cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2019)" : 25 Documents clear
PERBANDINGAN PENGGUNAAN EYEBROW GEL DAN EYEBROW PENCIL TERHADAP HASIL KOREKSI ALIS PADA TATA RIAS WAJAH PESTA DWI RAHMAWATI, KARTIKA; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui hasil koreksi bentuk alis pada tata rias wajah pesta dengan menggunakan eyebrow gel 2) Mengetahui hasil koreksi bentuk alis pada tata rias wajah pesta dengan menggunakan eyebrow pencil 3) Mengetahui perbandingan hasil koreksi bentuk alis pada tata rias wajah pesta antara eyebrow gel dan eyebrow pencil. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, obyek dalam penelitian ini adalah hasil perbandingan koreksi bentuk alis dengan menggunakan eyebrow gel dan eyebrow pencil. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi yang dilakukan oleh 30 observer. Metode analisis data yang digunakan adalah Uji T-test (Independent sample T test) dengan menggunakan program SPSS 21. Hasil penelitian ini adalah : 1.) Hasil jadi penggunaan eyebrow gel dengan rincian nilai rata-rata aspek ketepatan bentuk alis 4,56 , kerataan eyebrow pada bentuk alis 4,4 , kerapian bentuk alis 4,2 , kesesuaian bentuk alis 4,7, dan tingkat kesukaan observer 4,5. 2) Hasil jadi penggunaan eyebrow Pencil dengan rincian nilai rata-rata aspek ketepatan bentuk alis 3,23 , kerataan eyebrow pada bentuk alis 3,16 , kerapian bentuk alis 3,1 , kesesuaian bentuk alis 3,3 , dan tingkat kesukaan observer 3,46. 3) Hasil penelitian ini menunjukan terdapat perbandingan hasil jadi yang terbaik dari koreksi bentuk alis pada tata rias wajah pesta dengan menggunakan eyebrow gel dan eyebrow pencil sebanyak 5 aspek. Perbandingan hasil penggunaan eyebrow gel dan eyebrow pencil terhadap hasil koreksi bentuk alis pada tata rias wajah pesta menunjukkan terdapat perbedaan signifikan hasil jadi koreksi bentuk alis pada tata rias wajah pesta dengan penggunaan eyebrow gel dan eyebrow pencil. Hasil jadi koreksi bentuk alis pada tata rias wajah pesta yang menggunakan eyebrow gel lebih baik dari pada hasil jadi koreksi bentuk alis pada tata rias wajah pesta yang menggunakan eyebrow pencil. Dilihat dari aspek ketepatan bentuk alis, kerataan eyebrow, kerapian bentuk alis, kesesuaian bentuk alis, dan tingkat kesukaan observer. Kata Kunci :Koreksi Bentuk Alis, Eyebrow Gel dan Eyebrow Pencil Abstract The purpose of this study is 1) to find out the results of the eyebrow shape correction on the party makeup using eyebrow gel 2) Knowing the results of the eyebrow shape correction on the party makeup using eyebrow pencil eyebrow gel and eyebrow pencil. The type of this research is experiment, the object of this research is the comparison of the correction of eyebrow shape using eyebrow gel and eyebrow pencil. The data collection method used is observation carried out by 30 observers. The data analysis method used is the T-test (Independent sample T test) using the SPSS 21 program. The results of this study are: 1.) The results are using eyebrow gel with details of the average value of the eyebrow shape accuracy 4.56, evenness eyebrow on 4.4 eyebrow shape, 4.2 neat eyebrow shape, 4.7 eyebrow shape conformity, and 4.5 observer favorite level. 2) Results are used for eyebrow Pencil with details of the average value of the accuracy of eyebrow shape 3.23, eyebrow flatness at eyebrow shape 3.16, neatness of eyebrow shape 3.1, conformity of eyebrow shape 3.3, and level of observer 3 preference, 46. 3) The results of this study indicate that there is a comparison of the results to be the best of the correction of eyebrow shape on the party makeup using eyebrow gel and eyebrow pencil as many as 5 aspects. Comparison of the results of using eyebrow gel and eyebrow pencil against the results of correction of eyebrow shape on party makeup make it show that there are significant differences in the results of the correction of eyebrow shape on the makeup of the party with the use of eyebrow gel and eyebrow pencil. The results of the correction of the eyebrow shape on party makeup using the eyebrow gel are better than the results of the correction of eyebrow shape on the makeup of the party using eyebrow pencil. Viewed from the aspect of the shape of the eyebrows, the flatness of the eyebrow, the neatness of the eyebrow shape, the suitability of the eyebrow shape, and the level of the observers preference. Keywords: Eyebrow Correction, Eyebrow Gel and Eyebrow Pencil
PENGARUH PROPORSI WORTEL (DAUCUS CAROTA) DAN BUNGA MELATI (JASMINE) TERHADAP MASA SIMPAN LULUR TRADISIONAL MUNIFAH, SITI; SINTA MEGASARI, DINDY
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lulur tradisional merupakan lulur yang terbuat dari bahan rempah-rempah dan tepung yang teksturnya kasar, digunakan dengan cara dioleskan atau digosok perlahan-lahan keseluruh tubuh untuk membersihkan badan dari kotoran serta mengangkat sel kulit mati sehingga tampak bersih dan halus.Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang dilakukan oleh 30 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) produk tepung X2, dengan proporsi (10gram tepung wortel, 5gram tepung bunga melati dan 10gram tepung beras) merupakan produk lulur tradisional terbaik dengan kriteria warna cream muda, cukup beraroma khas bunga melati, tekstur cukup kasar, dan cukup lekat apabila di aplikasikan pada kulit tubuh. Terdapat pengaruh interaksi proporsi tepung wortel dan tepung bunga melati pada sifat organoleptik lulur tradisional yang meliputi warna, aroma, tekstur dan daya lekat. Berdasarkan hasil uji mikrobiologi lulur wortel dan bunga melati memiliki jumlah perkembangan bakteri dan jamur di bawah 105, sehingga lulur wortel dan bunga melati sampai hari ke-10 masih dapat digunakan dan masih dibawah syarat berdasarkan batas standar yang telah ditetapkan oleh Direktur Jendral Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Republik Indonesia Nomor. HK.00.06.4.02894 dengan angka lempeng total maksimal 105.Kata kunci : lulur tradisional, masa simpan AbstractTraditional lulur is a scrub made from spices and flour which is coarse texture, used by means of being applied or rubbed slowly throughout the body to cleanse the body of dirt and lift dead skin cells so that they look clean and smooth. This type of research is experimental. The technique of collecting data uses an observation sheet conducted by 30 people. The results of this study show that 1) flour X2 products, with proportions (10grams of carrot flour, 5grams of jasmine flour and 10gram of rice flour) are the best traditional scrub products with the criteria of young cream color, quite flavorful typical of jasmine flowers, quite rough and sufficient texture sticky when applied to the skin of the body. There is an interaction effect on the proportion of carrot flour and jasmine flour on the organoleptic properties of traditional scrubs which include color, aroma, texture and stickiness. Based on the results of microbiological test carrot scrubs and jasmine flowers have a number of bacterial and fungal growth below 105, so that carrot scrubs and jasmine flowers until the 10th day can still be used and are still under the requirements based on the standard limits set by the Director General of Drug and Food Control Department of the Republic of Indonesia Number. HK.00.06.4.02894 with a maximum plate number of maximum 105. Keywords: Traditional Scrub, Shelf life
MODIFIKASI TATA RIAS WAJAH PENGANTIN BLITAR KRISNAYANA ELOK PUTRI BAHARI, RUSYNTA; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tata rias pengantin Blitar Krisnayana merupakan salah satu budaya yang harus dilestarikan oleh masyarakat Blitar. Modifikasi tata rias wajah merupakan salah satu upaya agar masyarakat Blitar lebih tertarik untuk melestarikannya. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan bentuk desain modifikasi tata rias wajah pengantin Blitar Krisnayana, dan mendeskripsikan hasil jadi desain modifikasi tata rias wajah pengantin Blitar Krisnayana. Jenis penelitian yang diterapkan pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah dengan tahapan eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Instrumen penelitianya itu berupa lembar observasi yang dibagikan kepada 18 orang panelis. Hasil penelitian menunjukkan bentuk desain modifikasi tata rias wajah pengantin Blitar Krisnayana berdasarkan prinsip desain mendapatkan kategori sangat baik. Bentuk desain secara keseluruhan berkategori sangat baik dari segi aplikasi eye shadow yang berwarna orange mewakili warna langit senja serta warna kuning keemasan mewakili warna stalagmite dan stalaktit di Goa Embultuk, high light berwarna silver mewakili warna candi-candi di Blitar, dan blush on berwarna merah muda mewakili salah satu warna langit senja. Hasil jadi desain modifikasi tata rias wajah pengantin Blitar Krisnayana dari segi hasil foundation, alis, eye shadow, blush on, dan bulu mata, secara keseluruhanya itu berkategori sangat baik karenasesuai dengan sumber inspirasi. Hasil desain berdasarkan prinsip secara keseluruhan berkategori sangat baik terutama pada prinsip Kesatuan yang memiliki skor rata-rata tertinggi, sedangkan prinsip yang memiliki skor rata-rata terendah yaitu prinsip Keutuhan. Kata Kunci: Modifikasi tata rias wajah, Blitar Krisnayana, prinsip desain.. Abstract Blitar Krisnayanas bridal make-up is one of the culture that must be preserved by the Blitar society. Modification of makeup is an effort so that the people of Blitar are more interested in preserving it. The purpose of this research were to describe the modified design form of Blitar Krisnayanas bridal makeup, and describe the results of the modified design of Blitar Krisnayanas bridal makeup. The type of this research is qualitative descriptive research. The research design used is the stages of exploration, design, and embodiment. The research instrument is in the form of an observation sheet distributed to 18 panelists. The research method is interviewing the experts and distributing the questionnaire of the observation sheet to the panelists. The results of the study showed that the form of Blitar Krisnayanas bridal makeup modification design based on the design principle had a very good category. The overall design form is categorized very well in terms of the application of orange shadow representing the color of the twilight sky and golden yellow representing the colors of stalagmites and stalactites in Goa Embultuk, silver high light representing the colors of Blitar temples, and pink blush one of the colors of the twilight sky. The result is a modified design of bridal makeup Blitar Krisnayana in terms of the results of foundation, eyebrows, eye shadow, blush, and eyelashes as a whole which is very good category because it fits with the source of inspiration. The design results based on the overall principle are categorized very well, especially in the Unity principle which has the highest average score, while the principle that has the lowest average score is the Integrity principle. Keywords: Make up modification, Blitar Krisnayana, design principal..
PENINGKATAN KETERAMPILAN PERAWATAN KULIT WAJAH (FACIAL) HIPERPIGMENTASI MELALUI PELATIHAN PADA IBU-IBU ANGGOTA AISYIYAH RANTING KALITENGAH KECAMATAN TANGGULANGIN KABUPATEN SIDOARJO KALUNI INDAH KUSUMA, MAHESTINING; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perawatan kulit wajah merupakan suatu kinerja yang memiliki tujuan untuk membersihkan kulit, menutrisi kulit dan menghilangkan secara bertahap sel-sel kulit wajahh yang sudah mati. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk 1) Mengetahui keterlaksana pelatihan, 2) Aktivitas peserta pelatihan,3) Peningkatan keterampilan dan 4) Respon peserta pelatihan perawatan kulit wajah (facial) hiperpigmentasi secara manual. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental design dengan menggunakanp rancangan one grop pre-test post-test design. Subjek penelitian ini adalah anggota Aisyiyah sebanyak 30 orang peserta. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data dengan observasi, test dan angket. Analisa penelitian data pada penelitian ini menggunakan deskriptif dan uji-t berpasangan dengan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pelatihan perawatan kulit wajah (facial) hiperpigmentasi secara manual memberi hasil rata-rata 3,93 mendapat kriteria penilaian sanggat baik. Aktivitas peserta menunjukkan hasil keseluruhan 3,79 mendapat kriteria penilaian sangat aktif. Peningkatan keterampilan peserta menunjukkan bahwa meningkatnya keterampilan perawatan kulit wajah (facial) hiperpigmentasi secara manual melalui pelatihan dengan nilai signifikan 0,000 (P ? 0,005). Hasil respon siswa menunjukan 96% merupakan sangat baik. Kata Kunci : Perawatan kulit wajah, Hierpigmentasi. Abstract Facial skin care is an action that has the goal to clean the skin of the face, nourish the skin and gradually eliminate the dead skin cells of the face. The objectives of this study were to 1) Know the feasibility of training, 2) Activity of trainees, 3) Enhancementt of skiills and 4) Responsee of training participantsp to hyperpigmented facial skin care manually. This type of research is pre-experimental design using the one grop pre-test post-test design. The subjects of this study were 30 members of Aisyiyah. The techniquel used in retrieving datal usesl observation, tests and questionnaires. Analysis of research data in thisl study used descriptive and t-test paired with SPSS 25. The result showedp that thep implementation of manual hyperpigmentation facial skin care training showed an average score of 3.93 that the evaluation criteria were good. Participant activities showed an average yield of 3.79 which received very good assessment criteria. Increased skills of participants showed that there was an increase in the skillsop of afacial hyperpigmentation facial nurses manually through training with a significance value of 0,000 (t table ? 0.005). The results of student responses showed 96% were very good criteria. Keywords: Facial, Hyperpigmentasi
PENGARUH PROPORSI KULIT KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM) DAN KULIT JERUK KEPROK(CITRUS RETICULATE) TERHADAP SIFAT FISIK SERBUK FACE SCRUB BERBAHAN DASAR TEPUNG BERAS KUSNIA, NAIM; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kulit kentang dan kulit jeruk keprok merupakan bagian dari buah yang banyak dibuang oleh masyarakat.Kulit kentang dan jeruk memiliki khasiat sebagai antioksidan untuk kulit dan bisa dimanfaatkan dalam bentuk face scrub. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh proporsi tepung kulit kentang dan tepung kulit jeruk terhadap hasil jadi Face scrub meliputi aroma, tekstur, daya lekat, warna, dan kesukaan panelis dan mengetahui proporsi face scrub yang baik. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Tata Rias Universitas Negeri Surabaya. Perlakuan penelitian ini yaitu proporsi tepung kulit kentang dan tepung kulit jeruk keprok, proporsi yang digunakan (kulit kentang: kulit jeruk keprok) yaitu X1= (6:1), X2= (5:2), X3= (4:3), X4= (3:4). Variabel terikatnya meliputi aroma, warna, tekstur, daya lekat dan tingkat kesukaan panelis terhadap face scrub. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan lembar observasi oleh 30 orang panelis. Analisis data yaitu dengan uji Anava Tunggal dan Uji Duncan dengan bantuan program SPSS 20. Berdasarkan hasil uji Anava tunggal menunjukkan bahwa terdapat pengaruh proporsi tepung kulit kentang dan kulit jeruk keprok terhadap sifat fisik face scrub aroma, warna, tekstur, daya lekat, dan kesukaan panelis. Hasil uji Duncan face scrub beraroma kulit buah jeruk cukup tajam, berwarna coklat kekuningan, bertekstur kasar, mempunyai daya lekat dan sangat disukai panelis. Proporsi face scrub terbaik adalah X3=(4:3). Abstract Potato skin and orange peel are part of the fruit that many people throw away. Potato skin and oranges have properties as antioxidants for the skin and can be used in the form of face scrubs. The purpose of this study was to analyze the effect of the proportion of potato skin flour and orange peel flour on the results of Face scrubs including aroma, texture, stickiness, color, and preference of panelists and to know the proportion of good face scrubs. This type of research is an experiment. This research was carried out at the Surabaya State University Makeup Laboratory. The treatment of this study is the proportion of potato skin flour and tangerine skin flour, the proportion used (potato skin: tangerine peel), namely X1 = (6: 1), X2 = (5: 2), X3 = (4: 3), X4 = (3: 4). The dependent variable includes aroma, color, texture, stickiness and the level of preference of the panelists for face scrubs. The method of data collection is using an observation sheet by 30 panelists. Data analysis is by testing the Single Anova and Duncan Test with the help of the SPSS 20 program. Based on the results of a single ANOVA test showed that there was an effect of the proportion of potato skin flour and orange peel on the physical properties of face scrub, namely aroma, color, texture, stickiness, and preference of panelists. Duncans test results on face scrubs with citrus fruit scents are quite sharp, yellowish-brown, coarse textured, have sticky power and are highly favored by panelists. The best proportion of face scrubs is X3 = (4: 3). Keywords: Potato skin, Orange skin, face scrub, physic properties.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PENATAAN RAMBUT FREE STYLE DENGAN TEKNIK KEPANG MELALUI PELATIHAN PADA ANGGOTA COLOR GUARD MARCHING BAND GITA WIDYA AGNI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN VETERAN SURABAYA ULFA RAHMA PUTRI, MARIA
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENINGKATAN KETERAMPILAN PENATAAN RAMBUT FREE STYLE DENGAN TEKNIK KEPANG MELALUI PELATIHAN PADA ANGGOTA COLOR GUARD MARCHING BAND GITA WIDYA AGNI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN SURABAYA Nama : Maria Ulfa Rahma Putri NIM : 14050634046 Program Studi : S1 Pendidikan Tata Rias Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Maspiyah, M.Kes Penataan rambut free style dengan teknik kepang merupakan satu hal yang dapat menunjang penampilan saat pertunjukan pada anggota color guard marching band Gita Widya Agni Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) keterlaksanaan pelatihan penatan rambut free style dengan teknik kepang, 2) aktivitas peserta pelatihan, 3) peningkatan hasil keterampilan penataan rambut free style dengan teknik kepang sebelum dan sesudah pelatihan, 4) respon peserta pelatihan penataan rambut free style dengan teknik kepang. Jenis penelitian ini adalah pre experimental design dengan rancangan penelitian one-group pretest-posttest design. Sasaran penelitian adalah seluruh anggota color guard marching band Gita Widya Agni Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya dengan populasi penelitian sebanyak 20 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, metode tes dan angket respon. Teknik analisis data menggunakan uji t dengan bantuan SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan pelatihan penataan rambut free style dengan teknik kepang memperoleh nilai rata-rata 3,7 kriteria sangat baik. Aktivitas peserta pelatihan memperoleh nilai rata-rata 3,6 kriteria sangat baik. Peningkatan hasil keterampilan penataan rambut free style dengan teknik kepang pada saat pretest memperoleh nilai rata-rata 53,25 dan posttest 82,1, dengan hasil uji t menunjukkan bahwa taraf signifikan 0,000<0,05 sehingga dapat dinyatakan terdapat peningkatan yang signifikan antara pretest dan posttest. Rata-rata respon keseluruhan memperoleh presentase 93% kriteria sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan penataan rambut free style dengan teknik kepang dapat meningkatkan keterampilan pada anggota color guard marching band Gita Widya Agni Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya. Kata Kunci: pelatihan, penataan rambut free style dengan teknik kepang
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MOBILE LEARNING PADA MATERI BLOW VERTICAL BERBASIS ANDROID DI SMK NEGERI 6 WASLIYAH, HADIYATAN
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dunia pendidikan mendorong proses pembelajaran untuk lebih aplikatif dan menarik untuk kualitas pendidikan. Salah satu cara untuk mendorong tercapainya pembelajaran yang efektif, maka digunakanlah media pembelajaran. Penggunaan perangkat mobilemobile learningblow verticalmobile learningblow verticalResearch and Development Metode Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan angket, selanjutnya media diuji cobakan kepada kepada 27 siswa kelas X kecantikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan media pembelajaran mobile learning pada materi berbasis Android berdasarkan penilaian: 1) aspek media memperoleh skor 4,3 termasuk kategori ?layak?, 2) aspek video memperoleh skor 4,6 termasuk ?sangat layak?, 3) aspek materi memperoleh skor 4,4 termasuk kategori ?layak?, dan 4) aspek Bahasa memperoleh skor 4,6 termasuk kategori ?sangat layak?. Hasil rata-rata keseluruhan 4,4 dengan kategori ?layak?. Respon siswa terhadap media pada saat dilakukan uji coba rata-rata menunjukkan respon positif dengan mendapatkan skor 4,59 dengan kategori ?sangat layak?. Media pembelajaran rning pada mata pelajaran berbasis Android ini berkualitas untuk digunakan sebagai media pembelajaran dikelas.blow verticalmobile leablow vertical Kata kunci: mobile learning, Android, blow vertical, R&D
PELATIHAN MAKE UP PANGGUNG UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PADA MAYORET DAN ANGGOTA COLOR GUARD MBGWA UPN VETERAN SURABAYA PUTRI NABILLA, LOVA
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Marching band merupakan suatu komunitas yang membutuhkan make up panggung saat mengisi suatu acara. Marching band terdiri dari beberapa barisan sesuai dengan alat musik dan property seperti alat tiup, alat pukul, dan color guard line. Pada marchuing band yang membutuhkan make up yaitu pada majorette dan color guard line. Mayoret perempuan biasanya menggunakan make up dan mayoret berada didepan sehingga merupakan center of interest pada suatu marching band. Selain mayoret, barisan yang menggunakan make up saat mengisi acara yaitu color guard line. Color guard line merupakan barisan yang membawa bendera bertiang untuk menarik perhatian penonton. Sehingga mayoret dan barisan color guard juga membutuhkan make up sehingga dapat menunjang penampilan dengan sempurna. Untuk make up mayoret biasanya menggunakan jasa mua dan make up color guard biasanya dibantu oleh senior terkadang menggunakan jasa mua dan make up natural diri sendiri sehingga tidak terlihat dari jarak jauh oleh penonton. Permasalahan?permasalahan tersebut menjadikan alasan peneliti melakukan pelatihan make up pada mayoret dan anggota color guard marching band Universitas Pembangunan Negeri Veteran Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) keterlaksanaan pelatihan make up panggung pada mayoret dan anggota color guard, 2) aktivitas peserta pelatihan, 3) peningkatan keterampilan make up panggung mayoret dan anggota color guard, 4) respon peserta pada pelatihan make up panggung mayoret dan anggota color guard. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre experimental design dengan rancangan penelitian one group pretest posttest. Subyek penelitian adalah mayoret dan seluruh anggota color guard yang berjumlah 18. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode observasi, metode tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pelatihan memperoleh rata?rata 3,7 (sangat baik), aktivitas peserta pelatihan memperoleh rata ? rata 3,7 (sangat baik), kinerja keterampilan make up panggung menunjukkan nilai pretest 48,95 dan nilai posttest yaitu 88,05. Dan peningkatan yang diperoleh dalam pretest dan posttest yaitu 39,1. Untuk respon peserta pelatihan terhadap pelatihan yang telah diadakan memperoleh rata ? rata sebesar 96,5% dengan kriteria sangat baik. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa pelatihan make up panggung pada mayoret dan anggota color guard dapat meningkatkan keterampilan make up panggung pada mayoret dan anggota color guard marching band Gita Widya Agni Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya. Kata Kunci : Pelatihan, make up panggung, mayoret dan color guard, UPN Veteran Surabaya
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN MANGKOKAN (NOTHOPANAX SCUTELLARIUM MERR) TERHADAP SIFAT FISIK DAN MASA SIMPAN HAIR TONIC RAMBUT RONTOK PUTRI NURHAYATI, NIRMA; , SUHARTININGSIH
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hair Tonic merupakan salah satu kosmetika perawatan rambut yang dapat membantu menyuburkan rambut. Daun mangkokan dikenal sebagai herbal yang mampu mengatasi kerontokan rambut karena mengandung senyawa tanin, saponin, flavonoid yang berpotensi sebagai bahan penumbuh rambut. Hair Tonic dari ekstrak daun mangkokan adalah salah satu inovasi hair tonic yang memanfaatkan ekstrak daun mangkokan sebagai bahan aktif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh penambahan ekstrak daun mangkokan terhadap sifat fisik hair tonic untuk rambut rontok (2) Mengetahui masa simpan dari hasil terbaik hair tonic. Jenis penelitian adalah eksperimen, variabel bebas adalah jumlah ekstrak daun mangkokan yang ditambahkan yakni : X1 (2,5%), X2 (5%), X3 (7,5%). Variabel terikat berupa sifat fisik hair tonic rambut rontok yang meliputi aroma, warna, homogenitas, kesan pemakaian, dan tingkat kesukaan panelis. Variabel kontrol yaitu minyak aromatik bunga sedap malam 0,5% pada setiap sampel, jenis daun yang digunakan adalah daun mangkokan tua, alat dan proses pembuatan hair tonic. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi oleh 30 orang panelis. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS anava tunggal dan uji Duncan, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penambahan ekstrak daun mangkokan terhadap sifat fisik hair tonic meliputi aroma, warna, homogenitas, kesan pemakaian, dan kesukaan panelis. Hasil terbaik hair tonic terdapat pada penambahan ekstrak daun mangkokan 2,5% (X1) dengan kriteria tidak beraroma daun mangkokan, berwarna kuning kehijauan, homogen, terasa dingin dan mudah menyerap saat diaplikasikan ke permukaan kulit, dan paling disukai oleh panelis. PH hair tonic memiliki rata-rata 5,59 yang artinya netral sehingga sesuai dengan pH kulit. Masa simpan X1 dapat digunakan hingga hari ke-7 karena jumlah jamur (1,5×101) dan bakteri (7,7×104) yang masih berada dibawah SNI batas maksimal mikroba pada hair tonic yakni 105. Kata Kunci : Hair tonic Ektrak Daun Mangkokan, Sifat fisik, Masa simpan.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN MANGKOKAN (NOTHOPANAX SCUTELLARIUM MERR) TERHADAP SIFAT FISIK DAN MASA SIMPAN HAIR TONIC RAMBUT RONTOK PUTRI NURHAYATI, NIRMA; , SUHARTININGSIH
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hair Tonic merupakan salah satu kosmetika perawatan rambut yang dapat membantu menyuburkan rambut. Daun mangkokan dikenal sebagai herbal yang mampu mengatasi kerontokan rambut karena mengandung senyawa tanin, saponin, flavonoid yang berpotensi sebagai bahan penumbuh rambut. Hair Tonic dari ekstrak daun mangkokan adalah salah satu inovasi hair tonic yang memanfaatkan ekstrak daun mangkokan sebagai bahan aktif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh penambahan ekstrak daun mangkokan terhadap sifat fisik hair tonic untuk rambut rontok (2) Mengetahui masa simpan dari hasil terbaik hair tonic. Jenis penelitian adalah eksperimen, variabel bebas adalah jumlah ekstrak daun mangkokan yang ditambahkan yakni : X1 (2,5%), X2 (5%), X3 (7,5%). Variabel terikat berupa sifat fisik hair tonic rambut rontok yang meliputi aroma, warna, homogenitas, kesan pemakaian, dan tingkat kesukaan panelis. Variabel kontrol yaitu minyak aromatik bunga sedap malam 0,5% pada setiap sampel, jenis daun yang digunakan adalah daun mangkokan tua, alat dan proses pembuatan hair tonic. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi oleh 30 orang panelis. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS anava tunggal dan uji Duncan, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penambahan ekstrak daun mangkokan terhadap sifat fisik hair tonic meliputi aroma, warna, homogenitas, kesan pemakaian, dan kesukaan panelis. Hasil terbaik hair tonic terdapat pada penambahan ekstrak daun mangkokan 2,5% (X1) dengan kriteria tidak beraroma daun mangkokan, berwarna kuning kehijauan, homogen, terasa dingin dan mudah menyerap saat diaplikasikan ke permukaan kulit, dan paling disukai oleh panelis. PH hair tonic memiliki rata-rata 5,59 yang artinya netral sehingga sesuai dengan pH kulit. Masa simpan X1 dapat digunakan hingga hari ke-7 karena jumlah jamur (1,5×101) dan bakteri (7,7×104) yang masih berada dibawah SNI batas maksimal mikroba pada hair tonic yakni 105. Kata Kunci : Hair tonic Ektrak Daun Mangkokan, Sifat fisik, Masa simpan.

Page 2 of 3 | Total Record : 25