cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Solah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2017):" : 69 Documents clear
KARYA MUSIK “ADAGIO DE GRACIAS” DALAM TINJAUAN VARIASI MELODI Ayu Noeraini, Putri
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara ini merupakan negeri multikultural. Hal itu menjadikan bangsa ini menjadi memiliki banyak budaya. Indonesia adalah bangsa dan negara yang di anugerahi keanekaragaman di antara dari suku, ras, dan agama. Hal tersebut seharusnya menjadikan bangsa ini menjadi unggul dan senantiasa selalu menjaga persatuan serta memegang semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Namun pada kenyataannya sekarang terdapat banyak sekali permasalahan yang sumbernya adalah dari keanekaragaman negeri ini. Hal tersebut menjadikan negeri ini berkurangnya tolerasi antar perbedaan. Seringkali terjadi pergesekan antar manusia. Permasalahan ini tanpa disadari jika dibiarkan berangsur-angsur, akan menjadikan negeri ini menjadi terpecah belah. Dalam kondisi yang kian memprihatinkan, hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama untuk mempersatukan bangsa ini menjadi negara yang damai, utuh, kokoh, bersatu dan maju. Fenomena tersebut menjadikan inspirasi komposer tergerak untuk membuat karya musik dengan judul “Adagio de Gracias”. Perbedaan dalam musik yaitu adanya variasi, variasi disini merupakan variasi dari unsur pokok musik yaitu melodi. Karya musik “Adagio de Gracias” di tinjau dari segi variasi melodi. Variasi melodi yang digunakan terdiri dari ornament appogiatura, trill, melodic variation and fake, rhythmic variation and fake, composite melodic variation and fake, auxiliary notes, Dead Spot Filler, Counter Melody dan Obbligato.Proses penciptaan karya musik “Adagio de Gracias” dilakukan dengan di awali pengamatan secara rangsang auditif dan visual. Komposer sering mendengarkan berbagai referensi musik instrumental yang dimainkan dengan format orkestra yang memainkan lagu-lagu bergenre modern yang telah diaransemen maupun musik klasik.  Karya musik “Adagio de Gracias” terdapat 105 birama dengan durasi 6 menit 17 detik. Karya musik ini memiliki tiga bagian besar yaitu bagian Ak (A kompleks), Bk (B kompleks) dan Ck (C kompleks). Karya musik ini dimainkan dengan tempo Adagio, Rubatto dan Andante. Adapun tangga nada yang dimainkan adalah G mayor dan D mayor. Dalam durasi 6 menit 17 detik karya musik ini dimainkan secara langsung dan mengalami beberapa perpindahan tempo dengan penambahan accelerando dan ritardando dengan format Chamber Orchestra.Kata Kunci : Damai, Variasi Melodi, Adagio de Gracias
ANALISIS TEKNIK PERMAINAN GITAR AKUSTIK PADA KOMPOSISI “PERMATA BIRU” KARYA CONCERTO GUITAR BUDI PRASETYO, ILHAM
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gitar merupakan alat musik petik yang sudah ada sejak jaman Klasik. Gitar yang dikenal di era moderen pun beragam, mulai dari gitar akustik, gitar klasik, gitar folk, gitar elektrik, gitar flamenco, gitar akustik-elektrik, gitar sunyi atau silent guitar, dan gitar bass. Selain macamnya yang beragam, bentuk gitar yang ada pada saat ini juga bervariatif. Salah satu jenis gitar yang dikenal di lingkungan masyarakat Indonesia adalah gitar akustik. Terbukti dengan banyak diadakannya kompetisi gitar akustik di tingkat nasional, bahkan internasional. Salah satu cara seseorang dalam menuangkan ide adalah dengan membuat komposisi musik. Concerto Guitar adalah salah satu kelompok musik dengan format ensambel campuran yang menciptkan komposisi “Permata Biru”.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini tidak berkenaan dengan angka-angka, tetapi mendeskripsikan, menguraikan dan menggambarkan tentang teknik permainan gitar akustik pada komposisi “Permata Biru” karya Concerto Guitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik permainan gitar akustik yang digunakan dalam komposisi “Permata Biru” karya Concerto Guitar berdasarkan pengamatan, wawancara mendalam, dan pemanfaatan dokumen, bukan untuk mengetahui hubungan antar variabel.Hasil dari penelitian ini adalah teknik permainan gitar akustik pada komposisi “Permata Biru” karya Concerto Guitar mengacu pada teknik permainan gitar klasik yaitu right hand dan left hand. Teknik pada right hand menggunakan  apoyando dan tyrando, dan pada left hand menggunakan teknik slur, arpeggio, skipping, dan sweeping.Kata Kunci : Teknik Permainan, Gitar Akustik, Permata Biru, Concerto Guitar
KARYA MUSIK “LAGO DE FUEGO” DALAM TINJAUAN HARMONI CANDRA ANDIKA, AGUS
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik yang berasal dari kata muse yaitu salah satu dewa dalam mitologi Yunani kuno bagi cabang seni dan ilmu; dewa seni dan ilmu pengetahuan. Selain itu, beliau juga berpendapat bahwa musik merupakan cabang seni yang membahas dan menetapkan berbagai suara ke dalam pola-pola yang dapat di mengerti dan di pahami oleh manusia (banoe, 2003 : 288). Pada prinsipnya, segala sesuatu yang memproduksi suara dengan cara tertentu bisa diatur oleh musisi dapat disebut sebagai alat musik. Orkestra adalah kelompok musisi yang memainkan alat musik bersama. Karya ini dilatar belakangi oleh sebuah fenomena bandung lautan api. (wayan badrik, 2007)Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 23 Maret1946. Dalam komposisi ini penulis berencana membuat karya musik dengan berdasarkan alur cerita, yang dari awal karya sampai akhir karya mempunyai cerita tertentu. Pada karya ini juga menggambarkan berbagai suasana, seperti suasana tegang, dan sedih.Dalam proses penciptaannya, komposer menggunakan teori – teori dan kajian – kajian yang ada dalam seni musik. Seperti teori melodi, harmoni, ritme, tempo, dinamika, dan lagu. komposer meggambarkan gagasannya dalam sebuah karya musik yang dimainkan dengan formasi orchestra lengkap yang terdiri dari strings section yaitu violin, viola, cello, dan Contrabass. Brass section terdiri dari trumpet, trombone. Woodwind terdiri dari flute, alto saxophone, tenor saxophone.  Percussion section  terdiri dari bass drum, cymbal, triangel. Karya musik “Lago De Fuego”  memiliki durasi 7 menit 21 detik dengan 130 birama, memiliki berbagai akord yang menggunakan sukat 4/4 dan 6/8 dan menggunakan tempo adagio, dan adantino. Katya musik “Lago De Fuego”  menggunakan 3 tangga nada yang menggunakan modulasi langsung dan tidak langsung, tangga  nada yang digunakan yaitu 1# G, 2# D, dan ending menggunakan tangga nada natural C. Dan memiliki tiga bagian kompleks / besar yang terdiri dari 3 bagian besar yaitu A, B, dan C yang masing – masing memiliki beberapa kalimat. Karya musik ini di lengkapi dengan animasi dari lighthing untuk mendukung suasana. Untuk memfokuskan pembahasan dalam karya musik ini, komposer memilih untuk fokus pada tinjauan harmoni. Dikarenakan harmoni merupakan unsur yang terpenting pada karya musik yang bisa menghidupkan suasana.Kata kunci : harmoni, perang, Karya musik “Lago De Fuego”
PENCIPTAAN TATA ARTISTIK PADA NASKAH BESUT WANI KARYA DAN SUTRADARA YUSUF EKO NUGROHO RATNA AYU S., FERIKA
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artistik merupakan bagian dari sebuah pertunjukan teater yang berfungsi sebagai unsur pendukung paling penting, karena  didalam artistik tersebut terdapat elemen – elemen seperti tata panggung, tata cahaya, tata suara, make up dan kostum. Dalam pertunjukan teater tradisi Besutan dengan naskah “Besut Wani” karya dan sutradara Yusuf Eko Nugroho menceritakan tentang kehidupan Tokoh Besut yang berlatar di Desa Pandanwangi Jombang tahun 1928 pada masa penjajahan Belanda. Lakon ini bercerita tentang penindasan Lurah Sumo Gambar terhadap warganya kemudian dikalahkan oleh Besut dengan siasatnya yang berujung ditangkapnya Lurah Sumo Gambar oleh Belanda.Dalam penggarapan tata panggung pada naskah ”Besut Wani“ ini menggunakan teknik yang dipaparkan oleh Terry Thomas, antara lain garis, dimensi, warna, cahaya, komposisi keseimbangan, dan prespektif. Dan untuk penggarapan make up dan kostum menggunakan teknik yang dipaparkan oleh Eko Santoso karena terdapat jenis dan fungsi dari make up dan kostum yang tepat untuk pertunjukan “Besut Wani“  ini. Maka dari itu pengaplikasian dari tata panggung naskah “Besut Wani“ ini menggunakan latar pada tahun 1928 begitu juga dengan make up dan kostumnya menggunakan tahun tersebut seperti kebaya, kain, dan kostum yang dipakai belanda. Pertaruhan dalam penggarapan Lakon “Besut Wani”  tidak mudah harus   menghadirkan teknik pemanggungan “Full setting” untuk tiap adegan dengan menampilkan detail disetiap latar yang ditampilkan. Kata Kunci : artistik, tata panggung, pertunjukan Besutan
PENERAPAN TEKNIK CONDUCTING PADA KARYA MUSIK “DOLCE A KITTY” Putri Malihah, Desi
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kartun merupakan salah satu bentuk hiburan yang digemari banyak orang. Hello Kitty merupakan kartun yang diproduksikan oleh perusahaan Jepang, yaitu Sanrio. Hello Kitty merupakan karakter kartun yang lembut dan lucu. Hello Kitty adalah karakter yang berbicara lewat hati dengan kelembutan sifatnya. Berdasarkan rasa ketertarikan terhadap kartun Hello Kitty, komposer terinspirasi dengan karakternya yang lembut, manis, ceria, dan bersahabat. Maka dibutuhkan peran seorang conductor dalam penyajian karya musik “Dolce A Kitty” sebagai sebuah personifikasi bahwa untuk mencapai karakter yang lembut dan manis sifatnya serta bersahabat, diperlukan teknik conducting dengan gaya sikap badan dan tangan dari conductor kepada pemain. Conductor adalah seseorang yang bertindak sebagai pemimpin pertunjukan musik melalui gerak isyarat. Tugas conductor tidak hanya memimpin saat pertunjukan tetapi menyusun program dan  memimpin latihan.Karya musik “Dolce A Kitty”merupakan musik instrumental dan progamatik dengan gaya dan teknik klasik yang memiliki 134 birama dengan durasi 5 menit. Karya musik ini memiliki tiga bagian besar yaitu bagian Ak (A kompleks), Bk (B Kompleks) dan Ck (C kompleks). Karya musik “Dolce A Kitty” dimainkan dengan tempo Moderato, Andante, dan Allegro. Adapun tangga nada yang dimainkan adalah D mayor dan A mayor.Teknik Conducting yang digunakan oleh conductor dalam karya musik “Dolce A Kitty” mengalami beberapa tahapan diantaranya yaitu studi partitur, penyusunan formasi pemain, proses latihan, teknik conducting dengan baton dan terakhir adalah penerapan teknik conducting yang digunakan diantaranya yaitu isyarat matra lagu, isyarat persiapan (attack), dan isyarat mengakhiri lagu (release). Isyarat matra lagu dalam karya musik “Dolce A Kitty” memiliki 2 matra lagu yaitu 6/8 dan 4/4. Attack digunakan oleh conductor dalam persiapan memulai lagu, perpindahan tempo, dan dinamika. Release pada karya musik “Dolce A Kitty” adalah bentuk release dengan tanda fermata.Kata Kunci: Teknik Conducting, Dolce A Kitty, Conductor
KARYA MUSIK “VAINGLORY” DALAM TINJAUAN VARIASI MELODI Permana Putra, Dirgantarawan
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk musik pada karya “Vainglory”. Objek penelitian difokuskan pada variasi melodi. “Vainglory” merupakan judul karya musik programatik tentang seseorang yang menganggap game hanyalah sebuah permainan, tetapi malah sebaliknya, game tersebut membuatnya marah, depresi dan gila. Data yang disajikan untuk kemudian dilakukan pengkajian. Proses pengkajian yang dilakukan peneliti adalah dengan penyesuaian proses analisis berbagai bentuk analisis variasi melodi yang sudah dikembangkan oleh Genichi Kawakami (1975) yaitu Melodic variation and fake, obbligato, counter melody, cliché, dan dead spot filler. Pada penulisan ini membahas lebih lanjut tentang variasi melodi. Variasi melodi di analisis pola dan variasi pada setiap bagian melodi. Pada setiap bagiannya, terdiri dari 3 bagian yaitu: 1, 2, 3. Pada bagian 1 terdapat pada birama 1-23  dan terdiri dari kalimat A B A1 , dimana bagian tersebut dimainkan ditangga nada Bb dengan akord F mayor dengan tempo. Bagian kedua dengan Akord Gm dengan tangga nada tetap, terletak pada birama 24-107 terdiri dari kalimat E, F, G, E1 dengan tempo Andante, Moderato dan Prestissimo. Bagian selanjutnya adalah bagian 3 yang ada pada birama 108-124 terdiri dari kalimat A, B, A1, C dengan tangga nada Bb Mayor dan dimainkan dengan tempo Adagio.Kata kunci : variasi melodi
EKSPRESI KONSEP BALANCE DAN KOMPENSASI PADA KOREOGRAFI BERJUDUL IN CONTROL NOVA SAPUTRA, DIAN
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya tari In Control ini merupakan karya yang mengekplorasi konsep balance dan kompensasi pada prinsip gerak. Balance adalah sifat alamiah manusia bahwa dalam menempatkan dirinya terhadap alam sekitarnya atau lingkungan hidupnya selalu mengkehendaki keseimbangan. Kompensasi merupakan balasan tarikan gravitasi dengan menggerakan tubuh yang lain kearah yang berlawanan dan terciptalah balance baru. Penulisan pada karyatari In Control menggunakan prinsip-prinsip gerak dari Alma M Houkins antara lain adalah, energy, gravitasi dan balance kompensasi. Karya tari In Control menawarkan bentuk sajian tari eksploratif satu unsur yang terpilih yaitu balance dan kompensasi sehingga menjadikan sesuatu yang kompleks melalui tari studi. Pada hal tersebut koreografer berharap untuk semua penikmat agar dapat belajar dari hal kecil yang akan dijadikan besar, ataupun hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan hal yang susah akan menjadi mudah, dengan mengembangkan pemikiran dalam menafsirkan sesuatu beserta memanfaatkan ide gagasan yang kreatif dalam hal positif. Kata Kunci: Balance, Kompensasi, dan In Control
KARYA MUSIK “ POUR UNE LUTTE” DALAM TINJAUAN HARMONI Pangestu, Rio
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“ Pour une Lutte” adalah sutau karya musik yang mempunyai format orchestra. Dengan judul “ Pour une lute” yang diaplikasikan pada musik programatik ialah suatu peristiwa yang mendeskripsikan alur cerita tertentu melalui sarana musik, sehingga terciptalah gambaran dari peristiwa tertentu saat musik dibunyikan. Pour une Lutte merupakan kiasan dari bahasa prancis. “Pour” dalam bahasa Indonesia yang mempunyai arti untuk, “un atau une” yang berarti sebuah dan “Lutte” yang mempunyai arti perjuangan atau pertarungan. Kalimat Pour une Lutte  yang berarti untuk sebuah perjuangan ini diambil sebagai judul karya musik karena dapat mewakili isi atau makna yang pas. Karena komposer pada kesempatan ini ingin menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan dan rasa terima kasih kepada orang tua. Pada Penulisan ini membahas lebih lanjut tentang tinjauan harmoni. langkah yang dilakukan untuk meninjau harmoni diantaranya memahami susunan akord dan kadens pa setiap kalimat lagu. Karya musik “Pour une Lutte” terdapat 105 birama dengan durasi 9 menit 56 detik . dalam karya musik ini dimainkan dengan tempo Adagio Dolce dan Andante secara bergantian dan berurutan. Adapun tangga nada yang dimainkan meliputi tangga nada C mayor dan D mayor. Serta menggunakan tanda birama ¾ dan 4/4. Dengan terciptanya karya musik “ Pour une Lutte” ini, semoga bisa menjadi referensi bagi para mahasiswa dan masyarakat umum agar lebih mencintai dan memmerhatikan musik, khususnya musik klasik karena musik memiliki animo kecil di Indonesia.Kata Kunci :, Akord Orkestra, Harmoni, Kadens
KARYA MUSIK “DIVERTIMENTO GROSSO” DALAM TINJAUAN KONTRAPUNG TRIHADMOKO, FAJAR
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontrapung dalam karya“Divertimento Grosso” Concerto for Two Violin in G minor. Objek penelitian difokuskan pada beberapa jenis kontrapungdalam karya ini. “Divertimento Grosso” merupakan judul karya musik yang memiliki arti Divertimento yakni hiburan dan Grosso adalah solo yang lebih dari satu instrumen minimal dengan jumlah dua buah instrumen pada umumnya istilah Grosso muncul pada era jaman Barok. Karya ini juga termasuk dalam musik Concerto for Two Violin in G minor memiliki 3 bagian. Bagian tersebut terdiri dari beberapa tempo dengan sukat yang berbeda. Bagian pertama terdiri dari Allegretto dengan sukat 4/4, kedua Adagio bersukat 4/4, dan ketiga Allegro bersukat 3/4.Data yang disajikan untuk kemudian dilakukan pengkajian. Proses pengkajian yang dilakukan peneliti adalah dengan penyesuaian proses analisis kontrapung yang sudah dikembangkan oleh Kitson (1924). Pada penulisan ini membahas lebih lanjut  tentang jenis-jenis kontrapung yang ada dalam karya ini. Allegretto, Adagio dan Allegro dianalisis kelima jenis kontrapung yakni First Species, Second Species, Third Species, Fourth Species,dan Fifth Species pada setiap bagiannya. Bagian pertama dengan tempo Allegretto yang bersukat 4/4 berjumlah kan 109 birama dengan Key SignatureBb. Bagian kedua bertempo Adagio yang bersukat 4/4 berjumlah kan 29 birama dengan Key Signature Natural atau C. Bagian ketiga bertempo Allegro yang bersukat 3/4 berjumlah kan 107 birama dengan Key Signature Bb.Karya musik ini adalah karya musik dengan format Concerto yang dimainkan dengan 2 Violin Solo yang diiringi dengan String Orchestra dan Hapsichord layaknya musik Barok. Disajikan dalam bentuk musik instrumental.Kata Kunci: Kata kunci : Kontrapung, Concerto for Two Violin
KONSEP PENYUTRADARAAN NASKAH DRAMA PENGAKUAN KARYA UTUY TATANG SONTANI SUTRADARA UNTUNG UNTUNG,
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Naskah drama Pengakuan karya Utuy Tatang Sontani ini cerita yang dibawa merupakan cerita di sebuah keluarga, dimana terjadinya keluarga tersebut tidak melalui adanya cinta atau suka sama suka. Tetapi terjadinya pernikahan tersebut karena berkotak masalah uang atau hutang orang tua si Susi. Dari pernikahan yang terpaksa sudah dipastikan hubungan Susi dengan kekasihnya akan hancur.Gaya penulisan Utuy sangat sederhana dan konfensional dengan penggunaan dialog yang ringan, dialog-dialog keseharian. Alur dan setting tempat dan waktu juga jelas. Menariknya pada karya Utuy disini bagaimana dia membuat psikologi para tokoh dengan sempurna. Sehingga apa yang terjadi pada semua tokoh seakan terjadi pada penikmat. Dari sini kenapa penulis sangat tertarik untuk mengambil naskah Pengakuan karya Utuy Tatang Sontani untuk di analisis dan di garap untuk dipentaskan. Adapun batasan permasalahan hanya dalam bidang Struktural dalam drama, teknik bermain peran dan konsep pemeranan.Teknik Berperan Menurut Rendra, Yaitu: (1) Teknik Memberi Isi. Teknik memberi isi adalah teknik untuk memberi isi pengucapan dialog-dialog untuk menonjolkan emosi dan pikiran-pikiran yang terkandung dalam dialog tersebut. Menurut Rendra (1982), teknik memberi isi adalah cara untuk menonjolkan emosi dan pikiran di balik kalimat-kalimat yang diucapkan dan di balik perbuatan-perbuatan yang dilakukan di dalam sandiwara. (2) Teknik Membina Puncak-Puncak. Teknik membina puncak-puncak adalah teknik yang dilakukan oleh pemeran terhadap jalannya pementasan lakon. Teknik ini dilakukan oleh pemeran untuk menuju klimaks permainan. (3) Teknik Timing. Teknik timing adalah teknik ketepatan waktu antara aksi tubuh dan aksi ucapan atau ketepatan antara gerak tubuh dengan dialog yang diucapkan. Selain itu teknik ini juga bisa digunakan untuk menjelaskan alasan sebuah aksi pemeran. Teknik ini harus dilatih terus menerus, sehingga tidak menjadi sebuah teknik tetapi lebih menjadi sebuah ilham atau intuisi dalam diri pemeran. Teknik ini kalau tidak dilakukan dengan tepat akan dapat merusak permainan kelompok, sebab ada kemungkinan terjadi tabrakan dialog antar pemeranKata kunci: Penyutradaraan, Stuktural, Naskah Drama.