cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 381 Documents
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA KOMPETENSI DASAR KOSMETIKA TRADISIONAL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 3 PROBOLINGGO YUNIAR SKP, ANDRIANA
Jurnal Tata Rias Vol 3, No 06 (2017): Vo.06 No. 03 Edisi Yudisium Oktober 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGETAHUAN REMAJA TENTANG BAHAYA HIDROKINON PADA CREAM PENCERAH WAJAH MELAUI PENYULUHAN DI SMA 18 SURABAYA ROHMAWATI, RAHAYU
Jurnal Tata Rias Vol 3, No 06 (2017): Vo.06 No. 03 Edisi Yudisium Oktober 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya hidrokinon pada cream pencerah wajah dengan memberikan penyuluhan di SMA Negeri 18 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah Pra Eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan test yaitu dengan  pretest dan posttest. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-T.  Hasil penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata pretest siswa sebesar 56,22 dan nilai rata-rata posttest siswa sebesar 98,64 sehinga terdapat peningkatan sebesar42,42. Secara uji-t didapat nilai P = 0,000 lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya hidrokinon pada cream pencerah wajah dengan penyuluhan di SMA N 18 Surabaya. Kata Kunci:Pengetahuan, cream pencerah wajah, Hidrokinon   Abstract: The purpose of this research is to increase adolescent knowledge about the danger of hidrokinon on face lightening cream by giving counseling in SMA Negeri 18 Surabaya. The research method used is Pre Experiment. Technique of collecting data using test that is with pretest and posttest. Data analysis technique used is T-test. The results of this study indicate the average pretest of students is 56.22 and the mean posttest of students is 98.64 so that there is an increase of 42,42. T-test obtained the value of P = 0.000 greater than 0.05, so it can be concluded that there is an increase in adolescent knowledge about the dangers of hydrokinon on face lightening cream with counseling in SMA N 18 Surabaya. Keywords: Knowledge, face lightening cream, Hydrokinon
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA KOMPETENSI PENATAAN SANGGUL PUSUNG TAGEL DI SMK NEGERI 3 BLITAR CAHYA FIRLANA, ILMIKA
Jurnal Tata Rias Vol 3, No 06 (2017): Vo.06 No. 03 Edisi Yudisium Oktober 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Sanggul Pusung Tagel merupakan sanggul daerah yang berasal dari provinsi Bali, sanggul ini digunakan untuk upacara adat dan acara kesenian. Sanggul Pusung Tagel termasuk dalam materi di SMK Negeri 3 Blitar. Penataan sanggul Pusung Tagel di SMK efektif jika menggunakan model pembelajaran langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) keterlaksanaan sintaks, 2) aktivitas siswa, 3) hasil belajar siswa, 4) respon siswa model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre exsperiment dengan desain  penelitian “The One-Shot Case Study Design” yaitu penelitian yang dilaksanakan pada suatu kelompok tanpa adanya kelompok pembanding dengan diberi satu kali perlakuan dan pengukuran. Subjek penelitian adalah siswa a kelas XI tata kecantikan rambut di SMK Negeri 3 Blitar sebanyak 31 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan angket. Analisis data menggunakan rumus rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan 1) keterlaksanaan sintaks termasuk kategori sangat baik, 2) aktivitas siswa termasuk kategori sangat baik, 3) hasil belajar siswa mencapai ketuntasan belajar maksimal, 4) respon siswa mencapai kriteria sangat baik. Kata kunci: Model Pembelajaran Langsung, One Shoot Case Study, Sanggul Pusung Tagel  Abstract: Pusung Tagel Hair Bun is a traditional hair bun from Bali. This kind of bun is commonly worn in cultural ceremony and some traditional show. Pusung Tagel Hair Bun is one of the teaching materials at SMK Negeri 3 Blitar. The setting up of Pusung Tagel Hair Bun at SMK is effective when it uses direct instruction model. This study aimed to find out 1) the implementation of syntax, 2) students’ activity, 3) students’ learning outcome, 4) students’ feedback to direct instruction model. It used the pre-experiment method with “The One-Shot Case Study Design”, namely a type of pre-experimental design where a single group of test units is exposed to an experimental treatment and a single measurement is taken afterwards, and only measures the post-test results and does not use a control group. The subject of the study consisted of 31 eleventh-grade students of XI Tata Kecantikan Rambut class of SMK Negeri 3 Blitar. The data collection method used observation, test, and questionnaire. The data analysis used average formula and percentage. This study shows that 1) syntax implementation fall under good category, 2) students activity fall under very good category, 3) student learning outcomes has reached the learning target, 4) student response fall under good category. Keyword: Direct Instruction, One Shoot Case Study, Pusung Tagel Hair Bun          
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH PADA KOMPETENSI TOTOK WAJAH DI SMK NEGERI 6 SURABAYA Febrian Anggraeni, Yusi
Jurnal Tata Rias Vol 3, No 06 (2017): Vo.06 No. 03 Edisi Yudisium Oktober 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembelajaran berdasarkan masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa, meningkatkan aktivitas siswa, dan menyelesaikan masalah secara mandiri. Penelitian ini memiliki tujuan untuk: 1) mengetahui keterlaksanaan dari sintaks model pembelajaran berdasarkan masalah pada materi totok wajah, 2) mengetahui respon siswa selama proses belajar. Jenis penelitian ini adalah Pre Eksperimen, menggunakan desain penelitian One Group Pretest dan Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari satu kelas yaitu siswa kelas XI Tata Kecantikan Kulit sebanyak 27 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan angket. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan rata-rata keterlaksanaan model pembelajaran, persentase untuk angket respon. Penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil: 1) keterlaksanaan sintaks model pembelajaran berdasarkan masalah pada materi totok wajah secara keseluruhan mendapatkan nilai rata rata sebesar 3,92 dan termasuk dalam kategori sangat baik, 2) data hasil respon siswa dapat disimpulkan termasuk pada kategori sangat baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan rata rata nilai respon siswa secara keseluruhan 97% dengan kategori sangat baik Kata Kunci: Hasil Belajar Totok Wajah, Pembelajaran Berdasarkan Masalah, Pretest dan Posttest. Abstract: The problem-based learning can upgrade the students’ learning outcome, students’ activity, and solve the problem independently. This study aimed: 1) to understand the implementation of the problem-based learning model’s syntax of the face acupressure, 2) to see the students’ feedback within the learning progress. The study used Pre-Experimental method, also used One Group Pre-test and Post-test Design. The subjects of the study consisted of 27 eleventh-grade students of XI Tata Kecantikan Kulit class. The data collection used observation, and questionnaire. While, the data analysis used the implementation’s average of learning model, percentage on questionnaire respondents. The study showed the result that: 1) the implementation of problem-based learning model’s syntax of face acupressure relatively reached the average of 3.92 which could be categorized as ‘very good’, 2) the student’s feedback data can be conclusively categorized as ‘very good’. This is proven by the average score of students’ feedback which reached 97% and categorized as ‘very good’. Keywords: Face acupressure learning result, problem-based learning, pre-test and post-test
KAJIAN TATA RIAS PENGANTIN TRADISIONAL JEMBER SARI JAWA TIMUR novi olgaria, clarina
Jurnal Tata Rias Vol 3, No 06 (2017): Vo.06 No. 03 Edisi Yudisium Oktober 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penilitan ini adalah memperoleh deskripsi bentuk dan makna  tata rias wajah, penataan rambut, tata busana, dan aksesoris yang digunakan  oleh  pengantin tradisional Jember Sari. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunkan jenis data primer dan sekunder. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta menggunakan instrumen berupa pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman dokumentasi. Penelitian ini menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Triangulasi dilakukan dengan pengecekan derajat kepercayaan dari beberapa sumber data dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi   Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tata rias penantin tradisional Jember Sari sebagian besar terinspirasi dari hasil komoditi alam kota Jember yaitu daun tembakau. Tata rias wajah pengantin tradisional putri Jember Sari menggunakan riasan pada dahi yaitu paes yang terdiri dari bentuk bulat telur, ronsoto, dan godek. Menggunakan bendi yang dibuat dari daun sirih dengan bentuk segitiga terbalik. Penataan rambut menggunakan sanggul tawangrinenggo dengan aksesoris tusuk anda puspa, ndok remek, bando, sisir melati, karang melok, janggel mangambar, cunduk mentul, jamang permata, dan renggan. Busana dan aksesoris tubuh pengantin tradisional putri Jember Sari meliputi kebaya kutu baru, kain motif ronsoto dengan aksesoris, sepasang cincin, sepasang anting, sepasang gelang, kalung, bros susun tiga, dan selop.   Abstract: Purpose of the study is receiving shape description and significance of face beautification, hair arrangement, dressing, and accessories used by traditional bride Jember Sari. The approach of the study uses qualitative descriptive approach type with primary and secundary data. The procedure of collecting data utilize instrument method, observation, documentation and also supported with instruments such interview reference, observation reference and documentation reference. In addition, the study uses triangulation method and source triangulation. Triangulation is conducted by checking the degree of confidence from number of source which is obtained from observation result, interview, and documentation. Result of the study prove that traditional make-up for female bride Jember Sari mostly inspired by tobacco leaf as known as the comodity product in Jember. Additionally, traditional make-up on female bride.s face Jember Sariuse paes as an the enhancement on forehead which is embraced with rounded egg shape, ronsoto and godek. Utilizing bendi which is made from betel leaf along with triangle capsized shape. Moreover, the hair arrangement utilize Tawangrinenggo hair bun with the additional accessories such tusuk anda puspa, ndok remek, bando, sisir melati, karang melok, janggel mangambar, cunduk mentul, jamang permata, dan renggan. The dress and body accessories of traditional female bride Jember Sari embraced with Kutu Baru blouse, Ronsoto motive cloth along with ring accessories such a couple ring, couple bracelet, necklace, three stacked brooch and also slipper. 
PENGARUH PERBANDINGAN BLEACHING DAN CREAM DEVOLOPER TERHADAP HASIL PEWARNAAN ARTISTIK TEKNIK FROSTING PADA RAMBUT NORMAL UNTUK MENCAPAI UNDERCOAT WARNA LEVEL 8 (YELLOW) RUSYTA SARI, AMIDYAH
Jurnal Tata Rias Vol 3, No 06 (2017): Vo.06 No. 03 Edisi Yudisium Oktober 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh perbandingan bleaching dan cream devoloper terhadap hasil pewarnaan artistik teknik frosting pada rambut normal untuk mencapai undercoat warna level 8 (yellow). Jenis penelitian ini adalah Eksperimen yang dilakukan pada jenis rambut normal. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi yang dilakukan oleh 30 orang (dosen 3, karyawan salon 5, mahasiswa 22). Data yang diperoleh dianalisis ddengan menggunakan  analisis varians klsifikasi tunggal (anava tunggal) spss 20. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil pada aspek 1). Hasil P denga signifikan 0.000 lebih ≥ 0,05 (dibawah 5%) yang berarti hipotesis yang menyatakan ada pengaruh tingkat kerataan high light pada hasil bleaching dapat diterima, pada aspek 2) Hasil P dengan signifikasi 0.000 ≥0,05 (dibawah 5%) yang berarti hipotesis yang menyatakan ada pengaruh tekstur rambut dapat diterima, pada aspek 3) hasil P signifikasi 0.000 ≥ 0,05 (dibawah 5%) yang berarti hipotesis yang menyatakan ada pengaruh elastisitas rambut dapat diterima dan pada aspek 4) p dengan signifikasi 0.000  lebih rendah dari α = 0,05 (dibawah 5%) yang berarti hipotesis yang menyatakan ada pengaruh Kesesuaian hasil bleaching dengan  undercoat warna level 8 (Yellow) dapat diterima. Dengan demikian hipotesis nihil (Ho) dan (Ha) diterima. Kata kunci : pengaruh perbandingan bleaching dan cream devoloper     Abstract: Research knows the effect of bleaching and cream devoloper on artistic coloring result of frosting technique on normal hair to achieve 8 level (yellow) color undercoat. This type of research is an experiment conducted on normal hair type. Data method used is observation conducted by 30 people (3lecturers , 5 salons employees, 22 students). The data obtained were analyzed by using single variance cluster analysis (single anava) spss 20. The research conducted  the results on the 1st aspect is indicated by the F-count of 42 008 with the significance of 0000 is lower than ? = 0.05 (below 5%), which means the hypothesis that there is a high flatness degree of influence on the result of bleaching can be accepted, in the aspect 2) indicated by the F-count 36 834 with significance of 0000 is lower than ? = 0.05 (below 5%) which means that the hypothesis that there is influence hair texture can be accepted, in the aspect 3) indicated by the F- count 0000 25 805 with lower significance than ? = 0, 05 (under 5 %) which means that the hypothesis that no unacceptable influence hair elasticity and the aspect 4) with F-count of 50 995 with the significance of 0000 is lower than ? = 0.05 (below 5%) which means that the hypothesis that there is effect Compliance with the bleaching results Undercoat of level 8 (Yellow) color is acceptable. Thus the nil hypothesis (Ho) and (Ha) are accepted. Keywords: effect of bleaching and cream devoloper
PENGARUH JENIS MORDAN TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK LIPSTICK DENGAN PEWARNA EKSTRAK BUAH BIT KURNIASIH, NIKEN
Jurnal Tata Rias Vol 3, No 06 (2017): Vo.06 No. 03 Edisi Yudisium Oktober 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Lipstick adalah pewarna bibir untuk menimbulkan kesan menarik sekaligus melindungi bibir dari lingkungan yang merusak misalnya sinar ultaviolet. Lipstick dalam penelitian ini menggunakan buah bit sebagai pewarna alami dan mordan yaitu asam sitrat, sodium sitrat dan garam dapur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis mordan terhadap sifat organoleptik lipstick dengan pewarna ekstrak buah bit yang meliputi warna, aroma, daya lekat dan kesukaan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari tiga macam jenis mordan. Metode pengumpulan data menggunakan observasi terhadap sifat organoleptik yang dilakukan oleh 30 orang panelis di Prodi Tata Rias PKK FT Unesa. Analisis data menggunakan anava tunggal dan uji lanjut duncan. Hasil analisis Anava tunggal untuk aroma (Sig. 0,00), daya lekat (Sig. 0,00), kesukaan (Sig. 0,00). Aroma pada X2 dan X1 tidak beraroma buah bit dibandingkan dengan X3. Daya lekat X2 dan X3 cukup melekat pada kulit dibandingkan dengan X1. Kesukaan X2 dan X1 cukup disukai dibandingkan dengan X1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah bit dan mordan berpengaruh nyata terhadap aroma dan daya lekat lipstick serta tingkat kesukaan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap warna lipstick. Kata kunci: lipstick, pengaruh jenis mordan, ekstrak buah bit     Abstract: Lipstick is a lip’s coloring to create an attractive impression while protecting the lips from a damaging environment such as ultraviolet rays. Lipstick in this study using the fruits as a natural dye and mordan citric acid, sodium citrate and salt. The purpose of this research is to understand the influence of mordan type on organoleptic properties of lipstick with bit fruit extracts dye including color, aroma, stickiness and likeness. The research type is experiment. The treatment in this study consists of three kinds of mordan. Data collection methods is using observations on organoleptic properties conducted by 30 panelists Make Up specialist Majors PKK FT in UNESA. Data analysis is using single anava and advanced duncan test. The results of single Anava analysis for aroma (Sig. 0,00), Stickiness (Sig. 0.00), Likeness (Sig. 0.00). The scents on X2 and X1 are not bit fruit scented compared to X3. The adhesive power of X2 and X3 is sufficiently attached to the skin compared to X1. X2 and X3 are more preferred than X1. The results showed that lipstick with extract of bit fruit and mordan significantly affecting the aroma, stickiness and likeness level but no significant effect on color. Keywords: lipstick, mordan type effect, bit fruit extract
PENGEMBANGAN PERANGKAT PELATIHAN TATA RIAS WAJAH KOREKTIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MERIAS WAJAH IBU-IBU BHAYANGKARI DI POLRES KEDIRI AROFIYATUL HAMZATI, ATIKA
Jurnal Tata Rias Vol 3, No 06 (2017): Vo.06 No. 03 Edisi Yudisium Oktober 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan perangkat pelatihan tata rias wajah korektif untuk meningkatkan keterampilan merias wajah Ibu-ibu Bhayangkari di Polres Kediri. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model Plomp terdiri dari 5 tahapan yaitu Investigasi Awal, Desain, Realisasi, Tes, Evaluasi, dan Revisi, dan tahap kelima Implementasi. Subjek penelitian yaitu 30 Ibu Bhayangkari Polres Kediri berusia 25 sampai 45 tahun. Instrumen penelitian menggunakan lembar keterlaksanaan pelatihan, aktivitas peserta pelatihan, pretest posttest peserta pelatihan, dan respon peserta pelatihan. Hasil validasi perangkat pelatihan berupa silabus, rencana pelaksanaan pelatihan, power point, handout oleh ahli validasi memenuhi kategori valid sehingga perangkat tersebut layak dipergunakan. Hasil uji coba terlihat bahwa persentase keterlaksanaan pelatihan 97% dengan kategori dengan kategori sangat baik. Hasil aktivitas peserta pelatihan 100% dengan kategori sangat baik. Hasil respon peserta pelatihan 95,79 dengan kategori sangat layak. Terjadi peningkatan hasil pretest 67,48, posttest 93,4, gain (selisih) 25,93, dan peningkatan nyata hasil tes psikomotor dengan hasil Uji-t Ha (-24,295 > 2,046), sehingga dapat dikatakan bahwa ada peningkatan nyata hasil tes psikomotor setelah mendapatkan pelatihan tata rias wajah korektif. Kata Kunci: Perangkat Pelatihan, Tata Rias Wajah Korektif, Keterampilan     Abstract: This is a developmental study wichh aimed to design the instruments for the face-corrective makeup training to improve the makeup skills of the Bhayangkari women at Polres Kediri. This is a developmental study referred to the Plomp model, consisted of 5 (five) steps which are Preliminary Investigation, Design, Realization, Test-Evaluation-and-Revision, and Implementation. The subjects of the study are 30 Bhayangkari women at Polres Kediri, aged 25-45. The instruments of the study used the training implementation sheet, trainee activityt, trainee pre-test post-test, and trainee respond. The data collection technique used observation, documentation, and questionnaire. The instruments are validated by counting the average and categorizing them in the scale of 1 to 4, the analysis of training implementation, the analysis of trainee activity, the analysis of trainee respond, and the analysis of training effectiveness using T-test. The result of the instruments in syllabus, RPP, power point, and handout could have been categorized as valid by the experts so that the instruments are feasible to use. The result of the test showed that the percentage of the training implementation reached 97% and categorized as ‘very good.’ The result of the trainee activity reached 100% and categorized as ‘very good’. The result of trainee respond reached 95.79, categorized as ‘very feasible’. There was an improvement in the test, as the pre-test result was 67.48 and the post-test result was 93.4; which means it gained 25.93, and there was an explicit improvement in the psychomotor test result where the Ha T-test (-24.295 > 2.046), thus it can be concluded that there was an explicit improvement in the psychomotor test result after joining the face-corrective makeup training. Keywords: Training instruments, Face-corrective Makeup, Skill 
PENGARUH LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) TERHADAP KOMPETENSI DASAR RIAS WAJAH PANGGUNG DI KELAS XI KECANTIKAN KULIT SMK NEGERI 1 BUDURAN SIDOARJO PUJI SUSANTI, NURUL
Jurnal Tata Rias Vol 3, No 06 (2017): Vo.06 No. 03 Edisi Yudisium Oktober 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dalam penyelenggaraan pendidikan, guru mempunyai tanggung jawab dalam keberhasilan proses pembelajaran dengan cara menggunakan media Lembar Kegiatan Siswa (LKS) pada kompetensi dasar rias wajah panggung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) keterlaksanaan lembar kegiatan siswa (LKS), 2) aktivitas siswa, 3) kompetensi dasar rias wajah panggung sebelum dan sesudah penerapan lembar kegiatan siswa (LKS), 4) respon siswa. Jenis penelitian ini adalah pre experimental design dengan rancangan one group pretest dan posttest design. Subyek penelitian adalah siswa kelas X Kecantikan Kulit di SMK Negeri 1 Buduran sebanyak 30 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan: observasi, tes, dan angket. Analisis data menggunakan rat-rata, uji-t dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) keterlaksanaan lembar kegiatan siswa dengan model pengajaran langsung mendapat rata-rata 3,4 dengan kriteria sangat baik, 2) aktivitas siswa dengan rata-rata 90-100% dengan kategori sangat baik, 3) kompetensi dasar rias wajah panggung pada rata-rata pretest pada ranah kognitif dan psikomotorik berturut-turut nilai 68,17 dan 66,67 sedangkan rata-rata posttest pada ranah kognitif (85,03) dan ranah psikomotorik (85,13 ). Nilai pretest dan posttest 85,27. Rata-rata nilai akhir pada pretest 68,92 dan posttest 85,13. Hasil uji t 20.286 signifikasi 0,000 juga menunjukkan bahwa kompetensi siswa mengalami peningkatan yang signifikan dengan lembar kegiatan siswa, 4) respon siswa dengan persentase sebesar 86,6% hingga 100% dengan kategori sangat baik. Hasil penelitian menyimpulkan terdapat pengaruh lembar kegiatan siswa (LKS) terhadap kompetensi dasar rias wajah panggung di kelas XI Kecantikan Kulit SMKN 1 Buduran Sidoarjo. Kata kunci: Lembar Kegiatan Siswa, Kompetensi Dasar Rias Wajah Panggung .   Abstract: In the implementation of education, teachers have responsibility in the success of the learning process by using the media Student Work Sheet (LKS) on the basic competence of stage make up. The purpose of this research is to know: 1) implementation of student work sheets (LKS), 2) student activities, 3) basic competence of stage makeup before and after application of student work sheet (LKS), 4) student response. The type of this research is pre experimental design with one group pretest and posttest design. The subjects of the research is the students of X Beauty Class at SMK Negeri 1 Buduran with 30 students. Methods of data collection using: observation, test, and questionnaire. Data analysis using average, t-test and percentage. The results showed that: 1) the implementation of student activity sheet with direct instruction model got an average of 3.4 with very good criteria, 2) student activity with average 90-100% with very good category, 3) basic competence of stage make up on the pretest averages in the cognitive and psychomotor domains is 68,17 and 66,67, respectively, whereas posttest mean in cognitive domain (85,03) and psychomotor domain (85,13). Pretest and posttest value 85.27. Average final value at pretest 68.92 and posttest 85.13. Result of t test 20,286 significance 0.000 also show that student competence have significant improvement with student work sheet, 4) student response with percentage of 86,6% to 100% with very good category. The result of this research concludes that there is influence of student work sheet (LKS) on the basic competence of makeup on the stage in class XI Beauty Skin SMKN 1 Buduran Sidoarjo. Keywords: Student Work Sheet, Basic Competence of Stage Makeup
MODIFIKAS TATA RIAS PENGANTIN PUTRI MUSLIM TRENGGALEK Larasati Sandhi, Devi
Jurnal Tata Rias Vol 3, No 06 (2017): Vo.06 No. 03 Edisi Yudisium Oktober 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract