be done to reveal the meaning of teachings in symbols. Based on this background, researchers are interested in analyzing (a) what is the code in the manuscript of Kitab Sejatine Menungso? (b) how is the significance and or communication resulting from the code in manuscript of the Kitab Sejatine Menungso? (c) what is the meaning of the teachings contained in the text of Kitab Sejatine Menungso? The purpose of this study is to describe the code, significance and or communication, the meaning of the teachings contained in the manuscript of Kitab Sejatine Menungso.Data collection techniques with field studies and literature studies. The data analysis technique used is the hermeneutic technique. The results obtained from this study are, first , the code in Manuscript of Kitab Sejatine Menungso ten (10) codes. Second , the significance and or communication in the manuscript of Kitab Sejatine Menungso , namely: (1) a close relationship between Allah, Muhammad and Adam; (2) Allah revelation to the Prophet Muhammad, namely the command to pray; (3) humans have the perfect body of other creatures and contain the spirit of his will; (4) the level of knowledge in Islam, namely Syariat, Tarekat, Hakikat, Marifat; (5) Allah created His creatures on land, sea, sky; (6) the building and the dome of the mosque as a place of worship of Muslims form of the greatness of Allah, (7) there are three circles of Allah pronunciation as proof that Allah is the root (the beginning of everything), Muhammad is His messenger, and Adam (human) is a small creature; (8) four parts of dignity seven; (9) Lailahaillallah as the foundation of Muslims; (10) Allah created a whole thing (human body). Third, meaning of teaching the manuscript Kitab Sejatine Menungso , namely: (1) To the Oneness of Allah (Tauhid Lailahaillallah), (2) Twenty name of Allah, (3) salat five time?s (4) Dzikir. (5) The teachings of Sufism (Syariat, Tarekat, Hakikat, Ma?rifat). Keywords: Manuscript, Code, Signification and or Communication, the meaning of the teachings.
TEROR NARATIF DALAM NOVELA DEKAT DAN NYARING KARYA SABDA ARMANDIO: KAJIAN NARATOLOGI GERARD GENETTE ALFIARIZKY, KEVIN
Jurnal Sapala Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; (1) struktur tata urutan cerita, (2) frekuensi naratif, dan (3) muatan teror naratif pada novela Dekat dan Nyaring karya Sabda Armandio. Melalui pengamatan studi struktur narasi dan frekuensi naratif Gerard Genette. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novela Dekat dan Nyaring memiliki bentuk struktur tata urutan cerita akroni dengan alur penceritaan maju dan beberapa lamunan narasi imajiner tokoh, kemudian berfrekuensi naratif representasi pengulangan (repeating representation) dengan dua peristiwa identik yakni narasi ledakan dan penceritaan narasi imajiner dongeng Pak Koksi, terakhir terdapat adanya dua bentuk muatan teror naratif dalam novela. Yaitu state terrorism dan international organize crime. Dua bentuk teror naratif tersebut merupakan inti penceritaan yang menunjukkan narasi implisit kecemasan dan teror dalam novela. Kata kunci: teror naratif, struktur urutan narasi, frekuensi, naratologi Abstract This study aims to describe; (1) story order structure, (2) narrative frequency, and (3) narrative terror content in Dekat dan Nyaring novels by Sabda Armandio. Through observational studies of the narrative structure and narrative frequency of Gerard Genette. The research method used is descriptive qualitative with a content analysis approach. The results of this study indicate that Dekat and Nyaring novels have an acronyical story order structure with forward storyline narrative and some imaginary narrative reverie of characters, then frequency narrative repeating representation with two identical events namely explosion narrative and narrative imaginary narrative Pak Koksi, there are two forms of narrative terror content in novels. Namely state terrorism and organize international crime. Keywords: naratology, story sequence structure, frequency, narrative terror

Page 2 of 2 | Total Record : 15