cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Solah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2017):" : 69 Documents clear
LAGU “KEDIRI KUTHANE” KARYA SOEPARWOTO (TINJAUAN TEKNIK PENCIPTAAN DAN BENTUK LAGU) CAHYANINGTYAS, SARI
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soeparwoto adalah salah satu tokoh musik yang mempunyai andil besar dalam bidang musik terutama musik vokal di Kediri. Hingga saat ini beliau masih aktif dalam mengajar vokal dan menciptakan lagu. Sudah 74 lagu ciptaan beliau dan salah satunya yaitu lagu yang berjudul Kediri Kuthane. Lagu tersebut merupakan salah satu lagu fenomenal yang sering digunakan dalam acara  tertentu di Kediri. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis menentukan fokus permasalahan sebagai berikut: (1) Bagaimana biografi singkat Soeparwoto pencipta lagu Kediri Kuthane? (2) Bagaimana latar belakang dan konsep Soeparwoto menciptakan lagu Kediri Kuthane? (3) Bagaimana bentuk lagu Kediri Kuthane karya Soeparwoto ditinjau dari teori bentuk lagu?Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah  teori tentang struktur musik dan bentuk lagu. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Untuk mencapai validitas data, penulis melakukan triangulasi data, triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Soeparwoto merupakan pengajar vokal sekaligus pencipta lagu yang hingga saat ini masih aktif menciptakan lagu. Lagu Kediri Kuthane beliau dedikasikan kepada Kota Kediri dan masyarakatnya, dimana lagu ini mengangkat tentang potensi yang ada di daerah Kediri. Berdasarkan dari teori membuat lagu, lagu Kediri Kuthane ciptaan Soeparwoto lebih cenderung menggunakan metode membuat teks terlebih dahulu setelah itu baru menentukan melodinya atau disebut dengan kemampuan memberikan melodi atas teks. Lagu Kediri Kuthane merupakan bentuk lagu 3 bagian yang mempunyai struktur kalimat A B A’. Pada lagu Kediri Kuthane hanya terdiri dari 2 motif yang termasuk dalam jenis pengolahan motif sekuens. Pada bagian kalimat A merupakan sekuens murni (tidak merubah interval) dan untuk kalimat B, serta A’ merupakan sekuens variabel (beberapa nada pokok mengalami variasi).Kata Kunci : Lagu, Bentuk Lagu, Teknik Mencipta LaguSoeparwoto is one of the musical figures who have contributed very big in a music, especially music vocal in Kediri. Until now, he has remained active in teaching vocal and composing songs. His creation is already 74 songs and one of them is a song called Kediri Kuthane, that song is one of the phenomenal songs that are often used in certain events in Kediri. Based on this background, the author determines the focus of the problem as follows: (1) How full biography Soeparwoto songwriter Kediri Kuthane ? (2) How the background and concept Soeparwoto created the song Kediri Kuthane ? (3) How the song Kediri Kuthane by Soeparwoto of the theory of the song form?.The theoretical basis of this research is the theory of the structure of music and song form. Methods of data collection using observation, interviews, documentation, and literature. To achieve the validity of the data, the authors conducted a data triangulation, triangulation methods, and triangulation of sources. The results showed that Soeparwoto a vocal teacher songwriter who until now actively creating songs. The song Kediri Kuthane he dedicated to the Kediri and society, in which the song was raised potential that exists n the area Kediri. Based on the theory of making a song, the song Kediri Kuthane Soeparwoto creation are more likely to use the method makes the text beforehand afterwards determines the melody or called with the ability to provide the melody of the text. The song Kediri Kuthane is a three-part of song form that has the sentence stucture A B A’ on the song Kediri Kuthane only consisted of two repeated motifs and using sequences. Where in section A sentence is a pure sequence (no chance interval) and for the sentence B, and A’ is a variable sequences (some basic tone undergo of variations).Key Words : Song, Song Form, Technical Creation Song
TEKNIK PENYUTRADARAAN OPERA DALAM LAKON SWEENEY TODD KARYA CHRISTOPHER BOND CATUR W, ANDRE
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Opera merupakan suatu pertunjukan yang menggabungkan unsur seni yang kompleks, yaitu seni drama, seni tari, seni musik dan seni rupa dimana para aktor secara sadar menyanyikan syair lagu dengan teknik menyanyi yang berkualitas. Salah satu lakon opera klasik yang komplit dengan syarat kompleksitas cabang seni ialah Lakon Sweeney Todd – Pencukur Keji dari Jalan Fleet karya Christopher Bond yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Bakdi Soemanto. Lakon Sweeney Todd merupakan potret kehidupan masyarakat menengah kebawah di kota London, tepatnya di Jalan Fleet. Naskah ini berusaha mengungkap kritik sosial tentang fenomena hukum rimba ditengah masyarakat, siapa yang bertahta, dia yang berkuasa.Penyutradaraan pada lakon Sweeney Todd menggunakan teknik penyutradaraan dari Suyatna Anirun. Adapun teknik yang digunakan adalah 1) Pra Produksi, meliputi persiapan-persiapan fisik dan mental, pemilihan naskah, pemilihan tim, pemilihan aktor, pemilihan pemusik dan penari, latihan (tubuh, vokal, pencarian karakter tokoh, teknik memberi isi, movement, gladi kotor, gladi bersih), 2) Produksi, meliputi latihan-latihan (mencari, memberi isi, pengembangan dan pemantapan) serta eksplorasi (peran, hand-property, setting panggung, koreografi, lagu, movement dan blocking). Berdasarkan teknik penyutradaraan diatas, pementasan karya Sweeney Todd berjalan lancar, maksimal dan antusias dari penonton luar biasa dengan durasi pementasan 124 menit. Meskipun terdapat beberapa kekurangan pada keseimbangan vokal serta permasalahan teknis pangsung, Pementasan Opera Sweeney Todd karya Christopher Bond memberikan sajian pertunjukan yang menarik dan memberikan kesan tersendiri dibenak penonton.Kata Kunci : Penyutradaraan, Opera, Sweeney Todd
KARYA MUSIK “BLAZE” DALAM TINJAUAN VARIASI MELODI HIDAYAT, LAUKHY
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semangat adalah bagaimana bisa membuktikan dan mempertahankan semangat itu sendiri. Tentunya bukan sebuah rencana di awal saja. Tapi dalam seluruh proses yang sudah kita inginkan dan kita jalankan sebaik mungkin dengan rangkaian rasa semangat tersebut. Dari latar belakang tersebut, penulis berkeinginan membuat sebuah karya musik yang berjudul “Blaze ”dimana karya musik ini menceritakan tentang semangat yang dimiliki mahasiswa Sendrtasik mayor gitar angkatan 2012 dalam berproses untuk mengembangkan KKM ansambel gitar yang ada di Universitas Negeri Surabaya.Karya ini terdiri dari bagian A,B dan C. Bagian A berisi kalimat a, a1, a2,a3. Bagian B berisi b, b1, b2, b3. Bagian C berisi kalimat c, c1, c2, c3. Pada bagian A terdapat pada birama 1-108 dimana bagian tersebut bermain di tangga nada D minor dengan tempo awal Moderato yang kemudian berpindah ke tempo Allegretto. Bagian kedua yaitu bagian B terletak pada birama 109-137. Pada bagian B tetap dimainkan di tangga nada D minor namun dengan tempo Adante. Bagian selanjutnya adalah bagian C yang ada pada birama138-205. Pada bagian ini berpindah ke tangga nada D mayor dan kembali dimainkan dengan tempo Allegretto, dimana bagian ini adalah bagian final. Karya musik Blaze menggunakan beberapa bentuk variasi melodi di dalamnya, yaitu melodic variation and fake, rhytmic variation and fake, composite melodic variation and fake, Counter melody, cliché,  filler like obbligato dan dead spot filler. Karya ini memiliki total 205 birama dengan durasi 8 menit 32 detik yang memiliki beberapa macam variasi melodi di dalamnya, guna menghasilkan sajian komposisi musik yang baru dan menarik, serta disajikan dengan format ansambel. Kata kunci : Ansambel gitar, Variasi melodi, BlazeThe spirit is how to prove and maintain the spirit itself. Certainly not a plan at the beginning. But in the whole process that we want and we run to the best of the series a sense of spirit. From this background, the author wishes to make a piece of music entitled "Blaze" in which a musical work tells the story of the spirit that possessed by students Sendrtasik major force guitar 2012 in proceeding to develop the existing KKM guitar ensemble at the State University of Surabaya. This work consists of parts A, B and C. Part A contains the phrase a, a1, a2, a3. Part B contains b, b1, b2, b3. Part C contains the sentence c, c1, c2, c3. In section A contained in bar 1-108 where the part played in D minor scales with an initial maturity Moderato then move to the tempo of Allegretto. The second part, namely the B located in bars 109-137. In section B continues to play in D minor scales but with tempo Adante. The next section is a part of the existing C on birama138-205. In this section, move to D major scales and re-played with tempo Allegretto, which is a portion final.Blaze musical work using several variations of melody in it, namely the melodic variation and fake, and fake Rhythmic variation, composite melodic variation and fake, Counter melody, cliché, like filler filler Obbligato and dead spots. This work has a total of 205 bars with a duration of 8 minutes 32 seconds has several variations melody in it, in order to generate new offerings musical compositions and interesting, and served with the ensemble format.Keywords: Guitar ansambel, Melody variation, Blaze
TEKNIK KEAKTORAN TOKOH LIK BISMO DALAM NASKAH TUK KARYA BAMBANG WIDOYO SP KRISNA WJ, SURYA
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuk merupakan sebuah naskah yang menggambarkan tentang ketimpangan  sosial. Naskah Tuk bercerita dengan  tema realitas sosial dan ekonomi masyarakat pinggiran Magersaren yang dikemas dalam suatu drama berbahasa Jawa. Penulis menitikberatkan analisa pada tokoh Lik Bismo, seorang tokoh yang menginginkan kerukunan hidup berrmasyarakat secara beradab tanpa kekhawatiran penggusuran lahan oleh penguasa.Teknik yang digunakan dalam analisa keaktoran tokoh Lik Bismo adalah metode pelatihan W.S Rendra, yang dapat disebutkan sebagai berikut: a). Teknik muncul, b). Teknik memberi isi, c). Teknik membina puncak-puncak, d). Teknik timing e).Tempo permainan, f).Sikap badan dan gerak yakin, g). Menanggapi dan mendengar.Naskah Tuk berbentuk realis yang berarti naskah merupakan peristiwa sehari-hari dan dalam proses penciptaan membutuhkan interpretasi dan observasi. Seorang aktor merupakan penyampai pesan naskah kepada penonton. Metode pelatihan WS. Rendra berkontribusi dalam teknik Keaktoran tokoh Lik Bismo.Kata kunci : Keaktoran, Naskah “Tuk”
TEKNIK PENYUTRADARAAN LAKON TUK KARYA BAMBANG WIDOYO SP SUTRADARA TEGUH SUTRISNO SUTRISNO, TEGUH
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teater merupakan seni yang komplek, dalam proses penggarapan teater diperlukan sebuah kerjasama yang kompak untuk menciptakan sebuah hasil karya yang baik. Untuk mendapatkan hasil yang baik diperlukan seorang pemimpin dalam proses teater, yaitu sutradara. Seorang sutradara mempunyai tugas yang sangat banyak, seperti mencari naskah yang kemudian dipahami baik tekstual maupun kontekstual. Sutradara juga menentukan bentuk ataupun gaya sebuah pertunjukan dan menyiapkan semua kebutuhan dalam sebuah pertunjukan teater. Adapun rumusan masalah dalam penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah Bagaimana Teknik Penyutradaraan Lakon TUK Karya Bambang Widoyo Sp? Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif, yaitu dengan pengumpulan data dengan cara studi kepustakaan, wawancara dan catatan lapangan.Lakon TUK karya Bambang Widoyo Sp merupakan lakon berbahasa Jawa yang didalamnya terdapat banyak unsur komedi, pesan dalam lakon tersebut adalah mengenai penindasan masyarakat kaum atas terhadap kaum bawah. Sutradara memilih aliran realis dalam bentuk penggarapan dan dibawa ketahun dan tempat kejadian aslinya yaitu daerah Magersari Solo Jawa Tengan. Dalam penggarapan lakon TUK karya Bambang Widoyo Sp ini sutradara menggunakan Teknik pelatihan aktor dari Rendra dan Suyatna anirun dalam teknik penyutradaraan.
RITUAL NGALAP BERKAH DALAM KARYA TARI DEWANDARU UMIYANTI P., INDAH
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era modern seperti saat ini, ternyata masih ada saja mitos mengenai benda yang dianggap sakti, keramat, atau dapat mendatangkan keberkahan. Salah satunya yakni mitos pohon Dewandaru yang ada di Gunung Kawi, Malang. Mitos tersebut membuat sebagian besar orang melakukan berbagai macam ritual dengan tujuan mengharap keselamatan, kesuksesan, jabatan yang tinggi, kelancaran rezeki, atau sekedar mendoakan dua tokoh besar yang terkenal di sana. Di Kawi terdapat suatu bentuk ritual yang disebut dengan “Ngalap Berkah”, sebuah ritual yang dilakukan dengan harapan mendapatkan berkah atau kebaikan dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan juga mendapatkan restu dari leluhur yang dulunya dianggap memiliki kesaktian.Fokus karya tari ini yakni ritual ngalap berkah, sedangkan konsep karya tari yang akan dihadirkan yakni merupakan sebuah gagasan atau sumber ide yang didapat koreografer pada saat berkunjung ke Pesarehan Kawi. Dimana koreografer menemukan berbagai fakta, cerita, atau pengalaman dari masyarakat yang juga sekaligus pelaku ritual ngalap berkah di Kawi.Kajian teori yang digunakan dalam penulisan ini adalah teori transformasi dari Webster Dictionary dan teori symbol dari Budi Herusatoto, dimana koreografer terinspirasi dari ritual ngalap berkah di Kawi dan mencoba mewujudkan symbol harapan dari para pelaku ritual ngalap berkah ada di Kawi melalui suatu karya tari.Struktur penyajian karya tari ini ada lima bagian, yaitu intro, adegan I yang menggambarkan kehidupan masyarakat pada umumnya, adegan II munculnya perasaan gelisah antara ingin percaya atau tidak, adegan III Menggambarkan situasi di pesarehan yang didatangi banyak pengunjung dengan maksut dan tujuan yang berbeda-beda, adegan IV prosesi nyekar dan mengelilingi pesarehan, adegan V Improvisasi gerak di bawah pohon Dewandaru, bahwa manusia mempunyai upaya lain dalam mewujudkan harapannya itu. Elemen utama yaitu gerak dengan pijakan jawa timuran yang dikembangkan dan elemen pendukung yaitu iringan, rias busana mengacu pada gaya JawaTimuran, pola lantai, pemanggungan dengan panggung prosenium beserta setting dan lightingnya.Untuk mengungkapkan adanya sebuah simbol harapan dalam karya tari ini tidaklah mudah. Penata tidak bisa hanya menggunakan tubuh saja sebagai media ungkapannya, tetapi diperlukan pula menghadirkan setting pohon agar pesan yang ingin disampaikan menjadi lebih mudah ditangkap oleh penonton. Pada klimaks ini mengungkapkan bahwa manusia juga memiliki berbagai cara dalam memperoleh apa yang diinginkannya.Kata Kunci : Mitos, Ngalap Berkah, Simbol
MUSIK GEBBLUG DESA PANGLEMAH, KECAMATAN PROPPO, KABUPATEN PAMEKASAN FERLIAWAN BUDIANTO, MOH.
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik Gebblug  merupakan kesenian tradisional yang memiliki keunikan pada instrumen yang bernama bernama  Serbung yang terbuat dari potongan bambu dan Kelmo’  terbuat dari tanah liat, kedua alat tersebut merupakan satu kesatuan instrumen tradisional, musik Gebblug memiliki sebuah instrumen unik yang bernama Kendhang Dug-dug yaitu instrumen kendang terbuat dari kayu lontar menyerupai toak mazjid yang berukuran lebih besar.Awal mula terbentuknya musik Gebblug berfungsi sebagai musik pengiring perlombaan balap merpati atau dalam istilah Madura Dharah Ghetta’, namun seiring dengan berjalannya waktu musik Gebblug juga diikut sertakan dalam berbagai acara. Bagi para pemain musik Gebblug memiliki fungsi sebagai media komunikasi, integritas masyarakat, unsur kepercayaan, unsur ekonomi makna dan hiburan. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut ; (1) Bagaimana Organologi instrumen musik Gebblug, dan bentuk musik Gebblug?. (2)Apa fungsi, dan makna yang terkandung pada musik Gebblug?. Penelitian ini mengenai tinjauan etnomusikologis dari musik Gebblug di desa Panglemah, kecamatan Proppo, kabupaten Pamekasan. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui fungsi dan aspek musikologis dari penelitian musik Gebblug di desa Panglemah, kecamatan Proppo, kabupaten Pamekasan.Pengambilan data dilakukan pada 25 Mei 2015 di desa Panglemah, kecamatan Proppo, kabupaten Pamekasan. Penelitian musik Gebblug ini menggunakan analisis model Spradly yang terdiri dari analisis domain, taksonomi, dan komponensial. Analisis terdapat dalam Etnomusikologis, analisis taksonomi terdapat pada aspek musikologis dan fungsi musik Gebblug kemudian komponensial adalah komponen-komponen yang mendukung dalam analisis taksonomi. Hasil analisis kualitatif pada penelitian initerletak pada fungsi musik Gebblug di desa Panglemah, kecamatan Proppo, kabupaten Pamekasan secara garis besar memiliki dua fungsi yaitu  sebagai media yang bersifat hiburan dan bersifat sakral. Kemudian aspek musikologis yang terdiri dari bentuk penyajian, tonalitas, dan ritmis.Kata kunci:  Gebblug, Etnomusikologis, Pamekasan
ANALISIS PENGGARAPAN TATA ARTISTIK TERHADAP LAKON SWEENEY TODD KARYA CRISTHOPER BOND TERJEMAHAN BAKDI SUMANTO SUTRADARA ANDRE CATUR WICAKSONO FAHMI HIDAYAT, ACHMAD
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai seorang art director  atau penata artistik memiliki tanggung jawab penuh terhadap seluruh elemen-elemen penting yang ada di atas panggung pertunjukkan termasuk dengan para aktor dan crew. Ia harus mengetahui dan menguasai seluk-beluk ke seluruhan pertunjukkan itu dan memiliki semua layout, plot, teknik pengerjaan  dan lembaran desain sejak ia mulai bekerja. Penata artistik adalah orang yang tidak pernah dipedulikan pada pertunjukan. Jarang seorang penata artistik tersorot lampu pementasan. Mereka hanya sembunyi dibalik karya-karyanya diatas panggung. Tanpa ada orang yang mengenal dan mencari keberadaan mereka, padahal seni panggung atau seni rupa panggung telah berdiri sendiri. Hal inilah yang menjadi kan penulis memilih pentaan artistik sebagai bahan untuk pertaruhan dalam karya akhir ini. Selain itu juga penulis ingin mengenalkan kepada orang-orang bahwa penata artistik adalah salah satu kunci kesuksesan sebuah pementasan. Berdasarkan beberapa fenomena yang terjadi diatas, penulis disini akan memfokuskan karya “Sweeney Todd” Karya Christopher Bond Komposisi Musik Stephen Sondheim dan Libreto Hugh Wheeler Sutradara Andre Catur Wicaksono dibagian setting panggung, make-up dan kostum. Metode penciptaan di sini penulis ingin menggunakan gaya representasi yaitu merupakan keinginan seniman untuk menciptakan suatu formula dan unsur-unsur yang secara kesejahteraan telah hadir.Hasil dari analisis penggarapan artistik ini adalah pentingnya tata artistik bagi suatu pertunjukkan. Karena artistik mementingkan audio dan visual yang ditampilkan dalam sebuah perrtunjukkan sehingga artistik sangatlah penting. Penataan artistik tidak hanya memperhatikan keindahan dan kemegahan setting, make-up dan kostumnya. Akan tetapi juga mempehatikan keamanan dan kenyamanan seorang aktor dalam berakting. Berangkat dari persoalan yang ada diatas, penulis ingin mewujudkan atau menyampaikan pesan-pesan yang nantinya dapat dipahami oleh penonton. Kata Kunci: Sweeney Todd , Tata Artistik, Art Director
BENTUK PENYAJIAN KARYA TARI OPLOSAN WAHYU FEBRUWATI, CRISTY
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya tari Oplosan adalah karya tari yang berangkat dari fenomena sosial yang sedang terjadi di kalangan masyarakat saat ini yaitu fenomena minuman oplosan. Karya tari ini memfokuskan pada dampak yang ditimbulkan oleh minuman beralkohol, dampak yang ditimbulkan sangat bermacam-macam mulai dari cacat fisik, cacat mental, hingga kematian yang merenggut nyawa.Kajian teori dalam karya tari Oplosan, merujuk pada teori-teori koreografi dan bentuk penyajian. Metode penciptaan berawal dari rangsang ide atau gagasan kemudian dijabarkan melalui konsep penciptaan dan melalui proses penciptaan yaitu eksplorasi, kerja studio, metode analisa-evaluasi, dan metode penyampaian karya.Karya tari Oplosan disajikan dalam berbagai elemen, di antaranya elemen utama dan elemen pendukung,  yang meliputi desain gerak, tata rias dan busana, tata dan teknik pentas (tata panggung dan tata lampu), dan unsur-unsur pendukung lainnya seperti iringan tari, dan properti. Karya tari ini dapat menawarkan pesan-pesan yang bersifat multi interpretatif sehingga, karya tari ini mampu menyajikan isi pesan-pesan moral positif yang disampaikan dalam bentuk gerak dan alur dramatik, yang mengandung arti bahwa gagasan yang dikomunikasikan sangat kuat dan penuh pikat, dinamis dan banyak ketegangan, dan mungkin melibatkan konflik antar orang, orang dalam dirinya atau dengan orang lain sehingga dapat diterima dan mudah diinterpretasi oleh masyarakat yang menonton. Penyajian karya tari ini secara proses terdiri dari beberapa tahapan yaitu mengamati dan merasakan gejala, proses perenungan dan pengolahan melalui belajar berpikir, mencari jawaban, dan bertanya kepada orang lain, studi lapangan yang berkaitan dengan menentukan tema, media, bentuk gaya, genre, nilai budaya estetika, kebutuhan masyarakat (daya apresiasi), kemudian masuk pada studi literatur tentang bentuk tari, metode kostruksi/komposisi tari, nilai budaya, estetika dan dilanjut dengan proses pendalaman ide seperti improvisasi pada tema, gerak, gaya beserta hasil evaluasi, lalu masuk pada visualisasi ide menjadi bentuk tari (komposisi) yang memperhitungkan estetika (isi gerak, bentuk, penyajian), manfaat (pengalaman estetis/religius, komersialisasi,dst), fungsi (ekspresi personal/ terapi/ pemecahan masalah, dsb). Sampai pada proses yang terakhir yaitu mengkomunikasikan ide kepada publik dalam bentuk perfom karya tari yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi tata pentas, dan biaya.
ALAT MUSIK KOLINTANG PRODUKSI “IRAMA NUSANTARA” DI DESA PESAPEN KECAMATAN WIYUNG SURABAYA (KAJIAN ORGANOLOGI) MASRUROH, DIAN
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolintang adalah alat musik keluarga marimbaphone tradisional Sulawesi Utara yang telah dimodifikasi dalam berbagai bentuk penampilan dengan melodi kromatik (Banoe, 2003:223). Salah satu tempat produksi alat musik Kolintang di Surabaya adalah Irama Nusantara yang terletak di Desa Pesapen Kelurahan Sumur Welut Kecamatan Wiyung Kota Surabaya, yang dipimpin Abi Jasid Arif. Daya tarik yang dimiliki rumah produksi Irama Nusantara adalah keberadaan tempat produksi yang strategis yakni berada di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur. Selain itu untuk memberi tanda nada yang naik setengah(misal c=1 menjadi cis=1#) pada bilahan alat musik Kolintang menggunakan tanda kres diatas angka dan angka tersebut dilingkari, berbeda dengan alat musik Kolintang lain yang angkanya dicoret. Peneliti tertarik satu hal pada alat musik Kolintang produksi Irama Nusantara yaitu sisi organologinya, karena meski terdapat beberapa pengrajin alat musik Kolintang di Jawa Timur tetapi tiap rumah produksi memiliki ciri dan perbedaan masing-masing, seperti ukuran, bentuk dan tampilan.Organologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh aspek instrumen, terutama aspek fisik (dengan pendekatan tekstual) tentang sebuah alat, dalam hal ini alat atau instrumen musik. Bila di dalam studi itu juga menyangkut hal-hal yang kontekstual seperti misalnya sejarah, mitologi, simbol dan lain sebagainya hanyalah merupakan kelengkapan dari apa yang dinamakan studi organologi.(Hendarto, 2011:64)Kolintang adalah alat musik ansambel yang terdiri dari Kolintang Melodi, Kolintang Pengiring dan Kolintang Bass, yang cara memainkannya dengan dipukul menggunakan stik dari kayu. Bahan Kayu untuk bilahan dan pemukul adalah Kayu Waru Gunung, kayu papan Triplek untuk kotak resonator dan Kayu Kamper untuk kaki alat Musik Kolintang. Proses pembuatan bilahan, kaki, dan kotak resonator tiap instrumen alat musik Kolintang Irama Nusantara pada umumnya adalah sama, hanya berbeda pada ukuran tiap instrumen. Proses tuning bilahan alat musik Kolintang dengan menggunakan alat bantu tuner digital untuk Piano dengan frekuensi nada A adalah 440 Hz. Wilayah nada tiap instrumen alat musik Kolintang produksi Irama Nusantara salah satunya mengacu pada beberapa alat musik seperti Gitar, Bass Elektrik dan Celo. Kendala yang dihadapi adalah tenaga ahli, ketersediaan bahan dasar kayu dan ketahanan bilah.Secara organologi kualitas alat musik Kolintang produksi Irama Nusantara dapat dilihat dari kualitas bahan yang digunakan, yakni dari bahan kayu lokal pilihan yaitu kayu Waru Gunung. Konstruksinya kuat tidak mudah rusak dimakan usia dan mempunyai sustain bunyi yang bagus, karena ukuran bilahan dan tabung resonansi mempunyai ukuran yang seimbang. Bentuk yang rapi dan minimalis, kualitas barangnya yang kokoh dan kuat, terlebih mempunyai kualitas suara nyaring. Seorang tokoh musik Surabaya yakni M. Isfanhari menuturkan bahwa alat musik Kolintang produksi Irama Nusantara juga mempunyai bunyi yang seimbang antara nada rendah, tengah dan tinggi. Kata kunci: Alat musik Kolintang, Irama Nusantara, Organologi.